Bintang Untuk Alika

Bintang Untuk Alika
27


__ADS_3

Saat ini Alika dan Bintang sudah berada di dalam kereta api, mereka menaiki kereta api pagi Sancaka menuju ke surabaya.


Terlihat mereka duduk bergandengan, semenjak resmi berpacaran sejak saat itu Bintang menempel pada Alika bak anak ayam yang tak mau kehilangan induknya.


Alika menatap tangannya dan Bintang yang saling berkaitan, ingatannya menerawang kejadian semalam ketika pernyataan cintanya kepada Bintang, ia tersenyum malu sungguh tak ia sangka kata perkata yang dipancing Bintang akhirnya membuatnya mengatakan tiga kata ajaib "I Love You Bintang Sayang".


Ia menggeleng-gelengkan kepala tak mau mengingat peristiwa itu, tapi nyatanya ingatan itu terus masuk tanpa masuk.


Begitupun juga dengan Bintang ia juga menatap kaitan tangan mereka.


Sepulang dari rumah Dokter Dava mereka langsung ke hotel, di dalam hotel mereka hanya diam tanpa berbicara, sampai Bintang memulai pembicaraan, ia berkata "Al...".


"Hmmm" jawab Alika singkat.


"Kita official kan sebagai pacar???" tanya Bintang hati-hati.


"Gak, kata siapa??" Alika menanyai balik Bintang.


"Lha semalam kan kita udah Ciuman". jawab Bintang.


"Refleks itu mah" jawabnya singkat lagi.


"Cuma reflek?" tanya Bintang lagi.


Alika mengangguk sebagai jawaban.


"Tapi kan aku udah nyatain perasaanku sama kamu Al....." Ujar Bintang sembari mengerucutkan bibirnya.


"Iya sih, tapi kan aku gak ada jawaban" balas Alika.


"Ya makanya jawab...." Ucap Bintang dengan ekspresi sepertu anak kecil yang minta dibelikan ice cream.


Alika mengalihkan pandangannya tanpa berkata sedangkan di dalam hati "Ya Allah, gini amat nih cowok,, mana mungkin nolak liat wajahnya kayak anak kucing gitu,,".


"Al... jawab dong" pinta Bintang pada Alika.


"Jawab apa??? emang kamu nanya???" jawabnya dengan ekspresi jutek.


"Eh, iya ya,, aku kan cuma bilang I love You Alika Pramudya gitu aja kan ya, gak minta kamu buat jadi pacar aku kan ya??!!" jawanya sambil berpikir.


Alika bersendekap lalu menjawab " nah udah tahu kan, jadi aku gak akan jawab apa-apa".


"Kalo gitu sini deh lihat aku" Ucap Alika sambil mengarahkan tubuh Alika menghadapnya.


"Alika Pramudya, kamu mau gak jadi pacarku???" tanya Bintang pada Alika dengan spontan.


Alika Diam, ia hanya mengkedip-kedipkan matanya,, ia terkejut dengan perkataan Bintang.


"Al...." Ucap Bintang.


"Alika.." Ucapnya lagi.


Alika yang tersadar dari keterkejutannya menjawab "Gak Mau ah".


"Kenapa???" tanya Bintang.


"Gapapa, gak mau aja jadi pacar kamu" jawabnya santai.


"Loooohhh kok gitu??" tanya Bintang lagi.


"Ya mau gimana??? emang gitu kok!!" jawab Alika.


"Alasannya?" tanya lagi.


"kan tadi udah dijawab gak mau aja" jawabnya lagi.

__ADS_1


Semua perdebatan kenapa Alika tak mau jadi pacar Bintang terus berlanjut hingga suara adzan di ponsel Alika dan Bintang menginterupsi mereka untuk berhenti berdebat.


"Aku duluan apa kamu duluan yang mandi?" tanya Bintang


"Kamu duluan aja" jawab Alika.


Bintang masuk ke dalam kamar mandi, setelah pintu itu tertutup, Alika menghela nafasnya, ia berpikir "Alika tak bermaksud menolak Bintang untuk menjadi kekasihnya, siapa coba yang bisa menolak seorang Bintang yang manly ditambah sungguh ia hampir saja tergoda dengan wajah anak kucing tadi, hanya saja ia ingin memulai semua itu bersama Bintang ketika semua masalah nya mulai dengan Pak Martin, Ibu dan terakhir Tante Lastri, lagian masa nembak gak romantis banget dikasih bunga, sama tas Kermes kek,, yang KW juga gapapa".


Tak lama pintu kamar mandi terbuka menampilkan Bintang yang sangat fresh,,


"Oh My Godness Jantungku gak aman, sumpah daritadi dag dig dug ser mulu" ucapnya dalam hati.


Tak mau berlama-lama Alika langsung berlari menuju kamar mandi, namun ketika pintu sudah tertutup lalu ia berdiri dibalik pintu itu lalu mebatin "Sumpah aku gak kuat kalo disuruh deketan terus sama Bintang,,,".


"*Tahan Alika,, tahan Alika,, sabar,, kamu pasti bisa!!!!" ucapnya nya dalam hati menyemangati dirinya.


"hufftthh tarik nafas,,, ahhhh buang nafas..Hufftthh Tarik nafas,,, ahhhh buang nafas*,," Alika melakukan itu berulang kali hingga perasaannya lega lalu melakukan ritual mandinya itu.


Berbeda dengan Alika, Bintang memakai baju sarungnya sambil berpikir "kenapa Alika menolaknya padahal kemaren Alika membalas Ciumannya,, apa Alika mintanya dijadiin isteri langsung kali ya?".


Bintang terus memikirkan bagaimana ia akan menyatakan perasaannya agar bisa menyentuh hati Alika lalu Alika mau jadi kekasihnya.


Alika keluar dari kamar mandi lalu mengambil alat sholatnya menuju Bintang yang sudah siap untuk jadi imam. di dalam hati Alika membatin "Andai udah Sah".


Namun Alika menggeleng-gelengkan kepalanya menepis pikirannya itu.


"Sudah Al??" tanya Bintang


"Sudah" jawab Alika.


Mereka melakukan Sholat subuh berjamaah, sesudah melakukan ritual itu baru saja Alika akan membuka mukenahnya namun Bintang langsung duduk menghadapnya mengambil tangan Alika lalu menatap Alika dalam.


"Aku gak tahu apa yang bikin kamu nolak aku, tapi aku serius Al dalam hati aku yang paling dalam isinya tuh cuma kamu disini" Ucapnya sembari mengambil tangan Alika menaruhnya di dadanya.


Seolah tersihir Alika sungguh benar-benar terpesona dengan Wajah rupawan Bintang yang berbalut baju koko dan kopyah itu, ia tak memikirkan apapun lagi selain laki-laki didepannya ini Alika langsung mengangguk lalu menjawab "Aku Mau" dengan mata yang masih menatap memuja rupawan Bintang.


Bintang tersenyum ia memikirkan beberapa ide gila di otaknya..


"Al..." ucap Bintang.


"Ya..." jawab Alika.


"Aku ganteng ya??" tanya Bintang.


"Banget...." jawabnya lagi.


"Berarti mau dong jadi isteri aku?" tanya Bintang lagi.


"Mau banget...." jawabnya lagi.


"Nikah Yuk???" ajak Bintang.


"Kapan...?? Besok...?? jawab Alika seolah tak sabar.


"Iya,,, tapi kamu ngomong dulu donk" Ucap Bintang.


"Ngomong Apa??" tanya Alika.


"Ikutin ya..." Ajak Bintang dan dijawab anggukan oleh Alika.


"I...".


"I...".


"Love...".

__ADS_1


"Love...".


"You...".


"You...".


"Bintang Sayang..".


"Bintang Sayang..".


Setelah mengatakan itu Bintang berkata,


"Oke besok kita nikah ya".


Sedangkan Alika yang baru saja tersadar dengan yang dikatakan Bintang, langsung berteriak,, "BINTANG......!!!!!"


"Hussshh.. gak boleh marah-marah ada hadistnya lho...."


اَ تَغْضَبْ وَلَكَ الْجَنَّةُ


"Gak boleh marah-marah kalo mau masuk surga". ujar Bintang lalu mengecup pipi Alika.


Alika memalingkan wajahnya lalu Bintang berbisik "Di setiap anggota tubuh kamu itu hak paten aku lho, udah ada tulisannya",


"Dan oh iya pernyataan cintaku ini saksinya ratusan ribu Folowers ku lhooo.." lanjutnya.


"Hah..." Ucap Alika tak mengerti.


"Aku live IG" jelas Bintang lalu menunjukan ponselnya yang merekam percakapan mereka tadi.


Bintang mengambil ponselnya tersenyum merekah ke arah kamera lalu mematikan Live IG itu.


"Dari kapan???" tanya Alika.


"Dari salam terakhir, waktu kamu lagi dzikir tadi" jawab Bintang santai.


Alika langsung menatap Bintang kesal karna sudah tertipu dengan tipu muslihatnya, lalu berkata dengan nada kesal "Dasar Gumiho!!!".


"Gumiho???"


Alika lupa Bintang bukan maniac korea seperti dirinya dan Kia and the Gank.


"Dasar Rubah!!!" Alika mengulangi perkataannya tadi dengan bahasa yang dimengerti Bintang.


"Ooohhhh, yang penting kan sekarang kita official" Ucap Bintang sembari senyum


"Bin...." Ucap Alika seolah memohon.


Bintang mengangkat telunjuknya ke hadapan Alika lalu menggerakkan ke kanan dan kekiri sebagai jawaban tidak kepada Alika lalu mengecup pipinya.


Alika tersenyum mengingat kejadian tadi subuh, ia menoleh ke Bintang dilihatnya Bintang yang sudah tertidur dengan kepala yang menempel di pundaknya.


Lagi-lagi Alika tersenyum lalu ikut menutup matanya untuk beristirahat efek tidak tidur semalaman gara-gara perdebatan gila itu.




Annyoeeenng..


Update nih gaes...


Kiss and Hug.


S.E.Lina 💛

__ADS_1


__ADS_2