
Alika dan Lina sudah sampai di rumah,, Lina membantu membawa bawaan Alika.
Lina dan Alika masuk ke dalam rumah, mereka berdua mengucap salam dengan sedikit berteriak, "Assalamuallaikum"
"wa'allaikum salam" jawab Ibu dari dalam rumah.
Lina dan Alika menghampiri Ibu yangvsaat ini sedang menonton televisi ditemani dua krucil
dan Yani, Yani adalah assisten rumah tangga yang dipekerjakan mas Tama dirumah ini untuk membantu Lina mengurusi kedua anaknya.
Mereka berdua menghampiri Ibunya, Alika memeluk Ibunya erat, namun, kegiatan itu harus berakhir ketika Ibu berkata,
"Ya Allah nduk inget rumah juga kamu ternyata"
"inget donggg, Ibu gimana? masih ada yang sakit? minggu kemaren kata mbak lina asma ibu kambuh lagi ya?" tanya Alika
"Ibu sudah sehat" jawabnya singkat.
Alika menolehkan kepala ke arah dua anak kecil, yang satu sedang meminum susu botol dalam pangkuan Yani, dan satunya lagi sedang sibuk bermain game di ipad milik mbak Lina.
"Rasyid gak ada niat salim ke aunty nih???" tanya Alika mengalihkan fokus anak itu pada ipad yang sedang dipegangnya.
"Bentar deh aunty, aku lagi ngerank nih, nanti kda ku turun" jawab Rasyid yang sedang fokus itu.
"Astaga anak jaman sekarang lebih mentingin kda turun daripada salaman sama auntynya" ujar Alika dengan nada kesal.
"Rasyid minta ipadnya dibanting aunty ya??" tanya Alika namun tak digubris bocah itu.
"Shhuutt,,, Shutt,,," Alika memanggil mbak Lina.
Lina yang sedang memangku Ziyan, menoleh mendengar Alika yang sepertinya memanggilnya lalu bertanya "Apa?"
Alika menaikan dagunya mengarah ke Rasyid.
Lina menghela nafasnya, lalu berkata, "Kakak minta Bunda laporin ke Ayah ya kalau gak nurut sama Bunda?"
Rasyid yang mendengar itu langsung menurunkan Ipadnya, terlihat Rasyid yang mengerucutkan bibirnya lalu berjalan menuju ke Alika. ia mengambil tangan Alika untuk salim.
Alika yang melihat itu langsung tersenyum lalu mengusap kepala bocah gamers itu.
setelah itu Alika menuju ke Ziyan, berniat ingin menggendongnya, namun ia mengurungkan niatnya ketika melihat bayi gembul itu sudah tidur dalam pangkuan Lina.
"sudah kamu masuk kamar dulu, istirahat dulu gih sana, pasti capek kan abis perjalanan jauh" ucap Ibu.
Alika tersenyum lalu mengacungkan kedua jempolnya, lalu berkata, "Ibu selalu jadi yang ter the best pokoknya"
Alika menggeret koper dan beberapa bawaan masuk ke dalam kamarnya, menaruhnya asal dan langsung membaringkan dirinya di ranjang empuknya itu,lalu membatin, "Aku kangen banget sama kasur tercintaku ini"
Sebenarnya Alika ingin langsung tidur menjemput mimpinya, apalagi badannya terasa sakit semua, tapi niat itu ia urungkan mengingat sebentar lagi adzan isya akan berkumandang.
Alika masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya lalu ia akan sholat berjama'ah di mushola mini yang dibangun mas Tama di halaman belakang.
Disinilah Alika merasa senang, tidak ada perbedaan antara pemilik rumah dan para pekerjanya, mereka melakukan sholat berjama'ah bersama-sama. melupakan kedudukan dan status mereka dan menundukan kepalanya dalam-dalam karena merasa kecil dihadapan Allah sang pencipta.
...*******...
Saat ini mereka berada di ruang makan, Ibu memasak begitu banyak sajian unyuk menyambut kepulangan Alika,
"Dek,kamu lusa ada acara gak?" tanya mas Tama.
"Ehm, kalau besok gak ada mas, Alika mau kangen-kangenan dirumah, tapi kalau lusa Alika udah punya janji sama Kian and the Gank" jawab Alika.
sedangkan mas Tama hanya manggut-manggut seolah paham.
"Emang kenapa sih??" tanyanya pada Mas Tama.
"Gak pa pa sih, kalo nganggur mau tak ajak survei lokasi vila" jawab Tama.
"Mas mau beli Vila lagi??" tanyanya.
"Invest dek, pumpung masih kuat cari duit" ujar Tama sambil tersenyum.
"Weh, mbak dulu kamu ngimpi apa sih?, kok mas Tama mau sama kamu yang random gini?ato jangan-jangan kamu pake pelet?" tanya Alika.
__ADS_1
Lina mencebikkan mulutnya lalu berkata, "Justru kelakuanku yang random ini, masmu jadi klepek-klepek, iya kan sayang??"
Tama yang melihat itu hanya mengangguk lalu tersenyum.
"haish" ujar Alika sambil menggeleng-gelengkan kepala.
Alika menghela nafasnya lalu berkata,
"Mas Tama bisa bantu aku buat jualin apartemen ku?"
Tama dan Lina melirik Alika seolah meminta kejelasan.
"Lho kok dijual Dek?" tanya Ibu tiba-tiba.
"Lika pengen beli ruko bu, bisa buat usaha" jawab Alika.
"Lika capek kerja begini, pengen disini aja ngumpul sama ibu, sama mbak Lina juga" lanjutnya.
"emang kerja gimana? bukannya selama ini kamu enjoy? katanya enak bosnya baik" tanya ibu lagi.
Alika menutup mulutnya bingung akan menjawab apa pertanyaan ibunya itu, begitu juga Lina dan Tama.suasana di meja makan mendadak jadi sepi.
"ya intinya Lika pengen kerja disini aja bu, suka kangen kalo jauh-jauh dari ibu" jawabnya singkat.
"Lika udah kenyang, lika masuk dulu ya" ujarnya lalu mencium Ibunya itu, dan berkata "Makasih makanannnya Ibu,"
dan hanya dibalas anggukan oleh Ibu, sedangkan orang-orang yang ada di meja makan itu tersenyum.
Alika memasuki kamarnya dan mengecek hlponselnya, ada beberapa chat yang masuk dari teman-temannya untuk mengajak nya keluar ia membalas mereka satu persatu, tentu saja Alika menolak ajakan mereka semua karna Alika sudah ada janji dengan Kia.
...******...
Hari ini Alika berniat untuk tidur seharian, sungguh badannya serasa akan remuk.
Waktu sudah menunjukan jam dua siang, Alika benar-benar beristirahat total hari ini sebelum mulai beraktifitas esok hari.
Alika mematutkan dirinya didepan cermin, lalu keluar dari kamar menuju ruang makan untuk makan..
...*******...
Keesokan paginya, Alika berlari terburu-buru karna sudah mendapat panggilan dari Kia, Kia menunggunya dideoan, ia tak berniat turun karna pasti akan ada drama dari Ibunya Alika untuk menyuruhnya tetap tinggal.
Alika mengambil roti yang baru saja diolesi Lina, mengambil tangan Ibu dan kakaknya itu unyuk menyalimi tangannya, lalu berkata pada Ibu, "Alika gak pulang ya? Alika mau beresin apartemen sebelum dijual"
Ibu hanya mengangguk sebagai jawaban.
Alika mencium pipi Ibunya lalu berlari keluar.
Alika memasuki mobil kia lalu berkata, " Jalan Ki, sebelum Ibu drama"
"nggeh ndoro ayu" jawab Kia sedikit kesal.
"kamu itu baru ketemu aku,di peluk dulu kek, cipika-cipiki dulu terus basa-basi gitu, ini mah malah langsung ngajak jalan" cerca Kia.
"Hush udah deh buruan jalan gak usah drama" jawab Alika sambil mengulik radio mencari saluran 98,3 kesayangannya.
Alika dan Kia menuju salah satu mall berniat untuk hunting belanja diskonan, Alika menikmati jalan-jalannya bersama Kia.sudah lama ia tak jalan-jalan seperti ini.
Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 2 siang, perut alika berbunyi kruyuk seolah cacing diperutnya protes minta di isi.
"Laper, ayo cari makan!" ajak Alika pada Kia.
"Ayo" jawab Kia.
mereka menuju food court di mall tersebut untuk mengisi perut mereka.
"Abis ini anterin ke apart ya ki" pinta Alika.
"Gak pulang ke rumah?" tanya Kia.
Alika menggeleng sebagai jawaban
"Lagi pengen beresin apart, rencana mau aku jual buat modal usaha, aku capek kerja kaya gini terus, Ibu kayaknya juga udah mulai curiga Ki" jelas Alika.
__ADS_1
"Baguslah kalo gitu" balas Kia.
setelah acara makan mereka selesai Kia langsung mengantarkan Alika ke apartemennya.
...******...
Disebuah apartemen studio terlihat Bintang yang asyik duduk dibalkonnya itu, menikmati pemandangan kota surabaya dengan secangkir kopi yang menemaninya.
Langit terlihat begitu indah,Bintang mengambil ponselnya, Ia berniat memfoto pemandangan awan, tapi ia urungkan saat melihat chat adeknya berada pada urutan teratas.
Fajar
Mas, dicariin sama mama.
katanya di ajak dinner,
di restauran biasanya,
jam 08.00,
katanya gak boleh telat,
harus datang,
tak ada penolakan,
nanti mami nangis,
didalam hatinya Bintang mengeluh Fajar dan Mami ibarat tumbu oleh tutup, cocok sama-sama tukang drama
^^^Mas Bintang^^^
^^^Insha Allah^^^
^^^gak janji ya...^^^
^^^dikejar deadline kafe cabang^^^
^^^baru soalnya.^^^
Menutup room chat dan kembali ke balkon untuk memfoto langit yang begitu cerah. lalu menjadikannya sebagai walpaper pada ponselnya.
Bintang berencana turun menuju mini market untuk mengisi bahan makanan di kulkasnya. ketika membuka pintunya ia dikejutkan ada seorang gadis yang akan masuk ke unit sebelahnya.
Didalam hati Bintang membatin " bukannya kamar sebelah itu yang tinggal laki-laki ya?" sambil menatap ke arah wanita itu.
mendapat tatapan diremehkan wanita itu langsung menatap balik laki-laki yang ada disebelahnya itu,
"Liatnya biasa aja mas, ini apartemen saya, kemaren yang ngontrak gak perpanjang jadi saya mau beresin" ujar wanita itu.
Bintang membuang mukanya karna malu setelah mendapat jawaban telak seperti itu.m, ketika akan melangkah terdengar lagi suara wanita itu.
"Saya berniat menjual apartemen ini, mungkin ada teman mas yang mau bisa hubungin saya" ucap Alika sambil menhodorkan kartu namanya pada Bintang.
Merasa tidak digubris Alika mengambil tangan lelaki itu menaruh kartu namanya di tangan lelaki itu lalu masuk ke dalam apartemennya.
Sedangkan Bintang termenung, tangannya disentuh wanita itu tanpa permisi, tapi anehnya ia tak menolak bahkan tidak mengambil handsanitizer di sakunya untuk membersihkan bekas pegangan gadis itu.
Bintang melihat kartu nama di tangannya, lalu membatin, "Alika Pramudya"
Assalamuallaikum..
maaf telat update dikarnakan kondisiku yang lagi drop,,
terus support ya gaes..
kiss and hug
S.E.Lina
__ADS_1