
Mereka berdua kini telah sampai di Surabaya, mereka saat ini sedang duduk memesan beberapa snack dan teh hangat di kedai yang ada di dekat pintu keluar sembari menunggu Fajar menjemput. mereka berdua lapar karna belum makan sedari pagi, rencananya mereka akan memesan makanan dari Reska, namun nyatanya mereka tertidur pulas sampai mojokerto.
"Laper....." Ucap Alika.
"Ganjel pake ini dulu ya,,, nanti di kafe aku mintain koki masak" jawab Bintang sambil mengelus kepala Alika.
Alika mengangguk sambil tersenyum malu, sepertinya ia harus terbiasa dengan sikap Bintang yang selalu membuat hatinya meleyot.
Tak lama Ponsel Bintang berbunyi, di layar itu tampak nama Fajar menghiasinya, ia menekan tombol hijau yang ada disana,
"Halooo Assalamuallaikum" Sapa Bintang.
"Wa'alaikum salam, Buruan...Mas" jawab Fajar.
"Oke" Jawabnya singkat lalu mematikan telepon dari Fajar.
"Sayang... ayo fajar udah nungguin" Ajak Bintang.
Alika mendapat ajakan itu langsung menghabiskan teh hangatnya, sedangkan Bintang pergi menuju kedai untuk membayar pesanan mereka.
Bintang menggandeng tangan Alika menuju mobil Fajar yang sudah menunggunya.
Bintang membuka pintu bagasi memasukan dua koper besar milik Alika, lalu membuka pintu penumpang lalu mempersilahkan Alika untuk masuk duluan, Alika masuk disusul kemudian oleh Bintang memasuki mobil tersebut.
Baru saja menutup pintu Fajar berkata,
"Astaga Mas, aku bukan sopir Getjack lho,,,!!!!!" seru Fajar.
Bintang tidak memperdulikan seruan Fajar, ia justru menaruh kepalanya dipundak Alika lalu menutup matanya lalu berkata,
"Jalan Jar,,, pacarku kelaperan... pengen makan di kafe, buruan jalan jangan banyak ngomong aku ngantuk".
Alika tersenyum mendengar perkataan Bintang, sedangkan Fajar yang kesal menirukan perkataan Bintang tadi tanpa suara dengan mulut yang dijelek-jelekan namun tetap menjalankan mobilnya.
Tak lama kemudian mereka telah sampai di kafe, Bintang menggandeng tangan Alika langsung menuju ke ruangannya, namun sebelum itu ia menuju ke dapur meminta chef nya mengirim makanan dua porsi ke atas. sang chef memberi kode oke dengan jempolnya.
sedangkan fajar langsung masuk ke ruangan staff.
Memasuki ruang kerja Bintang, Ia membuka jaket,topi beserta maskernya menaruhnya pada Sofa yang kosong, lalu tidur berselonjor di pangkuan Alika yang sedang duduk di sofa panjang.
"Yank kamu masih ngantuk gak, didalem ada kamar kamu kalo mau istirahat, tiduran dulu aja" ujar Bintang.
Alika menggeleng lalu menjawab "Aku Lapeeerr..".
__ADS_1
Bintang tersenyum lalu mengangguk dan berkata "Sabar ya, masih dibikinin".
Alika mengangguk sebagai jawaban, namun tak lama pintunya diketuk lalu muncul seorang wanita mengirim makanan dengan wajah terkejutnya.
"Ini pak pesenannya" Ucapnya menaruh makanan di meja yang ada disofa.
Bintang menjawabnya dengan Anggukan, lalu mengibaskan tangannya menyuruhnya pergi.
Wanita itu pergi, sedangkan Bintang langsung duduk bersiap makan dengan Alika, dia juga lapar.
Bintang dan Alika memakan makanan mereka dengan lahap, apalagi Alika berasa seperti kesetanan memakan makanan yang rasanya tiada tara.
Piring dan gelas mereka sudah kosong, sedangkan sang empu bersandar disofa sebagai tanda kekenyangan.
"Kenyang??" tanya Bintang.
Alika mengangguk lalu berkata "Tapi aku pengen Tiramisu, kamu yang buatin ya,, kan udah janji".
Bintang tersenyum lalu mengangguk sembari mengusap rambut Alika.
"Dzuhuran dulu yuk" Ajak Bintang.
Alika tersenyum lalu mengangguk dalam hatinya berkata "Pengen cepet-cepet dihalalin Bintang deh rasanya".
"Jangan diginiin nanti aku ngantuk" pinta Alika menahan tangan Bintang untuk berhenti mengusap rambutnya.
"Biarin" jawab Bintang singkat dengan tetap mengusap rambut Alika.
Namun lama kelamaan pemilik rambut itu sudah tak sadarkan diri tertidur dengan posisi memeluk Bintang.
Bintang tersenyum lalu menggendong Bridal Alika menaruhnya di kamar pribadinya yang ada di kafe itu. ia meletakkan Alika di ranjang single itu dengan pelan, setelah dirasa sudah pas, Bintang menayalakan AC lalu mencium kening Alika.
Bintang meninggalkan Alika sendirian diruangan itu, ia turun menuju ke dapur.
Bintang akan membuatkan pesanan Alika Tiramisu with love. Ia akan membuat dua wadah, satu kotak kontainer kecil untuk dimakan Alika saat bangun nanti, dan satu kotak kontainer sedang untuk dibawanya pulang ke rumah nanti.
Tak terasa dua jam sudah Alika tertidur, ia merasa tidurnya nyenyak sekali. Alika mengankat kedua tangannya lalu menggeliat lalu menguap. ia duduk dari posisi tidurnya, dilihatnya jam di dinding menunjukan pukul empat sore.
Alika bangun lalu berjalan menuju kamar mandi yang ada diruangan itu, tak lama ia keluar dengan fresh, Alika sekalian mandi karena ia merasa badannya lengket, keluar dari ruangan itu ada Bintang ia melihat Bintang yang tidur di sofa,
"Ya Allah,, ganteng banget sih... pacar siapa coba??" ucapnya pelan dengan gemas berharap Bintang tak mendengarnya.
Bintang masih damai dalam tidurnya, meskipun di sofa namun itu sofanya itu bisa diubah menjadi ranjang kecil yang empuk. sehingga tetap membuatnya nyaman tanpa merasakan badannya pegal.
__ADS_1
Alika duduk di sofa kosong yang ada didekat Bintang, ia tak berniat membangunkannya, Alika mengambil ponselnya didalam tas dilihatnya begitu banyak panggilan tak terjawab begitu juga grup chat Kia and the Ganks dan terakhir notif IG nya. sepertinya ia akan mematikan kolom komentarnya.
Dia menscroll IG nya itu tak ada yang menarik sampai pada postingan yang menarik perhatiannya,
Terpampang foto wajah ayu beserta anak yang baru berusia tujuh tahun itu, dengan caption "Anak Mimi yang paling cantik".
Alika langsung tersenyum miring didampingi dengan tatapan datar dan kebenciannya.
Ia langsung mengubah ekspresinya ketika ponselnya direbut seketika,
"Lihat apa sih Yank, kok kayaknya seru gitu?" tanya Bintang.
Bintang melihat Postingan Tante Lastri beserta captionnya seketika membuat hatinya berdenyut sakit, namun ia langsung tersenyum lalu mengusap kepala Alika dan berkata,
"Lain kali kita kerjain yuk mereka!!".
Alika tak percaya dengan apa yang di dengernya, lalu berseru "Ayo!!! Kapan??".
"Kita selesaiin masalah kamu satu persatu dulu yuk, dimulai buat jujur sama Ibu dulu trus Pak Martin trus baru kita urusin si Tante yang amat kamu benci itu" Jelas Bintang panjang lebar.
"Tapi ingat dalam batas yang wajar ya, gak ada lagi nyawa yang merenggang atau darah yang ngalir dari tangan ini" Lanjutnya sambil mengambil tangan kanan Alika lalu menciumnya.
Alika tersipu malu atas perlakuan Bintang, lalu bertanya,
"Kamu kapan Bangunnya?" tanya Alika.
"Dari kapan ya?? coba kamu tebak?" tanya balik Bintang.
"Mana aku tahu..." jawab Alika.
"Kalo gak mau jawab ya udah sih, liatnya biasa aja gak usah kek mau makan orang gitu" Ucap Alika salting.
"Aku gemes tahu gak sih sama kamu, abis ngomong "Ya Allah... ganteng banget sih... pacar siapa coba???" bukannya langsung dicium eh malah ditinggal mainan Hape" Ujarnya sambil menangkup kedua pipi Alika lalu mengecup bibirnya dengan gemas.
Alika membuka matanya lebar-lebar terkejut ternyata Bintang tidak tidur daritadi, Alika langsung berteriak "Dasar Rubah!!!!!!!".
Sekolah daring dan TPQ libur sampai rabu, Insha Allah bakalan rajin update nih gaes..
Kiss and Hug.
__ADS_1
S.E.Lina 💛