BERPINDAH KE DUNIA SIHIR MODERN

BERPINDAH KE DUNIA SIHIR MODERN
Tingkat Raja


__ADS_3

"Oh iya lupa, Triyan keluar" ucap Panji. kemudian muncul seekor harimau putih kecil dengan mata berwarna biru.


"Wah, lucu sekali..." ucap murid perempuan.


"Ada apa tuan" ucap Triyan.


"Apa!! harimau itu bisa bicara" semua orang terkejut mengetahui peet milik Panji dapat berbicara selain dengan pemanggilnya melalui telepati.


"Eh, maaf mungkin kalian salah dengan kalik" ucap Panji.


'Kamu jangan ngomong di depan semua orang dong' ucap Panji melalui telepati.


'Oh baik tuan' jawab Triyan.


'Groar...' Triyan langsung berguling ke sana kemari dan melakukan gerakan yang lucu dilihat.


"Wah lucunya..." ucap semua murid Perempuan.


"Baiklah karena sekarang kalian semua sudah memiliki peet kalian sendiri, sekarang kita lanjutkan pembelajaran nya..." ucap Bu Nina memulai pelajaran.


.......


09:30


Setelah melakukan pembelajaran sekarang sudah waktunya untuk jam istirahat. Panji memilih berdiam diri di kelas.


"Panji..." suara seorang gadis perempuan berambut pirang bermata biru menghampiri Panji, dia adalah Alice.


" Oh Alice kenapa kamu kesini?" tanya Panji karena Alice merupakan salah satu murid kelas S di jurusan Petarung. Alice sendiri sudah berada di Tingkat Alam Hidup dan Mati II bintang 5.


"Aku hanya ingin memberikan kamu ini" Alice memberikan kotak bekal untuk Panji.


"Oh terimakasih, tapi ini tidak ada hubungannya sama paman Felix kan?" tanya Panji karena dia selalu diberi tawaran untuk menjadi murid jurusan Petarung oleh Felix.


"Emm,,, enggak kok" ucap Alice.


"Em... baiklah terimakasih Alice" ucap Panji.


"Iya sama sama, kalau begitu aku pergi dulu dah" ucap Alice meninggalkan kelas Panji.


"Kenapa itu murid baru bisa dekat dengan Alice ya?"


"Mana aku tau"


"Ah bidadari ku dia ambil orang"


Komentar murid laki-laki yang masih berada dikelas.

__ADS_1


"Cih, bisa bisanya dia diberi bekal oleh Alice, apa latar belakangnya?" gumam Irfan.


Sementara Panji tengah asik memakan makanan pemberian Alice. Tak lama kemudian Septi dan Tika masuk kelas.


"Panji kamu bawa bekal ya" tanya Tika.


"Tidak, ini pemberian Alice nyam..." jawab Panji.


"Alice? maksud mu si ratu es Alice dari kelas petarung" ucap Tika yang terkejut.


"Iya, emang kenapa?" tanya Panji yang sudah selesai memakan bekal pemberian Alice.


"Tidak ada apa apa, cuma saja apa kamu dekat dengan Alice" tanya Tika.


"Tidak, kami baru ketemu kemarin. Tapi kemungkinan dia mengikuti perintah paman Felix" jawab Panji.


"Ohw, kirain kamu ada sesuatu dengannya kan kasian Sep...emp" sebelum Tika menyelesaikan ucapannya mulutnya ditutup tangan Septi.


"Kamu ini,,, hehe maaf Panji kalau temenku ini banyak bicara" ucap Septi melepaskan tangannya dari mulut Tika.


"Puah Kamu ingin membunuhku ya, gak bisa nafas tuk" ucap Tika setelah terlepas dari cengkraman Septi.


"Huff, Triyan ayo ikut aku" ucap Panji mengajak Triyan yang sedari tadi tidur di pangkuan Panji.


"Hey Panji kenapa peet kamu tidak kembali ke tempatnya?" tanya Tika. Karena biasanya semua peet yang dipanggil pasti akan kembali setelah 15 menit dipanggil.


"Aku pergi ke taman ajalah"


Panji pergi menuju taman, ditaman banyak murid yang tengah asih berbicara, kencan, dan bersantai.


Seperti biasa Panji memilih pergi menuju ke arah pohon yang berada di taman sambil menggendong Triyan seperti kucing kecil.


"Em... kurasa aku bisa meningkatkan kekuatan ku, Triyan tolong jaga aku ya" pinta Panji kepada Triyan untuk menjaganya.


"Lebih baik aku memasang Baril pelindung agar nantinya energi aura ku tidak membuat semua murid terluka" kemudian Panji memasang Baril pelindung disekitarnya.


"Baiklah sekarang aku harus membuka segel kekuatan asliku, karena aku memakai cincin pemberian guru jadi tingkat pelatihan ku terkunci di Tingkat Mahir bintang 3. Dan jika aku membuka segel nya mungkin aku masih sama seperti dulu berada di Tingkat Raja Menengah" kemudian Panji membuka segel yang terdapat pada dirinya.


"Sekarang aku akan memulai pelatihan ku sekarang" kemudian Panji mulai mengonsumsi beberapa sumberdaya dan menyerap 1 kristal roh kualitas rendah.


Karena Panji melakukan pelatihan ditaman banyak murid yang bertanya tanya.


"Siapa orang itu, aku tidak pernah melihatnya"


"Bukanya dia orang yang kemarin yang tidur di sana"


"Em benarkah, tapi apa yang dia lakukan sekarang? dan kenapa ada kucing kecil di sana"

__ADS_1


"Ya gak tau lah, tapi lebih baik kita jangan menggangu dia. Aku dengar kemarin Montu dan teman-temannya menggangu dia mereka langsung terluka tanpa dia sentuh"


"Wah mengerikan"


Komentar murid laki-laki.


Sedangkan untuk murid perempuan mereka hanya.


"Wah lihat orang itu membawa kucing lucu"


"Iya aku jadi pengen meluk kucing itu, tapi..."


"Tapi apa?"


"Tapi aku takut dengan orang itu, kelihatannya dia sedang melakukan pelatihan untuk meningkatkan kekuatan nya"


"Em benar juga, aku juga takut kalau nanti kita menggangu pelatihannya"


Komentar murid perempuan.


.........


Tidak membutuhkan waktu lama, hanya sekitar 30 menit Panji sudah menerobos ke Tingkat Raja bintang 6.


KREK...KREK...BOOM...


Suara tulang Panji yang mengalami perubahan setelah naik tingkat.


"Huh ha fuh, akhirnya aku naik satu tingkat" ucap Panji setelah selesai melati kekuatannya.


Setelah itu Panji kembali ke kelas untuk mengikuti pelajaran. Sekitar 7 jam Panji mengikuti pelajaran hingga waktu yang ditunggu-tunggu oleh para siswa tiba, jam pulang sekolah.


"Panji apa kamu ada waktu sore ini" tanya Septi.


"Tidak ada, emang kenapa?" tanya Panji.


"Em tidak apa-apa, aku cuma ingin mengajakmu,,, um jalan jalan saja" ucap Septi yang malu malu.


"Oh boleh, kebetulan sekali aku juga ingin jalan jalan" ucap Panji.


"Bagus, kalau begitu aku tunggu kamu nanti sore di taman ya" ucap Septi sambil berlari meninggalkan Panji.


"Oke" ucap Panji.


_____________________________________


JANGAN LUPA LIKE DAN VPTE CERITA INI BIAR OE TAMBAH SEMANGAT.

__ADS_1


TERIMA KASIH SEMUA.


__ADS_2