
Saat ini semua murid dan guru di akademi Pedang Sihir Emas tengah berada di lapangan pelatihan sekolah menanti gerbang portal dungeon yang muncul di lapangan pelatihan sekolah terbuka. Namun tiba-tiba ada beberapa guild petualang yang datang ke akademi Pedang Sihir Emas tersebut.
Guild petualang yang mendatangi Akademi Pedang Sihir Emas adalah Guild Petualang Xinji dan Guild Petualang Calong dan masih ada beberapa guild lainnya seperti Guild Fadora, Guild Rucika, Guild D'crak dan lainnya.
Hingga salah satu anggota Guild Calong berjalan maju mendekati semua orang.
"Hey kalian semua cepet menyingkir dari sini" ucap salah satu anggota Guild Calong bernama Pipit.
"Hey apa maksud mu dan kenapa kamu lancang sekali memasuki Sekolah kami tanpa izin" ucap salah satu guru, guru Fang.
"Hahaha...kamu fikir kamu siapa berani memerintah kami, kami ini adalah Guild Petualang terkuat jadi terserah kami"
"Sombong sekali kau, cepat pergi dari sini"
"Bren*sek kamu cari mati ya" Pipit menarik Padang nya namun dihentikan oleh seorang pria yang terlihat bahwa dia adalah pemimpin guild.
"Pipit apa yang kamu lakukan, kamu ingin mempermalukan guild kita.
Mohon maaf pak guru atas kelancangan salah satu anggota kami" ucap pemimpin guild calong, Yusda.
"Cik cik cik, ternyata seperti ini kelakuan anggota Guild Calong yang katanya paling kuat hahaha sungguh sungguh memalukan" seorang pria berbadan cukup besar dan merupakan wakil pemimpin Guild Xinji, Robiy.
"Hey tutup mulutmu atau aku bunuh Kamu" Pipit ingin melancarkan serangan-serangan namun dihentikan oleh Yusda.
"Diam kamu Pit"
"Ho aku takut behaha, lihat semua ini dia kelakuan anggota Guild yang sangat menjunjung tinggi guild mereka ternyata hanya bisa omong besar"
"Kakak lepaskan aku biar aku membunuh orang itu"
"Diam atau aku yang akan membunuhmu"
Sementara kedua guild itu berdebat sementara itu di dalam dungeon Panji tengah berhadapan dengan beberapa monster goblin dan wait wolf. Panji bertarung menggunakan pedang Katari miliknya.
"TRING....TAK..."
"Cih banyak juga ini monster nya *SLAZ* huh huff hanya tinggal satu lantai lagi"
"Slazz...Slazzz...TRAK...."
"Huh rasakan ini fair arow" *BOOM*
"Oke lantai 49 telah selesai sekarang aku tinggal mengalahkan bos dungeon ini"
Kemudian Panji berjalan menuju lantai terakhir. Dilantai 50 atau lantai terakhir terlihat ada sebuah pintu besar.
__ADS_1
'Buset gede bener ini pintu, perasaan ini cuma dungeon tingkat B kenapa ini serasa seperti dungeon tingkat A?'
"Hah sudahlah lebih baik aku cepat selesaikan dungeon ini"
"Krekses..." Panji pun membuka pintu tersebut dan didalam nya sangat gelap.
"Kok gelap banget ini ruang..." ucap Panji terhenti ketika tiba tiba semua obor menyala.
"BLUS...BLUS...BLUS..."
"Lah baru nyala, Eh apaan tuh?" Panji menatap bagian ruangan itu yang masih belum terkena cahaya, lama kelamaan tampak bayangan dan ternyata itu adalah monster Red Troll Giant tingkat Raja Akhir dan ada lima Troll yang lebih kecil dari Red Troll Giant yang berada di Tingkat Langit Menengah.
"Aduh kenapa gak satu aja sih lawanya huh terpaksa deh. Little Black Dragon's Sword" Panji menggunakan pedang hitam dimana jiwa Gordon ada didalamnya.
"Gordon pinjamkan kekuatan mu"
"Baik tuan" Dalam sekejap tubuh Panji diselimuti kabut hitam di sekujur tubuhnya dan matanya berubah seperti mata reptil.
"Graah...huhuff, maju kalian semua"
"Groar...Grooa...." para Troll itu mulai menyerang.
------------------
"Hey kenapa ini portal lama sekali terbukanya?"
"Iya kita semua sudah menunggu lama disini"
"Apa mungkin ini adalah portal palsu atau portal dungeon tingkat tinggi?"
"Em entahlah, yang penting kita tunggu saja"
Berapa saat kemudian portal dungeon tersebut terbuka.
"Lihat portalnya sudah terbuka, ayo masuk" namun sebelum orang tersebut masuk dari dalam portal tersebut ada anak panah yang melesat mengenai tepat di kepala orang tersebut. Semua orang yang melihat kejadian tersebut hanya diam membeku tidak ingin mendekati portal tersebut.
Dari dalam portal terdengar suara monster yang menjerit.
"Grrooaaaa..." setelah itu ada kepala monster Troll terlempar dari dalam portal tersebut dan berhenti tepat di depan semua orang. Karena kepala Troll Giant sangat besar dan masih dalam keadaan membuka mata jadi memberikan sensasi yang mencekam.
"Glek... siapa yang bisa membunuh monster seperti ini" tanya berapa orang.
Setelah itu seorang laki-laki keluar dari portal tersebut membawa pedang dan busur panah yang berlumuran darah.
"Ahh ini sangat melelahkan, Yo semu...Eh kok banyak orang disini?" ucap Panji yang bertanya tanya kenapa di sini terdapat banyak orang. Setahunya Panji hanya meminta anak murid kelas petarung ting C, paman Felix dan beberapa guru tapi ini malah satu sekolahan.
__ADS_1
"Ee nak Panji apa yang baru saja kamu lakukan didalam sana?" tanya Felix memberanikan diri.
"Oh aku sedang menyiapkan tempat untuk berlatih bagi para siswa yang akan mengikuti Turnamen antar sekolah nanti. Jadi aku gunakan saja dungeon ku ini untuk menjadi tempat pelatihannya"
"APA!! Jadi kamu yang sudah membunuh monster besar ini. Apa kamu tidak tau kalau itu berbahaya dan melanggar hukum karena kamu memasuki sebuah dungeon tanpa persetujuan dari guild pusat" ucap Robiy.
"Siapa kamu berani melarang ku, lagi pula ini dungeon juga milik-ku sendiri, jadi bebas aku mau ngapain"
"Kau kau masih seorang bocah sombong sekali y, apa orang tuamu tidak mengajarkan mu sopan santun"
"Aku tidak memiliki orang tua"
"Hahaha ternyata kamu anak buangan mungkin orang tua mu tidak...eugk" dalam sekejap Panji sudah mencekik leher orang tersebut.
"Aku memang tidak memiliki orang tua tapi bukan berarti kamu dapat menghina mereka, Fire" Panji langsung membakar orang tersebut.
"Arghk panas panas..... arghk panas...."
"Apa masih ada yang tidak suka dan ingin menghina orang tua ku" tanya Panji dengan tatapan yang menakutkan.
"Tidak ada tidak ada..."
"Kalau begitu kalian pergi semua kecuali para murid dan guru, cepat"
"Ba-baik... ayo lari"
"Dia itu adalah monster, lari semuanya..."
"WOY BERHENTI, ini orang jangan ditinggal di sini"
"Ah iya tuan Robiy tertinggal"
"Baiklah semua masalah telah selesai. Paman Felix sekarang aku menyerah kan portal ini untuk akademi ini untuk digunakan melatih siswa yang akan mengikuti Turnamen nanti dan berlatih.
Oke itu saja paman, Bal Glen semua titip Cindy dan Bayu ya, aku sungguh lelah aku ingin istirahat, hoam."
"Oh ya kalian, karena aku tidak bisa mengajar hari ini aku kasih tugas ulangi latihan Minggu kemarin 100×, dah" setelah itu Panji menghilang.
"APA 100×!!! KAMI BENCI SENIOR"
______________________________________________
MOHON MAAF YA SEMUA KARENA OE BEBERAPA HARI INI SUSAH UP KARENA MASIH HARUS MENGURUS BEBERAPA HAL DI DUNIA NYATA. Jadi sekali lagi maaf.
Dan Terimakasih karena sudah mau membaca karya saya. Jangan lupa like ya.
__ADS_1