BERPINDAH KE DUNIA SIHIR MODERN

BERPINDAH KE DUNIA SIHIR MODERN
BERISIK!!


__ADS_3

"Woy mana uang keamanan" Seorang Pria berkepala botak.


"Cepat bayar, kalau enggak kita hancurkan ini grobag" lanjutnya dengan mengancam.


"Ja-jangan bang, ini ini uangnya" abang tukang mie ayam memberikan uang kepada pria botak tersebut.


Pria botak tersebut langsung merampas uang itu. "Apa ini!! cuma segini, kurang cepat serahin semu uangmu" ucap pria botak.


"Tapi bang..."


"Ah gak ada tapi tapian" pria botak itu menendang abang tukang mie ayam.


"Uhuk uhuk..." abang tukang mie ayam memuntahkan seteguk darah.


"Woy bisa diam gak, berisik banget gangguin orang lagi makan aja" ucap Panji yang tidak tahan waktu makannya diganggu.


"Hem siapa kamu bocah, eh ada dua sampah disini rupanya.


Kenapa kalian ikut dengan orang ini, gak mampu cari makan ya, hahaha" ucap pria botak.


"Ya iyalah bos, mereka itu bisa apa" ucap salah satu bawahnya.


"Hahha benar mereka cuma setumpuk samp...."


BEDUM....BUG....


"Uhk ekr... sia..." ucap pria botak tersebut setelah Panji meninjunya.


"Sudah kubilang untuk diam" ucap Panji dengan tatapan tajam.


"Sekarang giliran kalian, jangan coba coba untuk lari hehe" Panji tersenyum jahat dan mengeluarkan aura pembunuhnya yang Panji fokuskan kepada mereka berempat.


"Ughk....aghk....am...pun..." mereka langsung tersungkur sambil memegang leher mereka karena tekanan aura Panji yang membuat mereka sudah bernafas.


"Ampun!! aku tadi sudah memperingatkan kalian tapi kalian tidak mau mendengarkan dan aku juga tidak suka melihat orang yang lemah di tindas, oleh sebab itu maka kalian akan menerima akibatnya" kemudian Panji mendekati salah satu preman.


"Hey...apa ini tangan yang kamu gunakan untuk menghajar orang lain, JAWAB" bentak Panji.


"Ah i-iya..." ucap preman tersebut dengan nada ketakutan.


KREK...


"Arghk... tangan ku....arghk...." ucap preman tersebut setelah tangannya di patahkan oleh Panji dengan begitu mudah.


"Cih, lemah... sekarang giliran kalian..." Panji langsung tersenyum jahat.


Beberapa saat kemudian Panji telah memberikan pelajaran kepada semua preman tersebut kecuali satu orang yang berbadan besar, untuk yang lainnya Panji memberikan pelajaran seperti mematahkan tangan dan kaki mereka.


"Hey kamu bawa mereka semu pergi dari sini dan jangan pernah membuat kekacauan di sini" ucap Panji menyuruh pria berbadan besar.


"Baik"


'Anak ini... Mengerikan sekali!'

__ADS_1


"Yah mie ayam ku..." ucap Panji Ketika melihat mie ayam bakso sepesial miliknya tumpah.


"Bang mie ayam bakso sepesial satu lagi"


........


"Kakak tadi hebat banget, aku mau jadi hebat kaya kakak" ucap Bayu.


"Emm, Cindy juga mau menjadi kuat seperti kakak. Kakak keren, hehe"


"Iya iya nanti kakak akan mengajarkan kalian"


"Benarkah itu...." tanya mereka berdua.


"Hem" Panji hanya menghiyakan saya.


"Yey yey,... kami sayang kakak Panji" ucap mereka.


"Iya kakak juga, sekarang kita pulang ikut kakak y" Panji langsung mencari taxi untuk pergi ke Akademi.


"Sepertinya mereka kelelahan, sebaiknya aku tanya paman Felix dulu..."


# Ruangan Kepala Akademi


*RABU 14 20**34. 17:47 WIB*


Di ruangan ini seperti biasa hanya ada Felix yang tengah asik membersihkan Pedang Emas miliknya.


"Disini hanya kita berdua tidak akan ada yang menggangu kita ummm..." ucap Felix kepada pedang kesayangannya.


"Paman Felix..." ucap Panji melalui telepati.


"WAH... siapa itu" Felix ketakutan ketika ia mendengar suara yang masuk ke dalam pikirannya.


"Ini aku paman, paman aku datang y"


"Eh jangan kesini, aku baru sibuk..."


"Ehem sibuk dari mananya paman..." ucap Panji yang tiba-tiba muncul menggunakan sihir perpindahan tepat 'Teleport'.


"😨 Ba-ba-bagian bisa k-kamu masuk... aku sudah memasang sihir penghalang agar tidak ada orang yang bisa masuk" Ucap Felix yang masih dalam keterkejutannya.


"Sudahlah jangan terkejut dulu, aku ingin meminta izin membawa seseorang masuk ke akademi ini, apa boleh"


"Tentu saja tentu"


"Baguslah kalau begitu aku mau kembali dulu kasihan anak anak ku menunggu" kemudian Panji menghilang dari pandangan Felix.


"😱 dia dia bisa menghilang...


tunggu dia tadi bilang???


Tadi dia bilang anak-anak nya. Jadi dia sudah memiliki anak, 😢 aku tidak bisa menikahkan dia dengan Alice berarti, huh"

__ADS_1


Setelah bertemu dengan Felix dan berdiskusi sebentar Panji langsung kembali ke taxi yang hampir sampai di depan gerbang.


"Huh, untung masih sempat"


"Nak kita sudah sampai" Ucap supir taxi.


"Oh y, ini paman, terimakasih ya" ucap Panji sambil menggendong Bayu dan Cindy. Kemudian Panji berjalan menuju gerbang akademi.


"Nak Panji siapa yang kamu bawa?" tanya pak Jiman.


"Oh mereka adik adik angkat ku pak, aku sudah minta izin sama Kepala Akademi tadi" ucap Panji.


"Oh, yasudah kamu boleh masuk, ini juga sudah mau malam" ucap pak Jiman.


"Baik pak, terimakasih." Panji berjalan menuju ke kamarnya untuk menidurkan Bayu dan Cindy.


# Asrama Putra


Jarak antara gerbang akademi dengan asrama Putra Putri tidak terlalu jauh. Asrama di akademi ini memiliki 8 lantai dan masing masing lantai ada 100 kamar untuk murid.


Tok tok tok


"Buka pintu nya woy" ucap Panji dari luar kamar. Kamar Panji sendiri berada di lantai 5 no. 31.


"Password" ucap Glen dari dalam kamar.


"Huff, Jomblo itu bukan kutukan" ucap Panji memberikan password kamar. Sebenarnya itu sudah di sepakati sebelum Panji menetap di kamar tersebut.


"Ok, silahkan masuk...eh anak siapa yang kamu bawa Pan" tanya Glen ketika melihat Panji menggendong dua anak kecil.


"Sett, diem jangan keras-keras" Panji menaruh Bayu dan Cindy di ranjang miliknya.


"Anak siapa tuh Pan" tanya Rifan.


"Jangan jangan lo nyulik ya" ucap Iqbal.


'Sett sembarangan, mereka ini anak asuh aku tau" jawab Panji.


"Ohoho emang gimana ceritanya kamu bisa bersama mereka" tanya Glen yang penasaran.


"Huff hahh, begini ceritanya..." Panji menceritakan semua kejadian tentang siapa mereka, kapan Panji bertemu, apa tujuan Panji menjadikan mereka sebagai anak asuhnya dan melawan sekelompok preman gadungan yang mengganggunya saat makan mie ayam bakso sepesial sampai tumpah.


"Begitu ceritanya, jadi mohon bantuannya untuk menjaga mereka berdua"


"Tentu, karena adik kamu adik kami juga y gak"


"Yoi"


"Hahaha... Kita saudara untuk selamanya" mereka membuat pesta kecil.


"Hu hu huaa... huaaa kakak hiks..." Cindy menangis.


"Waduh...." mereka akhirnya berganti menjaga kedua adik angkat Panji. Kalian pasti tau betapa merepotkan nya menjaga anak ketika sudah malam, seperti itu lah orang tua kita menjadi kita saat masih kecil. Jadi hargailah orang tua kalian.

__ADS_1


__ADS_2