Bloody Scarf

Bloody Scarf
Bab 59 (Flashback Ha Ru dan Young Min)


__ADS_3

"Apa yang kamu lakukan?" tanya Ha Ru ketika melihat Ana yang terikat di kursi.


"Ini adalah hadiah ku untuk mu. Sekarang kita akan bersatu selamanya" jelas Won.


"Apa maksudmu?" tanya Ha Ru.


"Aku akan menjadikan mu komplotan ku" ucap Won.


"Apa kamu gila?" tanya Ha Ru yang tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


"Kita akan membunuh dia bersama-sama dengan begitu kamu tidak akan bisa pergi meninggalkan ku" jelas Won.


Saat mereka sedang mengobrol, Ana yang tadi nya pingsan kemudian sadar dan melihat Ha Ru dan Won yang bersama. Ana terkejut karena tubuh nya terikat di kursi dan tidak bisa bergerak. Ana men gerak-gerak kan tubuh nya agar dia bisa melepaskan ikatannya itu tapi semua nya sia-sia saja.


Ana merasa ketakutan melihat sekelilingnya yang kosong dan gelap di tambah dia terikat, Ana berpikir kalau hidupnya akan berakhir hari ini. Won menyadari kalau Ana sudah sadar.


"Bagaimana apa kamu tidur dengan nyenyak?" tanya Won kepada Ana.


"Tolong lepaskan aku... Aku berjanji tidak akan memberitahu siapa pun" pinta Ana kepada Won.


"Bagaimana aku bisa percaya dengan mu?" tanya Won sambil berjalan mendekati Ana.


"Aku benar-benar tidak akan memberitahu siapa pun" pinta Ana lagi.


"Kamu harus meminta kepada wanita itu untuk melepaskan mu karena sekarang nasib mu berada di tangan wanita itu" bisik Won kepada Ana.


"Tolong lepaskan aku.... " pinta Ana kepada Ha Ru yang berdiri jauh dari nya.


"Sekarang, jika kamu tidak memberitahu dimana anak kita aku akan menyala kan listrik yang ada di kursi itu" ucap Won kepada Ha Ru.


"Apa kamu gila? Aku sudah bilang kalau anak itu mati. Bagaimana aku bisa menghidupkan nya kembali? " teriak Ha Ru yang frustasi karena dia tidak ingin Ana terluka.


"Dimana anak kita?" tanya Won.


"Aku sudah bilang dia mati" jawab Ha Ru.


Setelah mendengar jawaban Ha Ru, Won menyalakan listrik yang ada di kursi Ana sehingga Ana tersetrum. Setelah beberapa detik menyalakan listrik itu, Won kembali mematikannya. Ha Ru yang melihat Ana tersetrum tampak sangat terkejut dan tubuhnya bergetar. Ha Ru dihadapkan di pilihan yang sulit antara menyelamatkan anak nya atau Ana.


"Dimana anak kita?" tanya Won lagi.

__ADS_1


"Kita bisa bicarakan ini, bisakah kamu melepaskan dia terlebih dahulu" ucap Ha Ru mendekati Won dengan mengumpulkan tenaga yang ada didalam dirinya.


Won menyalakan listrik di kursi itu lagi karna jawaban yang di ucapkan Ha Ru tidak sesuai harapannya. Kemudai Won mematikan nya lagi.


"To.... long... " ucap Ana yang sudah tidak punya tenaga lagi.


"Jika dia mati semua ini adalah salah mu karena kamu memilih untuk melindungi anak mu tapi jika kamu memberitahu ku dia akan selamat dan kamu tidak akan menjadi pembunuh" ucap Won mencoba untuk menyakinkan Ha Ru.


"Aku mohon lepaskan dia. Aku akan melakukan apapun permintaan mu" ucap Ha Ru yang terduduk berlutut dihadapan Won karena kaki nya lemas.


"Kalau begitu katakan dimana anak kita?" tanya Won lagi.


Kali ini Ha Ru memilih untuk diam, walau Ha Ru terdiam Won tetap menyalakan listrik itu lagi dan membuat Ana tersiksa. Won yang keras kepala dan juga Ha Ru yang memilih untuk melindungi anak nya membuat Ana harus mengalami siksaan kursi listrik yang bertubi-tubi. Dikarenakan siksaan yang terus-menerus tubuh Ana tidak bisa menahannya sehingga akhirnya dia meninggal dunia.


"Aku rasa dia sudah meninggal " ucap Won.


Melihat Ana yang sudah lemas tak bernyawa, Ha Ru merasa bersalah dan menangis dihadapan jasad Ana. Sedangkan Won yang sudah terbiasa melihat orang meninggal merasa biasa saja dan berjalan kearah Ha Ru.


"Ingat, ini semua salah mu jika saja kamu memberitahu ku dimana anak kita, dia mungkin masih hidup" bisik Won yang berada disamping Ha Ru saat ini.


Ha Ru yang diliputi rasa bersalah mencoba untuk tegar dan menyakinkan dirinya kalau dia tidak melakukan kesalahan.


"Apa kamu tau, ini hanyalah permulaan" ucap Won lalu meninggalkan Ha Ru sendirian di ruangan tersebut.


Sedangkan di kantor polisi Ilsan, Young Min teringat dengan plat nomor itu dan untuk memastikan nya dia melihat video dimana Sung Jae terekam di sebuah kafe.


"Kapten, lihat ini. Nomor plat mobil nya sama" ucap Young Min sambil menunjukkan video yang dia lihat.


"Benar. Kita akan menuju rumah Sung Jae lagi" perintah Jang Man kepada anak buahnya.


Mereka pun bergegas pergi ke rumah Sung Jae tapi saat mereka sampai disana rumah itu sudah dalam keadaan kosong.


"Coba periksa kedalam" perintah Jang Man.


Mereka memeriksa setiap sudut dan tidak menemukan keberadaan Sung Jae.


"Kosong" ucap Eun So.


"Disini juga" kata Man Ho yang juga tidak menemukan apa pun.

__ADS_1


"Aku menemukan sesuatu" teriak Young Min yang berada di kamar dimana Mi Na berada.


Mereka berlari ke kamar itu dan mendapati peralatan medis yang baru saja digunakan.


"Panggil tim forensik" perintah Jang Man keapda Man Ho.


"Aku yakin dia tinggal dengan orang lain karena infusnya masih dan ada bercak darah" ucap Young Min.


"Kali ini kita benar-benar menangkap pelakunya. Turunkan larangan agar dia tidak bisa keluar negri" ucap Jang Man.


Rumah itu pun dipasang garis polisi dan forensik mulai memeriksa kamar itu.


Sementara mereka menggeledah rumah itu, mereka tidak tau kalau Sung Jae sudah berangkat ke luar negri bersama dengan Ha Na dan Mi Na.


"Kenap kita harus pergi ke luar negri?" tanya Ha Na yang bingung karena Sung Jae tiba-tiba saja mengajak nya untuk pergi.


"Ibu perlu perawatan sehingga kita harus pergi ke. luar negri" jawab Sung Jae.


Walau pemerintah sudah menurunkan larangan pergi ke luar negri untuk Sung Jae tapi Sung Jae memiliki identitas lain sehingga dia lolos dan bisa pergi keluar negri.


Di rumah Won yang lainnya, Ha Ru yang masih syok dengan apa yang terjadi dengan Ana hanya bisa berdiam dan melamun di kamar nya.


"Apa kamu tidak apa-apa?" tanya Won yang mengkhawatirkan keadaan Ha Ru.


Ha Ru hanya bisa terdiam dan tidak menjawab pertanyaan Won.


"Jangan khawatir, jika kamu berkata jujur lain kali kamu bisa menyelamatkan nya" ucap Won sambil memeluk Ha Ru.


Ha Ru merasa marah dan mendorong tubuh Won dan kemudian menamparnya.


"Dasar gila, aku tidak percaya kalau aku pernah menyukai mu. Kamu sakit" ucap Ha Ru memaki-maki Won.


Mendengar makian Ha Ru, Won hanya bisa tersenyum.


"Berani-beraninya kamu menampar ku" ucap Won yang memegang wajah Ha Ru.


"Ingin sekali aku menyakiti wajah cantikmu tapi aku tidak akan melakukan nya karena aku sangat mencintaimu" lanjuta Won sambil mencium bibir Ha Ru dengan paksa.


Ha Ru menggigit bibir Won sampai berdarah dan akhirnya Won melepaskan ciumannya. wok menyeka darah dimulut nya sambil Menyeringai.

__ADS_1


"Apa kamu suka yang kasar sekarang?" tanya Won sambil masih menyeringai.


"Aku tidak masalah karena aku juga menyukai nya" ucap Won sambil menarik tubuh Ha Ru sehingga dia tertidur di tempat tidur secara paksa.


__ADS_2