Bintang Untuk Alika

Bintang Untuk Alika
29


__ADS_3

Alika sudah didalam mobil Bintang, mereka akan menuju ke rumah Alika alias rumah Mbak Lina dan Mas Tama yang ia tumpangi selama empat tahun ini, mengingat rumah itu Alika tersenyum karena rumah, dua mobil dan saham sepuluh persen milik perusahaan orangtua Mas Tama yang menjadi atas nama Mbak Lina, sebenarnya itu semua adalah syarat yang diajukan Alika sebagai mahar menikahi Mbak Lina. sampai-sampai ia disebut singa betina oleh keluarga Mas Tama.


Tapi tetap saja yang namanya orang lagi bucin apapun dilakuin bahkan sekarang Mas Tama punya Usaha sendiri bersama Mbak Lina disamping perusahaan orangtuanya yang diwariskan kepadanya, mereka akan keliling menaiki sepeda motor mencari rumah yang dijual murah lalu merenovasinya menjadi kelihatan mahal lalu dijualnya lagi, itu sudah dilakoni mereka semenjak lima tahun karena hubungannya dulu yang tidak direstui oleh orang tua Mas Tama. tapi sekarang malah berbanding terbalik mereka begitu menyayangi Mbak Lina.


Bintang yang melihat itu langsung memanggilnya pelan,


"Sayang...." Ucap Bintang pelan.


"Hemm.. Apa..??" tanya Alika yang tersadar dari lamunannya.


"Kamu senyum-senyum sendiri kenapa??" tanya balik Bintang.


"Gapapa, cuma keinget aja masa romantis Mbak Lina sama Mas Tama" jawab Alika.


"Masa Romantis???" tanya Bintang tak mengerti.


"Ya perjuangan mereka buat dapet restu dari keluarga Mas Tama, keluarga Mas Tama itu dari golongan atas, apalah daya Mbak Lina yang hanya anak angkat dari Ibu" jawab Alika.


"Lohh Mbak Lina juga anak angkat?" tanya Bintang.


"Iya,, Ibu itu janda Sayang,, suaminya meninggal waktu tugas, dan bunda belum punya anak waktu itu, ehmm.. sekitar empat puluh hari suaminya meninggal ada anak umur dua tahun tanpa orang tua nangis diteras rumahnya, tapi anak itu dikasih bekal baju dan uang sekitar lima jutaan gitu katanya, ditasnya itu ada amplop minta tolong dijagain anak itu karena Ibunya sudah meninggal dari enam bulan lalu dan ia sering disiksa oleh ayah tirinya," Jelas Alika panjang lebar.


Bintang mengangguk seolah paham lalu tersenyum, lalu berkata,


"Yank...".


"Hemmmm..." jawab Alika.


"Coba tadi diulangi" pinta Bintang kepada Alika.


"Ulangi apa??? yang mana???" tanya Alika.


"Yang Say......" Ucap Bintang sengaja menggoda Alika karena itu pertama kalinya Alika memanggilnya dengan sebutan sayang.


Alika melototkan matanya lalu membuang mukanya kearah kaca pintu mobil lalu tersenyum.


"Yank...." panggil Bintang.


"A..a..apasih!!!" jawab Alika sewot.

__ADS_1


"Yang tadi coba omongin lagi " Ucapnya sambil mengemudikan setir mobil.


"Apaan.. Say.. Say.. gak ngerti aku maksudmu" Ucap Alika pura-pura tak mengerti.


"Yang manggil sayang tadi lho, itu pertama kalinya lho kamu manggil aku Sayang..." jelas Bintang agar Alika mau menuruti permintaannya.


"Gak ada,, gak ada siaran ulang!!!!" titahnya dengan bersendekap dan mengarahkan pandangannya lurus kedepan.


"Iih.. kok gitu sih??" tanya Bintang.


Alika tak menjawab pertanyaan Bintang menatap ke depan dengan datar tapi sesungguhnya hati ini berteriak berbagai umpatan kepada dirinya sendiri karena mulutnya yang tanpa sengaja memanggil Bintang dengan sayang,,


Tak terasa mereka sudah sampai di depan rumah Alika.


Alika turun dari mobil diikuti dengan Bintang.


Alika masuk kedalam rumah itu,


"Assalamuallaikum".


"Wa'allaikum salam" jawab Mbak Lina yang sedang menyuapi Ziyan.


"Lohh dek kamu pulang gak bilang-bilang, dari stasiun dijemput siapa???" tanya Mbak Lina.


"Kenalin dong??? ganteng gak?? Imut kayak Song Jong Ki gak??? ganteng kayak Lee Jong Suk?? atau gagah kayak Lee Min Ho??" tanya Lina membuat kepalanya pusing.


"Kenalan aja sendiri noh anaknya nunggu di depan ruang tamu, aku mau bawa koper ke kamar dulu" Ucap Alika.


Sedangkan Lina yang langsung berdiri menggendong Ziyan lalu berjalan ke arah ruang tamu mendatangi Bintang dan berkenalan dengannya.


Alika keluar dari kamarnya menggunakan Piyama, duduk disamping Bintang lalu menyenderkan Badannya di sofa,


"Ibu kok gak kelihatan?? Ibu kemana Mbak???" tanya Alika.


"Arisan PKK" jawab Lina.


"Lika kamu nemu dia dimana?? dia mah gabungan Nam Joo Hyuk sama B.I" ucapnya dengan mata yang masih menatap Bintang, sedangkan Bintang yang ditatap seperti itu merasa risih, bagaimanapun ia tak pernah kontak dengan yang namanya wanita kecuali Mamih dan Ibu para sahabatnya, dalam hatibingin mengambil Hand Sanitizer disakunya tapi Alika disebelahnya seolah mengerti langsung memeluknya.


"Nemu,, Nemu gimana?? emang dipikir dia sampah apa dibilang nemu,, dia kan kesayangan Lika,, ya gak Yank..?" Ujar Alika yang masih memeluk Bintang dengan manja.

__ADS_1


Jantung Bintang sudah berdetak begitu cepat "Sebeginikah efek Alika untuknya,, fix dia akan sering-sering kesini agar selalu dapat asupan vitamin dari Alika" Ujarnya dalam hati.


"Kamu gak pura-pura kan??? kamu gak nyewa cowok ganteng buat dibawa kerumah biar gak dikatain perawan gak laku kan??" goda Lina.


"Mana ada??? mbak tahu sendiri kan aku bener-bener ngejaga diri aku dari yang namanya hubungan setelah peristiwa beberapa tahun silam saat itu" jawab Alika menatap Bintang penuh cinta.


Lina melihat keduanya yang saling menatap dengan penuh cinta membuatnya tersenyum akhirnya masa itu telah tiba.


"Mbak Lin, dia satu-satunya orang yang bisa membuat pergi sosok yang aku pertahanin dari sembilan tahun yang lalu, kita dilukai oleh orang yang sama jadi kita sama-sama ngerasain luka itu karna kita berenang dan terombang-ambing dilautan yang sama, bedanya ia berada di sebuah perahu kecil berharap segera menemukan pulau, sedangkan aku terombang-ambing bebas tak tentu arah dengan pelampung yang aku pakai, dia mengangkat aku memberiku tumpangan diperahunya sampai kita menemukan pulau kita sendiri" Ujar Alika panjang lebar menceritakan dirinya dengan posisi yang saling menatap dengan Bintang.


"Bintang Taruna Widjaya, I'm F**king falling in love with you" ucapnya menatap mata Bintang lalu mengecup pipi pria itu.


Bintang tersenyum begitu juga Alika, didalam hati Bintang membatin "Akhirnya terucap juga tanpa harus dipancing".


Kegiatan saling menatap itu harus terhenti karena teriakan Lina,,


"Oh My God,, My Eyes..... adegan live gini bikin mupeng, harus telepon my husband.. my handphone where are you???" teriakan Lina menggema seluruh rumah dengan menggendong Ziyan.


Alika tertawa menyaksikan kerandoman Lina, begitu juga dengan Bintang.


"Sayang kamu tahu gak???" tanya Bintang.


Alika menggelengkan kepalanya lalu bertanya balik "Apa?".


"Aku rasanya kayak kayak terbang tinggi banget waktu denger kamu bilang "Bintang Taruna Widjaya, I'm F**king Falling in Love With You" ujarnya senang.


Alika menangkup kedua pipi Bintang lalu berkata,


"Kamu pake pelet apa sih Bintang, aku bener-bener menggilai kamu tahu gak sih,,Hemm??" Ujarnya dengan posisi yang sama.


Bintang hanya menjawab "Sepertiga malam".


Alika menyatukan dahi mereka, lalu berkata lagi,


"Ayo menikah setelah semua masalah kita selesai".



Abaikan Typo yang bertebaran 😌

__ADS_1


Kiss and Hug.


S.E.Lina 💛


__ADS_2