Bintang Untuk Alika

Bintang Untuk Alika
23


__ADS_3

Alika dan Bintang mendengar suara lantang itu mereka bergegas membenahi diri mereka, padahal mereka juga gak ngapa-ngapain, tapi refleks mereka bangun, Bintang juga memakai jas yang ia sampirkan di samping nakas tadi, Belum juga mereka keluar, Orang yang tadi menggedornya membuka paksa pintu itu, seketika Alika langsung kicep,


"Madam?" tanyanya heran karna gak biasanya Madam ini gedorin pintu room VIP. Malah kadang biarin tamu yang ada di VIP ini tinggal sampai subuh.


"Keruangan Madam abis ini, ajak juga tuh jantan" titah Madam dan dibalas anggukan oleh Alika.


Dan disinilah mereka berada diruangan serba emas yang menyilaukan mata Bintang.


"Kalian ngapain aja didalam kok betah banget sampe karaokenya mau ditutup??" tanya Madam dengan mode sarkasnya.


"Gak ngapa-ngapain, cuma cerita-cerita aja kok, iya kan Bintang??" Jawab Alika.


Bintang hanya mengedikan bahu lalu menjawab "Kayaknya aku udah bayar mahal selama dua minggu kan, jadi aku ngapain aja sama kamu kan itu privasi kita, apa urusannya sama tante menor yang kaya toko emas berjalan ini? kita mau mantap-mantap juga apa urusannya sama dia?" Balas Bintang.


Alika mendelik mendengar jawaban Bintang lalu mencubit perut Bintang.


"Awww... Sakit Al" Bintang meringis kesakitan karena cubitan Alika diperutnya.


Madam tersenyum miring lalu menyuruh Alika untuk keluar ruangan tapi tidak dengan Bintang,

__ADS_1


Bintang duduk menghadap Madam menatapnya dengan mode serius.


"Aku tahu kamu bukan tipe orang yang murah sama orang, tapi ada satu hal yang harus kamu ketahui tentang Gladysa, ingat ya bukan Alika atau Gladys tapi Maudy, ini tentang traumanya sampai dia harus menjalani terapi psikis sama dokter Dava" Ucap Madam memulai pembicaraan.


"Gladys itu nama yang aku kasih ke Alika, hampir semua yang bekerja disini pakai nama samaran, kamu tahu kenapa??" Bintang hanya menggeleng sebagai jawaban, "Karena melindungi kehidupan Asli mereka. rata-rata mereka ada yang single parent, ada juga anak kuliahan, bahkan ada modelan yang terpaksa kaya Alika, demi sesuatu yang harus didapatkannya, saat pertama Alika datang ketempat ini dia pikir dia bakal jadi waiters atau kasir, tapi gak tahu sampai kapan bakalan lunas hutangnya, secara UMR disini gak sampe empat juta, sedangkan kalo jadi LC sejam dia dapat seratus ribu, misal dia kerja selama sepuluh jam, dalam sehari dia bakal dapet satu juta, dan dalam sebulan dia bakalan ngumpulin uang tigapuluh juta itu artinya cuma dalam tujuh tahun dia bakalan ngelunasin itu semua. itu sudah masuk dalam rencana Alika, Pak Martin menyetujui Alika untuk bekerja dengannya namun dengan syarat ia hanya akan menerima uang dari hasil jam-jaman Alika, Pak Martin gak mau nerima uang diluar itu misal dapat saweran atau transferan kepuasan",


"Demi mendapatkan rumahnya Alika belajar merokok, belajar minum, belajar berbagai genre lagu termasuk koploan, belajar goyang, dia hanya jadi entertainer tapi tidak untuk skinship yang berlebihan, maximal hanya sebuah rangkulan, waktu itu sulit banget promosiin Alika karna emang dia gak nerima service plus-plus kayak LC lain, sampai ada Pak Subroto salah satu petinggi lah, dia senang dengan cara Alika yang menghibur, katanya mengingatkan anaknya yang Almarhum bunuh diri gara-gara habis dibuat giliran sama teman-temannya. Pak Subroto bilang kalau anaknya masih hidup pasti sekarang seusia Alika, gak jarang Pak Subroto beli jam-jam an Alika sampai satu bulan full, padahal dia disini cuma dua sampai tiga jam an aja, selama satu bulan itu Pak Subroto mengajak Alika ke RSJ daerah Surakarta, Isterinya disana karena gak terima akan kematian anak semata wayangnya, Ada kemajuan dari Isterinya tiap ketemu Alika Pak Subroto sering banget beli jam- jam an Alika, Pak Subroto juga ngenalin Alika ke teman-temannya, Alika itu anaknya pintar para pelanggan dia itu rata-rata selalu ngajak Alika ngomong bisnis minta pendapat dan bla bla bla, misal mereka menng tender mereka harus beli jam-jam Alika tanpa harus masuk room selama Satu bulan penuh dengan room VIP, itu syarat yang dijadikan Alika buat ngobrol cantik bersamanya, tapi justru hati-hati ketika dia ngobrol cantik yangbada didalam sana bukan Alika atau Gladys, tapi Maudy",


Madam tersenyum mengingat otak licik Maudy agar bisa dapat jam-jam an tanpa harus service plus-plus, lalu melanjutkan ceritanya,


"Sampai akhirnya ada pelanggan baru, Alika berkenalan dengan salah satu pemuda yang akan memulai bisnis, pemuda itu ngobrol cantik dengan Alika dan ya seperti biasa pemuda itu sukses membeli jam-jam an Alika tanpa harus ngeroom, karena sikap pemuda itu baik, belum lagi berbagai rayuan pemuda itu, Alika tergoda, ia menjalin hubungan dengan orang itu, Alika tak tahu bahwa pemuda itu sudah mempunyai isteri, tapi Alika hanya menjalani pacaran sehat, pemuda itu ngerasa gak terima udah beli mahal Alika selama enam bulan penuh tapi hanya dapat pegangan tangan dan kecupan dipipi dari Alika, Pemuda itu menyewa satu room Medium Lily, dia bilang ingin pacaran sama Alika diruangan itu, tapi siapa sangka diam-diam dia menaruh obat di minuman Alika"


"Alika udah mulai merasa gak nyaman saat baru bernyanyi , ia akan pergi keluar kekamar mandi namun ternyata terkunci, Pemuda itu request buat minta dikunci dari luar dengan alasan dia gak mau ada gangguan saat bersama pacarnya yang pasti tip buat kaya gitu gak sedikit kan, kamu pasti tahu itu",


"Pemuda itu mulai melakukan pelecehan terhadap Alika, Alika berulang kali memecet tombol pesan makanan agar ada orang yang datang, tapi saat dihubungi balik Gladys bilang gak mencet tombol mungkin alatnya rusak",


Wajah madam terlihat pias tapi tetap melanjutkan ceritanya "Aku datang terlambat karna saat itu anak aku lagi sakit jadi aku nyuruh supervisor disini buat ngurusin LC untuk sementara waktu sampai aku datang, Aku masuk keruangan LC mencari Gladys, aku tanya anak-anak yang lain mereka bilang Gladys ngeroom sama pacarnya, Aku lega dan nyantai karna aku mikir dia pasti bersenang-senang, tapi saat aku duduk di meja Waiters aku ngelihat tombol panggilan room nyala berulang kali, aku tanya sama salah satu waiters disana mereka hanya jawab kayaknya tombolnya rusak soalnya dari tadi aku hubungi juga katanya gak mencet, ketika aku ngeliat ruanganya aku langsung lari ke ruangan LC dan ngelihat monitor room LC, seketika aku ngelihat nama Gladys disana,, aku lari secepat mungkin ngajak suami sama supervisor yang tadi gantiin aku sambil bawa kunci cadangan, ketika aku buka pintu keadaan Alika sudah gak karuan",


Madam berhenti bercerita tangannya gemetar sudah ada air mata diujung pelupuk matanya mengisyaratkan kesedihan yang mendalam,

__ADS_1


Madam membuka mulutnya melanjutkan ceritanya,


"Ketika aku masuk Alika hanya menunduk menangis dengan darah yang ada ditanganya, sedangkan pemuda itu sudah tepar tak berdaya dengan tubuh yang penuh dengan goresan dan darah,, tapi aku sedikit lega karna yang bersama pemuda itu adalah sosok Maudy, pemuda itu dapat pembalasan langsung dari sosok Maudy tapi masih ada satu orang yang ditunggu oleh Maudy",


"Lastri Kusuma Dewi",


"Tolong jangan sampai sosok Maudy bertemu dengan tantenya itu, dia bisa ngelakuin hal yang bahaya dan mengerikan buat ngebalas dendam, seperti yang dia lakuin ke pemuda yang melecehkannya waktu itu, Dokter Dava berusaha banget buat hilangin dendam yang dia pendam ke tantenya itu, karena sosok Maudy gak akan hilang itu sudah tumbuh sejak kejadian sepuluh tahun yang lalu ketika Bundanya mengirim Alika ke RSJ tapi tidak diketahui oleh pihak rumah sakit karena kontrol yang baik antara Maudy dan Alika",


"Asal kamu tahu Ikhwan mati itu ulah Maudy bukan karena Alkohol lalu kecelakaan seperti yang diceritakan, Aku sudah pernah bertemu Maudy, kalo kamu mau dapetin Alika kamu harus bedain antara Alika dan Maudy" Ucap Madam terakhir yang membuat Bintang membeku lalu tersenyum lalu berkata,


"Singa Betinaku Buas banget ternyata".




Yuhhuuuuu....


Update lagi nih gae pumpung para bocil dah tidur..

__ADS_1


Kiss and Hug


S.E.Lina 💛


__ADS_2