
Saat Panji melangkah ke halaman rumah tersebut Panji merasakan sebuah tekanan aura yang sangat besar dari dalam rumah tersebut. Saat Panji berada di 5 meter dari pintu rumah tersebut tiba-tiba muncul simbol sihir tepat di bawah kaki Panji, dalam sekejap tubuh Panji terlilit oleh akar rambat yang keluar dari simbol sihir terkuat.
"Ho ada jebakan disini rupanya, walaupun ini sihir tingkat menengah tapi ini lumayan kuat apalagi kalau itu orang biasa. Blue Flame Body" setelah Panji mengucapkan kata tersebut tubuhnya mulai ditutupi oleh api yang berwarna biru dan api tersebut membakar akar tanaman yang mengikat nya.
"Hehe sihir macam ini mana mungkin mampu menahanku" gumam Panji. Kemudian Panji mendekati pintu namun anehnya pintu tersebut telah diberikan sihir penghalang.
"Cih, ribet banget cuma mau ambil selembar kertas aja ribetnya kek gini, huhf" gerutu Panji.
Panji langsung mematahkan sihir penghalang dan masuk kedalam. Suasana didalam sangat gelap apa lagi rumah tersebut masih terbuat dari kayu namun masih kokoh walaupun ada beberapa bagian yang sudah rapuh dan berlubang.
"Hem, ini kamar yang mana sih" ucap Panji sambil memikirkan kamar yang pak Man bilang karena di rumah tersebut terdapat 6 kamar.
Disaat Panji tengah berfikir tiba tiba ada sesuatu yang menimpuk Panji. 'Puk'.
"Aduh siapa sih yang nimpuk gua?" tanya Panji dalam diri. Lagi lagi Panji ditimpuk, karena Panji merasa di permainkan dia terpaksa mengeluarkan 'Gold Aura' setelah itu tubuh Panji langsung diselimuti oleh aura berwarna emas.
"Keluarlah kau, jangan bersembunyi dan tunjukkan dirimu" Ucap Panji dengan nada kesal. Setelah itu tiba-tiba ada sesosok bayangan hitam berada di depannya.
"Bbaaa, haha kamu ta~" sebelum bayangan hitam tersebut Panji menghajar bayangan hitam tersebut.
BUKG...BUG...
__ADS_1
"Sialan ternyata kamu yang dari tadi nimpuk gua, hah rasakan ini" ucap Panji yang masih menghajar bayangan hitam tersebut.
"Aaam...pun ampun tuan to-tolong hentikan Auuu" rintih bayangan hitam tersebut.
Mendengar bayangan hitam tersebut memohon ampun Panji pun berhenti memukuli nya.
"Huh baik sekarang jawab pertanyaan ku, siapa kamu sebenarnya dan kenapa kamu ada disini?" tanya Panji.
Kemudian bayangan hitam tersebut berubah bentuk menjadi sosok naga dengan ukuran tubuh kecil seperti kadal dan memiliki dua pasang sayap. "Perkenalkan tuan namaku Gordon Bron Sires, aku adalah salah satu dari 7 naga terkuat di dunia ini haha~" saat dia tertawa tiba-tiba.
PLTAK... sebuah pukulan mengenai kepalanya.
"Bisa tidak kalau tidak sombong didepan ku, haha" ucap Panji dengan tatapan tajam.
'Apakah ini masih disebut manusia, kenapa begitu mengerikan dari pada kakak kedua' pikir Gordon yang berkeringat dingin.
"Ma-af tuan" ucap Gordon.
"Baiklah aku maafkan dirimu lain kali jangan pernah menimpuk ku lagi. Dan untuk pertanyaan ku tadi kenapa kamu bisa ada disini?" tanya Panji sekali lagi.
"Eh sebenarnya saya juga tidak tahu tuan kenapa saya bisa ada disini, yang jelas waktu saya membuka mata saya sudah berada di sini tanpa ada tubuh saya, jadi saya sekarang hanya tinggal roh saja" ucap Gordon menceritakan semua.
__ADS_1
"Em bagaimana kalau kamu ikut aku saja, dan kamu akan aku jadikan sebagai salah satu roh dari salah satu pedang ku" tanya Panji.
[Note: Apa bila ada suatu Senjata atau benda yang didalamnya terdapat roh/jiwa tertentu maka senjata tersebut disebut sebagai Senjata Sepirit/Roh yang terjadi secara alami maupun dengan kontrak jiwa.]
"Hah kamu ingin menjadikan aku sebagai roh dari senjatamu, jangan mimpi, aku tidak cocok dengan senjata tingkat rendah" dengan sombongnya Gordon menolak ajakan Panji.
Mendengar hal itu Panji langsung mengeluarkan salah satu Storage Card waipon miliknya. Dan mengeluarkan isi dari Card tersebut berupa pedang hitam mengkilap yang terlihat sangat tajam dan ada bentuk naga kecil yang melingkar di dekat gagang pedang hitam tersebut dan juga ada sebuah kristal berwarna Ungu gelap di antara gagang dan mata pedang tersebut.
Gordon tercengang dengan apa yang dia lihat, pasalnya senjata yang Panji keluarkan bukan senjata tingkat Rare atau senjata tingkat Range awal melainkan senjata tingkat Super Range Level 4 yang keberadaannya jauh lebih susah dibandingkan dengan dengan senjata tingkat Rare atau senjata tingkat Super Rare.
"Bagaimana kamu bisa memiliki senjata tingkat tinggi seperti itu" tanya Gordon yang masih sedikit terkejut.
"Ini, iya buat sendiri lah tapi intinya kamu mau jadi roh/jiwa pedang hitam ini atau tidak? Kalau tidak mau aku akan memusnahkan dirimu" ucap Panji.
'Ini cuma ada satu pilihan' batin Gordon.
"Baiklah aku mau menjadi roh/jiwa pedang hitam milikmu itu" Gordon mau tidak mau harus menerima tawaran Panji.
Setelah itu Panji langsung membuat sebuah komentar jiwa, Panji menyayat jari telunjuk, kemudian darah yang keluar ia teteskan ke arah pedang hitam dan dahi Gordon. Setelah itu Gordon menyatu dengan pedang hitam.
"Mulai sekarang namamu bukan lagi Gordon melainkan the dragon's black sky sword / Littel black dragon's sword"
__ADS_1
Setelah itu Panji mulai menyusuri satu persatu kamar dan akhirnya ia mendapatkan surat kepemilikan tanah dan rumah tersebut. Setelah Panji mendapatkan nya panji pergi ke rumah pak Man dan menandatangani surat penjualan tanah.