
Sesampainya di kantor mereka langsung melihat rekaman itu dan mereka terkejut ketika melihat sosok Min Jae yang terekam kamera black box. Dengan menggunakan kamera itu sebagai bukti, Jang Man menghadap inspektur dan meminta surat penangkapan untuk Min Jae.
"Hanya karena dia tertangkap kamera itu bukan berarti dia adalah pelakunya" ucap Inspektur.
"Apa kah anda tidak bisa melihat kalau setelah Hyo Min terjatuh Min Jae langsung turun dengan terburu-buru" bantah Jang Man.
Inspektur yang terpojok pun akhirnya menyetujui surat penangkapan Min Jae. Segera setelah mereka mendapatkan surat penangkapan Min Jae, mereka langsung bergegas menuju rumah Min Jae.
"Apakah kamu sudah mengeluarkan larangan Min Jae untuk keluar negri?" tanya Jang Man kepada Man Ho.
"Sudah" jawab Man Ho.
Setelah mendengar jawaban Man Ho, Kang Man menyuruh Eun So untuk mempercepat jalan mobilnya karena takut Min Jae akan kabur.
Kebiasan para konglomerat yang di bebaskan adalah kabur ke luar negri sehingga Jang Man merasa cemas.
Saat mereka sampai dirumah Min Jae mereka mencoba untuk masuk kedalam rumah tapi di hadang oleh bodyguard yang berada didepan rumah Min Jae.
"Minggir kalian, jika kalian menghalangi kami, kami akan menangkap kalian juga" ancam Jang Man.
"Maaf, anda tidak bisa masuk kedalam" ucap salah satu bodyguard.
"Benar-benar menjengkelkan" ucap Jang Man sambil mengeluarkan surat penangkapan untuk Min Jae.
"Lihat ini, kami punya surat perintah penangkapan. Jika kalian masih menghalangi kami, kami akan menuntut kalian dengan tuntutan menghalangi polisi" jelas Jang Man.
Walau Jang Man sudah mengancam mereka, para bodyguard itu tidak bergeming dan malah menangkap Jang Man dan anggota nya yang memaksa masuk sampai akhirnya Yong Bin keluar.
"Lepaskan mereka" perintah Yong Bin kepada para bodyguard nya.
"Baiklah" ucap salah satu bodyguard itu mematuhi perintah Yong Bin.
Jang Man dan anggota nya terkejut melihat Yong Bin yang merupakan anggota dewan yang ternyata adalah Ayah dari Min Jae.
"Ada keperluan apa?" tanya Yong Bin.
"Kami ingin bertemu dengan anak anda" ucap Jang Man sambil menyerahkan surat perintah b penangkapan Min Jae.
"Bagaimana ini? Min Jae sudah tidak ada disini. Dia pergi untuk belajar kemarin malam" ucap Yong Bin.
Mendengar perkataan Yong Bin mereka langsung bergerak dengan marah dan pergi meninggalkan tempat itu.
"Ah sial... periksa kemana Min Jae pergi" perintah Jang Man saat mereka berada didalam mobil.
"Baik" ucap Young Min.
"Aku ikut dengan mu" ucap Ha Ru sambil mengikuti Young Min kedalam mobilnya.
Mereka pun kembali ke kantor sedang kan Young Min dan Ha Ru pergi memeriksa ke bagian imigrasi.
Setelah sampai di bagian imigrasi mereka meminta data tentang Min Jae dan ternyata Min Jae belum meninggalkan Korea. Young Min segera menghubungi Jang Man.
"Kita akan mengeluarkan DPO untuk Min Jae" ucap Jang Man.
"Tapi apakah tidak masalah? dia anak dari Lee Yong Bin" ucap Man Ho yang sedikit khawatir.
"Tidak peduli dia anak siapa, dia adalah seorang pembunuh dan dia harus mendapatkan hukuman yang setimpal" jelas Jang Man.
__ADS_1
Man Ho yang semula ragu langsung melaksanakan tugas Jang Man. Dia langsung mengeluarkan DPO untuk Min Jae.
Setelah kepolisian mengeluarkan DPO, berbagai media mulai memberitakan tentang Min Jae dan mereka juga mengulik latar belakang dari Min Jae sehingga nama Yong Bin ikut terseret.
Kabar tersebut langsung terdengar oleh Yong Bin. Mendengar itu langsung membuat Yong Bin marah.
"Apa yang kamu lakukan? Apa kamu tidak bisa mengatur bawahan mu" ucap Yong Bin marah kepada inspektur polisi di tempat Jang Man bekerja.
Setelah menutup teleponnya, Yong Bin menyuruh staff nya untuk melakukan konferensi pers. Setelah semuanya siap, Yong Bin berdiri di hadapan media dan membungkuk kan badannya.
"Saya meminta maaf atas keributan yang terjadi karena anak saya. Jika memang anak saya bersalah saya akan bekerja sama dengan polisi dan membantu mereka. Sekali lagi saya mohon maaf karena gagal mendidik anak saya sehingga dia melakukan kesalahan yang merugikan banyak orang" ucap Yong Bin d konferensi pers nya.
Wong yang masih bekerja melihat konferensi pers Yong Bin di televisi di rumah sakit dia bekerja. Wong hanya tersenyum puas melihat ayahnya yang menundukkan kepalanya dihadapan semua orang.
Yong Bin pun harus rela mengorbankan anaknya demi kelancaran karir politik nya.
"Apa kamu gila?" ucap ibu Min Jae yang datang ke tempat kerja suaminya setelah melihat konferensi pers yang dilakukan.
"Kecilkan suaramu" perintah Yong Bin.
"Apa kamu akan mengorbankan anak mu seperti itu?" tanya istrinya.
"Apa aku harus mengorbankan karir ku demi anak yang tidak berguna seperti dia. Aku menyuruhnya ke luar negri tapi dia malah kabur dan membuat masalah ini. Jika kamu siap melepaskan kemewahan mu aku akan mengorbankan karir ku dan menyelamatkan anak mu" jelas Yong Bin.
Istrinya langsung diam dan tidak bisa berkata apa pun.
Sementara itu Jang Man dan anggotanya sedang mencari keberadaan Min Jae diseluruh penjuru kota. Mereka juga menyebarkan flyer berisi kan wajah Min Jae. Sementara Young Min dan Ha Ru pergi ke rumah Min Jae dan menggeledah rumah itu berusaha menemukan Min Jae yang kemungkinan juga berasal disana.
"Apa kah kamu menemukan sesuatu?" tanya Young Min kepada Ha Ru.
"Jika begini terus akan memakan waktu yang lama" ucap Young Min.
Mereka pun kembali ke kantor.
Ditempat lain terlihat Min Jae yang sedang berada di sebuah rumah yang merupakan milik keluarga nya. Disana Min Jae terlihat terikat dengan mata tertutup.
"Tolong... Tolong aku" teriak Min Jae yang terikat di kursi tetapi tidak ada yang bisa mendengar teriakannya.
Min Jae yang semula akan berangkat ke Amerika kemarin malam tiba-tiba di culik oleh orang suruhan Won dan disekap di vila milik ayahnya yang berada di hutan.
Di malam hari nya Won datang ke Vila itu dan membuka kan penutup mata Min Jae.
"Won, Won, maafkan aku. Tolong lepaskan aku" pinta Min Jae begitu melihat Won yang ada dihadapannya.
Won hanya terdiam melihat Min Jae yang tidak berdaya terikat di kursi.
"Kak, tolong lepaskan aku. Bukan kah kita saudara. Aku berjanji aku akan pergi dari hadapan mu" ucap Min Jae sekali lagi.
"Baiklah, kalau begitu berlutut dihadapan an ku. Kalau kamu melakukan nya aku akan membebaskan mu" ucap Won.
Min Jae berusaha untuk berlutut di hadapan Won tapi tidak bisa kerena kursi yang dia duduki dirantai sehingga dia tidak dapat bergerak. Melihat Min Jae yang berusaha untuk berlutut membuat Won terhibur sehingga dia tertawa puas.
"Sampai kapan kamu akan membuat ku menunggu? Apa kamu tidak ingin kulepaskan kan? " ucap Won.
"Tunggu sebentar. Aku sedang berusaha" balas Min Jae.
"Sudah cukup. Karena kamu tidak mau berlutut maka aku tidak akan melepaskan mu" ucap Won sambil tersenyum.
__ADS_1
"Ini pertama kalinya aku membunuh seorang pria. Jadi aku merasa sangat bersemangat" lanjut Won sambil mendekati Min Jae.
"Kumohon jangan bunuh aku, kita kan saudara" pinta Min Jae yang takut dia akan mati.
"Aku tidak yakin soal itu. Aku tidak pernah merasa bahwa kamu adalah saudara ku dan aku rasa kamu juga tidak pernah menganggap sebagai saudara juga" jelas Won.
"Jika ayah tau dia akan marah" ucap Min Jae.
"Pria tua itu tidak akan tau kalau aku membunuh mu karena aku akan membuatnya seolah-olah kamu bunuh diri disini" jelas Won memberitahukan rencana nya.
"Dia tidak akan percaya" ucap Min Jae.
"Aku akan memastikan kalau dia percaya kamu tidak usah khawatir" balas Won.
"Apa kamu lapar? Sebelum kamu mati aku akan memberikan makan malam terakhir untuk mu" ucap Won lalu pergi ke dari ruang tamu menuju dapur.
"Apa kamu punya makanan kesukaan?" tanya Won kepada Min Jae.
Min Jae hanya terdiam saja.
"Aku sudah membelikan mu sup iga jadi aku harap kamu menyukai nya" ucap Won sambil memberikan sup iga tersebut dan melepaskan ikatan tangan Min Jae.
"Jika kamu macam-macam aku juga akan membunuh ibu kesayangan mu" ancam Won kepada Min Jae selatan melepaskan ikatan Min Jae.
Min Jae pun menuruti perintah Won dan tanpa perlawanan memakan sup itu dengan lahap. Melihat hal itu Won juga melepaskan ikatan dikaki Min Jae.
Sementara itu orangtua Min Jae juga berusaha mencari Min Jae dengan menghubungi semua teman Min Jae tapi tidak ada seorang pun yang tau dengan keberadaan Min Jae. Begitu juga di kantor polisi yang masih mencari keberadaan Min Jae.
"Apa kalian sudah mendapat info tentang tempat persinggahan keluarga Min Jae" tanya Jang Man.
"Sudah. Mereka memiliki 20 vila yang tersebar di seluruh kota" jelas Man Ho sambil memberikan liat vila yang tersebut.
"20!!!! Kita akan beekerja lembur lagi kali ini" keluh Eun So.
"Tidak ada waktu untuk mengeluh. Semakin cepat kita menemukan dia semakin baik" jelas Jang Man.
"Lalu bagaimana dengan ibu dari Hyo Min? apa kalian sudah menemukan nya" tanya Jang Man kepada Young Min dan Ha Ru.
"Belum. Kami tidak tau dimana ibu Hyo Min. Tapi Min Jae tau jadi kita bisa menanyakan kepada Min Jae setelah kita menangkapnya" jelas Young Min.
"Baiklah kita akan bergerak sekarang" perintah Jang Man kepada anak buah nya.
Mereka mendapat bantuan dari unit lain saat mencari keberadaan Min Jae.
Disisi lain Min Jae sudah menghabiskan makanan nya dan duduk bersama dengan Won di ruang tamu.
"Apa kamu tau dimana ibu dari Hyo Min?" tanya Won.
"Aku tau" jawab Min Jae dengan tenang.
Entah mengapa Min Jae terlihat lebih tenang dan tidak ketakutan sama sekali.
"Tulis kan dimana ibu Hyo Min" perintah Won.
Min Jae mematuhi perintah Won dan menuliskan dimana mayat ibu Hyo Min di simpan. Setelah melakukan semua perintah Won, Min Jae tiba-tiba terjatuh disofa. Melihat hal itu Won langsung pergi meninggalkan Min Jae sendirian.
"Bereskan tempat ini" ucap Won di telepon dan pergi meninggalkan Min Jae di dalam vila itu sendirian.
__ADS_1