
Pagi yang cerah burung burung berkicau, semua siswa tengah bersiap untuk masuk sekolah dengan pakaian yang rapi.
# Kamar asrama Panji
06:25
"Woy Glen cepetan, bentar lagi udah mau jam masuk nih" teriak Rifan yang tengah menunggu Glen keluar dari kamar mandi.
"Bentar, ini masih panggilan alam..." jawab Glen
"Woy cepetan Glen kita juga mau pakai kamar mandinya" ucap Iqbal yang dari tadi menunggu.
[Author: Pedoman anak kos pasti pernah ngerasain hal tersebut]
Sementara Panji sudah mengenakan seragam sekolah dengan rapi.
"Bahagianya mereka" gumam Panji melihat kelakuan teman satu kamarnya.
"Kenapa kalian tidak pergi ke kamar mandi kamar sebelah" tanya Panji.
"Eh bener juga ya, mereka pasti udah mandi jadi Kamar mandinya kosong" ucap Iqbal yang menerima usulan dari Panji.
"Bener banget, tumben otak lo encer Bal" ujar Rifan.
"Sembarangan dari dulu gw udah pinter tau, sudah lah ayo kita ke kamar sebelah" ajak Iqbal.
Mereka pun memilih mandi ke kamar tetangga sebelah.
Krek...
"Puah segarnya, cepat siapa yang...eh kemana mereka Pan?" tanya Glen yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Oh mereka lagi mandi di kamar sebelah" jawab Panji yang tengah memakan sepotong roti.
"Ini sarapan dulu, tapi jangan di habiskan sisain buat mereka" ucap Panji.
"Siap, makasih Pan" ucap Glen.
" Kalau begitu aku berangkat dulu, dah" ucap Panji.
"Emm, huati huti nyam..." jawab Glen dengan mulut penuh dengan roti.
__ADS_1
Sebelum Panji pergi menuju ke kelas nya, Panji pergi ke ruang guru terlebih dahulu untuk mengambil buku. Setelah Panji mengambil buku Panji langsung pergi menuju ke ruang kelas.
# Kelas Sihir (D)
07:30
"Oh ya anak-anak hari ini kita akan kedatangan murid baru, tapi ibu rasa dia belum..." ucap ibu Nina atau guru pembimbing kelas sihir. Bu Nina sendiri memiliki tubuh yang ideal tinggi ramping, rambut hitam panjang anggun terikat dan satu hal yang gak kalah penting yaitu opai yang be**r.
Tok tok tok...
"Permisi buk, mohon maaf saya terlambat" ucap Panji yang baru datang.
"Ah tidak apa-apa, kebetulan sekali, mari masuk" ucap Bu Nina.
"Sekarang perkenalkan nama kamu" pintu Bu Nina kepada Panji.
"Halo semuanya, perkenalkan namaku Panji salam kenal semua" ucap Panji sambil tersenyum.
"Bagus nah sekarang nak Panji duduk disebelah Septi" ucap Bu Nina.
"Baik Bu" kemudian Panji berjalan menuju tempat duduknya. Tapi ada satu anak laki-laki yang ingin mengerjai Panji.
Panji sadar akan hal itu, kemudian Panji menginjak kaki anak tersebut.
"Irfan ada apa" tanya Bu Nina kepada anak laki-laki yang ingin mengerjai Panji bernama Irfan.
"Uh tidak ada apa apa kok buk,,,uhk..." jawab Irfan sambil menahan rasa sakit.
"Oh bagus lah" ucap Bu Nina.
"Hai Septi kita ketemu lagi nih" sapa Panji ke Septi.
"Eh iya, kita ketemu lagi" ucap Septi dengan nada gugup dan wajah sedikit memerah.
"Wajah kamu memerah apa kamu sakit, biar aku sembuh kan~heal" ucap Panji mengeluarkan sihir penyembuh tanpa harus mengucapkan mantra.
"Hebat dia bisa menggunakan sihir tanpa membaca mantranya" sahut teman sebelah Septi bernama Tika.
"Loh kok belum sembuh, coba sekali lagi..."
"Aku tidak apa-apa kok Panji" ucap Septi sebelum Panji mengeluarkan sihir nya.
__ADS_1
"Tapi wajah kamu..."
"Aku tidak apa-apa kok, beneran" ucap Septi.
"Oh oke" ucap Panji.
........
"Baik anak anak hari ini kita akan belajar sihir pemanggil. Sihir ini dapat memanggil hewan best untuk menjadi partner/peliharaan sihir kita"
"Caranya cukup mudah kalian cukup membaca mantra pemanggil yang berada di kertas ini" kemudian Bu Nina membagikan keras mantra pemanggil.
"Baik semuanya sudah dapat, sekarang kalian coba memanggil peet (hewan peliharaan) pertama kalian" ucap Bu Nina.
Semua murid langsung mencoba memanggil peet mereka.
"Wahai bintang dan langit
Wahai hewan sihir terkuat datang lah aku memilih mu" mantra yang mereka ucapkan.
"Wah kamu hebat bisa memanggil anjing roh..."
"Hehe, siapa dulu dong" ucap Irfan menyombongkan diri.
"Wak lihat Septi juga mulai memanggil peet nya"
Wus...kwu...
Kemudian muncul seekor rubah berekor tiga.
"Apa!! Tamako..." Panji terkejut melihat peet yang dipanggil oleh Septi.
"Kamu tau jenis rubah ini Panji" tanya Tika.
"Ah, rubah yang Septi panggi merupakan salah satu bintang mitologi di negara tetangga. Dan katanya semakin banyak jumlah ekor tamako maka semakin hebat pula kekuatan yang dia miliki, tapi kelihatannya rubah ini baru berusia 3000 tahun dan masih muda" jelas Panji.
"Apa 3000 tahun masih muda, gila binatang ini lebih tua dari nenek ku" celutak salah satu murid.
"Tapi kamu beruntung Septi, karena rubah yang kamu panggil merupakan salah satu dari tiga ras rubah tamako yaitu Rubah Api" ucap Panji.
"Wow kamu tau banyak y tentang binatang panggilan" ucap Bu Nina yang tiba-tiba muncul.
__ADS_1
"Tapi kenapa kamu belum memanggil peet kamu sendiri?" tanya Bu Nina.
"Oh iya lupa, Triyan keluar" ucap Panji. kemudian muncul seekor....