
"Iya emang kenapa"
"Kamu seharusnya tau, dilarang mengeluarkan kekuatan mu di tempat umum seperti ini.
Karena kamu telah melanggar aturan maka kamu harus dihukum" ucap petualang berambut Oren.
"Tunggu sebentar, artinya aku tidak boleh mengeluarkan kekuatan ku disaat ada seseorang yang membutuhkan bantuan gitu.
Apa anda sudah gila, kalau bukan aku yang membunuh semua monster ini siapa yang akan menolong semua orang" jawab Panji.
"Ya jelas aku lah, ya gak" ucap petualang berpenampilan seperti assasin.
"Yoi" Jawab rekan nya.
"Haha kamu menyelamatkan mereka, kamu aja baru datang malah sok sok an menolong orang.
Yang ada malah semua orang mati duluan sebelum kamu datang, bodoh" ucap Panji mengejek petualang tersebut.
"Ya Benar"
"Y benar... dia sudah menyelamatkan nyawa kami"
"Benar dari pada kalian yang baru datang"
"Brengsek, serang bocah ini" petualang tersebut menyuruh keempat bawahannya.
"Baik bos. Haha, nasibmu buruk sekali nak" ucap si kepala botak.
" Benar, jika kamu ingin selamat cepat jilat sepatu kami, haha" petualang berambut hijau kriwil kaya brokoli.
"Ayo cepat dan serahkan gadis dibelakang mu itu, agar kami bisaaa...."
__ADS_1
sebelum orang itu menyelesaikan ucapannya dirinya telah lenyap dari hadapan semua orang.
"A-apa yang terjadi??"
"Kemana dia menghilang"
AAARG....BUG...
Tiba-tiba orang tersebut terjatuh dari langit, karena terjatuh dari ketinggian 20 km dari permukaan tanah ia langsung mati ditempat.
"Mustahil,. monster... kamu adalah monster!! lari semua lari"
"Hey, tidak semudah itu. Triyan tangkap mereka" pinta Panji.
"Roarg" Triyan mengejar keempat petualang tersebut dan menyeret mereka.
"Ampun ampuni kami master,,, kami mengaku salah, ampuni kami" ucap petualang tersebut.
Jadi jangan pernah membuat masalah lagi, hingga aku tau kalian melakukan kejahatan"
Ting...
Panji menancapkan pedangnya tepat di dekat selangk*ngan si rambut Oren.
"Baik" kemudian mereka lari kecirit cirit.
"Mohon maaf semua" ucap Panji sebelum membuat semua orang tertidur dan menghapus ingatan mereka kecuali, Septi ia buat tidur saja. Panji juga membereskan bangkai monster yang telah mati agar mereka tidak akan ada yang panik.
Karena Septi juga ikut Panji hilang kan ingatannya, dan masih tertidur pulas. Panji hanya bisa menggendong Septi kembali ke akademi.
"Huh ternyata cewek ini berat juga" ucap Panji.
__ADS_1
"kalau begitu biar aku saja yang membawanya tuan" ucap Triyan yang sedari tadi berada di sampingnya.
"Tidak usah kamu pasti lelah, apa kamu tidak kembali saja untuk memulihkan kondisi mu" ucap Panji.
"Em baik tuan, saya akan kembali" ucap Triyan. Kemudian Triyan menghilang.
Setelah satu jam Panji menggendong Septi akhirnya ia sampai di akademi.
"Sebenarnya mau sampai kapan kamu pura pura tidur Ana. Kalau tidak aku akan meninggalkan mu sendiri" ucap Panji yang sedari tadi mengetahui Septi sudah sadar.
Sontak Septi "Eh jangan dong"
"Nah bangunkan juga, berat tau" ucap Panji kepada Septi.
"Aku tidak berat tau" ucap Septi sambil mencubit kedua pipi Panji.
"Sakit sakit sakit" ucap Panji ketika dicubit oleh Septi.
"Dahlan Sekarang kamu pulang ke asrama Putri duluan saja"
"Em baiklah, terimakasih ya untuk hari ini" ucap Septi meninggalkan Panji menuju asrama Putri.
"Hoam, saat nya meningkatkan kultivasi" kemudian Panji pergi ke taman untuk bersemedi. Panji duduk dengan posisi Lotus dan ia juga menggunakan kristal monster yang tadi ia dapat kan. Sebelum itu Panji harus menyoltir energi dari dalam kristal monster agar menjadi aura murni.
empat jam kemudian
KREK...BOM...
Suara bahwa Panji sudah menerobos ke Tingkat Raja Bintang 7.
"Fuah, akhirnya aku naik tingkat lebih tinggi lagi. Em besok setelah pelajaran selesai aku pergi kepasar"
__ADS_1
"Sekarang waktunya kembali ke kamar" Panji memutuskan untuk menyudahi kultivasi nya dan pergi ke kamar.