Bloody Scarf

Bloody Scarf
Bab 55 (Flashback Ha Ru dan Young Min)


__ADS_3

Dalam rekaman CCTV itu terlihat Se Na masuk kedalam sebuah mobil dan pergi. Tapi plat mobil itu tidak terlihat jelas sehingga mereka belum bisa menyelidiki siapa pemilik mobil itu.


"Minta tim cyber untuk memperjelas plat mobil dalam video itu" perintah Jang Man.


"Baik, kapten" jawab Eun Ho dengan antusias dan segera pergi ke tim cyber.


"Akhirnya kita akan menangkap pembunuh sialan itu" ucap Jang Man yang merasa kalau semuanya akhirnya berakhir.


Sementara itu Ha Ru masih menjalani hidupnya sebagai ibu bersama dengan Won.


"Aku akan pergi keluar sebentar" ucap Won kepada Ha Ru.


"Kamu mau kemana?" tanya Ha Ru yang penasaran.


"Aku akan pergi kerumah sakit milik keluarga ku. Aku harus mulai siap-siap untuk bekerja demi anak kita" jawab Won.


"Baiklah. Hati-hati dijalan" ucap Ha Ru.


Setelah Won pergi dari rumah, Ha Ru langsung pergi ke ruang kerja dimana Won menghabiskan hari nya disana. Dia ingin mencari segala bukti yang menunjukkan dimana nenek nya. Saat dia membuka laci meja Won, dia menemukan foto neneknya dan kemudian mengirimkan foto itu ke kantor polisi Ilsan agar mereka membantu menyelidiki keberadaan neneknya.


Ha Ru pergi ke rumah tetangganya dan meminta tolong kepada pembantu yang bekerja disana.


"Selamat siang, saya tetangga yang baru pindah dirumah sebelah. Apakah saya bisa meminta bantuan anda?" ucap Ha Ru berharap dia mau membantu nya.


"Baiklah. Silahkan masuk" ucap pembantu itu sambil membuka kan pintu atas perintah pemilik rumahnya.


Ha Ru masuk kedalam rumah itu bersama dengan anaknya.


"Apa yang bisa saya bantu?" tanya seorang wanita yang duduk di ruang tamu sambil meminum teh nya dengan elegan.


"Saya ingin mengirimkan foto dengan alamat ini. Dan juga saya ingin anda segera menghubungi saya jika balasannya sudah datang" ucap Ha Ru sambil menunjukkan amplop coklat yang berisi foto nenek nya.


"Kenapa kamu tidak melakukan nya dengan alamat rumahmu?" tanya Wanita yang bernama Ro Ha.


"Apa jangan-jangan anda adalah agen rahasia dan keluarga anda tidak boleh tau?" tanya Ro Ha lagi.


"Benar, saya sebenarnya adalah polisi dan saya sedang menyelidiki sebuah kasus jadi karena ini sangat dirahasiakan saya ingin meminta tolong anda" jelas Ha Ru berbohong.


"Baiklah" ucap Ro Ha yang menyetujui permintaan Ha Ru karena dia mudah percaya dengan orang lain.


"Dan bisakah anda mengantar saya ke kantor pos terrdekat karena saya ingin memastikan amplop ini terkirim" pinta Ha Ru.

__ADS_1


"Baiklah. Ayo kita pergi" ucap Ro Ha dengan antusias.


Mereka berdua pun pergi bersama dengan mobil Ro Ha.


"Apakah itu anak mu?" tanya Ro Ha saat mereka berada didalam mobil.


"Iya. Namanya Lee Sae In" jawab Ha Ru.


"Nama yang indah" puji Ro Ha.


"Terima kasih" balas Ha Ru.


"Kenapa kamu ingin membantu ku?" tanya Ha Ru yang penasaran kenapa Ro Ha langsung membantunya.


"Aku menyukai tantangan dan kelihatan nya pekerjaan yang kamu lakukan penuh tantangan" jawab Ro Ha sambil tersenyum.


"Oh ya, nama ku Ro Ha. Jika kamu butuh bantuan kamu bisa meminta tolong padaku karena aku pasti akan membantu mu" ucap Ro Ha.


"Terima kasih. Nama ku Ha Ru" jawab Ha Ru.


"Sebenarnya aku adalah anak konglomerat tapi aku dianggap masih terlalu muda untuk bekerja sehingga aku hidup hanya untuk menghabiskan uang tapi aku juga merasa bosan karena dirumah setiap hari" jelas Ro Ha yang sangat terbuka dengan Ha Ru.


Selama perjalanan ke kantor pos, Ro Ha banyak membicarakan dirinya dan keluarganya. Bagaimana semua kakaknya sangat protektif kepadanya dan bagaimana baiknya keluarga mereka walau mereka adalah orang kaya. Tak terasa mereka pun sampai di kantor pos dan Ha Ru langsung menyerahkan amplop coklat tersebut.


"Sepertinya aku harus segera kembali" jawab


Ha Ru.


"Tapi kita bisa pergi lain kali" lanjut Ha Ru yang tidak ingin membuat Ro Ha kecewa.


"Baiklah. Kalau begitu kamu bisa datang kerumah ku jika ingin minum kopi. Aku tau tempat yang kopi yang enak di sekitar sini" jelas Ro Ha yang terlihat antusias.


"Baiklah" jawab Ha Ru.


Mereka pun menceritakan banyak hal dalam perjalanan pulang.


Sementara itu di kantor polisi Ilsan mereka mendapatkan nomor plat mobil yang dinaiki oleh Se Na tapi ternyata nomor itu palsu.


"Sial, kupikir kita akan segera menangkap pelakunya" ucap Jang Man yang merasa kesal.


"Bukankah nomor itu terlihat familiar?" tanya Young Min.

__ADS_1


"Familiar? Aku tidak pernah melihat nomor itu" ucap Eun Ho yang melihat nomor plat itu tapi dia tidak bisa mengingat apa pun.


"Aku yakin aku pernah melihat nomor itu" ucap Young Min yang tidak bisa mengingat dimana dia meliat plat mobil itu.


Sementara itu, Ha Ru baru saja pulang kerumah dan saat dia pulang kerumah Won sudah berada dirumah.


"Dari mana saja kamu?" tanya Won yang berada di teras rumah mereka saat Ha Ru baru saja masuk.


"Aku hanya jalan-jalan disekitar komplek karena aku bosan" ucap Ha Ru.


"Seharusnya kamu memberitahu ku, aku merasa sangat khawatir" balas Won yang berjalan mendekati Ha Ru dan memeluk Ha Ru.


"Maafkan aku. Aku tidak punya ponsel jadi aku tidak tau bagaimana aku harus menghubungi mu" ucap Ha Ru yang berada di pelukan Won.


"Baiklah. Tidak masalah. Yang penting kamu sudah kembali" balas Won.


Mereka pun masuk kedalam rumah. Saat Ha Ru berada di rumah tidak banyak yang harus dia kerjakan karena pekerjaan rumah dan memasak akan dilakukan oleh seseorang yang sudah biasa melakukan nya. Dia hanya merawat anak nya yang kadang juga di bantu oleh Won.


"Aku mulai bosan" ucap Ha Ru saat mereka berduaan diruang tamu.


"Bosan? Apa kamu ingin mengikuti beberapa les?" tanya Won.


"Bukan itu maksud ku. Aku ingin kembali kerja" ucap Ha Ru.


"Tidak" balas Won dengan tegas.


"Tapi aku merasa jika aku sudah siap untuk kembali bekerja" ucap Ha Ru.


"Kalau kamu ingin kembali bekerja, tinggalkan Sae In dan aku dan jangan pernah kembali" balas Won mengancam Ha Ru.


"Apa maksudmu? Bagaimana bisa kamu meminta ku untuk meninggalkan Sae In?" tanya Ha Ru yang tidak menyangka dengan Won akan menyuruhnya meninggalkan anaknya.


"Karena Sae In membutuhkan ibu yang bisa menjaga nya 24 jam. Bagaimana kamu bisa menjaga nya jika kamu bekerja terlebih lagi di kantor polisi ilsan. Apa kamu sudah gila? " ucap Won yang marah kepada Ha Ru.


Ha Ru tidak mengengerti kenapa Won sangat marah kepadanya hanya karena dia ingin kembali bekerja.


"Kita bisa kembali ke Ilsan" ucap Ha Ru kepada Won.


"Kembali ke Ilsan dan membiarkan mu bertemu dengan banjingan itu lagi. Apa kamu sudah merindukannya?" tanya Won yang berjalan mendekati Ha Ru sehingga membuat Ha Ru terpojok.


"Apa maksudmu? Aku hanya ingin kembali bekerja dan aku tidak ada niatan untuk kembali kepada Young Min" jelas Ha Ru yang merasa tidak adil karena dituduh oleh Won.

__ADS_1


"Bagaimana aku bisa percaya dengan perkataan mu? Bagaimana aku bisa melakukan itu saat aku tau kalau kalian sudah tidur bersama?" teriak Won sambil memegang erat pundak Ha Ru sehingga Ha Ru kesakitan.


"Lepaskan aku, kamu menyakiti ku" ucap Ha Ru yang mencoba untuk lepas dari cengkraman Won.


__ADS_2