
Setelah Cahaya dari bola kristal mulai redup, di dalam bola kristal tersebut tertera angka 43.500 energi sihir.
"APAAA!!! 43.500 energi sihir, yang benar saja" teriak mereka.
"Mustahil kamu memiliki energi sihir sebanyak ini, kamu bukan manusia ya"
tanya Alice.
"Sembarang kalau ngomong, aku ini manusia tau, hemp" ucap Panji dengan nada kesal.
"Lalu bagaimana bisa jumlah energi sihir kamu bisa mencapai empat puluhan ribu seperti ini. Kebanyakan orang yang masih di usia kita hanya mampu memiliki 10.000 energi sihir atau 15.000 saja dan untuk orang berbakat hanya 18.000 saja" ucap Alice.
"Emang mereka berada di Tingkat apa?" tanya Panji.
"Mereka berada di Tingkat Alam Hidup dan Mati I bintang 1-7 saja, dan mereka merupakan murid berbakat tahun ini"
"huh, disini sangat berbeda" gumam Panji.
[Author: yang iyalah berbeda elo kan udah berada di Tingkat Mahir bintang 3]
"Tidak apa-apa, aku...merasa senang hahaha, akhirnya sekolah kita mendapatkan murid bebakat hahaha" ucap paman Felix yang merasa senang.
"Tapi aku ingin kalian merahasiakan kemampuan ku" ucap Panji.
"Hah, kenapa nak kamu ingin merahasiakan kemampuanmu? Kamu bisa jadi murid berbakat tingkat pertama dan masuk ke kelas S"
" Tidak aku tidak mau, aku lebih baik berada di kelas D saja, agar tidak terlalu mencolok. Lagi pula aku juga membenci orang orang yang selalu mengangkat tinggi nama keluarga mereka, dan mereka hanyalah setumpuk sampah negara" ucap Panji.
"APA maksudmu berkata seperti itu" bentak Alice.
"Sederhana,
- 1. Mereka selalu menganggap bahwa mereka yang paling kuat.
- 2. Mereka selalu memamerkan kekayaan mereka.
- 3. Mereka selalu memandang rendah orang lain."
__ADS_1
"Itu adalah hal yang paling aku benci dari mereka yang berlatar belakang orang orang kuat dan kaya/terpandang" ucap Panji dengan tegas.
"Ah baiklah, aku akan memasukkan kamu ke kelas D jurusan sihir. Kamu bisa masuk kelas besok" ucap paman Felix.
"Baik-terima kasih, kalau begitu aku pergi dulu" ucap Panji meninggalkan mereka.
"Ayah, kenapa dia seperti membenci orang orang Dari keluarga besar" tanya Alice yang penasaran dengan latar belakang Panji.
"Ayah juga tidak tahu latar belakang bocah itu, biar nanti ayah cari tahu dulu" ucap paman Felix.
"Em, baiklah kalau begitu aku juga harus pergi, dah ayah" ucap Alice sembari pergi meninggalkan ayahnya.
'Hem, bocah itu sangat misterius aku harus menyelidiki nya' batin Felix.
PANJI POV
'Kali ini aku mau pergi keluar untuk melelang inti Monster tingkat Bumi Tahap Akhir ( Bintang 9)'
Sekarang Panji tengah berjalan menuju tempat pelelangan yang berada lumayan jauh dari akademi, Panji butuh waktu 3 jam untuk sampai di sana. Tempat pelelangan tersebut bernama Pavilum Mawar Es, di Pavilum tersebut kita bisa melelang atau pun membeli barang berharga dengan kualitas yang terjamin.
Karena Panji ingin masuk ia harus menyamarkan dirinya, Panji mengambil mengenakan jubah hitam yang memiliki tudung kepala, untuk menutupi wajahnya Panji mengunakan topeng yang berbentuk seperti wajah dari kartu penyimpanan khusus nya.
"Berhenti, tunjukkan kartumu" pinta penjaga tersebut.
"Aku tidak punya, aku kesini cuma ingin melelang kristal Monster tingkat Bumi saja" ucap Panji yang masih dalam penyamaran.
"Prff haha, kamu ingin menjual kristal Monster tingkat Bumi, haha" tawa penjaga tersebut.
"Haha, kamu pikir ini tempat bermain-main nak, cepat kamu pulang dan minuman susu sana haha" ucap penjaga satunya. Merasa diremehkan Panji langsung mengeluarkan hawa pembunuh yang sangat tebal dan mampu menekan seseorang yang berada di Tingkat Raja tahap menengah.
"Ugkh..." kedua penjaga tersebut langsung tersungkur ke tanah. Karena Panji menggunakan hawa pembunuh yang begitu besar tapi hanya ia arahkan kepada kedua penjaga tersebut. Tak lama kemudian datang seorang pria gemuk memakai pakaian jas berwarna hitam dan beberapa aksesoris emas.
"Ada apa ini!! Apa yang kamu lakukan kepada penjaga ku" ucap pria gemuk tersebut.
"Aku hanya memberi sedikit pelajaran karena sikap mereka yang angkuh ini" kemudian Panji menarik hawa pembunuh nya.
"Huuh hufh huh..." kemudian penjaga tersebut terlihat seperti sesak nafas.
__ADS_1
"Hem, permisi paman aku kesini ingin melelang kristal Monster tingkat Bumi apa boleh?" tanya Panji yang awalnya terlihat seperti pembunuh berubah menjadi orang yang lemah lembut.
"Tentu tentu saja boleh. Perkenalkan namaku Andrea Hirata pemilik Pavilum pelelangan Mawar Es ini" ucap Andrea.
"Namaku Panji, salam kenal paman Andrea" ucap Panji.
"Baik ayo kita masuk dulu" Andrea mengajak Panji untuk mengecek keaslian kristal Monster yang Panji bawa.
Kemudian mereka masuk ke dalam ruang khusus.
"Silahkan duduk" Andrea mempersilahkan Panji untuk duduk. Ruangan tersebut tidak terlalu besar hanya berdiameter 5 meter persegi.
"Baik"
"Oh iya paman ini kristal Monster tingkat Bumi nya, silahkan di periksa" Panji menyerahkan kristal Monster tingkat Bumi yang memiliki warna merah pekat.
"INI!!! Ini sungguhan kristal Monster tingkat Bumi?" tanya Andrea.
"Benar paman, itu berasal dari Monster Flame Pyton" ucap Panji.
"Hah Flame Pyton, itu bukannya Monster tingkat langit dan sangat sulit untuk menghadapinya"
"Bahkan 5 ahli tingkat langit tahap menengah saja masih kesulitan menghadapi Flame Pyton tersebut" Andrea menambahkan.
"Em, itu karena aku membunuh Flame Pyton menggunakan senjata tingkat Rare" ucap Panji.
"Kamu juga memiliki senjata tingkat Rare, siapa kamu sebenarnya" tanya Andrea.
"Aku cuma seorang anak yang baru turun dari gunung dan ingin mengenal lebih banyak tentang dunia luar" ucap Panji.
"Apa kamu dibesarkan oleh seorang master" tanya Andrea.
"Em, kakek guru tidak pernah memberi tahu dia berada di Tingkat apa, jadi aku tidak tau" ucap Panji yang mengarang cerita.
"Em baiklah, kristal ini akan kami lelang. Kebetulan sekali Pelelangan ini akan dibuka 30 menit lagi, apa kamu mau mengikuti acara pelelangan nya" tanya Andrea.
"Ya aku ingin mengikuti pelelangan nya siapa tau ada barang bagus" ucap Panji.
__ADS_1
"Hoho kalau begitu ini, ini adalah kartu undangan untuk tempat duduk di pelelangan nanti" Andrea memberikan sebuah plakat berwarna hitam.
"Baik aku terima" Panji menerima plakat hitam tersebut.