
Setiap pagi ponsel Alika selalu berdering, Teman jauhnya Bintang selalu jadi Alarm pagi, mengingatkannya untuk sarapan, bahkan hal-hal kecil lainnya, mereka seperti pasangan yang sedang menjalin Long Distance Relationship (LDR) padahal mereka hanya berteman, Alika mengingkari janjinya yang tadinya akan menjadikan teman biasanya seperti teman lelaki lainnya, tapi sayangnya ia tak bisa, mengingat setiap perilaku manis dari Bintang. hatinya seakan luluh, Alika selalu merespon setiap keromantisan seorang teman jauhnya itu, Menurutnya sayang membuang momen yang terlalu manis itu.
"Assalamuallaikum" jawab Alika pada layar kotak yang ia taruh di telinganya.
"Wa'allaikum salam L" jawab si penelepon.
"Ada apa, hmmm? aku baru bangun ini" ucap Alika.
"Gapapa sih, kangen aja" Ujar si penelepon.
"Astaghfirullah, Biiii ini masih pagi lho!!" seru Alika namun hanya dapat balasan tawa dari seberang sana.
Semenjak mereka dekat, mereka mengubah nama panggilan mereka, yang hanya mereka saja memanggilnya. seperti Bintang yang memanggil Alika dengan "L" padahal Alika sudah melarangnya, namun Bintang kekeh memanggil L, ketika Alika bertanya alasannya Bintang menjawab, "I think at there's have something big and special from L"
Mereka berbicara random ditelepon sampai berjam-jam, Alika mematikan teleponnya karena akan berangkat kerja.
Selama lima bulan ini Alika selalu antusias, semua rutinitas harian ini ia lakoni dengan senang hati, ya senang hati kurang satu bulan lagi ia akan pergi jauh dari kehidupan ini.
Mas Tama pun sering mengabari Usaha Karaoke Koin buat pelajar yang ia dirikan bersama Mas Tama itu sangat laris manis, Uang didalam rekeningnya terus bertambah setiap bulannya, apalagi sebelah tempat usahanya adalah Kafe yang memang digemari para remaja SMA disana. itu adalah Kafe milik Bintang. menyebutkan nama Bintang didalam hatinya Alika tersenyum.. "satu bulan lagi, semuanya akan baik-baik saja" ucapnya dalam hati.
...*******...
Bintang menatap kotak makan yang sudah ia isi makanan, begitu juga kardus beberapa dessert yang akan ia bawa ke Solo, ya Bintang berniat ke Solo...
Bukan untuk menemui Alika melainkan ia mendapat undangan dari sahabatnya yang baru saja membuka usaha restoran itu, Ia berniat menghubungi Alika ketika sampai dan mengajaknya ke Grand Opening Restoran temannya. itu kalau Alika tidak sibuk, karna setiap malam Alika selalu tidak bisa dihubungi.
Mengingat itu Bintang tersenyum, Hubungannya dengan Alika menjadi sangat baik, takut akan mendapat penolakan dari setiap perhatian yang ia berikan Alika, namun nyatanya Alika sangat Welcome,
"Apa aku mulai sedikit membuka hatinya?" tanyanya dalam hati.
Bintang mengambil tas ransel dan bungkusan dessert untuk diberikan kepada temannya itu sebagai tali kasih, sedangkan kotak makan yang ia siapkan tadi untuk ia makan nanti dikereta saat perjalanan. Bintang tidak terlalu suka makanan diluar, ia lebih suka membuatnya sendiri. Bintang sudah berpesan dan mempercayakan Kafe kepada Gavin selama dia pergi tiga hari disolo.
__ADS_1
Bintang berangkat diantar oleh Fajar dengan sepeda motornya menuju stasiun, sesampai di stasiun Bintang turun, Fajar tidak mengantarnya sampai ke dalam karna Fajar ditugaskan mengurus Cabang selama Bintang pergi. Baru saja Masuk ke dalam Peron pengumuman kereta yang akan di naikinya segera datang.
Bintang begitu antusias, entah karna undangan itu atau rencana yang dia buat untuk bertemu dengan Alika. bahkan selama perjalanan Surabaya Solo Bintang tak bisa memejamkan matanya.
Sesampai di Stasiun Balapan Solo, Bintang dijemput temannya lalu mengantarkannya ke hotel ia akan menginap, ia sengaja memesan lewat aplikasi sendiri karna tak mau merepotkan temannya itu untuk mencarikan tempat tinggal sementara.
Gilang tidak bisa mengikuti acara kali ini, karna kemarin siang ia harus berangkat ke Singapore mengurusi masalah perusahaan yang ada disana. Gilang hanya titip salam dan menitipkan hadiah pembukaan Restoran temannya itu melalui Bintang.
Bintang Beristirahat dikamarnya, ia sudah punya rencana esok hari akan ia habiskan waktunya disini bersama temannya, sedangkan lusa ia akan mengajak bertemu Alika dan menghabiskan waktu seharian. Bintang menutup matanya lalu tersenyum tak sabar untuk hari esok.
Keesokan harinya waktu sudah menunjukan jam dua siang temannya yang bernama Dias itu sudah menunggunya didepan loby hotel untuk menjemputnya, Bintang turun dengan lift menuju ke loby depan.
Bintang baru saja akan masuk kedalam mobil di kursi penumpang belakang langsung diberi titah temannya untuk duduk didepan, "Kamu pikir aku supir GetCar apa Tang?" tanya Dias dan hanya dijawab Cengiran oleh Bintang.
"Kita langsung aja ya Tang, biar gak telat juga" Ujar Dias dan dibalas dengan anggukan oleh Bintang sebagai persetujuan.
Dias melajukan mobilnya menuju restoran cabang barunya, Restorannya berada didekat berbagai hiburan kafe dan bar, ada juga beberapa hotel didekatnya, benar-benar lokasi yang bagus untuk sebuah restoran.
Sesampainya di Restoran sudah banyak karyawan dan beberapa teman serta saudara menunggunya disana, berharap untuk dipotong pita pembukaan restoran itu. sebelum memotong pita Dias membuat pidato singkat,
Dias memotong pita itu seketika para teman dan saudaranya masuk ke dalam restoran, restoran dias memang sudah terkenal akan enaknya. jadi harap dimaklumi baru hati pertama pembukaan, para pelanggan sudah bejibun antri untuk dilayani.
Dias dan Bintang masuk ke dalam restoran, mereka langsung duduk ditempat yang memang sudah dipesan oleh Dias, bahkan sudah ada bundanya Dias duduk disana.
"Bunda, Apa kabar?" tanya Bintang kepada Bundanya Dias.
"Alhamdulillah, kamu sendiri gimana Tang?, terus Gilang kok gak ikut?" Bunda menanyainya balik.
"Seperti yang bunda lihat Bintang Sehat Wal'afiat, Gilang titip salam Bun, katanya Maaf gak bisa datang karna perusahaannya yang di Singapore lagi ada masalah" jelas Bintang.
Bintang, Gilang, Vero dan Dias adalah sahabat waktu SMP, sayangnya Dias harus pindah saat SMA karena Ayahnya yang bekerja sebagai Abdi Negara pindah tugas di Solo saat itu. tapi tali silahturahmi mereka tetap terjalin.
__ADS_1
Bintang, Dias, dan Bunda selesai makan menu andalan restoran itu, Bintang berkomentar, "Seperti biasa, resep Bunda emang gak pernah bikin kecewa,selalu ter the best,, mamih aja tiap aku bawain pas jaman sekolah pasti selalu minta dibawain banyak buat dikasih incip ke saudara-saudara"
Bundanya Dias tersenyum lalu berkata "kamu ini bisa aja Tang, Kue dan jajan mu itu yang paling enak"
"Iya, Bunda sampe lupa sama Diabetesnya Tang" jawab Dias dan hanya dijawab anggukan oleh Bundanya. sedangkan Bintang hanya tersenyum.
Bunda dan Asri sudah pulang ke rumah, sedangkan di restoran masih ada Dias dan Bintang yang berbincang-bincang di ruangan dengan tulisan Owner itu.
"Tang, mau nyoba karaokean gak?, kebetulan deket sini ada tempat karaoke yang bagus sih, service LC nya luar biasa cakep-cakep lagi" ajak Dias.
"Eh, tapi kan kamu paling anti ya sama cewek-cewek gitu, ada sih satu LC bisa dibilang kembang desanya gitu, tapi dia gak ngelayani kayak LC lainnya, dia cuma ngehibur nyanyi sama ngobrol+ngobrol gitu, katanya sih anaknya asyik trus pinter juga, gak jarang bos-bos besar kesana nyariin tuh LC cuma buat diajak ngobrol pinter, tapi sayangnya tiap aku mau pesen tuh LC selalu gak bisa dia cuma ngelayanin pelanggan tetapnya, dia nolak pelanggan baru berapapun bayarannya" Lanjut Dias.
"Kalo udah yang namanya dunia malam gak ada itu istilah gak begituan, pasti ada service lainnya juga, siapa tahu dia emang jago makanya dicariin bos-bos besar itu, inget kalimat ada gula ada semut, sama kaya itu semut gak bakal ngerubungi gula kalo dia gak manis," Jawab Bintang.
"Udahlah ayo daripada kelabu karaokean berdua, aku ngundang Mayang deh biar kita gak disangka homoan, tapi siap-siap jadi obat nyamuk ya" Ucap Dias sambil mengeluarkan Ponselnya untuk menghubungi kekasihnya itu.
Ya disinilah sekarang Bintang, Dias dan Mayang berada, disebuah Bar & Karaoke, setelah memesan Small Room karna hanya bertiga, mereka memasuki room dan mulai menggila dengan bernyanyi. malam ini sungguh sesuai rencana, waktunya ia habiskan dengan temannya ini,siapa lagi jika bukan Dias si buaya darat.
Bintang menuju ke kamar mandi karena malas dengan Dias, ia bercumbu mesra dengan kekasih kenomor sekiannya itu tanpa memikirkan jika ada Bintang yang masih suci itu didalam satu ruangan yang sama, ia akan mencuci muka dan kembali ke hotel saja. Bintang tidak akan kembali ke room karaoke itu lagi.
Bintang mencuci mukanya dan merapikan sedikit rambutnya, ia tak mau terlihat berantakan ketika keluar dari Bar ini, Bintang bukan manusia tanpa dosa. dia juga mencicipi beberapa gelas minuman Alkohol yang tersedia dimeja itu.
Bintang mengirim pesan kepada Dias kalau dia akan langsung pulang saja,, karna ia sudah lelah dan mengantuk. Memasukan kembali ponselnya lalu keluar dari kamar mandi, Baru saja ia akan menutup kembali pintu Toilet ia terkejut melihat wanita yang tidak asing baginya baru saja keluar dari sebuah room dengan pakaian sexy.
Bintang memicingkan matanya lalu membola ketika sadar siapa wanita itu
"Alika" ucapnya dalam hati dengan wajah yang menahan marah.
__ADS_1
Kiss And Hug..
S.E.Lina 💛