Bintang Untuk Alika

Bintang Untuk Alika
8


__ADS_3

Sepulang dari kafe Fajar pulang kerumahnya,,


"Assalamuallaikum" salam Fajar sambil melenggang masuk ke dalam rumah.


"Wa'alaikum salam" jawab Mami.


" Eh, ada mas Gilang, tumben kesini ada apakah Gerangan??" tanya Fajar.


"Kepo deh kamu jar" ujar Gilang.


"Ah mas gilang gak asyik ah, padahal aku ada berita gempar lho" ucap Fajar sambil memainkan mata.


"Berita apa?" tanya Gilang.


" ada deh, dijamin bakalan terkejut-kejut anda" ujar Fajar.


"Ya tentang apa dulu?" tanya Gilang.


Fajar membisikan sesuatu di kuping Gilang, Gilang hanya melototkan matanya.


"Serius??!!!" seru Gilang.


Fajar hanya menganggukan kepalanya.


Gilang langsung berdiri berpamitan kepada Mami Indah,


"Mami, Gilang pamit dulu ya, sekali lagi Gilang minta maaf atas perlakuan mama sama papa, unyuk masalah gak usah dipikirin, dia itu hanya gadis labil aja, nanti kalo ketemu ckwok ganteng pasti juga minta dinikahin sama tuh cowok" jelas Gilang.


Mami Indah hanya tersenyum mengangguk, lalu berkata "Hati-hati dijalan"


Gilang mengacungkan kedua jempolnya lalu beranjak pergi keluar dari rumah itu, Ia akan langsung menuju apartemen Bintang menanyakan kebenaran yang dikatakan oleh fajar.


"Kamu bilang apa sama Mas Gilang? kok dia langsung pergi abis kamu bisikin?" tanya Mami.


"Mami, kayaknya mas Gilang nemu cewek yang bisa bikin pobianya deh" ujar Fajar.


"Jatuh Cinta gimana? Orang sama Anggi yang deket aja dia gak mau dipegang" ujar Mami.


"Aihhh, beneran Mi, masa nih ya kan mas Bintang mana suka lagu-lagu kpop gitu, eh tadi pagi mas Bintang nyuruh fajar nyariin judul lagu yang di nyanyiin cewek, beuuhhhh suaranya endul banget lagi" jelas Fajar.


"Trus nih ya, Mas Bintang minta disetelin lagu recordan suara cewek itu sambil makan di depan kafe, di tambah Mas senyum-senyum sendiri gitu" imbuhnya lagi.


"Padahal nih jangankan makan sambil dengerin lagu, mas kalo makan siang selalu nyuruh koki nganter ke atas, Aneh kan?? tanya Fajar.


"Tapi bagus kan jar, mungkin Tuhan ngirimin seseorang buat nyembuhin trauma Mas mu" ujar Mami.


"Iya sih" jawab Fajar.


"Udah ah mi, Fajar beres-beres dulu ya, Fajar capek banget" lanjutnya dan langsung masuk ke kamarnya yang ada di dekat ruang keluarga.


Sedangkan Gilang yang sudah sampai di apartemen Bintang memencet bel berulang kali. kurang lebih ia menunggu 30 menitan baru terlihat pintu apartemen itu terbuka.


"Oh, kamu Lang, ada apa malem-malem kesini?" tanya Bintang.


"Kata fajar kamu lagi deket sama cewek? siapa? kamu kok gak cerita sama aku?" cerca Gilang.

__ADS_1


"Apasih Lang? orang gak ada apa-apa kok" jawab Bintang.


"Fajar ngawur banget, kayaknya perlu di kasih sedikit pelajaran tuh anak" ujar Bintang.


"Gak ada yang namanya deket cewek-cewek gitu, aku cuma happy aja kemaren dapet konser gratis" imbuhnya.


"Terus yang kamu bilang ada satu cewek yang bisa pegang tangan kamu tanpa kamu tolak itu gimana??" tanya Gilang.


"Oh cewek itu??" tanya Bintang


Gilang hanha membalas dengan anggukan meminta penjelasan kepada Bintang


Bintang tersenyum lalu berkata, "Dia mau jual apart sebelah, dia ngasih kartu namanya ke aku, tapi kamu tahu kan aku gak pernah mau deket-deket, eh malah tangan ku yang diambil buat nerima kartu namanya, dan ya aku gak nolak atau ngedorong tuh cewek"


Gilang terkejut bahkan Vero yang sudah dikenalnya dari jaman MOS SMP, ditolak mentah-mentah saat akan menjabat tangannya.


"Katanya kamu cari apart buat rena?" tanya Bintang mengalihkan topik.


"Nih kontaknya" ucapnya sambil menyodorkan kartu nama.


"Jadi serius nih yang diomong Fajar cuma Tong kosong?" tanya Gilang.


"iya" jawab Bintang.


"Sialan si Fajar, aku sampe batalin acara ngedate sama rena gara-gara berita bodong ini" ujar Gilang.


"Ya udah sono pulang, aku mau istirahat" ujar Bintang sambil mengibaskan tangannya sebagai tanda mengusir.


Gilang sudah pergi, sedangkan Bintang masih berdiri di depan balkon dengan segelas capucinonya memandang gerlap malam kota Surabaya.


tok..tok..tok...terdengar suara pintu di ketuk.


"masuk" titah Bintang.


Fajar membuka pintu memasuki ruangan itu dengan hati-hati.


"Kamu ngobrol apa aja sama Gilang Jar? tanya Bintang dengan sedikit sarkas.


"Gak bilang apa-apa" jawab Fajar.


"Jangan bohong,kalo kamu gak ngomong apa-apa, gak mungkin Gilang langsung datang ke apartemenku habis kamu kasih tahu berita" ujar Bintang.


"Ih, suer mas" ucapnya dengan tangan yang membentuk huruf V.


Bintang menatap tajam ke arah Fajar. Fajar bun berkata, "Ya Gusti beneran mas, aku gak bilang apa-apa sama Mas Gilang, aku cuma bilang kayaknya Mas Bintang ada suka sama Cewek yang demen Kpop deh"


Sumpah demi apapun Bintang rasanya ingin melempar adiknya itu ke Benua Antartika sekarang juga.


"Jar" ucap Bintang.


" Ya, Mas" jawab Fajar.


"Lain kali jangan asal ngomong kalo kamu gak tahu apa-apa" ujar Bintang.


" Lagu yang aku dengerin itu gak ada hubungan apa-apa, itu tetangga mas Jar, dia lagi nyanyi di balkon, mas gak sengaja denger makanya mas rekam karna suaranya bagus, gak ada hubungan apapaun tentang cewek yang Mas suka" jelasnya.

__ADS_1


" Jadi Mas harap kamu jangan jadi panci bocor, ngerti?? Ujar Bintang.


"Ya mas" jawabnya.


"Mas, beneran gak ada apa-apa kan sama dia??" tanya Fajar kepada Bintang, namun ia hanya mendapat anggukan dari Bintang sebagai jawaban.


Fajar melanjutkan perkataannya, "Kalo gitu kenalin dong, aku mau kenalan, siapa tahu jodoh buat aku kan??? kalau gak jodoh bisa buat diajak nonton konser bareng"


Bintang yang mendengar itu memasang ekspresi datarnya namun tangannya mengepal sampai buku putih pada kukunya nampak, lalu bertanya "Ngomong apa kamu barusan?"


Fajar yang melihat aura kakaknya langsung merinding, mencoba mengalihkan topik, ia berkata, "Aku cerita ke Mami kalo Mas Bintang suka sama cewek kpopers"


"Ya Allah kamu ngomong apa aja ke Mami?" tanya Bintang dengan sedikit kesal.


" Ya gak ngomong apa-apa Mas, cuma Mas aneh senyum-senyum sendiri waktu dengerin sura record tuh cewek, padahal biasanya juga gak gitu" jelas Fajar.


" Astaghfirullah Fajar, Kamu ini bener-bener panci bocor tahu gak!!!" sentak Bintang.


Bintang harus menjelaskan semuanya kepada Maminya itu, dia tak mau ada kesalah pahaman yang berkepanjangan.


" Nanti pulang bareng, aku mau pulang ke rumah, ada yang harus aku bicarain sama Mami" ujar Bintang.


Jam menunjukan pukul 21.00 Bintang turun dari kafe, dan langsung mengajak Fajar pulang.


Sesampainya dirumah ia langsung istirahat, Bintang akan berbincang empat mata dengan Maminya itu besok.


Keesokan paginya di meja makan,,


"Lho kamu juga pulang Mas?" tanya Mami.


"Iya, Mau ngomong sama Mami, tapi sarapan dulu ya" jawab Bintang.


Seusai sarapan Fajar berangkat ke sekolah. Sedangkan Bintang dan Mami ada di ruang keluarga karna ingin membicarakan beberapa perihal.


"Mami, tolong lain kali gak usah terlalu ikut campur dalam masalah Bintang, Bintang udah Gede pasti tahu mana yang bener dan salah, masalah Anggi Bintang bener-bener gak bisa karna emang Bintang hanya nganggap Anggi kayak adek sendiri. Trus Fajar kemaren juga apa aja yang diomongin sama dia gak usah Mami anggep, itu semua gak bener" Jelas Bintang.


"Mami yang minta maaf sudah menjodoh-jodohkan kamu sama Anggi tanpa tanya pendapat kamu, Mami juga udah ngomong sama Papanya Gilang dan beliau juga minta maaf karna langsung mendoktrin kamu hanya karna ingin menuruti permintaan Ulang Tahun dari Anggi yang harus di kabulkan oleh Beliau. Melihat kemarahanmu kemaren mereka sekeluarga minta maaf sama kamu, Om Chandra sekeluarga katanya pindah ke jerman buat ngurusin perusahaan yang ada disana katanya mau collaps" Jelas Mami panjang lebar.


"Ya Gilang udah cerita,, cuma Gilang yang tinggal disini" ucap Bintang.


" Bintang Mami Boleh minta satu janji gak sama kamu?" tanya Mami


" apa Mi?" tanya Bintang.


" Misal nanti Tuhan mempertemukan kamu dengan Wanita yang baik hati, terima dia apa adanya jangan menyia-nyiakan sedikitpun kebaikannya" ucap Mami.


" Ya, pasti" jawab Bintang.




update lagi gaes..


Kiss an Hug

__ADS_1


S.E.Lina


__ADS_2