Bintang Untuk Alika

Bintang Untuk Alika
17


__ADS_3

Alika sudah berada di dalam kereta, Ia menatap bingkisan makanan yang dibawakan oleh Bintang tadi, membuka bingkisan itu lalu mengambil tiramisu yang akhir-akhir ini selalu jadi favoritenya.


Jika mengingat peristiwa tadi rasanya Alika ingin menenggelamkan dirinya di Samudra Atlantik, padahal dia ingin pergi dari Bintang yang mulai membayanginya bahkan mengultimatum Tiwi agar keluarga Tiwi tidak mencari tahu tentang Alika, tapi sekarang Alika malah menyambut tali pertemanan dengan Bintang.


Alika seolah tersihir dengan penampilan Bintang yang serba hitam ditambah senyum itu sungguh membuat hati Alika berdugun-dugun ria. Bahkan saat ini saja jantung Alika berdetak cepat ketika mengingat bayangan Bintang yang damage gantengnya 1000% saat berpakaian serba hitam. Sial baru kali Alika senyum-senyum sendiri hanya gara-gara mengingat Bintang, "Sumpah deh nanti kalau misal suatu hari Bintang ngajak ketemuan fix aku bakal suruh dia pake serba Pink!!!! hohoho" pikir Alika sambil memakan tiramisu buatan Bintang itu.


Tak jauh berbeda dengan Alika, Bintang yang dari awal masuk cafe senyum-senyum sendiri, kadang bersiul-siul menyanyikan sebuah nada membuat Fajar terheran-heran.


"Ghi, kayaknya kita perlu telepon dokter RSJ deh?!! celetuk Fajar pada Alghi.


"Aneh-Aneh Ae kamu itu Jar" jawab si Alghi.


"Lha piye??? nyoh iku deloken masku senyam-senyum gak jelas" ujar Fajar lagi.


"Kasmaran paling" jawab Alghi santai.


Mendengar jawaban Alghi tubuh Fajar membeku, didalam hatinya berkata, "kasmaran?"


Ingatannya berputar pada saat Tiwi memperingatinya dan Mami agar Bintang tidak terlalu dekat dengan Alika karna bisa saja memperparah trauma Kakaknya, memang gak ada hubungannya sama papih tapi jelas ada kaitannya.


"Apa jangan-jangan Alika anaknya si nenek sihir ya??" tanyanya dalam hati.


"Eh nggak, kalo anak papi pasti dia masih bocil, orang dia sepantaran sama Mas Bintang kok" jawabnya sendiri dalam hati.


"Apa ya kaitannya Alika sama masa lalu Mas Bintang?"


Fajar masih menerka-nerka terlalu banyak pertanyaan yang mendiami otak dan hatinya.

__ADS_1


"Au ah, nanti pasti kebongkar sendiri" monolognya dalam hati lalu melanjutka pekerjaannya.


Didalam ruangannya Bintang senyum-senyum sendiri mengingat kejadian distasiun tadi. memang Alika tidak menyambut tali pertemanan yang dibuat oleh Bintang, karna pertemanan yang dimaksud adalah seperti teman tapi mesra, Bintang ingin Alika menjadikannya orang yang sangat special seperti Bintang yang menjadikan Alika prioritasnya kini."Pelan-pelan saja tapi pasti, Bintang pasti bisa menjinakan singa betina itu


...******...


Alika telah sampai di stasiun balapan, Ia memesan GetCar dari ponselnya menuju kosnya. Alika menerawang ke depan, Ia harus memulai lagi rutinitasnya sebagai pemandu karaoke.tunggu enam bulan lagi maka semuanya akan selesai.Alika akan menjadi seorang yang menjalankan kehidupan wanita normal, ia tidak akan menggeluti dunia itu lagi. sudah cukup semua cita-citanya sudah terpenuhi, melunasi hutang yang ditinggalkan tantenya itu untuk Mengambil kembali rumah Bundanya, dan ia akan punya usaha sendiri untuk mencukupi dirinya. ia tak perlu merepotkan Mas Tama dan Mbak Lina lagi.


Lamunan Alika buyar ketika ponselnya berdering menampilkan nomor tak dikenal, Alika mengangkatnya ternyata dari Sopir GetCar. Alika berdiri berjalan menuju ke tempat mobil yang menunggunya.


Setiba di kosnya Alika merebahkan dirinya. hari ini ia akan beristirahat, dan besok memulai rutinitasnya. Alika sudah menghubungi madam jika ia sudah sampai di solo dan akan mulai bekerja kembali besok.


...*******...


Alika memasuki gedung tempat ia bekerja. Alika menyapa beberapa pekerja yang sedang bekerja, Ia memasuki ruangan LC "Assalamuallaikum everybody, Gladys Comeback" ucapnya lantang.


"Uh iya madam, gimana lagi Ibu selalu nyuruh makan, makan, makan terus katanya aku kurusan, aku gak bisa nolak kan kalau udah mandat Ibu Negara" Alika berkilah, padahal jelas-jelas yang membuatnya gendut adalah makanan dari Kafe Bintang.


"Kecilin dikit nih pipi sama perut, kentara banget tahu, inget goalsmu dys, enam bulan lagi jangan sampai mbleset" ujar Madam.


Madam memang mengetahui kisah kelam Alika, Madam tidak bisa membantu banyak, karna madam juga bukan orang kaya, ia hanyalah perantara dalam menyenangkan para pelanggan karaoke miliknya itu.


Alika menghela nafasnya "Semangat harus Diet".


"Dari kemaren banyak yang nyariin kamu dys, pak Subrono juga katanya pengen curhat sama kamu, aku bilang kamu cuti tiga bulan karna ibumu sakit". Jelas madam dan hanya diangguki oleh Alika, pantas saja kemaren tiba-tiba rekeningnya bertambah 8 digit, ternyata oh ternyata...


"Semangat Lika, enam bulan lagi" Ucapnya dalam hati menyemangati dirinya.

__ADS_1


Hari-Hari dilakoni Alika sebagaimana ia menjalaninya selama 7 tahun ini. bila dibilang Alika santai saja tidak Depresi maka kalian salah, Alika beberapa kali mendatangi psikater untuk mejalani terapi yang sudah berjalan selama tujuh tahun ini, itupun atas paksaan dari Mbak Lina dan Mas Tama. meskipun mereka tidak ada disini, mereka sangat ketat tentang jadwal Alika kapan harus menjalani terapi itu. seperti pagi ini tidurnya yang nyenyak terganggu karna dering ponsel yang berbunyi entah untuk yang keberapa kali.


Alika mengedip-ngedipkan matanya lalu mengusap wajahnya dilihatnya ponsel itu dan mengangkat teror telepon setiap ditanggal 27, tanggal keramat untuk Alika karna harus mengunjungi Dokter Dava selaku dokter pribadinya sekaligus sahabat dari seorang "Pratama Djati Sucipto" alias mas Tama.


"Hallooooo Assalamuallaikum" Salam Lika pada si penelepon.


"Wa'alaikum salam,, Inget tanggal kan dek??" tanya Mas Tama.


"Iya" jawab Alika.


"Syukurlah, Mbakmu dari subuh udah ngomel-ngomel gak jelas nyuruh Mas nelepon kamu" Ujar Mas Tama di Seberang sana.


Alika tertawa lalu berkata "Bilangin mbak Lina, Aku udah janjian sama Dokter Dava Jam satu siang, gak usah khawatir", Ya udah aku tutup ya


mas, aku mandi dulu mau keluar cari sarapan", Alika langsung mematikan teleponnya ketika mendapat jawaban "Oke" dari mas Tama.


Alika masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri lalu akan pergi keluar mencari sarapan. Ia sangat ingin makan Timlo, Ia sudah merindukan makanan itu.


Alika melangkahkan kakinya keluar kamarnya keluar kamar,karena Sopir GetJack sudah menunggunya depan. Ia akan ke Grand Solo Mall untuk sarapan skalian berbelanja keperluannya disini sampai enam bulan kedepan.


Alika telah selesai menyantap Timlo sampai habis, "Hah.. kenyang" ujarnya sambil mengelus-elus perutnya yang agak buncit itu.


Alika melihat jam ditangannya menunjukan pukul sebelas siang, Alika akan membayar makanannya di kasir lalu pergi ke supermarket untuk belanja keperluannya dan setelah itu membeli sedikit oleh-oleh untuk diberikan kepada Dokter Dava.



Kiss and Hug

__ADS_1


S.E.Lina 💛


__ADS_2