
Sudah sebulan sejak memasang iklan penjualan Apartemen di market place masih belum ada yang menghubunginya.
Sampai pada akhirnya ada nomor tidak dikenal menghubunginya.
"Halo, Assalamuallaikum" sapa Alika.
" Wa'alaikum salam, dengan mbak Alika?" tanya si penelepon.
"Iya, ini siapa ya?" tanya Alika
"Oh, ini saya tetangga sebelah mbak Alika". jawabnya.
Ya,penelepon itu adalah Bintang, Gilang menelponnya berniat membeli apartemen yang ada disebelehnya, mau beliin buat bebeb rena katanya.
"Ehm, ada keperluan apa ya menelpon saya?" tanya Alika lagi.
"Gini temen saya tertarik sama apartemen yang mbak jual, jadi kira-kira kapan bisa ketemu ya?" tanya Bintang
"Ehm, kalo sekarang aja gimana?? kebetulan saya lagi ada di luar" ujar Alika.
"Boleh deh, saya hubungi teman saya dulu" jawab Bintang.
Bintang mematikan telepon Alika dan langsung menghubungi Gilang.
"Lang, Alika ngajak sekarang. katanya pumpung lagi di luar" ujar Bintang di telepon.
" Boleh deh, aku juga gak ada kerjaan kok, yaudah aku telepon rena sebentar, nanti langsung ketemu di apartemen kamu aja ya" ucap Gilang dan langsung mematikan telepon.
Tak lama ada pesan dari Gilang on the way menuju apartemennya, begitu juga Bintang langsung mengirimi pesan kepada Alika kalau sedang dalam perjalanan menuju apartemen.
Sesampainya diapartemen Gilang melihat mobil Bintang yang baru saja parkir di basement, Gilang meneriaki nama Bintang.
Mendengar namanya dipanggil Bintang berhenti terlihat dari kejauhan Gilang sedang merangkul seorang wanita mungil disebelahnya.
" Udah telepon Alika belum kalo kita udah sampe?" tanya Gilang.
" Dia udah di dalam, nanti tinggal masuk aja ke dalam" ujar Bintang.
Sesampai di depan ruangan Alika Bintang memasukan password yang sudah di chat nya tadi, dan langsung masuk.
Terlihat Alika memakai dress putih dengan bandana di kepalanya duduk manis sambil bermain handphonenya, sungguh sangat manis. Hati Bintang bergemuruh menyaksikan pemandangan di depannya ini.
"Eh, udah datang?" tanya Alika.
" Iya, Ini temen ku yang mau lihat apartemennya". Bintang memperkenalkan Gilang.
Gilang menyalami Alika sambil memperkenalkan diri " Gilang, temennya bintang dan ini rena calon isteriku".
Rena membola melihat orang yang ada didepannya Alika sahabatnya yang menghilang begitu lama. Rena berjalan menuju Alika lalu memeluknya.
"Kamu jahat banget, gak ada kabar selama 10 tahun. aku cari dirumah kamu pindah, aku muter-muter keliling surabaya nyariin kamu kaya orang gila ternyata kamu disini" ucap Rena.
"Mbak salah orang kali,, saya ngerasa gak kenal sama mbak" ucap Alika.
Rena menangis kencang membuat Gilang bingung sambil menenangkannya,
"Dia jahat, dia lupa sama aku" ucapnya sambil mewek.
Rena berdiri langsung berkata " Hei, Alika Pramudya kamu lupa sama aku ya, Zafrena Agatha Pramana teman satu bangkumu waktu SMP di Tunas Pelita, aku yang biasa ngerjain tugas rangkumanmu".
Alika langsung melototkan matanya, ingatannya kembali saat masih bersekolah di SMP Tunas Pelita, teman sebangkunya yang gendut, hitam dan dekil.
Tapi kenapa yang didepannya ini cewek cantik kulit nya yang putih dan mungil ini.
" Gak bukan, Rena temen sebangku ku jelek, Item, gendut, dekil, jelek banget pokoknya gak mungkin jadi cantik kek begini" cerocos Alika.
" Ditambah lagi culunnya gak ketulung" lanjut Alika.
"terus" Ucapan Alika terpotong saat Rena langsung meneriakinya..
"Heh stop jangan dilanjutin dong jelek-jeleknya, Rena yang sekarang itu cantik tiada tara" ucapnya.
Mereka berpelukan lama dan bernostalgia dengan cerita mereka. sedangkan Bintang dan Gilang hanya tersenyum melihat interaksi mereka. Gilang melirik Bintang, Melihat Bintang tersenyum menghangatkan hatinya, sepertinya benar kata Fajar Bintang ada rasa dengan tetangganya ini.
"Kamu masih main gitar Ka?" tanya rena melihat gitar yang tersampir di meja.
Alika melirik gitar peninggalan penyewanya dulu lalu menjawab rena "masih".
Rena mengambil gitar lalu memberikannya kepada Alika,
"Sebagai pertemuan pertama kita setelah 10tahun,, nyanyi dong Ka" pinta Rena.
Alika mengambil gitar itu lalu tersenyum dan mulai memetikkan senar gitarnya.
"Lagu apa?" tanya Alika.
"When we were youngnya adelle bisa??" tanya balik Rena dan dijawab anggukan oleh Alika.
__ADS_1
Everybody loves the things you do
From the way you talk
To the way you move
Everybody here is watching you
'Cause you feel like home
You're like a dream come true
But if by chance you're here alone
Can I have a moment?
Before I go?
'Cause I've been by myself all night long
Hoping you're someone I used to know
You look like a movie
You sound like a song
My God this reminds me, of when we were young
Let me photograph you in this light
In case it is the last time
That we might be exactly like we were
Before we realized
We were scared of getting old
It made us restless
It was just like a movie
It was just like a song
I was so scared to face my fears
And I'd swear you moved overseas
That's what you said, when you left me
You still look like a movie
You still sound like a song
My God, this reminds me, of when we were young
Let me photograph you in this light
In case it is the last time
That we might be exactly like we were
Before we realized
We were sad of getting old
It made us restless
It was just like a movie
It was just like a song
When we were young
(When we were young)
When we were young
(When we were young)
It's hard to win me back
Everything just takes me back
To when you were there
To when you were there
__ADS_1
And a part of me keeps holding on
Just in case it hasn't gone
I guess I still care
Do you still care?
It was just like a movie
It was just like a song
My God, this reminds me
Of when we were young
When we were young
(When we were young)
When we were young
(When we were young)
Let me photograph you in this light
In case it is the last time
That we might be exactly like we were
Before we realized
We were sad of getting old
It made us restless
Oh I'm so mad I'm getting old
It makes me reckless
It was just like a movie
It was just like a song
When we were young
Alika mengakhiri nyanyiannya. Bintang, Gilang dan Rena masih terdiam terpesona akan suara Alika.
"Udah ah ini jadinya gimana, apartemen ku jadi kamu beli?" tanya Alika.
"Aku boleh tanya kenapa kamu jual apartemen ini?" tanya Gilang.
"Pengen jual aja" jawabnya malas.
"Ya kenapa dijual, sayang banget tahu disini itu kalo ada yang jual kayak kacang goreng" ucap gilang.
"Iya sih sayang sebenernya, tapi gimana lagi maunya invest yang lain" ucap Alika kepada laki-laki bernama Gilang itu.
" Oke, Besok Asistenku bakal urus semua" ujar Gilang.
"oke" jawab Alika.
"Tanda jadinya aku transfer lima puluh persen ya, sisanya besok waktu di notaris" jelas Gilang.
"Ini sudah kan, aku ada janji sama orang lain kalo udah aku pamit dulu" lanjutnya.
" Udah kok, besok bisa ketemu sama kamu gak Ka? tanya Rena.
"Sorry aku sibuk banget, kapan kapan kalo luang aku kabari" ucapnya sambil berkemas untuk keluar.
"Terima kasih ya Gilang dan Rena" ucapnya tulus.
" Terima kasih juga ya Mas sudah bantuin jual apartemen saya" ucap Alika sambil menyodorkan tangannya. tak mendapat respon dari Bintang, Alika mengambil tangan Bintang langsung menyalaminya dan berlalu lalang pergi meninggalkan unitnya itu.
"Bintang, panggil aku Bintang, jangan pake mas" balas Bintang dengan senyuman secerah matahari saat bersalaman dengan Alika.
"Oke, Bintang terima kasih" ucap Alika.
sementara Gilang yang melihat itu tersenyum didalam hatinya berkata "aku harus dapetin cewek itu buat kamu Tang".
Kiss and Hug
S.E.Lina
__ADS_1