
Dengan wajah yang memerah menahan marah Bintang berniat menemui Alika, namun belum sampai menemuinya Alika sudah berada dalam pelukan seorang pria tua, Bintang langsung mundur dan bersembunyi dibalik dinding pembatas.
"Weh, Papiii tambah keren deh, pantes madam terkeong-keong sama papi" Ucap alika pada lelaki itu.
"Bisa aja kamu dys, kurang sebulan lagi ya kamu disini, bakalan kangen sama kamu" jawab laki-laki itu.
"Iya nih Pi,, Gladys juga bakalan kangen berat sama Papi, Soalnya siapa lagi yang belain Gladys kalau madam lagi marah, hehehehe.. Insha Allah pemasukan aku lagi kenceng-kenceng nya Pi, kata madam sih kurang limapuluh jutaan, kalo aku bisa dapet VIP Room dua minggu ini, kontrakku bisa selesai cepet, aku bisa pulang dan nikmati hasil usahaku sama kakak iparku, kemaren dokter Dava juga bilang Pi konselingku ada kemajuan" jelas Alika pada laki-laki itu.
Bintang mendengarkan perkataan Alika, seketika wajah marahnya tadi emosi dan marah berubah jadi pias, Bintang langsung menghela nafasnya dan menyenderkan punggungnya ke tembok yang ada dibelakangnya.
"Apa perlu aku lunasin dys?? tapi kamu jadi isteri kedua ku, gimana?? goda papi dengan menaikkan alisnya.
"Ngaco deh, emang berani sama madam" ejek Alika balik.
"Aku minta doanya ya Pi, semoga dua minggu ini dapet tamu VIP, Aku masuk dulu ya pi, mau makan terus kerja lagi" ucap Alika melambaikan tangannya dan ia berjalan menghilang dari sana.
Bintang keluar dari persembunyiannya, ia tak menemukan keberadaan Alika ditempat tadi begitu juga pria tua itu, Bintang mendengar semua percakapan Alika dengan lelaki yang dipanggil papi itu, mungkin dia germonya pikir Bintang.
Bintang memutuskan keluar menuju kasir memesan room, ia harus bertemu dan berbicara dengan Alika.
...******...
"Small Room, Medium, Large atau VIP kak? tanya sang kasir dengan tersenyum.
"Bedanya Large sama VIP apa ya?" tanya Bintang pada sang kasir.
"Sama, tapi VIP ada private roomnya didalam" jelas perempuan itu.
"Oke kalo gitu VIP" Jawab Bintang. "Saya mau pesan LC, pesannya disini juga atau beda?? tanyanya pada perempuan didepannya itu.
"Masuk aja lalu belok kiri nanti ada orang yang mengarahkan" jawab perempuan itu dengan tersenyum sambil mengembalikan kartu Bintang.
"Terima Kasih" jawab Bintang.
__ADS_1
Bintang memasuki ruangan khusus LC seperti yang ditunjukan tadi, dilihatnya tapi ia tak menemukan wajah Alika disana, Bintang tersenyum miring "Saya pesen Gladys ya" ucap bintang kepada wanita menor didepannya itu.
"Maaf Bang, disini gak ada LC yang namanya Gladys" ucap wanita itu.
Bintang mendekati madam lalu berbisik "Tolong kirim Alika Pramudya keruangan saya" sambil menyerahkan kartu debitnya beserta nota tertulis ruangan VIP Tulip "Dua minggu, hari ini disini, tapi mulai besok diluar"
Tubuh Madam menegang kaku, Laki-Laki itu tahu nama panjang Alika, itu berarti ia orang terdekatnya, karna nama Gladys adalah nama yang dibuatnya untuk Alika selama hampir tujuh tahun bekerja disini. Awalnya madam ingin menolak tapi ia berpikir Gladys butuh VIP ini buat nyelesaiin urusannya sama Pak Martin.
Madam tersenyum lalu menjawab "Oke, tapi Gladys masih di room mungkin satu jam an lagi, gimana?"
"It's oke, saya tunggu" jawab Bintang lalu pergi.
Madam menginput keuangan di catatan kerja gladys lalu disana tertulis, Hutang Alika tujuh tahun lalu tertulis hampir dua milyar perlahan tapi pasti sekarang menjadi angka nol.
Baru saja Alika sampai diruangan LC, Madam menyuruhnya untuk masuk ke ruangan Tulip seorang diri, sebenarnya Alika merasa janggal ruangan VIP biasanya berisi banyak orang dan biasa memesan dua atau tiga orang LC, tapi Alika tidak memikirkan itu, ia hanya tahu dia dibooking sampai dua minggu, wah rejeki nomplok nih pikirnya. itu artinya dia akan semakin cepat pulang ke surabaya.
Alika memasuki ruangan yang bertuliskan VIP Tulip room dengan senyum bahagianya, namun Baru saja menutup pintu tubuh Alika menegang kaku ketika mendengar suara laki-laki itu.
Alika menghela nafasnya lalu berjalan menuju Bintang, masih dengan senyumnya ia duduk disebelah Bintang, bagaimanapun Alika harus profesional.
Alika meneguk minuman yang sudah ada di meja lalu menoleh kepada Bintang,
"Kayaknya Allah sengaja banget ya nunjukin ke kamu langsung sama sesuatu yang aku jaga dan simpen rapet-rapet, bahkan Ibu aja gak tahu aku kerja begini selama tujuh tahun ini" Ujar Alika dan kembali menyesap minumannya.
"Entah kamu tahu darimana aku kerja disini, atau memang udah jalannya kali ya??" Ucapnya lalu tertawa.
"Aku akan tetep profesional selama dua minggu ini nemenin kamu seneng-seneng disini, So, Bintang kamu mau nyanyi lagu apa?" Ucap Alika lalu berdiri berjalan menuju layar memilih lagu.
Bintang masih bergeming,,,
"Service apa yang aku dapet jadi tamu VIP kamu selama dua minggu?" tanya Bintang pada Alika masih dengan suara rendah dan paraunya.
Alika menoleh tersenyum lalu menjawab "Gak ada yang special cuma nemenin nyanyi dan ngobrol-ngobrol aja sih".
__ADS_1
"Service lainnya?" tanya Bintang lagi sambil menuangkan minuman kedalam gelas lalu meminumnya..
Alika menggeleng, merasa ada yang salah Alika duduk kembali disebelah Bintang berkata "Kayaknya kamu salah milih LC deh, harusnya kamu milih LC plus-plus yang ada di kaca aquarium depan, pelanggan baru gak akan ada yang tahu kalo ada LC yang namanya Gladys, rata-rata pelanggan ku itu orang bawaan Madam atau papi yang memang notabenenya tahu aku gak melakukan service apapun itu"
"Jadi kamu beda sama yang lainnya gitu??? bukannya kerjaannya sama aja ya?? aku pengen service kayak LC lain, tapi aku maunya sama kamu" ucap Bintang menatap mata Alika.
Alika memutar bola matanya lalu berdiri, baru saja Alika akan berjalan ke luar ruangan tapi tangannya ditarik oleh Bintang sehingga ia terduduk diatas Bintang.
"Kamu bilang kalo kamu beda dari LC lain, kalo gitu kamu buktiin dong kalo kamu beda sama LC lain, kamu buktiin emang kamu gk pernah nawarin service plus-plus ke pelanggan kamu" Ucap Bintang sedikit menggeram.
"Gila kamu!!!" balas Alika akan berdiri namun tubuhnya ditahan oleh Bintang.
"aku cuma mau pembuktian L" jawab bintang.
"Terserah kamu percaya atau nggak intinya aku gak kayak LC yang lain, pembuktian apa?? Bullshit tahu gak?? Aku bakal ganti uang kamu" Ucap Alika lalu berdiri berniat untuk pergi dari ruangan itu.
"Percuma kamu pergi, aku udah request ke kasir minta buat kunci ruangan ini dari luar sampe jam karaoke tutup" ucap Bintang.
Alika yang tidak percaya dengan ucapan Bintang lantas memegang kenop pintu berniat untuk membukanya, namun hasilnya nihil, ruangan ini benar-benar dikunci dari luar.
Seketika tubuh Alika merosot kebawah lemas, pikirannya sudah yang tidak-tidak karena Bintang meminta bukti kalau memang dia tak pernah memberikan service plus-plus ke pelanggan yang selama ini dilayaninya. Apalagi Bintang sampai memesan ruangan VIP yang jelas-jelas ada private room didalamnya. ingatannya berputar menuju kejadian tujuh tahun lalu.
Bintang menatap Alika tajam, Awalnya ia tidak bermaksud untuk meminta perihal aneh-aneh, ia hanya ingin meminta penjelasan dari Alika kenapa bisa sampai terjerumus menjadi wanita malam?? apalagi Bintang sudah mendengar sendiri percakapan Alika dengan lelaki tua tadi, entah kenapa ia lepas kontrol hingga membuat orang yang disukainya itu tampak tak berdaya saat tahu pintunya di kunci, masalah pintu di kunci pun sebenarnya ia hanya request minta dikunci dari luar hanya dua jam, karna takut Alika lari ketika tahu kalau tamunya adalah dia, sungguh ia tak tahu dengan kelakuannya kali ini sangat tidak sinkron antara hati dan pikirannya, mungkin pengaruh minuman ini..
Update gaesss...
Kiss and Hug
S.E.Lina 💛
__ADS_1