Bintang Untuk Alika

Bintang Untuk Alika
24


__ADS_3

Bintang keluar dari ruangan Madam, Ia melihat Alika yang tertidur di sofa depan ruangan itu dengan hodie hitam dan celana training hitam jangan lupakan sneaker hitamnya,


"Al...." Ucap Bintang pelan membangunkan Alika sambil menepuk pelan pipinya.


Alika terbangun lalu duduk sembari menampilkan ekspresi cemberutnya


"Lama banget sih... ngomongin apa coba?" Ucapnya dengan nada manja tapi matanya menatap tajam ke arah Madam.


Itu semua tak luput dari pandangan Bintang, Mengelus puncak kepala Alika lalu berkata, "Aku diintrogasi sama Tante Menor Al,, Katanya kalo aku macem-macem nanti burung aku ilang".


"Bener tuh yang dibilang madam, inget jangan macem-macem, kalo gak bisa-bisa abis tuh burung" jawab Alika lalu mengangkat alisnya.


"Udah ah ayo pulang ke hotel" Ajak bintang lalu menggandeng tangan Alika.


"Ngapain coba ke hotel, mau burung kamu abis beneran" sanggah Alika.


"Astaghfirullah gini banget gebetanku ya Allah, mau mandi ganti baju skalian nambah check in sampe besok pagi" Jawab Bintang dengan senyumnya.


"Trus apa hubungannya sama aku, ngapain aku harus ikut coba?" tanyanya pada Bintang.


"Kan selama dua minggu aku beli jam-jam an kamu, jadi ya kamu tinggal sama aku lah" jawab Bintang sambil tersenyum lalu menggandeng tangan alika mengabaikan Madam.


"Dys, nanti pulang ke Surabaya bareng aku ya nanti nemuin Pak Martin" Ucap Madam.


Belum berbicara Bintang langsung menjawab "Gak perlu, aku kenal sama Pak Martin".


Madam mengacuhkan Bintang seolah tak Percaya, Bintang tersenyum lalu berkata "Martin Adi Satyanata kan?".


Madam langsung menegang Bintang tahu nama lengkap bosnya itu, Bintang mengambil coklat yang ada di meja lalu memakannya,


"Kayaknya aku perlu ngasih pelajaran si brengsek tua bangka itu soalnya udah berani mainin singa kesayanganku selama tujuh tahun ini, bahkan mau jadiin isteri ke empat lagi" Ujarnya santai.


Bintang menggandeng tangan Alika berjalan keluar dari tempat karaoke itu menuju ke hotel tempatnya menginap.


Sesampai di room hotel, Bintang masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya,, sedangkan Alika langsung merebahkan dirinya diranjang super empuk itu, dan seketika langsung tertidur karena ia sangat lelah dan mengantuk.


Bintang sudah selesai melakukan rutinitasnya, Ia keluar dengan kaos oblong hitam dan celana cargo pendek hitam.


Melihat Alika yang tertidur ia menghampiri Alika dan duduk disebelahnya mengelus puncak kepala Alika lalu mengecup sekilas dahi perempuan itu.


Bintang mengambil ponsel yang ada di nakas terlihat begitu banyak panggilan dari Dias dan juga Adiknya Fajar, Bintang memilih untuk menelepon Dias, "Pasti tuh kucrut bingung banget" ucapnya sambil memencet tombol hijau untuk menelepon temannya itu.

__ADS_1


"Halooo Assalamuallaikum" salam Bintang.


"Wa'alaikum salam, kamu kemana aja semalam gak ada kabar, ngomongnya pulang disamperin ke hotel gak ada" Ujar Dias kesal.


"Oh,, aku lagi naklukin Singa Betina" jawabnya santai.


"Singa Betina??? gak usah ngigau deh, Mabok kamu Tang??" tanya Dias.


"Udah deh gak usah banyak tanya aku pulang ke surabaya besok pagi, tapi gak usah nyamperin ke hotel, ada singa lagi tidur disebelahku nih" Jawab Bintang lalu menekan tombol merah. lalu menggeser layar itu menuju nama Fajar, ia menelepon Fajar untuk menanyakan Kafe.


"Haloo Assalamuallaikum" salam Bintang dan di jawab "Wa'alakumsalam, ada apa Mas??".


"Kamu nelpon semalem ada apa?" tanya Bintang.


"Oh, itu Mami suruh nelepon katanya kangen, nanyain terus tiap jam kapan pulang?? aku bilang mas pagi ini pulang eh masih nanya terus" jawab Fajar.


"Yang nyariin Mami apa kamu gara-gara kewalahan ngurus kafe cabang baru??” tanya Bintang.


"Apaan sih mas, aku disini enjoy kok soalnya banyak cewek-cewek cantik disini bisalah sambil cari pacar" jawab Fajar.


"Yaudah bilangin Mami, aku pulang besok pagi, ada sedikit urusan sama singa betina" Ujar Bintang kepada Fajar.


Belum Selesai berbicara Fajar mendengar suara ..tuttt.. terdengar nada telepon yang dimatikan.


Fajar menghela nafas membatin selalu saja Kakaknya itu berbuat seenaknya.


Setelah mematikan telepon Fajar, Bintang menoleh ke arah Alika , memandangi wajah itu lalu berkata "Cantik".


Bintang menggeser layar ponselnya kembali membuka aplikasi kamera, ia mengambil gambar Alika yang sedang tertidur itu.


Membuka Aplikasi Chat lalu menjadikannya story dengan caption "Jangan berisik Singa ku lagi tidur", setelah itu mengganti mode ponselnya menjadi senyap.


Bintang meletakkan kembali Ponselnya di nakas, lalu berbaring disebelah Alika. namun siapa sangka seperti dapat rejeki nomplok Alika memeluk erat Bintang seolah ia adalah guling. Bintang tersenyum lalu ikut memejamkan matanya.


...******...


Jam sudah menunjukan pukul sepuluh pagi, Alika menggeliat ia terbangun, ia merasa ini adalah tidur ternyenyaknya selama ini, namun ketika dia membuka matanya alangkah terkejutnya dengan posisi tidurnya yang saling berpelukan antara dirinya dan Bintang.


Alika bangun dari tidurnya lalu masuk ke dalam kamar mandi, di balik pintu kamar mandi Alika memegang dadanya, jantungnya berdetak begitu cepat.


"Sumpah gawat, Bintang kalo pake baju hitam-hitam gitu damagenya bikin orang langsung meleyot" Ucapnya dalam hati

__ADS_1


Sudah sekitar tigapuluh menit Alika berada didalam kamar mandi tak kunjung keluar, Bintang yang bingung langsung mengetuk pintu kamar mandi.


"Al... masih lama?" tanyanya sambil mengetuk pintu untuk yang ke lima kalinya namun tak kunjung mendapat jawaban.


Bintang akan membuka paksa pintu itu karena takut terjadi hal yang tidak disinginkan di dalam sana, baru saja Bintang akan mendobrak pintu itu, Pintu kamar mandi sudah menampilkan Alika yang segar.


Bintang menghela nafasnya,, lalu berjalan ke meja kecil ia sudah memesan sarapan untuk mereka berdua.


Alika mengikuti Bintang untuk duduk disana lalu makan.


"Aku habis ini pulang ke kost ya, mau beresin semuanya, kemaren beberapa baju udah aku kirim ke rumah, biar gak bawa banyak-banyak" ucap Alika.


"Oke nanti aku bantuin, abis beresin kos ke rumah Dias dulu ya buat pamitan, gak enak aku kesini niatnya kan hadirin acara pembukaan restorannya Dias" balas Bintang dan hanya dijawab anggukan oleh Alika lalu melanjutkan makannya.


Mereka berdua telah usai sarapan, Alika mengecek ponselnya begitu banyak panggilan tak terjawab dari Kia and the Gank, bahkan grup chatnya pun sampai ratusan chat.


Ketika membuka grup Alangkah kagetnya Alika melihat fotonya yang tertidur tadi dengan caption yang membuatnya semakin malu.


Lalu mengecek story Bintang, Ah sungguh rasanya Alika ingin menenggelamkan dirinya di segitiga pemuda saja.


Alika mengerucutkan bibirnya lalu memberanikan dirinya bertanya kepada Bintang "Bin, ini maksudnya apa?".


"Gak ada maksud apa-apa, emangnya gak boleh pasang foto calon isteri sendiri ya?" Ujar Bintang dengan santai sambil membereskan tas ranselnya.


"Calon isteri ya,,, kita aja gak pacaran gimana mau naik ke pelaminan??" Jawabnya dengan sorot kesedihan.


Bintang tersenyum melihat perubahan manik Alika, mungkin yang didepannya ini adalah Maudy.


Bintang menaruh ponselnya lalu berjalan ke arah Alika, memegang dagunya lalu mengangkatkatnya menatap manik Alika lalu berkata,


"Kayaknya aku gak perlu waktu lama buat bedain yang mana Alika yang mana Maudy, Halooo Maudy.....".




Anyoeng,,, update pagi-pagi sebelum repot bersama tugas daring anak-anak.


Kiss and Hug


S.E.Lina 💛

__ADS_1


__ADS_2