Bintang Untuk Alika

Bintang Untuk Alika
21


__ADS_3

Bintang berjalan menuju ke tempat Alika terduduk, ia mensejajarkan dirinya dengan Alika,


"Al....


Belum selesai berbicara terdengar suara isakan dari Alika. Bintang langsung mengangkat Alika menggendongnya ala bridal. sedangkan Alika yang terkejut langsung merangkulkan tangannya ke leher Bintang karna takut bila nanti terjatuh.


Bintang meletakkan Alika di atas ranjang empuk yang sudah tersedia didalam private room itu, menyenderkannya tubuh Alika di kepala ranjang, Bintang meluruskan kaki Alika lalu melepas sepatu hak tinggi yang dipakai oleh Alika. sedangkan Alika sudah was-was apa yang akan terjadi selanjutnya. hatinya sudah bergemuruh, jantungnya berdetak cepat.


Bintang melepas jas hitamnya, menyampirkannya pada nakas yang ada di samping ranjang, lalu berbaring di paha Alika. Bintang menghadap ke perut Alika, mengambil tangan Alika mengarahkan ke kepalanya meminta Alika untuk mengelusnya lalu berkata "Aku tahu kita cuma teman, tapi status ku kali ini itu sebagai tamu, bahkan lebih tinggi dari tamu-tamu kamu yang lain.


Alika yang masih diam dan berpikir akan peristiwa yang ada didepan matanya ini hanya memandang tangannya dan Bintang yang tiduran dipangkuannya.


"Al.. aku ini masih marah lho sama kamu, bahkan aku harus bener-bener nahan biar gak sampe kebablasan" ucapnya sambil mengusap-usapkan hidungnya diperut Alika.


Tubuh Alika menegang atas perlakuan Bintang, tapi seakan paham keinginan Bintang, Alika mengelus kepala Bintang perlahan, sedangkan sang empu hanya tersenyum lalu menutup matanya.


Sepertinya untuk saat ini cukup begini saja, mereka akan berbicara lagi nanti. Bintang akan tidur sebentar untuk menghilangkan efek minuman yang diminumnya tadi.


Bintang begitu nyenyak tertidur di pangkuan Alika. sedangkan Alika sambil mengelus kepala Bintang ia memperhatikan wajah Bintang, seolah lupa rasa takutnya tadi ia membatin " Masya Allah, Fabiayyi alla irobbikuma tukadziban, Dosa gak sih liatin orang ganteng yang lagi tidur? astaga gak papa deh aku gak dapet Jungkook atau G-Dragon kalo modelannya kayak Bintang gini".


Alika senyum-senyum memperhatikan wajah Bintang, ia mengingat kejadian beberapa jam yang lalu awalnya ia pikir Bintang bakalan ngelakuin skidipapap, tapi nyatanya Bintang hanya ingin tidur di pangkuannya.


Alika tersadar ketika mengingat perkataan dokter Dava untuk menunjukan siapa Alika sebenarnya, tinggal lihat bagaimana reaksi Bintang nanti, ya dia harus jujur pada Bintang mulai kejadian sembilan tahun yang lalu, awal dari semuanya terjadi.


Jam menunjukan pukul satu pagi, Bintang menggeliat bangun. ia menggaruk tengkuknya lalu merubah posisi yang tadinya miring memeluk perut Alika menjadi Telentang, Ia tersenyum saat menatap wajah ayu Alika, Singa betina nya udah gak termehek-mehek bisa kali ya godain lagi kayak kemaren. sebenarnya Bintang percaya akan perkataan Alika, mengingat Dias pernah bercerita tentang Kembang Desa nya Karaoke ini, gak semua orang bisa pesen kalo karna emang dia bukan LC plus-plus yang dipajang di depan, bukan hanya Alika ada beberapa Wanita yang seperti Alika, tidak melayani service plus-plus seperti kebanyakan LC. makanya hanya dipajang di Kaca yang bagian paling belakang dimana jarang orang yang akan melihatnya.

__ADS_1


"Kamu masih belum buktiin lho kalo kamu emang gak nyediain service begituan Al" Ujar Bintang sambil menatap.


Alika membuang muka, lalu berkata "terus kamu mau pembuktian kayak apa?? kalo buat ngelakuin kayak gitu aku sih ogah, aku mending balikin duit kamu ditambah bunga juga oke".


Bintang tersenyum melihat jawaban ketus Alika


"Oke, bunga tujuh puluh persen dikali lima" jawabnya.


Alika melotot mendengar jawaban Bintang lalu menjawab "Oke deh, nanti aku tinggal bilang madam aku nambah kasbon, biarin deh lama-lama disini tapi gak sampe ngelakuin begituan".


Alika mengangkat kepala Bintang dari pangkuannya lalu berdiri hendak pergi, tapi Bintang langsung mencekal tangan Alika mencegahnya untuk melangkah,


"Satu langkah lagi kaki kamu melangkah, aku gak akan segan buat bener-bener ngelakuin hal itu" Ujar Bintang dengan suara tegasnya.


"Terus maksud kamu apa sih nahan aku disini Bintang???" tanya Alika


Bintang mengedikan bahunya lalu duduk diatas ranjang itu lalu menepuk sisi ranjang menyuruh Alika untuk duduk disebelahnya.


Alika berjalan ke arah Bintang lalu duduk disebelahnya, Baru saja Alika duduk, ia dikagetkan dengan Bintang yang menaruh kepalanya lalu berkata "Kenapa ya Tuhan gini banget sama aku, ketika hal yang menjadi ketakutan dan trauma ku, justru itu juga yang menyembuhkan aku, kamu Al,, kamu inget waktu pertama kali kita ketemu, tanpa bilang permisi kamu langsung ambil tangan aku buat nerima kartu namamu, padahal selama ini jangan kan nyentuh tangan kayak gini, Ucapannya sambil mengaitkan tangannya kepada Alika lalu mengangkatnya ke atas menunjukkannya pada Alika.


"Aku kesenggol yang namanya cewek aja langsung mandi berjam-jam, tapi dari kejadian waktu itu aku langsung ngincer kamu karna aku gak ngerasain gejala OCD yang selama ini aku rasain setiap kesenggol cewek setiap ketemu kamu, justru ketika kamu ada di dekatku, aku malah ngerasa adem nyaman-nyaman aja" lanjutnya.


"Jujur ya aku kaget banget waktu lihat kamu keluar dari room karaoke pake baju yang kurang bahan kayak gini, aku mau nyamperin kamu tapi kamu keburu dirangkul bapak-bapak dan itu yang bikin aku makin marah, aku sebenernya sih mau tetep nyamperin kamu, tapi gak etis lah ya marah-marah di depan umum, aku ngerasa marah karna ngerasa kamu udah bohongin aku, tapi aku juga mikir selama ini kan aku cuma temen gak ada hak larang-larang apalagi marah sama kamu, terus aku kepikiran omongan Fajar kalo Tiwi pesen nyuruh aku buat ngehindar dari kamu saat tahu segalanya karna takut trauma aku jadi makin parah, tapi nyatanya gak, aku cuma marah aku gak benci dan OCD ku gak timbul tapi aku justru berharap dapat pelukan dari kamu" jelasnya panjang lebar.


"Astaga mana coba Bintang yang setiap percakapan cuma jawab hm, iya, oke, apa kalo dia marah jadi secerewet ini ya? tanya Alika dalam hatinya.

__ADS_1


Bintang mengubah posisi duduknya menghadap ke Alika memeluknya lalu berbisik ditelinganya "Kayak gini".


Alika masih tak menjawab perkataan Bintang, Ia sungguh masih ngeblank bisa sedekat ini dengan Bintang "Tapi emang sih enak dipeluk Bintang kayak gini, sumpah gak rela kalo sampe dilepas, tapi pundakku pegel dari tadi disenderin mulu" monolognya dalam hati.


"Aku heran deh Tiwi yang polos dan lemot gitu kok bisa temenan sama kamu sih?" jelasnya panjang lebar.


Alika melotot menoleh melirik Bintang lalu menjawab "Polos gimana??? tiap pajamas party dia selalu nawarin buat nonton Blue Film tahu!!!, jangan ketipu sama lemotnya si Tiwi, kalo bahas iya-iya dia juaranya, koleksi blue filmnya bejibun, gak di hape gak dilaptop, bahkan kadang dia suka share film-film gituan di grup".


Bintang mengangkat kepalanya kaget dengan jawaban Alika lalu bertanya "serius??".


Alika hanya menjawab dengan anggukan, lalu menjawab "kapan-kapan aku kasih tahu isi chat di grup deh, gak janji tapi".


Bintang membalas Anggukan Alika, lalu menaruh kembali kepalanya di bahu Alika tidak lupa tangannya yang setia melingkar diperut Alika itu.


"Jadi Alika Pramudya, wanita yang begitu saya sukai kenapa kamu bisa terjerumus masuk ke dalam dunia malam????" tanya Bintang dengan suara paraunya menuntut jawaban dari Alika..




Update gaes


Kiss and Hug.


S.E.Lina 💛

__ADS_1


__ADS_2