
Semenjak pertemuannya dengan Rena si mantan teman sebangku jaman SMP itu, Rena jadi sering menghubunginya. mengajak jalan-jalan, belanja atau sekedar ngopi.
Berbeda dengan teman2 tongkrongan Alika yang biasa hanya nongkrong murah di Angkringan murah meriah, Rena sering mengajaknya ngopi atau sekedar cuap-cuap di kafe yang lumayan menguras dompetnya.
Seperti sore ini Rena sudah membawanya ke sebuah kafe dengan suasana yang agak etnik.
"Beb, aku udah di kafe Bintang nih" ucap Rena kepada seorang melalui handphonenya.
"Oke, aku tunggu" ujarnya lagi.
Tak lama kemudian muncul dua orang yang keluar dari ruangan Staff Only,
"Udah nunggu lama?" tanya Gilang pada Rena dan Alika.
"Baru kok" jawab Rena dengan senyum manisnya.
"Udah pesen?" tanya Bintang kepada Alika.
Alika hanya mengangguk sebagai jawaban, ia terlalu malas menanggapi.
Bintang pergi menuju ke tempat kasir, mungkin memesan menu tambahan mengingat ada Gilang juga disini pikir Alika.
Namun tak lama Bintang datang dengan nampan pesanannya bersama Rena tadi. ada beberapa tambahan dua gelas Capuchino.
"Kamu karyawan sini tang?" tanya Alika.
"Iya" jawab Bintang.
Alika hanya manggut-manggut lalu menyesap Caramel Machiatonya.
"Ehm... Enak....." ujar Alika dengan riang.
"Ya iyalah enak dibuatin langsung sama si Bintang Ka" ujar Gilang.
"Seriouslly?? Waw,, nanti kapan-kapan aku ngajak temen aku nongkrong disinilah sekali-sekali" ucap Alika.
"Temen?? siapa? kenalin dong???" tanya Rena.
"Nanti pawangmu marah Ren, rata-rata temen ku cowok sih,, yang cewek bisa dihitung" jelasnya.
"Cowok??" tanya Rena hati-hati sambil melirik Bintang.
"Ya gitu sih dikenalin,, kamu inget Kia gak Ren?? yang tomboy banget itu lho??" tanya Alika pada Rena.
"Ahhh.. Inget Inget" jawabnya sambil mengangguk-nganggukkan kepalanya.
"Sebenernya sih itu temennya Kia, aku cuma kadang ngikut aja,lama-lama ya masuk ke lingkup pertemanan Kia, kadang juga males sih kalo diajak soalnya mereka rata-rata ketemuan buat pamer gandengan sama cabe-cabean" jelas Alika dengan cengiran khasnya.
Bintang dan Gilang hanya mengamati dan mendengarkan cerita Alika dan Rena, mereka hanya menimpali sesekali.
Mereka mengobrol dan sesekali bercanda. namun terinterup dengan suara ponsel Alika yang berdering.
"Halooo,Assalamuallaikum, Ada apa mbak?" sapa Alika di telepon.
"Dicariin sama siapa?" tanya Alika.
__ADS_1
"Suruh pergi, Alika udah gak ada urusan sama dia, bilangin Ibu Alika pulang telat ya" ujarnya lagi.
"Gak kemana-mana ini lagi ngafe sama temen-temen aja kok, iya gak aneh-aneh" ucapnya lagi
"Assalamuallaikum" salam Alika lalu mematikan telepon.
Alika meminum minumannya lalu membereskan barang-barangnya,,
"Sorry ya gaes, aku duluan ada perlu" ucap Alika lalu mengeluarkan uang dua lembar 100ribuan diberikan kepada Rena. Namum dihentikan oleh Bintang,
"Bawa aja, anggep aja aku yang traktir soalnya udah dateng kesini" ujar Bintang.
"Ya jangan dong,nanti kamu dimarahin Bosmu lho, terus potong gaji" cerca Alika.
"Potong gaji gimana, orang Bosnya Bintang sendiri" ucap Gilang.
"Ouh.. Really???" tanya Alika kepada Bintang.
Namun Bintang hanya berdehem.
"Okelah Boss Bintang terima kasih traktirannya" ucap Alika sambil menepuk bahu Bintang lalu memasukan kembali uangnya ke dalam dompetnya.
"Aku balik duluan ya, bye" ucap Alika sambil melambaikan tangannya dan bergegas pergi.
Bintang menatap dalam punggung Alika, ia berpikir sesuatu pasti terjadi sampai ia harus buru-buru seperti itu.
Alika masuk ke dalam Taxi dan menyerukan Alamat kepada sang sopir.
Berhenti pada sebuah rumah bercat putih, Alika memasuki rumah itu.
Rumah ini sempat dijual oleh tantenya tanpa sepengetahuannya, Alika yang saat itu masih belum cukup umur dan tidak tahu apa-apa hanya disuruh tanda-tangan setelah itu ia diusir dari rumah itu, dan tantenya pun tak ada kabar.
beruntung saat itu ia bertemu dengan seorang wanita yang baik hati menampungnya, memberinya makan dan tempat tinggal.
Alika menangis mengingat memori itu, tubuhnya luruh menangis sejadi-jadinya.
"Kenapa kamu datang cari aku setelah semua yang sudah kamu lakuin ke aku?" lirih Alika sambil menangis.
Alika bangun lalu mendudukan dirinya pada sofa hitam yang ada di ruang keluarga itu,
Rumah itu tetap terlihat bersih dan terawat meski tak pernah ditempati, itu karna Alika memperkerjakan orang untuk membersihkan rumah itu setiap hari, di bagian belakang rumah ini ada rumah petak kecil untuk ditinggali orang suruhannya itu.
Sebenarnya Alika menyuruh orang itu untuk menempati rumahnya bersama kedua anaknya, tapi orang itu menolak alasanya diberi tempat tinggal dibelakang dan diberi pekerjaan itu sudah cukup baginya.
Alika melangkah lunglai menuju kamarnya, dibukanya pintu itu tak ada yang berubah masih sama dengan keadaan sepuluh tahun yang lalu.
Alika merebahkan dirinya lalu memejamkan matanya tak butuh waktu lama Alika sudah mengarungi mimpi dengan nyenyak.
Waktu berlalu begitu cepat, Alika terbangun dari tidurnya. memeriksa jam dinakas waktu sudah menunjukan pukul delapan malam, Alika terkejut karna melalaikan ashar dan maghrib.
Alika menghela nafas lalu bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya lalu melakukan kewajibannya.
Alika keluar kamar menuju dapur berniat untuk mengambil minum lalu pulang. tapi dilihatnya meja makan sudah ada makanan lalu datang Bu Aminah dengan Brownies yang masih hangat.
"Sudah bangun Mbak?" tanya Bu Aminah.
__ADS_1
"Sampean lihatnya gimana Bu?" tanya Alika sambil menggeser kursi makan untuk didudukinya.
"Iya, wes ayu gitu kok" jawabnya.
"Ayo makan,sudah tak masakin special kesenengan mbak Alika ini ada ayam rica-rica yang puedesnya nampol" jelas Bu Aminah.
"Si kembar mana bu??" tanya Alika sambil menyendokan makanan ke dalam mulutnya.
"Abis ini juga kesini, tadi waktu ambil brownies mereka masih ngerjakan PR" jawab Bu Aminah.
Tak berselang lama muncul kedua bocah yang tiba-tiba masuk diruang makan.
"Assalamuallaikum" ucap si kembar.
"Wa'alaikumsalam" jawab Bu aminah dan Alika bebarengan.
"Mbak Alika" ucap sikembar lalu mencium tangan Alika.
Mereka duduk bersebelahan menghadap Alika.
"Mbak Alika lama gak kesini, kita kan jadi kangen" ujar si rangga.
"Iya kangen banget masak dari SD sampe sekarang kita kelas 2 SMP mbak baru kesini sih". sahut si ringga.
"Iya nih, mbak repot banget cari duitnya biar bisa bayarin Ibu buat bersihin rumah, kalo mbak gak kerja terus bayar Ibu pake apa coba?" tanya Alika.
"Ya kan bisa pulang sesekali mbak, apalagi sekarang kita jualan disekolah" ujar si ringga yang ceriwis banget.
"Jualan?? Jualan apa Bu??" tanya Alika.
"Ya gak mesti mbak, kalo Ibu bikin Bolu ya kita jualan Bolu, kalo Ibu bikin Brownies kita jualan brownies" jawab si ringga lagi.
"Kita bantuin Ibu mbak, masa ibu cari uang sendiri kitanya cuma leha-leha doang kan gak etis gitu tuh, awalnya sih gara-gara ibu lagi bikin bolu buat kita eh si meong numpahin tepung akhirnya diolah lagi sama Ibu jadinya banyak banget daripada mubazir akhirnya aku bawa ke sekolah buat dikasih ke temen-temen, eh baru sampe digerbang si ringga udah teriak-teriak ketemen-temen ayo bolu-bolu siapa yang mau duaribuan masih anget, enak homemade ringga punya, tiba-tiba ada temen yang nyobain satu ketagihan dia bawa temen-temennya, ya akhirnya diborong deh sampe keterusan sampe sekarang, lumayan juga sih mulutnya ringga yang ngobros itu berguna" jelas panjang lebar si rangga.
Alika hanya tersenyum menanggapi dua bocah itu sambil memakan browniesnya.
"Kalian belajar yang pinter, biar dapet ilmu tinggi terus kerja yang enak abis itu senengin Ibu, Oke" nasehat Alika pada si kembar dan di balas dengan seruan "Oke" yang nyaring.
"Weh.. udah jam 9 aja nih, Mbak harus pulang nanti Ibu mbak Alika nyariin. nanti kalo ada waktu mbak kesini lagi". ucap Alika sambil merapikan diri bersiap untuk pulang.
" Yahhhhh" seru sikembar kecewa ingin menghabiskan waktu bersama Alika.
"Kalian buruan tidur besok sekolah kan?” tanya Alika dan hanya dibales anggukan oleh si kembar.
"Bu, titip rumah ya, nanti kalo ada waktu aku main kesini lagi" ucap Alika lalu pergi menuju ojek pesanannya.
Alika pergi dari rumah yang menyimpan berjuta kenangan masa kecilnya itu.
maaf baru update karna aku sedang masa pemulihan diri..
Kiss and Hug
__ADS_1
S.E.Lina