
Shopping memang kegiatan yang sangat menyenangkan, selain bisa mnghilangkan depresi shopping juga bisa bikin makin depresi ketika melihat saldo di rekening yang terkuras habis,hiihii...
Ditangan Alika dan teman-temannya sudah begitu banyak belanjaan yang ditenteng, mereka memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing, Awalnya Tiwi mengajak Alika untuk naik mobilnya karna memang rumah Alika, Kia dan Tiwi berdekatan hanya beda komplek. namun ditolak, Alika bilang mau mampir ke rumah Bunda karna akan memberikan beberapa belanjaan untuk sikembar. Alika memasuki mobil Getcar yang dipesannya lewat aplikasi di handphonenya menuju ke rumah bunda.
...******...
Tiwi sudah sampai di rumahnya, Ia cukup bersyukur Alika tidak marah kepadanya, Tiwi cukup sadar setelah perkataan Alika memintanya untuk membuat Bintang tak menaruh harapan kepadanya mengingat seperti apa pekerjaan Alika. Ya begitulah di Kia and the Gank tidak ada yang ditutupi mereka tahu luar dalam mereka seperti apa, misal seperti Putri yang sudah bertunangan dengan pria alim tapi Putri masih diam-diam suka merokok dibelakang tunangannya itu, Valerie yang jadi Sugar Baby, Kia yang Playgirl dan Tiwi si polos. namun ada satu rahasia Alika yang hanya diketahui Kia saja.
Tiwi melangkahkan kakinya masuk kedalam rumahnya dengan senang.
"Assalamuallaikum" ucap Tiwi setengah berteriak. namun ketika baru melangkah beberapa langkah di ruang tamu sudah ada Mamanya, Tante Indah dan Fajar menjawab salamnya serentak " Wa'alaikumsalam"
"Wih tumben nih tan, ada apa kok kesini? mau undang-undang lagi?" tanya tiwi.
"Gak ada apa-apa, kamu abis belanja?" tanya Mami Indah.
"Iya, biasa penghilang Depresi" jawabnya dengan ceria.
"Kamu happy banget kayaknya? abis menang lotre?" tanya Fajar.
"Ihhh...lotre apasih, ini itu hasil dari aku nabung tahu" jawab Tiwi sinis.
"Wi, kamu kenal dekat ya sama cewek yang nyanyi waktu itu? tanya mami Indah.
"Yang mana tan?? temen Tiwi kan banyak, ada Kia,Putri,Alika,sama Valerie"Jawab Tiwi.
"Yang nyanyi sama aku kemaren lho Wi, kumat deh lemotnya" jawab Fajar.
"Oh, si Alika itu,k kenapa emang sama Alika?" tanya Tiwi.
"Tante boleh tanya-tanya gak temtang Alika? tanya Mami Indah dengan hati-hati.
"Mau tanya apa tan?" tanya Tiwi balik.
"Ini Alika adiknya Lina itu Wi?" tanya mamanya Tiwi.
"Iya ma" jawab Tiwi.
__ADS_1
"Oh, anaknya baik kok mbak, cuma dia kerjanya diluar kota gitu, jarang pulang juga, pulangnya kalo misal ada penting-penting gitu kayak kemaren Ibunya sakit dia pulang itu aja sih yang aku tahu mbak" jelas mama Tiwi dan dibalas senyuman oleh Mami Indah.
"Tante kalo mau tanya Alika anaknya gimana dan bla bla bla itu udah dijawab sama Mama, tapi kalo nanya hal yang mendetail dan lebih privasi Tiwi gak bisa jawab meskipun kita keluarga karna itu adalah ranah privasi buat Alika, dan Tiwi tidak dalam porsinya buat jawab" Ujar Tiwi.
"Dan masalah Bintang, aku tahu Tante kesini karna ngelihat Bintang yang begitu nyaman sama Alika, Bintang yang acuh,dingin dan antis sama cewek yang bukan keluarga bisa sampe luluh kaya gitu, tapi mending kasih tahu Bintang Tan gak usah ngarepin Alika, karna posisi Alika gak memungkinkan untuk Bintang, Alika tidak dalam posisi Wanita yang membuka hatinya ditambah lagi Alika bisa malah bikin parah Bintang setelah tahu siapa Alika" lanjut Tiwi.
Tiwi Menghela nafas lalu berkata, "Tiwi naik dulu, Capek, ngantuk juga"
Sedangkan tiga orang yang masih duduk diruang tamu itu masih terdiam tergugu dengan pikirannya masing-masing.
...******...
Sudah tiga hari ini selalu ada deliverie makanan dari ojol Getjack, dan tersangka dari perbuatan ini siapa lagi kalau bukan Bintang. rasanya ingin menolak dan mengembalikan makanan yang datang itu, tapi ketika membuka kotak itu selera makan Alika naik dan akhirnya makanan itu masuk kemulutnya sayang untuk dibuang, semenjak dari acara ulang tahun Bintang selalu mengiriminya makanan, dan itu tak bisa ditolak karna dikotak itu selalu tertulis "dibuang sayang, kalo gak dimakan nanti rejeki dipatok ayam".
Setelah selesai melakukan ritual makannya Alika naik ke kamar, menyaksikan kopernya yang sudah siap akan ia bawa sore nanti. ia mengabari teman-temannya digrup chatnya semalam ia akan berangkat nanti sore dengan naik kereta Turangga. teman-temannya ingin mengantarnya tapi Alika menolak, ia takut akan ada drama yang membuatnya malu.
Waktu menunjukan pukul empat sore, Alika bersiap akan diantar oleh mbak Lina ke stasiun.
Alika memasuki mobil,baru berjalan keluar dari komplek Alika baru ingat untuk mengirimi chat Bintang agar tidak mengiriminya makanan lagi karna dia akan kembali ke Solo. Dia menscroll nama Bintang lalu mengiriminya pesan
^^^AlikaPramudya^^^
^^^terima kasih atas makanannya selama ini.^^^
^^^Senang bisa kenal sama kamu"^^^
Tak mendapat balasan Alika langsung memasukan handphonenya ke dalam sling bagnya, yang penting sudah centang dua biru tandanya Bintang sudah membacanya,
Berbeda dengan Alika yang masa bodoh, Bintang yang sudah menyiapkan Bento empat sehat lima sempurna di dalam paperbag membaca pesan dari Alika, ia langsung naik ke lantai atas mengambil jaket, topi, masker dan kacamata hitamnya. Tanpa memikirkan apapun Bintang menenteng paperbagnya memasuki mobil menuju stasiun untuk mengantar makanan yang sudah disiapkannya.
Sesampai distasiun Alika memasuki area tunggu, Lina tidak mengantar ke dalam, Lina langsung pulang karna telepon Ibu mengatakan kalau Ziyand yang rewel ditambah badannya yang hangat.
Alika duduk di kursi panjang itu lalu mengeluarkan handphonenya sambil menunggu panggilan penumpang ketika kereta datang. disebelahnya tiba-tiba ada laki-laki berpakaian serba hitam yang duduk dengan nafas yang tersenggal dengan paperbag ditangannya, "Mungkin takut ketinggalan kereta kali sampe lari-lari" batin Alika.
Alika masih mengamati laki-laki disebelahnya yang sedang mengatur nafasnya, ia merasa kenal dengan sosok disebelahnya itu "Wait..Wait..Wait.. Bintang?? kok bisa?? ngapain??"tanyanya dalam hati.
"Alika"
__ADS_1
Sapaan Bintang menyadarkan Alika dari pertanyaan yang ada dikepalanya disertai dengan wajah bingungnya.
"Astaghfirullah beneran Bintang?? kok bisa disini?? Mau ngapain coba disini??" tanya Alika mengeluarkan pertanyaan yang ada dikepalanya tadi.
Bintang membuka maskernya lalu tersenyum tak menyangka Alika mengenalinya. lalu menyerahkan paperbag berisi makanan empat sehat lima sempurna itu.
"Deliverie terakhir, kan abis ini gak bakal bisa kirimin kamu makanan lagi" Ucapnya dengan santai.
"Ya ampun ngapain repot-repot sih sampe diantar kesini segala" ujar Alika.
"Pengen ngelihat kamu sebelum berangkat, emang harus banget hari ini ya?" tanya Bintang dan hanya dijawab anggukan oleh Alika.
"Kalo gitu Alika Pramudya kamu mau gak jadi teman dekatku?" tanya Bintang spontan.
"Lahh slama ini kan kita emang temenan?"tanya balik Alika.
"Beda" jawab Bintang.
"Beda??Beda Gimana?" tanya Alika.
Bintang mengambil tangan Alika lalu mengaitkan tangannya lalu menempelkan dahinya ke dahi Alika.
"Kaya gini" jawab Bintang.
Alika langsung mendorong Bintang reflek. Bintang yang mendapat perlakuan seperti itu mengerti bahwa ia ditolak oleh Alika.
"Apaan sih Bin?? gak ada ya yang kaya gitu" tanya Alika.
Alika melihat wajah Bintang yang murung, Alika mengambil tangan Bintang mengambil kelingkingnya lalu mengaitkannya dengan kelingkingnya dan jempolnya. mendekat ketelinga Bintang lalu berbisik,
"Cukup seperti ini, jangan minta lebih ya"
Seketika senyum terbit diwajah Bintang mengangguk lalu berkata " Teman" dan langsung dijawab Alika "Teman" dengan tersenyum.
__ADS_1
Kiss and Hug
S.E.Lina 💛