
Setiba dirumah Alika meletakkan dessert yang dibawakan oleh Bintang tadi dimeja dapur, disana terlihat ada Lina yang sedang makan martabak, harap dimaklumi busui suka laper tengah malam.
"Katanya nginep di Valerie?" tanya Lina.
"Males aja, tiba-tiba mood berantakan" jawab Alika.
Lina hanya mengangguk-nganggukan kepalanya pertanda paham, lalu membuka bingkisan dessert yang dibawa Alika tadi dan berkata "Apa nih?".
"Dibawain sama Tuan Rumah mbak, nih makan aja busui perlu makan banyak kan? ujar Alika.
Awalnya Lina hanya mencicipi satu tapi lama-kelamaan ketagihan dan terus memakan berbagai kue yang ada di box, Lina baru berhenti ketika Tama yang baru masuk bertanya "anak-anak udah tidur?".
"Udah, tadi adek sempet kebangun waktu kamu berangkat tapi udah tidur lagi" jawab Lina.
"Mbak, Mas Tama aku masuk kamar dulu ya" ujar Alika dan hanya dibalesi anggukan oleh sepasang suami isteri itu.
Alika memasuki kamarnya langsung merebahkan dirinya, ia menatap langit-langit kamarnya lalu membuka tas mengeluarkan ponselnya, banyak panggilan tak terjawab dari Kia and the Gank.
Dilihatnya lagi ada pesan dari Bintang,
"Terima Kasih 🤗"
Alika tersenyum namun tak berniat membalas. keluar dari room chat menuju ke Kia,
"Hati-hati Elle"
Alika hanya membalasnya dengan emot senyum.
Alika menaruh ponselnya didekat bantal lalu kembali menatap langit-langit kamarnya, ia mencoba menutup matanya, namun bayangan Bintang yang tersenyum saat ia bernyanyi tadi membayanginya. Alika membuka kembali matanya lalu menutupnya lagi, namun bayangan itu muncul kembali.
Alika menghela nafasnya lalu bangun dari tidurnya berjalan kearah jendela disana ada sofa yang memang di design Alika untuk bersantai atau membaca novel favoritenya, Ia duduk disana menghadap keluar jendela menatap langit malam.
Setelah beberapa jam menatap langit itu Alika merasa mengantuk, berjalan kembali ke arah tempat tidurnya ia menutup matanya dan langsung bergelung dengan mimpinya.
Keesokan siangnya kamar Alika sudah diketuki berulang kali dengan gaduh, ya siapa lagi kalo bukan Kia and the Gank yang datang ke rumahnya karna ingin meminta maaf pada Alika.
"Iiihh kok gak dibuka sih ki??" tanya Valerie.
__ADS_1
"Meneketehe" jawab Kia singkat.
"Apa langsung dibuka aja ya?" tanya Tiwi minta pendapat kepada teman-temannya.
"Ntar Lika tambah marah gimana?" Putri menanyai balik ke Tiwi.
"Eh, Iya ya?? Lika kalo marah serem" jawab Tiwi dengan ekspresi parnonya.
"Assalamuallaikum, Yuhuuuuu Alika ngambeknya jangan lama-lama dong, buruan dibuka pintunya" Ujar Valerie sambil mengetuk pintu.
Lina yang mendengar kegaduhan dari kamar sebelah otomatis berjalan keluar kamar, lalu melihat kamar sebelah yang sudah bergerombol empat orang "Oh temennya Alika" Ucap Lina dalam hati.
"Belum dibukain pintu?" tanya Lina kepada empat orang itu.
"Belum" jawab mereka berempat serempak dengan gelengan kepala lalu menunduk.
Mendengar itu Lina melangkahkan kakinya kemarak Alika mengetuk pintu lalu masuk ke dalam kamarnya, dilihatnya Alika yang masih terbungkus selimut bergelung dalam alam mimpinya. Lina berjalan kearah Alika lalu membangunkan adik beda rahim itu.
"Dek, tumben molor banget sih, udah jam setengah sebelas nih, udah mau adzan dzuhur, bangun gih" Ucap Lina sambil menggoyang-goyangkan tubuh Alika, namun respon yang didapat Alika justru malah menyelimuti dirinya menutup kepalanya.
"Ihhh...Bangun dek, heh putri salju buruan bangun, tuh empat kurcacimu nungguin, cepet bangun!!!! teriak Lina.
"Udah masuk aja, Alika nya masih ngantuk katanya baru bisa tidur jam tiga, nanti kalo adzan dzuhur aja baru bangunin" Ujar Lina dan dijawab anggukan oleh empat orang tersebut.
Kia and the Gank memasuki kamar Alika, "Gak ada yang berubah ya dari kamar Lika" ujar Putri dan dijawab anggukan oleh tiga orang lainnya.
Mendengar Handphone Alika yang berbunyi suara adzan, Valerie membangunkan Alika "Ka, adzan dzuhur kamu gak bangun?" tanyanya sambil menggoyangkan tubuh Alika.
Alika menggeliatkan tubuhnya lalu duduk dilihatnya empat orang temannya yang duduk anteng disofa. Alika pura-pura acuh kepada temannya lalu bangun berjalan menuju ke kamar mandi. setelah selesai dengan rutinitas mandinya ia akan pergi keluar kamar menuju ruangan mushola kecil untuk sholat namun ia berbalik, "Jama'an oh Jama'ah gak ikut sholat?" tanyanya pada teman-temannya yang otomatis langsung berdiri mengikutinya kecuali Valerie karna berbeda keyakinan.
Mereka melakukan Sholat Jama'ah di imami oleh si bocah berumur sepuluh tahun si Rasyid, kemampuan Rasyid ini didasari dengan kedisiplinan dari Orangtuanya, bahkan Rasyid sudah hafal 3 Juz Alquran.Alika sangat terheran ketika pertama kali di imami oleh Rasyid, Sungguh didikan yang perlu diacungi jempol.
Selesai sholat mereka kembali ke kamar Alika menemui Valerie yang sendirian dikamarnya, Alika duduk di kasurnya dan menyuruh teman-temannya untuk duduk didekatnya.
"Ngapain pada kesini?? kan gak ada jadwal pajama party dirumah ku?" tanya Alika.
"Ehmm itu kita mau minta maaf, maaf ya kemaren aku maksa kamu nyanyi didepan kerumunan, sorry aku gak maksud buat ngelakuin itu" Ujar Tiwi dengan menundukan kepalanya sebagai rasa penyesalannya.
__ADS_1
"Iya, kita juga minta maaf ya Lika, padahal kita tahu banget kalo kamu selalu kena panic attack kalo lagi nyanyi diatas panggung sendirian trus dikerumunin banyak orang, kamu sampe langsung pulang karna marah sama kita kan?? Lika kita minta maaf" ujar Putri.
Alika tersenyum lalu berkata "It's okey,,, aku gak marah kok sama kalian ada hal lain yang bikin aku gak nyaman aja dan pengen pulang secepatnya"
Alika mengatakan kejujuran memang bukan karna para kurcacinya ini yang membuatnya ingin pulang, memang ia sempat down, moodnya turun karna tiba-tiba harus diatas panggung sendirian diatas panggung, hanya saja Alika tak mungkin menceritakannya kepada mereka. kecuali Kia, dia sudah jelas tahu apa yang terjadi.
Alika memandang Tiwi yang masih menunduk memegang pipinya lalu mengangkat kepala Tiwi ke atas,
"Wi, aku boleh minta tolong? tanya Alika pada Tiwi.
"Apa??" tanyanya balik
"Tolong bilangin Bintang untuk tidak menaruh harapan ke aku, aku tahu dia punya sedikit perhatian ke aku, tapi itu bikin aku gak nyaman, kamu tahu sendiri kan apa pekerjaan aku? gak semua orang bisa nerima tanpa terkecuali bahkan Bintang sekalipun" jelas Alika.
"Tiga hari lagi aku balik Solo, harusnya kontrak ku dalam enam bulan udah habis, tapi karna aku pulang kesini tiga bulan jadi kontrak ku mundur enam bulan lagi dari besok" Ujar Alika.
"Secepet itu?? padahal kita belum pajamas partyan" Ujar Valerie.
"Kemaren malem?" tanya Alika balik.
"Gak jadilah wong kamu pulang, gak seru kalo gak ada kamu" jawab Valerie dan dijawab Cengiran oleh Alika.
"Oke kalo gitu kita shopping yuk ah gantinya semalem" Ajak Alika.
Dan para kurcaci langsung bangun bersemangat dari duduknya bersiap-siap pergi shopping.
Kiss and Hug
S.E.Lina 💛
maafkan kalo jarang update dan sering typo ya gaes karna aku lagi persiapan anak-anak sekolah daring.
__ADS_1
Daring Oh Daring.... 😌