Bintang Untuk Alika

Bintang Untuk Alika
21


__ADS_3

Alika yang masih terduduk di depan pintu, ia menghapus air matanya yang menggenang dipelupuk matanya, ia mengangkat wajahnya menatap nyalang Bintang yang juga menatapnya, lalu berkata, "Semua laki-laki itu ternyata sama bangsatnya ternyata"


Bintang yang mendengar itu ia berdiri dari duduknya, berjalan ke arah perempuan yang ia sukai itu.


Bintang mensejajarkan dirinya dengan Alika, menatapnya lalu mengusap-usap bibir Alika dengan tangannya dan berkata, "Jelek banget tahu gak nih mulutnya"


Alika ingin menyingkirkan tangan Bintang dari wajahnya itu, tapi entah kenapa dia tak bisa, seakan ada magnet yang menariknya untuk mendekat kepada lelaki itu, bahkan dia benar-benar merasa lemah. namun dengan sekuat tenaga ia mencoba untuk melawan.


Bintang tersenyum, ia melepaskan tangkupan tangannya dari wajah Alika, lalu menggendong bridal Alika menuju ke dalam private room.


disana terdapat satu bed dan sebuah nakas disisi ranjang.


Alika masih terdiam diri namun tetap memandang benci kepada Bintang. ia sudah bersiaga, dia sudah membawa pisau lipat yang ia sembunyikan di tubuhnya itu, ia selalu membawanya untuk tamu yang kurang ajar kepadanya.


Bintang mendudukan dirinya di ranjang empuk itu. beralih ke kakinya, Bintang melepas sepatu highheelsnya itu, lalu berjalan berputar, ia berbaring, kepalanya ia taruh di paha Alika, menghadap perutnya, Bintang memeluk perut Alika, mengusap-usapkan hidungnya pada perut itu. seakan tangannya menemukan benda yang ia cari, Bintang menyelipkannya di kepala ranjang.


Bintang mengambil tangan Alika, memintanya untuk mengusap rambutnya, Alika menurutinya, Bintang tersenyum lalu mengecup perut Alika yang polos itu lalu mengecupnya, dan berkata, "I Love you Elle"


Bintang menutup matanya ia tertidur karepa usapan tangan Alika pada rambutnya. sedangkan Alika masih dengan keterdiamannya namun pikirannya bercabang kemana-mana.


...******...


Madam berjalan mondar-mandir didwpan room VIP yang di saat ini dipesan oleh Bintang dan Alika, takut sesuatu terjadi, dia bingung antara membuka pintu atau tidak, ia takut terjadi sesuatu yang terjadi karena kebringasan "Elle", ya Madam tahu betul ketika masuk kedalam room dia bukanlah Alika tapi Elle.


Alika memiliki Alter Ego, dan itu sudah sejak sepuluh tahun yang lalu. semenjak semua kebencian Alika terhdap seorang laki-laki dimulai, sosok itu mulai muncul.


Saat satu jam menunggu Gladys keluar dari room, Bintang mendatanginya memintanya berbicara empat mata dengannya di room.


"Boleh saya minta sesuatu kepada anda?" tanya Bintang kepada Madam.

__ADS_1


"Apa?" Madam menanyai balik Bintang.


"Tolong kunci ruangan ini dari luar, tidak lama, aku rasa dua jam cukup untuk berbicara bersama Alika, aku tak mau dia kabur ketika melihat aku adalah tamu yang membelinya selama dua minggu" jawab Bintang.


"Gak bisa, kamu gak tahu seberapa bahayanya itu" ujar Madam.


"Bahaya?? kenapa?? saya tidak berniat macam-macam kepadanya, saya hanya ingin berbicara dari hati ke hati" jelas Bintang.


"Bukan kamu yang bahaya tapi "Elle" Ucap Madam dengan tegas.


Bintang tersenyum miring lalu bertanya, "L, itu panggilannku untuknya"


"Bukan L tapi E-L-L-E" jelas Madam.


Bintang menatap Madam lalu berkata, "Alter Ego??"


Madam hanya mengangguk sebagai jawaban.


"Kenapa tidak?? bahkan dia lebih dari mampu membunuh Ayah Kandungnya" jawab Madam.


Bintang terdiam seolah tak percaya perkataan Madam.


Madam yang melihat Bintang terdiam, ia berkata, "Anak Muda, ingatlah ini, ketika itu di kehidupannya sehari-hari dia adalah Alika, tapi jika dia berada didekat laki-laki yang menarik perhatian Alika dia akan menjadi Elle"


"Aku tak berhak untuk menceritakan semuanya kepada kamu, tapi, ketika Elle sudah memilih orang, dia pasti tidak akan salah antara yang tulus atau hanya mempermainkannya, seperti tujuh tahun yang lalu ketika Alika menjalin hubungan dengan seorang pria tapi ternyata dia menipunya, maka nyawa adalah balasan yang tepat dari Elle untuk airmata Alika" lanjut Madam.


"Limabelas menit lagi Alika akan datang persiapkan dirimu, seperti yang kamu minta aku akan menguncinya selama dua jam, tidak lebih, dan pesanku Alika selalu menyimpan pisau lipat di balik sabuknya, kalau kamu tak mau memgalami peristiwa tujuh tahun yang lalu buang jauh-jauh barang itu, aku memberitahumu, karena aku melihat sepertinya kamu laki-laki yang baik" jelas Madam.


Madam berdiri keluar dari ruangan itu lalu menutup pintunya.

__ADS_1


Madam masih menunggu ini belum ada dua jam, baru satu jam limabelas menit, tapi madam sudah tak sabar, hatinya bingung, tapi karena ia takut terjadi hal diluar dugaan ia membuka kunci VIP Room itu, yang pertama kali dia lihat tak ada barang yang berantakan, hanya ponsel dan jaket lelaki itu, madam memberanikan membuka private room pelan-pelan, mengintip dicelah pintu, betapa kagetnya Madam membuatnya membalikkan tubuhnya seolah tak percaya, ia mengintip lagi celah itu, dilihatnya "Elle" mengelus surai laki-laki itu dengan sayang.


Madam menutup lagi pintu itu pelan, namun tangannya tersentak karwna pintu yang terbuka lebar menampilkan perempuan itu.


Madam menunjukan cengirannya lalu mengankat tangannya berbentuk V, lalu berkata, "Maaf Elle"


Elle tersenyum lalu berkata, "Thanks Madam, tolong ruangan ini jangan dimatikan meskipun bar tutup, ada banyak hal yang harus aku bicarain sama Bintang, tolong juga tas dan baju aku tadi taruh disini"


"Lah kan bisa kalau satu room aja, kan harus satu lorong kalau mau nyalain" ucap madam.


Alika menatap tak suka pada Madam "Berarti itu artinya satu lorong harus nyala, Madam pasti tahu betul kan??" tanya Elle dengan nada sarkas.


Madam hanya mengangguk lalu pergi.


Alika kembali masuk ke dalam, didalam terlihat Bintang yang sudah duduk dengan bibir yang mengerucut seperti bayi yang ditinggal sang induk, didalam hatinya berkata, "Haish.. pantas saja Alika begitu menyukainya, dia terlihat lucu seperti itu"


Elle berjalan menuju ranjang dimana Bintang duduk, membaringkan tubuhnya, melakukan hal yang serupa dengan Bintang tadi, hanya saja ia tak memeluk Bintang.


Alika menghadap ke langit ruangan itu, menatap langit itu dengan datar, lalu berkata "Sepertinya kamu ingin tahu siapa aku yang sebenarnya"


Elle menoleh kepada Bintang, dilihatnya Bintang yang mengangguk membuatnya tersenyum, ia kembali menatap langit kamar itu seakan menguatkan hatinya untuk memulai bercerita.


Elle menoleh kembali menatap Bintang, lalu berkata, "Haloo Bintang aku Elle, bukan L ya tapi E-L-L-E"


Elle tersenyum, Bintang juga tersenyum sambil mengusap surai perempuan itu.



__ADS_1


Kiss And Hug


S.E.Lina 💛


__ADS_2