Bintang Untuk Alika

Bintang Untuk Alika
5


__ADS_3

Di dalam apartemen Alika membersihkan dengan bersih di setiap sudut ruangannya itu. beberapa barang dibungkusnya dengan plastik besar agar tidak terkena debu, tak banyak yang perlu dibersihkan, boleh dibilang penyewa unit nya kemaren cukup menjaga kebersihan.


Dua jam berkutat dengan alat kebersihan sangat menguras tenaganya, ia mengumpulkan sampah menjadi satu dan ditaruh di dekat pintu, Alika akan mandi dulu dan menunaikan ibadah sholat maghrib dan isya.


Jam sudah menunjukan pukul 19.30, Alika baru keluar dari kamar apartemennya itu bersama membawa sampah yang akan ditaruh di ujung lorong khusus untuk sampah. dan setelah itu ia akan sekalian pergi mencari makan.


Ternyata tetangga dari unit sebelah juga membuka pintu dan akan keluar, Lelaki itu berpakaian rapi ya walaupun hanya kemeja hitam, celana jeans dan topi, Alika memperhatikan laki-laki itu lalu berkata dalam hati, "Keren"


Alika seolah tersadar, ia berdeham lalu membelakangi laki-laki itu dan berjalan menuju ujung lorong seolah dia tak perduli padahal jantungnya berdetak tak karuan.


Usai menaruh sampah di ujung lorong jalan, Alika memasuki lift didalamnya juga ada laki-laki tadi.


Alika masuk kedalam lift lalu menekan tombol ground, ia akan makan di restoran apartemen yang ada disini saja. Baru saja lift menutup perut Alika sepertinya tak bersahabat, karena tiba-tiba berbunyi "Kruyuk"


Alika menundukan kepalanya lalu berkata dalam hati, "Astaga kenapa sih nih perut bunyi pas banget didepan orang ganteng"


Bintang menahan ketawanya, lalu bertanya,


"Mau cari makan mbak??"


"hm.." jawab Alika singkat sambil mengangguk.


"Saya mau ke restoran, saya mau diner bareng mamih dan adek saya, mau bareng gak?" tanya Bintang. entah apa yang merasuki Bintang biasanya dia akan acuh terhadap wanita disekitarnya, tapi ini seakan mulutnya tak tahan untuk berbicara kepada gadis didepannya ini.


Alika hanya melambaikan tangannya sebagai jawaban kalo dia menolak ajakan itu.


Pintu Lift sudah terbuka Alika berlalu begitu saja tanpa melirik Bintang, sedangkan Bintang hanya melongo mendapat acuhan seperti itu.


Alika menuju restoran yang ada di apartemennya itu memesan beberapa makanan, sembaru menunggu makanannya datang ia mengecek handphone nya ada panggilan tak terjawab dari Ibu, Alika menelpon balik Ibunya,


"Halooo,Assalamuallaikum,


Ibu telepon ada apa, tadi Alika masih beres-beres"


"Wa'alaikum salam, gapapa sih nduk, pengen telepon aja" jawab Ibu.


"Gimana beres-beresnya?" tanya Ibu lagi.


"Alhamdulillah sudah selesai, Orang yang ngontrak kemaren juga kayaknya bersihan kok, Alika gak terlalu banyak bersihinnya" jawab Alika.

__ADS_1


"sudah makan?" tanya Ibu.


"Ini lagi nunggu pesenan dateng Bu".jawab Alika.


"Eh ini pesanannya datang Alika makan dulu ya, nanti telpon lagi Alika lapeeeer banget, Assalamuallaikum" ujar Alika.


Alika mematikan teleponnya dan langsung melahap makanannya, setelah makan nanti Alika berniat mampir ke mini market untuk membeli beberapa camilan karna kadang tengah malam ia suka kelaparan.


...******...


Di sebuah ruangan khusus terdapat beberapa orang yang sudah menunggu kehadiran Bintang.


"Kakakmu lama banget sih jar?" tanya Mami Indah.


"Gak tahu bu, tadi aku udah bilang jangan telat kok" jawab fajar.


"Coba telepon lagi gih" titah Mami.


"Paling sebentar lagi dateng Tan" ujar Anggi.


Disana ada Keluarga Bintang dan Keluarga Gilang, mereka akan merayakan Ulang Tahun Anggi yang ke 25 tahun.


Tak lama kemudian Bintang masuk, dia melihat kedua keluarga yang berkumpul. ada kue tart dengan angka 25 diatasnya, di dalam hatinya ia bertanya siapa yang berulang tahun? Entahlah ia tak mau ambil pusing, Bintang akan makan terus pulang.


"Sorry telat Om Tante, biasa traffic lagi padet-padetnya kalo weekend gini" ucap Bintang tanpa basa-basi.


"Ya ga papa nak Bintang". ujar papa Gilang.


"Ada acara apa ini kok ada kue segala?" tanya Bintang dengan Polos.


"Anggi Ulang Tahun Tang, kamu gimana sih biasanya juga kan kita nyari kue sama-sama buat nih bocah” ujar Gilang.


" Bocah apanya, aku udah 25 tahun ya bang" elak Anggi.


"Oh Sorry, aku lupa karna terlalu fokus ngurusin cabang baru yang mau buka,kamu juga sih kenapa gak ngabarin tahu gitu aku beli kado dulu" ucap Bintang.


"Ya udah acaranya dimulai aja ya" ujar Mama Gilang.


Mereka merayakan Ulang Tahun Anggi secara khidmat karna memang hanya keluarga terdekat yang hadir. mereka bersenang-senang, tertawa dan saling menggoda selama acara berlangsung, sampai saat Papa Gilang mengatakan sesuatu yang membuat keadaan langsung menjadi sunyi, " Bintang, Om berniat menjodohkan Anggi dengan kamu, mami kamu juga setuju, Anggi juga oke dengan keputusan Om, Gimana kalo kita cari tanggal untuk pertunangan kalian".

__ADS_1


Setelah Ucapan Papa Gilang, Anggi menunduk tersenyum malu, Gilang menutup matanya terlihat kesal dengan ucapan papanya, pantas saja merayakan ulang tahun Anggi bersama keluarga Bintang segala, Sedangkan Bintang yang memegang sendok dan garpunya langsung menaruhnya dengan sedikit hentakan hingga terdengar suara kemlentang,


" Perjodohan? maaf saya gak minat, saya nolak perjodohan ini" ucap Bintang dengan tatapan tajam mengarah kepada papa Gilang.


" Tapi kamu punya hutang budi sama Keluarga Om, kamu gak ada alasan buat nolak perjodohan ini Bintang" Ucap Papa Gilang.


"Dari awal dulu saya tidak mau menerima bantuan Om, tapi om sendiri yang memaksa dan berjanji tidak akan mengungkit atau meminta balasan agar Bintang menerima bantuan dari Om" ucap Gilang.


"Sekali lagi saya gak berniat buat perjodohan ini, Terima kasih atas makan malamnya". Bintang langsung pergi dari ruangan Restoran itu.ketika di ujung pintu Bintang menoleh lalu berkata "Bintang kecewa sama Mami".


Bintang meninggalkan Restoran bintang lima itu, menuju ke apartemenny


Sedangkan orang-orang yang masih ada di dalam masih terdiam, Anggi terlihat menitikan air matanya atas penolakan Bintang tadi.


"Astaga, mikir gak sih kalian, Vero yang sahabatan sama Bintang dari jaman SMP aja dia tetep gak mau deket-deket, apalagi sama Anggi yang cuma adek aku, dan kamu Nggi, jangan kamu pikir aku gak tahu ya kalo kamu yang minta ke Papa buat jodohin kamu sama Bintang?? Bintang gak bakal ngelirik kamu sampai kapanpun" ucap Gilang panjang lebar dengan kesal.


Gilang berdiri dari duduknya lalu pergi k


" Sudah Gilang pamit, Gilang mau istirahat besok bakalan ada meeting di divisi design" ucap Gilang sambil undur diri.


Mami Indah hanya terdiam merasa berslah karena tak menanyakan dulu perihal perjodohan ini pada Bintang.


" Mas Chandra, Mbak Tika saya minta maaf kayaknya perjodohan ini gak bisa diteruskan" ucap Mami indah.


" Saya terlalu bodoh mengambil keputusan tanpa bertanya pada Bintang, padahal saya tahu betul apa penyebab trauma Bintang"


" Anggi, Tante minta maaf ya, tante gak bisa ngabulin permintaan Anggi untuk bisa jadi Isteri Bintang, sekali lagi maaf" Ucap Mami Indah sambil menangis.


" Gapapa tan, Bang Gilang sama Mas Bintang juga pasti kecewa banget sama Anggi" ucapnya sambil terisak.


Acara ulang tahun yang harusnya meriah itu berakhir dengan tangisan karna acara perjodohan itu, Sungguh Klise sekali.




Holaaaaa...


jangan lupa like and supoortnya ya..

__ADS_1


Kiss and Hug


S.E.Lina


__ADS_2