Bintang Untuk Alika

Bintang Untuk Alika
25


__ADS_3

Tubuh Gadis ayu itu menegang, ia bertanya-tanya bagaimana Bintang tahu tentang sebagian dari dirinha,, Gadis itu langsung mendapat lampu hijau lalu berbicara di dalam hati "Ahhhh, pasti Madam yang kasih tahu nih".


Mendengar Bintang yang mengenal sosok Maudy dengan otomatis manik kelam itu menatap balik mata Bintang dengan sendu.


"Hapus" Titahnya.


"Ogah" jawab Bintang.


"Please HAPUS!!!!" Titahnya lagi dengan sedikit merengek.


Bintang menggeleng sebagai jawaban menolak untuk menghapus.


Maudy tak menanggapi lagi ia bergeming melihat ke arah depan dengan tatapan kosong.


Bintang melihat perempuan disampingnya itu terdiam tak berbicara apapun. Ia melakukan hal yang sama. melihat sorot mata yang berbeda itu adalah cara Bintang membedakan Alika dan Maudy. Mata Alika akan memancarkan begitu banyak kebencian oada dirinya, sedangkan mata Maudy terlihat begitu banyak kesedihan.


"Maudy,,, aku awalnya gak pernah tahu kalau ada kamu yang tinggal di bagian terdalam diri Alika, cuma aku selalu membandingkan omongan kamu yang plin plan, kamu pingin kita cuma temenan biasa kayak kamu temenan sama kumpulannya Kia, tapi nyatanya kamu selalu ngerespon segala bentuk perhatian yang aku kasih",


"Kadang kamu nerima makanan yang aku kirim, kadang juga kamu balikin ke kafe, aku pikir kamu gak suka menunya, tapi semalem madam bilang ada kamu didalam diri Alika, kamu hanya muncul saat jadi Gladys, Madam mikir Alika itu polos, sedangkan Gladys adalah Maudy yang pintar dan licik, aku hatus hati-hati sama kamu",


"Tapi setelah aku lihat tatapan kamu sama Akika menurutku sebaliknya, Alika adalah gladys, sedangkan Maudy adalah jiwa yang dibuat oleh Alika sebagai bentuk tanggung jawab atas segala perbuataan dia, Kamu adalah bentuk rasa penyesalan, rasa kecewa yang dipendam sama Alika",


"Jadi aku bisa gak minta tolong ke kamu buat berhenti untuk bertanggung jawab atas apa yang Alika lakukan, Alika harus belajar nerima dirinya sepenuhnya atas apa yang terjadi sembilan tahun lalu",


Bintang menoleh menatap wanita disampingnya terlihat mengalirkan air mata namun tanpa isakan, lalu ia mengubah duduknya ke arah perempuan itu,


"Kamu mau nangis kan??? ya udah nangis aja, keluarin semua air mata yang kamu kubur dalam-dalam itu, setelah itu hilangin semua kesedihan kamu agar kamu gak perlu lagi keluar, agar Alika bisa memulai bertanggung jawab sendiri tanpa mengikutsertakan kamu",


Tak lama suara tangis menggema, tubuh rapuh itu luruh di dada Bintang, ia menutupi wajahnya menangis tersedu-sedu, Bintang memeluk tubuh itu lalu mengelus punggungnya untuk menenangkan Gadis itu.


Gadis itu membuka tangannya lalu berbicara " Alika gak salah, dia hanya terlalu marah, terlalu kecewa sama orang yang dia kagumi, dia anak yang baik, dia begitu mengagumi sosok Om Ikhwan dan Tante Lastri, tapi semenjak tahu semua drama kebohongan yang mereka pasang, dia memutuskan buat nyampurin minuman Om Ikhwan sampai harus kecelakaan, bahkan Astro, dia sangat mencintai laki-laki itu, tapi dia nipu Alika, sampai ingin memperkosanya, Alika marah makanya dia sampai berbuat kaya gitu, aku.. aku... gak bisa pergi,, aku takut dia bakal ngelukain hal yang bahaya saat ketrmu tante Lastri, aku.. aku...


Ucapan Gadis itu terhenti, Bintang melihat dengan berbagai sorot mata seakan Alika berusaha untuk masuk, tapi Bintang berbisik ditelinga Gadis itu,


"Jangan biarin Alika ambil alih untuk sementara waktu, paksa dia untuk tidur dulu Maudy, kita harus bicara".


"Aku..aku.. gak mau Alika berurusan dengan hal seperti itu lagi, kalau aku pergi gimana saat Alika mau melampiaskan rasa bersalahnya, aku gak mau pergi". lanjut gadis itu saat bisa mengontrol dirinya.


"Kamu salah,, Alika akan bisa melampiaskan rasa kecewa dan penyelasannya ketika kamu pergi, selama kamu masih menganggap diri kamu pahlawan buat Alika, maka seterusnya akan seperti itu, Alika akan selalu berbuat jahat ketika ia merasa marah, jadi aku mohon kamu ngerti!!!" jelas Bintang

__ADS_1


"Apa harus???" tanya gadis itu.


"Ya" jawab Bintang


Gadis itu menatap Bibtang ragu lalu setelah itu mengangguk, "Demi Alika" Ucap Bintang singkat dan dijawab anggukan lagi oleh Gadis itu.


"Kamu mau aku bantu??" tanya Bintang.


"Ya, tolong bantu aku" jawab gadis itu, sedangkan Bintang hanya tersenyum lalu memeluk erat perempuan yang ada dipelukannya itu.


"Maudy pejamin mata kamu sebentar, dengerin aku bicara ya" pinta Bintang dan langsung diturutin oleh gadis itu.


"Kamu gak pernah ada didalam diri Alika, kamu hanya perasaan yang dibuat oleh Alika ketika merasa bersalah, gak ada yang namanya Maudy, itu cuma angan-angan, kamu sebenarnya adalah Alika, Alika yang sebenarnya, Maudy itu hanya sebuah perasaan, bukan jati diri, Kamu Alika Pramudya yang sebenarnya",


Bintang melihat gadis itu meneteskan air matanya tanpa henti, Ia memeluk gadis itu, lalu berkata "Al,,, masih mau nangis?? Hmmmm???" Alika mengangguk sebagai jawaban.


"Kalo gitu terusin" titah Bintang sambil mengelus punggung Alika.


Alika tersadar mendorong tubuh Bintang lalu berteriak, "Dimana dia?? Kamu apain dia?? kenapa aku gak bisa ngerasain??".


Bintang mengedikan bahunya lalu menjawab "Daritadi yang disini kan aku sama kamu Al,, siapa dia yang kamu maksud??".


"Bin, apa yang kamu lakuin ke dia??? balikin dia,, aku butuh dia" Pinta Alika pada Bintang sambil memukul dada bidang milik Bintang.


"Apa sih yang kamu omongin hmmm??? tanya Bintang sambil memeluk Alika.


"Daritadi yang disini itu cuma kita lhooo, kamu curhat dan cerita banyak sampai termehek-mehek, liat nih baju aku basah" Ujar Bintang.


"Udahan yuk nangisnya, jelek tahu!!!" ejek Bintang.


Alika yang masih menangis seolah kehilangan separuh dari dirinya, "Kenapa kamu bisa hilangin dia dalam sehari Bin?? padahal dokter Dava selama tujuh tahun ini selalu gagal" tanya Alika dengan terisak-isak.


"Karna aku cinta kamu Alika, perasaan aku ke kamu sampai kedalam hati kamu yang paling dalam, jangan takut buat menyesal atau menangis, kalo kamu marah sini peluk aku" Ucap Bintang lalu menelantangkan tangannya dan disambut oleh Alika.


Bintang tersenyum lalu mengangkat Alika di pangkuannya "Sudah, yuk kita langsung ke kosmu aja katanya mau beres-beres, belum nanti pamitan sama Dias, kamu juga kan harus pamitan sama Dokter Dava, dia sudah ngerawat kamu selama tujuh tahun ini ya walaupun gagal sih".


Alika tersenyum tersipu malu melihat posisinya dengan Bintang saat ini, dia selalu terpesona akan Bintang yang rupawan, namun ia selalu menatap benci ke arah Bintang sebagai pertahanan agar tidak terkeyong-keyong oleh pesona Bintang.


"Al... berarti hari ini kita resmi pacaran ya??" tanya Bintang.

__ADS_1


"Apaan, gak ada ya kita cuma temen tahu gak sih" tolak Alika.


"Mana ada temen model duduknya pangku-pangkuan gini? malah kita tadi tidurnya peluk-pelukan gitu,,hayoo??" tanya Bintang lagi.


Alika langsung berdiri lalu membenarkan rambut serta wajahnya yang bisa dikatakan jauh dari kata baik dan berkata,


"Gak ada gitu-gituan, tadi khilaf, kan tidur jadi gak sadar".


Bintang yang gemas akan sikap Alika menarik tangannya sehingga terduduk kembali dipangkuannya, lalu berbisik ditelinga Alika


"Fix hari ini kita pacaran, aku udah update di story soalnya".


Alika yang kaget otomatis melototkan matanya,


"A.....


Ucapan Alika terhenti ketika Bintang mengecup bibirnya.


Bintang begitu gemas dengan Alika ia mengecup singkat bibir Alika, seakan tidak mendapat penolakan Bintang memperdalam nya dengan pelan tanpa menuntut, namun siapa siapa sangka Alika membalas cumbuannya.


Mereka berhenti ketika Alika merasa kehabisan nafas,


"masih mau bilang gak sadar??" tanya Bintang.


Alika tersipu menundukan kepalanya bersembunyi diceruk leher Bintang.


Bintang tersenyum lalu berkata,


"I Love You Alika Pramudya".




Perjuangan banget buat update hari ini karna migran tiba-tiba kumat.


selamat membaca Chingudeul...


Kiss and Hug

__ADS_1


S.E.Lina 💛


__ADS_2