
"Apakah anda mengenal Yo Han?" tanya Kyung Min yang penasaran.
"Tentu saja. Kami sering berbicara bersama saat dia berada di luar negri" ucap asisten Dong Mi berbohong kepada Kyung Min.
"Benarkah? Apa saja yang kalian bicarakan?" tanya Kyung Min yang percaya dengan kebohongan asisten Dong Mi.
"Tentu saja. Tapi aku tidak bisa menjelaskan nya sekarang. Jika kamu mau berbicara lebih lanjut tentang Kyung Min kamu bisa menghubungi nomor ini" ucap asisten Dong Mi sambil memberikan kartu namanya.
Kyung Min menerima kartu nama itu tanpa ragu dan tanpa sengaja Young Min melihat hal itu. Young Min merasa sedikit curiga dan setelah asisten Dong Mi pergi, Young Min langsung menghampiri Kyung Min.
"Apa yang kalian berdua bicarakan?" tanya Young Min tanpa basa basi.
"Tidak ada hal yang serius" jawab Kyung Min lalu pamit pergi meninggalkan Young Min.
Young Min merasa kalau asisten Dong Mi lebih berbahaya dari pada Dong Mi sendiri sehingga dia selalu waspada saat bertemu dengan asisten Dong Mi.
Ditempat lain Ha Ru memulai harinya bekerja di pusat administrasi dan menangani keluhan-keluhan dari masyarakat sekitar. Disaat dia sedang bekerja tiba-tiba ada seorang laki-laki yang masuk dalam keadaan babak belur dan juga berdarah-darah. Masyarakat sekitar yang melihat orang itu langsung berteriak histeris dan Ha Ru segera menghampiri laki-laki tersebut.
Bibir nya kering dan pakaiannya terlihat kotor serta beberapa memar di wajah dan tubuhnya.
"Tolong... Tolong aku" ucap pria itu saat memasuki kantor dimana Ha Ru bekerja.
"Apa anda baik-baik saja?" tanya Ha Ru yang dengan sigap sudah berada di dekat pria itu.
"Tolong aku... Dia ingin membunuh ku" ucap pria itu sambil memegang tangan Ha Ru memohon agar Ha Ru menyelamatkan dia.
"Anda tenang dulu. Anda aman di sini. Saya akan menolong anda. Bisa ceritakan apa yang terjadi dengan anda?" tanya Ha Ru berusaha menenangkan dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan pria tersebut.
"Kamu harus menyembunyikan aku, jika tidak dia akan datang dan membunuh ku" ucap pria itu yang masih ketakutan.
__ADS_1
"Tenang lah... Kamu aman... Tidak akan ada yang menyakitimu" ucap Ha Ru menenangkan pria tersebut lagi dan lagi.
Semua usaha Ha Ru tampak sia-sia karena pria itu terus merasa ketakutan sehingga dia harus ditempatkan di sebuah ruangan. Di ruangan itu Ha Ru menemani pria itu atas permintaan pria tersebut. Tapi tetap saja pria itu tampak sangat ketakutan dan tidak bisa tenang.
"Silahkan minum ini" ucap Ha Ru sambil memberikan minuman hangat untuk pria tersebut.
Bukannya menerima teh buatan Ha Ru pria itu malah membuang minuman itu.
"Aku tidak mau meminum minuman ini" ucap pria itu.
"Baiklah. Kamu tidak perlu meminum nya. Bisakah kamu beritahu aku, siapa namamu?" tanya Ha Ru kepada pria itu ketika dia sudah bisa di ajak bicara.
"Seung Hoon, Park Seung Hoon" jawab pria yang bernama Seung Hoon itu.
"Apa kamu ingat dimana rumah mu?" tanya Ha Ru.
"Tidak... aku tidak tau... Dirumah tidak aman... Mereka datang ke rumah untuk menangkap ku" jawab Seung Hoon yang panik ketika ditanya dimana rumahnya.
Walau Ha Ru sudah berusaha untuk menenangkan Seung Hoon tapi Seung Hoon tidak bisa tenang dan tidak bisa diajak bicara sehingga kesempatanHa Ru untuk mengetahui identitas Seung Hoon pun jadi terhambat. Akhirnya Ha Ru membawa Seung Hoon kerumah sakit agar dia bisa ditangani oleh spesialis kejiwaan dan juga diberikan obat penenang.
Setelah Ha Ru pulang dari rumah sakit, salah satu senior Ha Ru mendatangi Ha Ru dan bertahan tentang Seung Hoon.
"Bagaimana keadaannya?" tanya salah satu senior Ha Ru.
"Dia sudah tenang dan sedang tertidur" jawab Ha Ru.
"Apakah kamu sudah membuat laporan tentang pria itu?" tanya senior Ha Ru.
"Belum. saya belum membuat laporan nya" jawab Ha Ru.
__ADS_1
"Segera buat laporannya dan berikan kepadaku supaya aku bisa melaporkan ini ke atasan" jelas Senior Ha Ru.
Ha Ru pun membuat laporan tentang Seung Hoon secara mendetail dan juga kondisi Seung Hoon dari sudut pandang Ha Ru. Setelah selesai membuat laporan itu, dia memberikan laporannya kepada senior yang memerintahkan nya tadi.
Ha Ru yang penasaran pun mencoba untuk mencari data pribadi Seung Hoon, tapi tidak ada yang di laporkan hilang sehingga dia tidak tau yang mana saya dari Seung Hoon yang dia temui hari ini.
Sementara itu anak buah asisten Dong Mi memberitahu Dong Mi jika Seung Hoon kabur dari pengawasan mereka.
"Bagaimana dia bisa kabur? Bukan kah aku menyuruh mu untuk menjaga nya dengan baik?" tanya asisten Dong Mi yang marah kepada anak buahnya.
"Maafkan kami" Balasa anak buah asisten Dong Mi.
"Pokoknya cari dia sampai ketemu dan habisi dia secara diam-diam kalau sampai kalian gagal, kalian lah yang akan mati" ancam asisten Dong Mi.
Mendengar perintah dari asisten Dong Mi mereka langsung bergerak mencari Seung Hoon. Seung Hoon merupakan korban terakhir yang belum sempat mereka bunuh karena saat itu polisi sedang menyelidiki hilang nya para pekerja bar sehingga mereka bersikap hati-hati. Tapi karena kehati-hatian mereka Seung Hoon bisa melarikan diri dari mereka dan membuat posisi mereka dalam bahaya.
Di kantor polisi Ilsan, Kyung Min sedang bimbang apakah dia harus menelpon asisten Dong Mi atau tidak karena asisten Dong Mi adalah pengacara dari tersangka dari kasus yang sedang dia kerjakan. Jika dia terlihat berhubungan dengan pengacara tersangk orang lain bisa salah paham. Saat Kyung Min sedang merasa bimbang, Young Min yang memperhatikan Kyung Min langsung menghampiri Kyung Min.
"Apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Young Min kepada Kyung Min.
"Tidak ada" jawab Kyung Min berbohong.
"Tidak semua orang bisa kita percaya, kalau kamu penasaran dengan sesuatu lebih baik bertanya kepada orang nya langsung agar tidak terjadi kesalahan pahaman. Aku harap kamu bisa memilih dengan bijak dan membuat keputusan yang benar" jelas Young Min kepada Kyung Min.
Setelah memberikan nasihat kepada Kyung Min, Young Min langsung pergi meninggalkan Kyung Min sambil menepuk bahunya.
Young Min pun kembali ke kantor dan secara kebetulan tim mereka mendapatkan laporan yang ditulis oleh Ha Ru.
"Apa ini?" tanya Young Min saat melihat berkas dimeja nya.
__ADS_1
"Mereka bilang itu berkas kasus orang hilang, mereka memberikan nya kepada mu karena kamu memberitahu mereka jika ada berita orang hilang kamu ingin melihat berkasnya" jelas Eun Ho.
Young Min pun membaca berkas tersebut dan mencocokan dengan nama-nama yang ditulis oleh Jae Hee dan benar saja nama Seung Hoon berada di list yang diberikan Jae Hee.