Bintang Untuk Alika

Bintang Untuk Alika
11


__ADS_3

Pagi ini Alika bangun sangat pagi, biasanya setelah sholat subuh dia akan tidur lagi tapi kali ini ia memilih untuk membantu Ibunya melakukan rutinitas pekerjaan rumah.


suasana hatinya sangat baik hari ini karna semalam Mas Tama mengabari menemukan ruko yang bagus dan strategis untuk usaha karaokenya, memang rencana dia akan membuka usaha karaoke coin untuk para pelajar yang ingin bersenang-senang.


"its the love shot,,,


nananananana,,,,,nananananaa" Alika bernyanyi sambil menirukan gerakan tarian boyband EXO itu dengan kemoceng yang ada ditangannya.


"Buset dah kagak kelar-kelar tuh bersih-bersih" Celetuk Lina namun tak didengarkan alika karna headshet yang ada di telinganya.


Lina menggeleng-gelengkan kepalanya membiarkan kelakuan absurb adiknya itu memilih pergi, pikirnya percuma berurusan dengan Alika.


Jam menunjukan pukul sepuluh Alika bersiap untuk melihat lokasi ruko seperti yang dijanjikan Mas Tama.


Lina dan Tama sudah lama duduk menunggu Alika di depan ruang tamu. muncullah Alika berjalan seperti anak kecil dengan senyum tiga jarinya karna hatinya yang sedang berbunga-bunga.


"Maaf ya lama mas" ucap Alika dengan senyum tipisnya.


Tama membalasnya dengan anggukan lalu berkata " Ayo orangnya udah nungguin nih".


Alika mengacungkan jempolnya lalu menoleh pada kakaknya.


"Mbak aku pinjam suami tercintamu dulu ya, nanti dibalikin kok utuh tanpa tersentuh" ucap Alika sambil mengapit lengan Tama.


"Bilangnya tanpa tersentuh tapi belum apa-apa tuh tangan udah gatal aja pegang-pegang" balas Lina.


Alika reflek melepaskan tangannya dengan cengiran khasnya lalu menunjukan dua jari berbentuk V sebagai tanda damai.


"Hati-Hati dijalan mas, kalo Alika kebanyakan bacot lemparin aja ke got" ucap Lina sambil menyalimi tangan Tama.


Tama hanya tersenyum melihat kelakuan kakak beradik ini.


Alika dan Tama sudah berlalu meninggalkan rumah menuju ruko yang dituju.


Sesampai dilokasi Alika melihat-lihat ruko tiga lantai itu, hatinya membuncah senang karna sebelahnya ada kafe lalu beberapa blok dari sini ada beberapa sekolahan SMA elite.dalam hatinya berkata, "Tepat sasaran, berapapun minta duitnya deal ajalah"


Alika sudah berdeal dengan pemilik ruko untuk pembayaran dan sebagainya nanti akan diurus Mas Tama, dia hanya akan datang ketika tanda tangan akta jual beli saja.


Perut Alika sudah berbunyi keroncongan, setelah keluar dari ruko Alika mengajak Tama untuk mampir ke kafe sebelah untuk mengganjal perutnya, dia tidak akan mengenyangkan perutnya karna Ibu memasak makanan kesukaannya.


Alika dan Tama langsung duduk dipojok dekat jendela kafe, Tama memanggil pelayan dan memesan makanan untuk mereka.


" Tuna Chessee Sandwich satu Capuchino satu" ucap Tama pada pelayan itu.


"Kamu apa dek?" tanyanya pada Alika.


" Tiramisu kayaknya enak nih mas sama Caramel Machiato ya" Jawab Alika.


"Sama minta Air Mineral satu ya kak" ucap Alika pada pelayan itu.

__ADS_1


" Oke ditunggu" jawab pelayan itu.


Sambil menunggu makanan mereka datang Tama dan Alika berbincang masalah ruko dan bisnis yang akan dijalankan Alika. sesekali mereka bercanda menggosipi Mbak lina serta membahas si Rasyid dan Ziyand yang lucu dan pintar itu. bahkan ketika mereka makan pun masih membahas beraneka ragam percakapan yang mengalir begitu saja untuk dibahas.


Dan itu semua tak luput sedikitpun dari pandangan Bintang yang ada di meja kasir.


" Uhhhh kenyangnya" ujar Alika.


" Siapa suruh kamu nambah Tiramisunya, kekenyangan kan? tadi siapa yang bilang gak mau kenyang-kenyang karna mau makan masakan Ibu?" cerca Tama.


" Ya abis gimana lagi Tiramisunya enak banget mas" jawab Alika.


"Yaudah mas bayar dulu ya" ujar Tama sambil berdiri.


"Mas Tama..." ucap Alika sambil memegang tangan Tama.


"Hem" jawabnya sambil membalikan badannya.


"Bungkusin Tiramisunya lagi dong dua ya,eh tiga ding nanti kalo mbak Lina minta gimana? busui kan juga perlu makanan enak dan bergizi" ujar Alika.


Tama hanya tersenyum menganggukan kepalanya lalu mengacak rambut Alika. dan berkata, "Singa Betina lucu banget sih"


Semua kegiatan Alika dan Tama dari awal masuk kafe hingga saat ini tak luput dari pandangan Bintang. entah kenapa ia merasa kesal ketika Alika bersama laki-laki lain.


Tama berjalan ke arah kasir lalu menunjukan bon pembayaran pada kasir lalu berkata, "Tambah bungkus Tiramisu tiga ya mas"


"Iya Kak" Jawab Bintang sambil melirik ke arah Tama lalu pandangannya mengarah ke Alika dengan pikiran seruwet benang kusut.


Bintang langsung menunduk mengembalikan arah pandangannya ke layar kasir, ia tersenyum canggung sambil menyerahkan bungkusan Tiramisu dan mengembalikan uang kembalian Tama.


Alika yang melihat Tama sudah dengan bungkusan Tiramisu di tangannya langsung berjalan menghampiri Tama didepan meja kasir.


" Sudah Mas?" tanya Alika pada Tama.


"Udah" jawab Tama singkat lalu memainkan Alisnya dan menoleh pada pria yang ada dikasir.


Alika otomatis melihat kearah kasir dan terkejut melihat Bintang ada disana, dengan eksprei bingungnya Alika bertanya, "Loh Bintang kok disini?"


Bintang tersenyum tipis lalu mejawab,"Cabang baru"


Alika hanya mengangguk-anggukan kepalanya dengan mulut yang berbentuk O.


"Kamu kenal dek?" tanya Tama.


"Sekedar kenal sih, dia tetangga Alika yang bantu jualin Apartemen, dan kebetulan banget yang beli itu teman sebangku waktu SMP dulu mas, Dunia sempit banget kan??" cerca Alika.


Tama hanya mengangguk-anggukan kepalanya seolah paham pembicaraan Alika, lalu berkata "Pantes".


"Kenapa Mas?" tanya Alika.

__ADS_1


"Ya daritadi......"


Belum selesai Tama berbicara tiba-tiba Bintang memotong pembicaraan Tama lulu menyerahkan bingkisan kotakan dan berkata, "Kebetulan Chefnya lagi bikin menu baru,,nanti kasih tahu ya gimana rasanya menurut kamu",


Alika hanya tersenyum lalu mengacungkan jempolnya dan mengucapkan "Terima Kasih".


Setelah Alika dan Tama keluar dari kafe, Bintang menghela nafas karna pikirannya tentang Alika sudah yang buruk-buruk, terlalu banyak pertanyaan dari awal masuk kafe sampai terakhir tadi, tapi setelah mendapat jawaban dari pertanyaan yang ada dikepalanya sekarang Bintang senyum-senyum sendiri di ruangannya, Bintang sudah kembali ke ruangannya,Ia berada dimeja karna karyawannya sedang jam istirahat.


Selama diperjalanan Alika menyanyikan lagu-lagu kpop yang ada diplaylist Handphonenya..


"Dek, kayaknya laki-laki tadi suka kamu deh" ucap Tama.


Alika berhenti bernyanyi lalu menolehkan kepalanya ke Tama.


"Mas jangan ngadi-ngadi deh" jawab Alika.


"Suer deh ngeliat dari tatapan tuh laki keliatan banget dek" ucap Tama.


Alika hanya bergeming sambil menatap Tama


"Mas ini juga laki-laki jadi jelas tahu gimana perasaannya ngeliat dari cara dia mandang kamu" ucap Tama lagi.


"Kalo gitu aku perlu jauhin dia, masalah beres" jawab Alika.


"Serius??" tanya Tama.


Alika hanya mengangguk.


"Kayak gitu lagi?? lanjut Tama.


Alika hanya menganggukan kepalanya lagi.


"Gak ada niat buka hati kamu?" tanya Tama lagi.


"No" jawab Alika sambil menggelengkan kepalanya.


"Lika,,,,,"


belum selesai Tama berbicara Alika langsung memotong "Aku gak butuh laki-laki kak, bahkan sampai sekarang aku masih mantau Mas Tama, Awas kalo macem-macem!!!".


"Astaghfirullah gimana macem-macem, dapetin kakakmu itu susah tahu macan betinanya kayak Ibu, terus singa betinanya kayak kamu" jelas Tama.


"Bahkan gak sampe situ, kakak kamu udah dalam genggaman gantian keluarga ku yang resek, untung aku punya singa betina kaya kamu yang belain aku sama kakakmu dulu" lanjutnya sambil tertawa mengingat begitu ganas dan beraninya Alika yang memarahi dan menasehati keluarganya yang tidak setuju hubungannya hanya karna Lina yatim piatu dan hanya anak Angkat Ibu.


Alika dan Tama melupakan percakapan mereka tentang Bintang dan malah bergurau membahas kenangan mereka dimasa lalu.



Update lagi gaes...

__ADS_1


Kiss and Hug


S.E.Lina


__ADS_2