Bintang Untuk Alika

Bintang Untuk Alika
2


__ADS_3

Terbuka pintu kafe dengan suara krincing pertanda masuknya pelanggan, terlihat seorang laki-laki dengan kaos putih dan celana jeans tidak lupa dengan topi beserta masker yang sudah jadi ciri khas laki-laki setiap masuk ke dalam kafe itu dengan tatapan dingin tanpa senyum.


"Selamat datang" ujar salah satu karyawan yang sedang membereskan meja.


Pria itu hanya membalasnya dengan anggukan dan melanjutkan langkahnya menuju pintu dengan tulisan staff only, ia menaiki tangga menuju ke lantai atas tempat dia bekerja, memasuki ruangan yang bertuliskan owner, ia langsung melepas topi dan maskernya lalu mendudukan dirinya dimeja tempatnya bekerja, melihat sekilas tumpukan map dan kertas beserta berbagai nota-nota dan langsung memeriksanya.


"haish..." ucap pria itu lalu menghela nafasnya ketika menemukan beberapa kesalahan dalam ketikan angka nol yang kurang ada juga yang lebih.


Terdapat beberapa coretan pada kertas yang ada di map itu, ia mengambil gagang telpon yang ada didepannya lalu mendial nomor yang di tuju.


"Fajar buruan naik" titah laki-laki itu kepada seseorang yang ada diseberang panggilan itu.


Ia meletakkan kembali gagang telepon itu ke tempatnya, menyesap sedikit kopi berharap stress yang dideritanya sedikit berkurang.


Tak lama kemudian terdengar pintu ruangannya di ketuk.


"Masuk" titahnya dari dalam ruangan.


masuk seorang laki-laki dengan wajah gugupnya memasuki ruangan itu.


"Duduk jar" ucap pria itu.


Namun, baru saja juga duduk, Fajar dilempari map dan kertas yang tadi ada di depan Bosnya itu, dengan refleks fajar setengah berteriak "khamchagiya".


merasa sudah lancang fajar langsung menutup mata, dan memukul mulutnya. merutuki mulutnya yang bocor kayak panci yang ada dirumahnya.


"mianhe,, eh maaf mas" ucap Fajar sambil mengatupkan tangannya didepan wajahnya yang menunduk.


pria itu menatap fajar dengan tajam.


"revisi,banyak banget salahnya!!!" ujar pria itu.


"kamu mau kafe ini bangkrut terus kamu jadi gak punya uang saku sekolah lagi gitu" ucap pria itu sedikit sarkas.


Fajar hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sebagai jawaban, mulutnya tetap menutup rapat, ia tak berani bicara ketika Bosnya itu dalam mode marah.


"Kalo lagi kerja itu fokusJar, jangan disambi nyanyi-nyanyi sama joget-joget bahasa Alien" cerocosnya lagi.


Sedangkan fajar masih dalam mode diamnya, sungguh ia tak berani menyela sedikitpun parkataan bosnya itu.


"Revisi yang bener, aku tunggu sore ini udah ada dimejaku" perintahnya telak.


Skali lagi Fajar hanya membalas dengan anggukan tanpa menjawab, ia tak berani melihat tampang bosnya yang sedang dalam mode menyeramkan.


"Inget buat di teliti lagi, jangan sampe salah, awas aja kalo masih salah!!" Ujar laki-laki itu dengan wajah kesalnya.


"Siap,laksanakan komandan!!" jawab fajar sambil berlalu dari ruangan bosnya itu

__ADS_1


setelah melihat fajar keluar dari ruangannya.


Pria itu menghela nafasnya, menatap keluar jendela yang ada diruangannya itu, ia menerawang langit dengan tatapan yang sulit diartikan..


Laki-laki itu adalah Bintang Taruna Widjaya.


Bintang adalah seorang pria yang sangat kaku, semua itu karna dia harus mandiri serta menjadi kepala keluarga saat usianya baru menginjak limabelas tahun, seorang bocah yang harusnya hanya tahu belajar dan pergi bermain bersama teman-temannya, Bintang harus mancari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.


Papinya mengusir Mami,Bintang dan Fajar dari rumah, Papinya memilih seorang wanita berpakaian sexy disebelahnya dan mengatakan bahwa wanita disebelahnya adalah isteri baru nya, calon ibu dari anaknya sambil mengelus perut wanita itu, Wanita berpakaian sexy itu adalah wanita malam yang ditolong oleh maminya lalu diperkerjakan dirumahnya sebagai asisten pribadi mami mengurusi rumah tapi memang dasar benalu ia malah menusuk maminya dari belakang.


Karna kejadian silam itu Bintang menjadi trauma bila disentuh oleh lawan jenisnya, dia menjadi pribadi yang dingin, cuek dan tak tersentuh.


Bintang masih bergelut dalam pikiran kalutnya.


entah apa yang dipikirkannya saat ini.


Bintang kembali tersadar ketika handphone disakunya berdering tanda telepon masuk dan dilihatnya nama yang tertera di layar itu bertuliskan "Gilang".


Bintang menggeser tombol hijau di layar ponselnya itu lalu menghidupkan speakernya, Ia tak mau menaruh ponselnha ditelinga karna gilang pasti akan berteriak lalu drama lagi tentang pacarnya yang matrealistis itu.


"Ada apa?" jawab Bintang dengan nada ketus.


"Santai brooo, aku mau curhat" jawab Gilang.


"curhat apalagi? masalah rena lagi? kan kemaren udah aku bilangin si rena itu cuma morotin duitmu!!" balasnya lagi.


"Bodo amat, aku gak ada waktu ngurusin percintaan orang, aku sibuk!!!" ucap Bintang dengan sedikit berteriak.


"Please, aku lagi kacau banget Tanggg,


aku tunggu di kafe sebelah kantorku, cepet gak pake lama ya" ujar Gilang.


Baru saja akan menyahuti perkataan Gilang, sudah terdengar bunyi tut dari ponselnya, Bintang menelusupkan kepalanya dan mengetuk-ngetuknya di meja berpikir untuk datang atau tidak.


"Dasar Gilang setannnnnn,,kalo aja dulu dia gak bantuin aku waktu susah ogah banget ngurusin percintaan tuh anak" ucap Bintang dalam hati.


"Ya Allah harus gini banget ya yang namanya bales budi ke orang itu" Ucapnya pasrah menengadahkan kepalanya ke atas


Gilang adalah sahabatnya dari SD,Gilang selalu disampingnya dan membantu Bintang dari saat keluarganya harmonis sampai saat keluarganya hancur Gilang tetap disampingnya, saat Bintang harus mencari nafkah untuk mami dan adiknya Gilang membantunya berproses hingga akhirnya ia bisa ada pada titik ini.


Bintang berdiri dari duduknya mengambil jaket Hodiie yang ada di lemari tak lupa juga masker dan topi hitam kesayangannya lalu bergegas keluar dari ruangannya itu menuju kantor Gilang.


Sedangkan diruangan staff Fajar kembali ke meja kerjanya dan mengerjakan revisi laporannya seperti yang diperintahkan sang kakak.


Fajar adalah adik dari bintang,adik kandung malahan.tapi tetap saja Bintang tidak membedakan siapapun yang ada didalam kafe selama itu masalah pekerjaan.


Fajar bekerja di kafe kakaknya karna skorsing dari maminya tidak memberinya uang saku lagi karna uang sakunya selalu dihabiskan dengan memborong album,marchendise dan perintilan barang yang berbau kpop.

__ADS_1


Fajar masih sekolah dengan seragam putih abu-abunya. saat weekend dia akan bekerja di kafe dari pagi,dan saat weekdays dia akan bekerja sepulang sekolah.


Awalnya juga Fajar uring-uringan dengan hukuman yang maminya berikan tapi saat dia menjalani hukuman ini dia jadi bersemangat untuk bekerja, Fajar jadi tahu betapa susahnya kehidupan kakaknya yang harus dituntut dewasa sebelum waktunya itu.


"Semangat, B***pink mau ngeluarin project 4+1 annivesarry yang ke 5, semangat, cayooo, Hwaighting!!!" seru Fajar menyoraki dirinya sendiri.


Sesampainya di Kantor Gilang, Bintang langsung membuka pintu ruangan bertuliskan Direktur Design.


Gilang sebenarnya digadang-gadangkan jadi penerus perusahaan perhiasan itu karna bakat designnya yang luar biasa, tapi Gilang menolak, ia memberikan jabatan Direktur Utama kepada adik perempuannya, karna adeknya begitu jago melobi orang.


"Kamu galau apalagi sih lang?" tanya Bintang.


"Aku ditolak rena,padahal aku juga udah abis banyak buat dia" jelas Gilang.


"Yaudah trus kamu mau gimana lagi??" tanya Bintang lagi


"aku bingung harus gimana lagi, pokoknya aku mau rena jadi isteri aku, ibu dari anak-anakku, menurutmu rena itu cewek matre, aku akuin itu, tapi dia matre duit bukan buat dia sendiri, uang yang aku transfer setiap dia minta, ternyata ditransfer lagi ke sebuah yayasan, bahkan perhiasan yang aku design sendiri khusus buat ulang tahun dia kemaren dijual sama dia duitnya buat bayarin sekolah anak-anak yatim didaerah kontrakannya, gimana gue gak makin sayang coba sama rena" curhatnya lagi.


"Serius??" tanya Bintang.


Gilang menjawab dengan anggukan kepalanya, lalu bertanya, "Aku kudu piye??, opo perlu kudu di jaran goyang ta semar mesem disek ya ben aku diterimo.


"Hush, ojok ngomong aneh- aneh" ucap Bintang sambil menoyor kepala Gilang.


"Rabien rena, sopo ngerti rena gak gelem dadi pacarmu tapi pengen dadi bojomu" ucap bintang.


Gilang langsung melotot dan seketika tombol lampu dikepalanya menyala..


"ahhh.. nice,good idea.. gak sia-sia curhat mbek awakmu" ucap Gilang sambil berjalan keluar dari ruangannya.


Baru saja keluar Gilang membuka pintu ruanganya lalu menyembulkan kepalanya, ia berkata "Thanks Bro,, Oh iya Tang, kamu jangan menyamakan semua wanita itu sama dengan Ibu tirimu itu, diluar sana ada banyak wanita tulus dan baik-baik seperti rena contohnya"


Bintang hanya menganggukan kepala lalu berdiri berjalan keluar dari ruangan itu menuju basement parkiran mobilnya.


Didalam mobil Bintang berdiam diri duduk menatap kosong arah depan, entah apa yang ada dipikirannya itu hanya Bintang yang tahu.




Anyoeng chingudeulllll....


jangan lupa like dan komennya ya..


kiss and hug from me.


S.E.Lina

__ADS_1


__ADS_2