
Terdengar suara Dering handphone yang berbunyi nyaring berulang kali namun tidak dihiraukan oleh Alika, Ia hanya melirik nama yang tertera di layar Handphonenya itu "Rena SMP".
Alika sengaja menjaga jarak dengan Rena karna pasti ujung-ujungnya akan bertemu Bintang. Ia malas bertemu dengan Bintang lagi dan Bintang lagi. melihat dari cara Rena yang ngotot Alika tahu betul dia sengaja dijodoh-jodohkan dengan Bintang.
Mengingat perkataan Mas Tama yang bilang kalau Bintang sepertinya memiliki perasaan kepadanya, Alika sangat menjaga betul hatinya agar tidak ada satu lelakipun yang akan menyakitinya.
Bahkan beberapa kali Bintang menghubunginya menanyakan kabar Alika, ia hanya membalas sekedarnya bahkan kadang dibiarkan begitu saja, dan pernah suatu hari Bintang mengiriminya makanan dari cafenya dia bilang menu baru dan minta pendapatnya, oh ayolah seluruh masakan yang ada di menu kafe Bintang enak semua, gak ada yang zonk.
Alika meminta Bintang untuk berhenti mengiriminya makanan apapun itu, begitu pula dengan meminta pendapatnya tentang menu baru karna dia di Surabaya tinggal satu bulan lagi, setelah itu dia harus kembali ke Solo karna kontrak kerjanya yang belum habis.
Jengah dengan suara ponsel yang terus berbunyi akhirnya Alika mengangkat telepon Rena,
"Halo, Assalamuallaikum" salam Alika kepada sipenelepon.
"Wa'alaikumsalam, Alika kenapa lama ngangkatnya? aku telepon bolak-balik gak diangkat, yang kemaren-kemaren juga, kamu hindari aku? ato kamu gak suka sama aku? sorry ya kalo aki ngerepotin?Eh kamu siap-siap ya abis ini aku jemput,yuk ikut aku ke acara...
Belum selesai berbicara Alika langsung memotong, "Udah gak usah drama bla bla bla, aku gak ngehindarin ato apapun itu, kemaren aku lagi capek pengen di rumah gak keluar keluar dulu, aku mau diet karna tiap kamu ngajak keluar pasti ujung-ujungnya makan ke kafe Bintang, kamu tahu sendiri seenak apa makanan yang ada di kafenya Bintang, dan yang ada aku lupa diri makan-makan terus nanti badan ku gede jadi kaya gentong terus gimana"
Baru saja Rena berkata, "Ya tapi kan....."
Lagi-lagi ucapan Rena dipotong Alika.
"No, aku bilang gak ya gak, kamu gak punya temen lain apa? sana kencan aja sama Gilang, heran aku tuh tiap hari kok ngajakin aku mulu, aku gak bisa udah ada janji seminggu ini, lagian waktu aku disini tinggal dua minggu yakali aku habisin tiap hari sama kamu. Udah ya aku mau siap- siap aku ada janji sama temen, Wa'alaikum salam" Alika langsung mematikan telepon Rena sepihak karna malas berdebat dengannya.
Tapi memang Alika tak berbohong apapun kepada Rena, ia hanya berkilah saja, karna memang nyatanya makanan yang ada di kafe Bintang selalu bikin ketagihan, bahkan setiap dari kafe Bintang selalu membawakan bungkusan untuk dimakannya dirumah. Alika juga tidak berbohong perihal ada janji dengan teman-temannya. Tiwi mengajak Kia and the gank menghadiri Ulang tahun saudaranya di Kafe milik saudaranya itu. Alika hanya berkilah menjadikan alasan agar tidak ikut ajakan Rena.
Alika bersiap-siap karna Kia mengabari sedang dalam perjalanan ke rumahnya.
...*******...
__ADS_1
"Gimana Beb?" tanya Gilang.
Rena hanya menggelengkan kepalanya tanda Alika tak mau ikut.
"Kayaknya bener kata kakak iparnya deh, dia singa betina, bakalan susah buat jinakinnya" ucap Bintang.
"Yang sabar ya Tang" ucap Rena dengan bibir yang dilengkungkan ke bawah.
"Ini mah karma Tang, Kamu kebanyakan nyuekin Cewek, jadinya sekarang kamu yang dicuekin" ejek Gilang.
"Bahkan kamu tahu bener apa yang bikin aku jadi kayak gini Lang" ucap Bintang sambil meremang memikirkan sesuatu lalu membatin "Alika Pramudya".
"Acara gimana???" tanya Gilang pada Bintang.
"Semua diurusin sama mami, aku juga heran deh sama mami, aku ini udah 25 tahun ya kali pake dirayain segala. dasar mak rempong" gerutu Bintang.
"Mana ngundang saudara-saudara juga, malah nih sepupu-sepupu aku disuruh ngajak temen-temennya" lanjut Bintang.
Bintang dan Gilang langsung melototkan matanya ketika mendengar ucapan Rena.
"Gak Beb, kalo pikiranku sih mami mau lihat masih seberapa besar trauma Bintang sama yang namanya perempuan, jadi Tang kalo nanti dipestamu banyak lawan jenis kuatkan hatimu ya" ujar Gilang sambil mengepuk punggung Bintang.
"Ya udah gih siap-siap sana, masa yang ulang tahun lempeng gini aja, harus ganteng berkarisma dong, mami sama Fajar juga udah nunggu dibawah, aku turun duluan ya sama Rena" ucap Gilang sambil berlalu meninggalkan Bintang.
Bintang hanya mengangguk lalu melihat keluar jendela.
Bintang mengambil jas Hitamnya lalu turun ke bawah menghampiri saudara dan teman- teman nya yang menunggunya.
...*******...
__ADS_1
Alika sudah sampai diparkiran kafe tempat saudara Tiwi merayakan ulang tahunnya, Alangkah terkejutnya Alika ketika melihat itu adalah kafe yang selama ini benar-benar sangat dihindarinya. Ya itu adalah Kafe milik Bintang.
Alika sungguh gugup ketika turun dari mobil, Ia ingin pulang saja, Niat hati ia menerima ajakan Tiwi agar terhindar dari sosok yang bernama Bintang ini malah didekatkan apalagi Tiwi adalah saudaranya Bintang.
Kia and the Gank sudah ada didepan pintu masuk kafe, Alika menggigit jarinya mencoba mencari alasan agar tidak masuk ke dalam kafe tersebut, namun baru saja ia akan pulang karena perutnya sakit tapi tangannya sudah digeret masuk oleh Valerie.
"Duh mampus" batin Alika sambil menutup wajahnya dengan satu tangan kanannya yang masih bebas.
Tiwi mengenalkan kita kepada saudara-saudaranya, karna yang punya ulang tahun belum turun. namun, Alika malah berharap Bintang tidak turun sehingga mereka tidak perlu bertemu.
Tak lama kemudian suasana jadi riuh karna sang pemilik acara turun dengan gagahnya.
Alika hanya biasa tidak terlalu wah dengan penampilan Bintang, dia hanya gugup, entah apa alasan yang membuatnya gugup bertemu Bintang.
Setelah Bintang turun banyak yang menyalami dan mengucapi selamat ulang tahun, itu hanya berlaku untuk tamu laki-laki, sedangkan untuk tamu wanita dia hanya mengucapkan terima kasih tanpa membalas salaman mereka.
Alika yang tadinya hanya diam sambil mengamati Bintang tiba-tiba ditarik oleh Tiwi menuju ke arah Bintang. Di dalam hatinya sudah berteriak dan berbagai umpatan ia lancarkan.
Sampai ketika di depan Bintang, Tiwi mengenalkan Kia and the Gank kepada Bintang.
Mereka mengucapkan ucapan selamat ulang tahun kepada Bintang, Bintang hanya menjawab terima kasih tanpa balasan salaman apalagi melihat Kia and the Gank, hingga yang terakhir ketika Tiwi akan memperkenalkan Alika pada Bintang, Alika sudah lebih dulu berbicara,
"Halo Bintang" Ucap Alika.
Kiss and Hug
__ADS_1
S.E.Lina 💛