
Alarm yang nyaring terdengar di telinga Alika,, Handphonenya pun juga sudah melantunkan adzan pertanda sudah waktunya Sholat Subuh.
Alika bergegas bangun langsung menuju kamar mandi membersihkan dirinya lalu akan melangsungkan sholat subuh, setelah itu ia akan tidur lagi.
Matahari terlihat sangat terik sehingga membuat cahaya yang mengintip di sela jendela mengganggu mata Alika, Alika mengecek handphone nya ada beberapa chat dari kakaknya menanyakan pulang jam berapa dan blablabla lainnya, menutup handphonenya Alika memasuki kamar mandi.
Alika sudah berbenah diri bersiap akan pulang ke rumah,tapi sepertinya dia perlu mampir untuk makan dulu perutnya sudah keroncongan.
Alika keluar kamar dan akan pergi keluar tapi didepan pintu kamarnya ada bungkusan hitam dengan sebuah note yang tertempel, Alika membacanya "Terima Kasih atas Konser Gratisnya tadi malam, Tetangga Sebelahmu".
Alika beroh ria, rejeki pagi hari pamali buat ditolak, Alika masuk kembali kedalam unitnya membuka bingkisan itu ada menu makanan bento.diincipinya masakan itu, dan berkata "Ehm enak banget"
Alika sangat lahap memakannya hingga habis tak gersisa sedikitpun, dalam hatinya berkata, "Ini pesen dimana ya?? enak banget!!!"
Sepertinya dia akan langsung pulang dan tak akan mampir lagi karna perutnya sudah kenyang karna makanan gratis dari tetangga sebelahnya itu.
Mengingat Konser Gratis, itu karena Alika sedang gabut akhirnya ia mengambil gitar milik penyewanya dulu yang tertinggal menyanyikan beberapa lagu sampai akhirnya ia mengantuk dan mengakhiri konsernya. lelaki itu sepertinya beruntung mendengar suaranya dengan gratis,biasanya ditempat karaoke para abang-abang itu harus membayar 250 ribu per jamnya.
Kelar dengan pemikirannya Alika melangkahkan kakinya keluar, Ia akan pulang ke rumah dan menghabiskan waktu selama tiga bulan ini bersama Ibunya sebelum harus kembali menjalani rutinitasnya.
Alika mengambil Sticky Note didalam tasnya lalu menulis "Terima Kasih Bento Gratisnya, Masakannya Enak" ujungnya diberi tanda jempol. Alika menempelkannya pada pintu tetangganya itu.lalu berlalu pergi menuju ke rumahnya.
...******...
Bintang memasuki kafe dan langsung menuju ruangannya. ia mangambil gagang telepon dan langsung mendenial telepon fajar.
"Jar, kesini buruan" ucap Bintang dan langsung mematikan teleponnya itu.
diseberang sana fajar sudah mengomel dan kesal setengah mati tumben-tumben kakaknya itu memanggilnya sepagi ini.
"Kemana jar?" tanya salah satu karyawan bernama Alghi itu.
"biasa,kemana lagi, panggilan ke lantai dua" jawabnya sambil mengerucutkan bibirnya.
Alghi hanya mengangguk sebagai jawaban tapi juga prihatin ada apa gerangan bosnya itu memanggil fajar sepagi ini. ya semoga saja fajar selamat dari amukan bosnya itu pikirnya sambil mengendikan bahunya.
Fajar mengetuk pintu dan langsung masuk ruangan kakaknya itu.
"Ada apa mas? ini masih pagi lho? bahkan aku aja belum kelar ngurutin daftar belanjaan dapur" tanya Fajar.
"Bantuin aku jar" titah Bintang.
__ADS_1
"Aneh deh,gak biasanya juga, Mas Bintang sehat kan??" tanya Fajar sambil mengarahkan tangannya ke dahi kakaknya itu.
"Gak panas kok" ucap fajar dengan bingung.
"Apa sih? orang aku minta bantuan tapi kamu kok kaya gitu!" ujar Bintang.
"Bantuan apasih?? kalo bisa pasti aku bantuin" tanya Fajar.
"Cariin judul lagunya,mau aku taruh di playlist spotify ku" jawab Bintang alasan.
" lagunya gimana?" tanya.
"Yang pertama nih "All my love is goooooone " gitu" jawab Bintang
"Ah itu mah gempil,itu mah Rose - Gone". jawabnya
"Ada lagi?" tanya Fajar.
Bintang hanya menganggukan kepalanya, Alika memang hanya menyanyikan satu buah lagi sisanya hanya petikan gitar saja.
Bintang mengeluarkan ponselnya memberikan pada gilang untuk mendengar petikan gitar itu.
Loser - Bigbang
"Buset dah lagunya patah hati semua, semalem abis nolak Anggi kamu galau Mas?" tanya Fajar.
"Apasih udah sana pergi,, udah selesai urusan, sana lanjutin kerjamu" jawab Bintang sambil senyum-senyum sendiri melihat ke arah ponselnya itu.
Fajar pergi meninggalkan ruangan kakaknya itu tapi sambil berpikir didalam hatinya terus bertanya-tanya kenapa tiba-tiba kakaknya menggandrungi lagu kpop yang selama ini dibencinya, bahkan fajar sering diamuk gara-gara menyetel lagu itu memakai speaker.
entahlah Fajar tak mau ambil pusing lagi.
Sedangkan didalam ruangan Bintang mencari satu-satu lirik dan terjemahannya dua lagu tadi. menghafalnya sedikit-sedikit sambil menyanyikan hingga waktu makan siang tiba.
Bintang turun ke lantai bawah menuju ke dapur ia minta dibuatkan sop iga sapi dan es jeruk, ia minta diantarkan didepan aja, Bintang ingin makan di kafenya sekalian lihat pelanggan kafe, setelah itu menuju ke ruangan staf ia membuka recorder di ponselnya meminta Alghi untuk menyalin dan menyetel recorder itu selama ia makan didepan.Fajar disebelahnya hanya melirik kakaknya yang agak aneh dan berbeda hari ini.
Bintang duduk didepan, dihadapannya sudah tersedia Nasi, Sop Iga Sapi dan juga es jeruk ia langsung memakannya dengan hati yang senang karna mendengar suara perempuan itu didalam hati Bintang membatin "Alika Pramudya”.
__ADS_1
Selama makan Bintang selalu senyum-senyum sendiri hingga membuat beberapa karyawan yang melihatnya terkesima, karna baru kali ini melihat bosnya itu tersenyum begitu lebarnya.
bahkan fajar harus keluar melihat sendiri keanehan kakaknya itu karna tak percaya apa yang dikatakan karyawan lainnya, Fajar bertanya-tanya didalam hatinya apa yang membuat kakaknya itu begitu bahagianya??senyum terakhirnya adalah ulang tahunnya yang ke 15 dan setelah itu Fajar tak pernah melihat kakaknya itu tersenyum bahagia dengan tulus seperti itu. "apa dari suara recorder cewek ini ya??ah ya pasti ini!!! tadi abang nanyain judul lagu persis sama track ini?" batin fajar.
"Kayaknya Mas Bintang nemu cewek yang bisa hilangin pobianya ke cewek deh, sepertinya nanti malam aku perlu berbagi cerita ke ibu deh, eh jangan kayaknya ke mas gilang lebih asyik" ujar Fajar dengan wajah cengengesan nya itu.
Selesai makan Bintang langsung masuk ke ruangannya, mengecek laporan dari cabang lewat email lalu menelpon kepala cabang kafenya itu.
"Abis ini saya kesana mau ngecek anak-anak, bapak diem aja ya kan gak ada yang tahu saya selain pak Nardi"ucap Bintang di telepon.
"iya mas, saya tunggu" ucap Pak Nardi si kepala cabang.
Bintang menutup teleponnya dan bersiap-siap menuju kafe cabang kenjeran itu.
Bintang turun ke bawah dan bilang pada Alghi selaku Kepala Toko kalo dia akan mengunjungi kenjeran dan langsung pergi keluar kafe itu.
Tak berselang lama 30 menit perjalanan Bintang sudah sampai di kafe cabang kenjeran menyamar sebagai pelanggan memesan beberapa menu makanan. tidak buruk pelayanannya cukup baik meskipun ada yang perlu ditingkatkan lagi dalam masalah penanganan konsumen.
Bintang menelepon Pak Nardi mengatakan bahwa ia sudah didepan dan lagi makan. tak berselang lama Pak Nardi langsung mendatangi Bintang,berbincang banyak hal.
Setelah itu Pak Nardi mengajak Bintang masuk ke ruangannya untuk memberikan rincian tentang kafenya itu. sedangkan beberapa karyawan tampak sedikit pucat saat tahu pemilik kafe ini sepertinya datang untuk menilai mereka.
Tak butuh waktu lama, Bintang selalu senang atas kinerja Pak Nardi mengelola Kafe Cabangnya ini, Bintang hanya memberi arahan tentang karyawan yang tak mau menangani masalah yang bukan bagiannya, padahal disini itu satu kesatuan kalau ada apa-apa pasti nama baik kafe juga yang kena, Pak Nardi juga berjanji akan mendisiplinkan lagi karyawannya.
Bintang pulang ke Apartemennya, ia berjalan ke unitnya. sesampai di depan pintu ia melihat sticky note membacanya lalu mengambilnya dengan tersenyum.
Hati Bintang sangat bahagia hari ini.
assalamuallaikum....
anyyoeng chingudeullll...
update lagi ini..
pumpung si bayik gak rewel..
Kiss and Hug..
__ADS_1
S.E.Lina