Bintang Untuk Alika

Bintang Untuk Alika
18


__ADS_3

Alika sudah sampai di depan rumah Dokter Dava, belum juga memecet bel dipagar itu, sudah ada sosok imut dalam gendongan Dokter Dava yang membuka pagar.


"Kamu masuk dulu ya, Selvi lagi masak, nih chelsea aja dikasihin aku, kamu tahu sendiri serempong apa Selvi kalo kamu kesini" Ujar Dokter Dava dan hanya dibalesi senyuman serta anggukan oleh Alika.


Alika masuk ke dalam rumah itu dan langsung diarahkan ke dapur, seperti kebiasaan yang terjadi setiap kali Alika disini, meja makan itu penuh dengan aneka makanan.


"Udah dateng Ka?? sini-sini ayo skalian makan siang" Ucap Selvi lalu mengambil alih anaknya dari dokter Dava untuk ditaruh di kursi makan bayi.


"Buktinya aku udah disini lo mbak selvi" Jawab Alika pada selvi.


Sepasang suami isteri yang itu tersenyum melihat Alika,, "Ayo kita isi perut dulu baru mulai konselingnya,oke???" Ujar Dava sambil memakan makanan yang sudah disiapkan isterinya itu.


Alika tersenyum dan mulai mengambil makanan yang ada di meja.


Ketika mencicipi Cah Kangkung buatan Selvi ini, tiba-tiba Alika tersenyum mengingat makanan yang pertama kali dikirimkan Bintang saat itu adalah Cah kangkung dan Gurami bakar.


Sepasang suami isteri itu menyaksikan Alika yang tersenyum malu, mereka saling memandang dan ikut tersenyum.


Acara makan-makan telah usai, Alika sudah masuk kedalam ruangan dokter Dava, Ia selonjoran dikursi yang biasa ia gunakan saat konseling, tak lama kemudian Dokter Dava masuk ke ruangan itu dengan tersenyum.


"Everything good's Ka?" tanya Dokter Dava.


"Very Very Good" jawab Alika.


Konseling tentang trauma Alika yang berkepanjangan pun di mulai, Berbagai ekspresi Alika diruangan itu terlihat mulai yang tersenyum, murung, bahkan sampai marah.


Dokter Dava mengambil kesimpulan Alika masih sakit hati atas penolakan Ayah Kandungnya terhadap dirinya, bahkan dendamnya kepada tantenya itu masih tersimpan. hanya saja ia mulai mencoba membuka diri Alika hanya bilang "kan dokter sendiri yang bilang semuanya dimulai dari diri aku sendiri,selama aku gak mengijinkan luka ini pergi, maka dia akan menetap disini, dan selama itu masih terus terjadi konseling ini bisa berjalan sampe aku nenek-nenek nanti" ucapnya sambil menunjuk hatinya.


Dokter Dava membalasnya dengan senyuman dan anggukan, lalu ia bertanya pada Alika "terus tadi yang senyum-senyum waktu makan kenapa hayooo???, kamu gak bisa bohong sama aqu lho, tujuh tahun kamu konseling sama aku!!!.


Alika tersenyum lalu menjawab "ini mau cerita".

__ADS_1


"Dokter tahu apa yang bikin aku berani buat ngelepasin rasa sakit aku??" tanya Alika.


Dokter Dava hanya menggeleng sebagai jawaban ia tidak tahu.


"Ada seorang laki-laki yang deketin aku, dan aku ngelihatnya dia tulus, tapi dia punya trauma yang hampir sama kayak aku dok" jawab Alika.


Dokter Dava hanya merespon dengan menaikan alisnya.


"Dia punya trauma dengan seorang wanita PSK yang ngerebut papinya sampai ngelantarin dia sama maminya,karna trauma itu dia jadi seorang yang antis sama yang namanya perempuan, Dokter Dava tahu sendiri kan apa pekerjaan ku?? itu adalah salah satu ketakutanku, gimana saat dia tahu kalo aku adalah salah satu dari wanita yang sangat dibencinya?, dan yang kedua wanita PSK yang merebut Papi dari laki-laki yang aku sukai itu adalah orang yang sama dengan orang yang ngelantarin aku sampai aku harus kerja kayak gini, aku bingung Dok, hati ku memilih dia, tapi keluarga ku adalah salah satu penyebab trauma dia" jelas Alika panjang lebar.


Dokter Dava tersenyum lalu berkata "Ceritanya kamu sekarang lagi kasmaran gitu, akhirnya ada yang nyantol juga sama satu singa betina ini". Alika hanya membalasnya dengan cengiran.


"Allah menciptakan manusia berpasang-pasangan, kalo memang dia tulang rusukmu, dia mau menolak atau marah sekalipun dia gak ada hak buat menghakimi kamu, percaya deh pasti ada aja nanti alasan yang menyatukan kalian, Hati setiap orang gak ada yang tahu kecuali Allah" Ucap Dokter Dava.


"Saranku jalanin aja Ka, biarin dia tahu apa pekerjaan kamu, kita lihat gimana reaksi laki-laki itu" ucap dokter Dava.


"Kalo mau memulai sebuah hubungan semua itu dimulai dari kejujuranmu" lanjut dokter Dava.


"Gimana sama Elle?" tanya Dokter Dava.


"Dia hanya takut kejadian tujuh tahun yang lalu terulang lagi, dia berpikir laki-laki sama aja, pasti yang dicari yang begituan" ucap Alika.


"Boleh aku ketemu Elle??" tanya Dokter Dava.


"Ellenya gak mau, males Dokter Dava nanti cerewet" ucap Alika dan Dokter Dava tertawa keras.


"Ayolah, Elle" ujar Dokter Dava.


"Apasih Dok" Ucap gadis itu kesal yang membuat senyum di dokter Dava terbit.


"Kangen deh sama kamu" ujar Dokter Dava.

__ADS_1


"Kangen, kangen, noh isterinya isi urusin" ucapnya.


Dokter Dava tersenyum lalu berkata, "Apa kabar Elle??" tanya Dokter Dava.


"Good" jawabnya singkat.


"Gimana pendapatmu tebtang laki-laki itu?" tanya lagi dokter Dava.


"He's Good, but, semua laki kalau ada maunya pasti gitu semua kan?? aku sudah ngerasain yang namanya penghianatan dari yang namanya laki-laki sejak sembilan tahun yang lalu" cerca Gadis itu.


"Gak semua lho" ucap Dokter Dava.


"Gak perlu harus buka hati kamu, cukup kamu tunjukan jati diri kamu yang sesungguhnya dihadapannya langsung, maka disitu dia akan memilih tetap mengejar kamu, atau meninggalkan kamu, gak usah takut kalo trauma dia bakal makin parah, bukannya itu malah menyenangkan???" cerca Dokter Dava panjang lebar.


Gadis itu tersenyum miring menunjukan smirk seperti biasanya.


Tak terasa tiga jam didalam ruang konseling, akhirnya selesai juga, Alika berpamitan kepada dokter Dava dan Mbak Selvi lalu pergi dari rumah itu dengan Ojek, Si putih sengaja di tinggal Alika di Surabaya karna males rempong pengirimannya. jadi kemanapun Alika pergi Ia selalu naik Si Getjack itu.


Alika telah sampai ditempatnya bekerja, memulai hari demi hari selama enam bulan, Insha Allah ia sanggup, sudah tujuh tahun lamanya ia bekerja seperti ini.Alika menghela nafasnya lalu menyerukan kalimat penyemangat didalam hatinya "Akhirnya kurang sedikit lagi,Ayo semangat Lika....Cayoooo,,,Hwaitingg!!!!!".




Kiss and Hug..


Thank you yang sudah setia baca tulisan ini..


maafkan typo yang bertebaran..


S.E.Lina 💛

__ADS_1


__ADS_2