
"Apa ada cara untuk menyembuhkan ibuku, hiks" ucap Miyuki sambil meneteskan air mata.
"Tentu saja ada, bibi hanya perlu meminum Potion penyembuh kelas menengah dan Pil darah emas (pil lvl 2) saja" ucap Panji.
"Hah, Potion penyembuh kelas menengah dan Pil lvl 2. Dari mana kami bisa mendapatkan obat tersebut, dan lagi obat tersebut juga cukup mahal dan langka" ucap Alex dengan putus asa karena tidak bisa menyembuhkan ibu nya.
Panji yang melihat Alex putus asa langsung,
"Tenang saja kak Alex, kebetulan aku memiliki Potion penyembuh nya" ucap Panji, kemudian ia melambaikan tangan dan muncul sebuah kartu yang memiliki gambar sebuah botol Putih dengan tambahan disain dedaunan biru yang menambah keindahan botol Potion tersebut.
"Ini Potion penyembuh nya" ucap Panji sambil memberikan kartu tersebut kepada Alex.
"Apa ini Panji, kenapa kamu memberikan aku kartu mainan seperti ini" omel Alex.
"Sembarang kalau bicara, itu kartu Sihir penyimpanan tingkat super rare bintang 8. Kamu bilang itu mainan, ckck" Panji merasa tidak paham dengan orang di dunia ini. Sedangkan semua yang mendengar bahwa kartu yang Alex pegang merupakan kartu penyimpanan yang berada di tingkat super rare.
Di dunia ini setiap senjata memiliki tingkatan tersendiri.
- Senjata Tingkat Bias (Bintang 1-9)
- Senjata Tingkat Khusus(Bintang 1-9)
- Senjata Tingkat Rare(Bintang 1-9)
- Senjata Tingkat Super Rare(Bintang 1-9)
__ADS_1
- Senjata Tingkat Ranger(Bintang 1-9)
- Senjata Tingkat Super Ranger(Bintang 1-9)
- Senjata Tingkat Legendaris/Suci(Bintang 1-9)
Setiap senjata memiliki tingkatan dan level tersendiri.
______________________________________
"Apaa, tingkat super rare bintang 8, yang benar saja" ucap paman Bai.
"Iya kamu pasti berbohong, kartun ini bahkan sama sekali tidak mengeluarkan aura Pedang" ucap Alex.
"Hem, itu karena aku menyembunyikan aura Pedang tersebut, supaya tidak terlalu mencolok" ucap Ardi yang sedikit kesal karena senjata miliknya dibilang mainan.
"Oh seperti itu. Lalu bagaimana mengeluarkan Potion dari kartu ini" tanya Alex.
"Sini biar aku keluar" Panji kemudian mengeluarkan 2 Potion penyembuh dari kartu sihir tersebut.
"ini minumkan Potion ini ke-bibik" ucap Panji sembaring memberikan Potion untuk diminumkan ke bibik Ema.
"Baik" ucap Alex kemudian meminumkannya ke ibunya. Setelah bibik Ema meminum Potion tubuh nya mengeluarkan cahaya hijau.
"Wah, sayang tubuhku sudah terasa lebih baik" Bibik Ema langsung melompat ke pelukan Paman Bai.
__ADS_1
"Huhu, syukurlah kalau kamu sudah sehat istriku" paman Bai memeluk bibi Ema dan menangis.
"Huhf, lebih baik aku keluar saja dulu dan mencari tempat untuk menjual inti monster cimerla ini" gumam Panji dan kemudian ia melangkah keluar tapi ada tangan yang menariknya.
"Kamu mau kemana" ternyata orang yang menarik tangannya adalah Miyuki.
"Aku mau keluar, daripada mengganggu keluargamu" jawab Panji.
"Aku ikut denganmu" pinta Miyuki dengan sedikit rona merah di wajahnya.
"Boleh, lagi pula aku juga bisa tersesat nanti, hehe" ucap Ardi menyetujui Miyuki ikut.
"Aku juga ikut" tiba tiba Alex angkat bicara.
"Baiklah ayo kita pergi, paman bibik kami pergi dulu" ucap Panji sembaring berjalan keluar dari rumah.
Mereka kemudian pergi ke kota untuk mencari guild untuk menjual tubuh monster cimerla yang sudah Panji bunuh tadi.
"Panji kita sebenarnya mau kemana?" tanya Alex yang tidak tau tujuan Panji.
"Iya nih, sebenarnya kamu sedang mencari apa sih?" tanya Miyuki.
"Hehe, sebenarnya aku sedang mencari guild untuk menjual tubuh monster yang aku bunuh" ucap Panji.
"Oh guild, bilang dong dari tadi kan kita bisa langsung kesana. Kebetulan aku tau tempatnya" ucap Alex.
__ADS_1