Bloody Scarf

Bloody Scarf
Bab 50 (Flashback Ha Ru dan Young Min)


__ADS_3

Saat Se Na bangun, dia tidak bisa melihat apa pun karena matanya yang ditutupi.


"TOLONG AKU... SIAPA PUN TOLONG AKU" teriak Se Na yang ketakutan karena tidak bisa bergerak.


"APA ADA ORANG DISINI? " teriak Se Na lagi tapi tidak ada yang menjawab pertanyaan Se Na.


Sedangkan Won tersenyum penuh kepuasan setelah melihat Se Na mencari bantuan. Sena juga mencoba untuk melepaskan ikatan ditangan dan kakinya.


"Ah Sial... " ucap Se Na yang kesal karena dia tidak tau apa yang terjadi.


Dipikiran Se Na hanya ada siapa pelaku yang melakukan hal ini padanya dan kenapa dia melakukan hal ini pada Se Na.


Setelah cukup bersenang-senang dengan mengamati Se Na yang ketakutan, Won membuka penutup mata Se Na.


"Selamat datang" ucap Won dengan senyuman diwajahnya.


"Siapa disana?" ucap Se Na yang tidak bisa melihat dengan jelas karena sorotan lampu yang langsung ke mata nya.


"Aku akan sedih jika kamu tidak mengenali ku" ucap Won yang memindahkan lampu yang menyorot Se Na.


Se Na pun akhirnya bisa melihat dalang dibalik penculikannya. Orang itu ternyata adalah Won, pria yang baru saja dia temuai.


"Apa yang kamu inginkan? Tolong lepaskan aku" ucap Se Na memohon kepada Won.


"Aku sangat suka saat kamu memohon. Kamu terlihat sangat cantik saat memohon" ucap Won sambil mendekati Se Na.


"Jangan mendekat... aku mohon... " pinta Se Na saat Won berjalan mendekatinya.


"Aku tidak akan menyakiti mu saat ini" ucap Won yang mengeluarkan syal dari kantong celana nya dan memakaikan syal yang dia berikan dileher Se Na.


"Bukan kah kamu bilang kamu menyukai syal ini" ucap Won sambil berjalan mundur untuk melihat bagaimana penampilan Se Na.


"Lepaskan syal ini dari leher ku" ucap Se Na sambil mengis.


"Kamu terlihat cantik dengan syal itu. Apa kamu mau melihatnya?" tanya Won kepada Se Na sambil tersenyum.


Won mengeluarkan ponselnya dan membuka kamera teleponnya.


"Tersenyum lah. Aku kan menunjukkan betapa cantiknya dirimu" perintah Won kepada Se Na.


Bukannya tersenyum tapi Se Na semakin ketakutan dan menangis terus. Won yang kesal pun berjalan kearah Se Na dan memegang wajah Se Na dengan tangannya.


"Aku bilang tersenyum lah. Apa kamu tidak dengar apa yang aku ucapkan? " ucap Won dengan tatapan yang mengancam.


Sena pun terpaksa tersenyum sambil menahan tangisannya.

__ADS_1


"Bagus begitu. Kamu terlihat sangat cantik" jelas Won sambil menekan tombol untuk memotret Se Na.


Setelah berhasil memotret Se Na, Won menunjukkan hasil karya nya kepada Se Na.


"Bukankah kamu terlihat cantik?" tanya Won mengenai karya nya kepada Se Na sambil menunjukkan foto hasil jepretan nya.


"Iya" jawab Se Na sambil gemetar demi memuaskan keinginan Won.


Setelah Won selesai menunjukkan foto karya kepada Se Na, Sung Jae pun datang.


"Kenapa kamu lama sekali?" tanya Won ketika Sung Jae baru saja datang.


"Klub malam itu sangat susah di tembus jadi aku mengalami sedikit masalah. Tapi semuanya sudah beres" jelas Sung Jae yang baru saja menyingkirkan semua jejak mereka.


"Lihat lah, bukan kah dia sangat cantik?" tanya Won kepada Sung Jae sambil memperlihatkan foto yang baru saja dia ambil.


"Iya" jawab Sung Jae.


"Bagaimana kalau kita melakukan sesuatu yang baru?" tanya Won kepada Sung Jae.


"Apa maksudmu?" tanya Sung Jae.


"Bagaimana kalau kita siarkan saat membunuh dia?" tanya Won setelah mengucapkan ide gilanya itu.


"Bagaimana kalau kita ketahuan setelah melakukan hal itu?" tanya Sung Jae.


"Dan kita akan menyebar kann video itu saat mayat dia ditemukan" tambah Won.


Won membicarakan hal seperti itu didepan Se Na tanpa rasa bersalah sedangkan Se Na hanya bisa memohon dan berusaha untuk kabur dari mereka berdua.


"Terserah lakukan sesuka mu" ucap Sung Jae.


"Baiklah kita akan melakukannya" balas Won yang tampak senang.


Setelah selesai berbicara dengan Sung Jae, Won pun mendatangi Se Na.


"Selamat kamu akan jadi yang pertama" ucap Won ambigu sehingga membuat Se Na bingung dan ketakutan.


"Apa maksud mu?" tanya Se Na yang merasa takut dengan ucapan Won.


Won berjalan kearah Se Na dan berdiri dibelakang Se Na, dia memakai sarung tangan hitam.


"Apa kamu sudah siap?" tanya Won kepada Sung Jae.


Sung Jae pun mengambil posisi dan mengeluarkan ponsel nya untuk merekam apa yang akan dilakukan oleh Won.

__ADS_1


"Baiklah aku sudah siap" ucap Sung Jae setelah menekan tombol untuk merecord.


Won melepaskan syal yang dikenakan Se Na dan memegang syal itu dengan kedua tangannya lalu langsung mencekik Se Na dengan syal itu.


Se Na yang terkejut berusaha untuk meronta-ronta akan tetapi semuanya sia-sia saja. Won malah mencekik Se Na lebih kencang sehingga Se Na kehabisan nafas dan tak sadarkan diri.


Setelah Se Na tak sadarkan diri, Won mengambil palu dan memukulkan palu itu ke kepala Se Na sampai akhirnya dia meninggal.


"Untuk para polisi, aku sudah memberitahu mu bagaimana aku membunuh para korban ku" ucap Won di dalam Video.


Setelah selesai membunuh Se Na, Sung Jae bertugas untuk membersihkan mayat Se Na.


"Apa yang akan kamu lakukan dengan video itu? " tabya Sung Jae sambil memindahkan mayat Se Na di bathtub yang ada di kamar mandi.


"Aku akan memberikan surprise kepada para polisi itu terutama kepada Young Min" jawab Won sambil duduk dan menonton video yang di rekam oleh Sung Jae.


Saat Won menonton video itu berulang-ulang untuk memastikan kalau tidak ada bukti yang terekam di video, Sung Jae sedang memandikan Se Na dan menyentuh wajah Se Na dengan penuh kasih sayang. Sung Jae membersihkan tiap suruh tubuh Se Na sehingga Se Na bersih dari noda. Setelah Se Na sudah bersih Sung Jae mengeringkan tubuh Se Na dengan Handuk lalu menyelimuti nya dan memasukkan nya kedalam koper.


Sementara itu Ha Ru yang sedang berada di vila tidak bisa tidur dan saat dia keluar kamar dia melihat Ha Na sedang menonton TV.


"Kenapa kamu belum tidur?" tanya Ha Ru kepada Ha Na.


"Aku tidak bisa tidur karena Sung Jae belum pulang dan tidak biasanya dia pulang selarut ini" ucap Ha Na yang khawatir dengan Sung Jae.


Mendengar ucapan Ha Na, Ha Ru pun sadar kalau Won juga belum pulang.


"Apa kamu juga tidak bisa tidur karena khawatir pada Kak Won?" tanya Ha Na.


"Iya, aku juga khawatir" jawab Ha Ru berbohong.


"Mereka bilang, mereka akan kemana hari ini?" tanya Ha Ru.


"Mereka ada urusan di Seoul jadi mereka kemungkinan tidak pulang. Walau mereka sudah memberitahu ku tapi aku tidak bisa berhenti khawatir karena Sung Jae tidak pernah meninggalkan aku selama ini" jelas Ha Na.


"Ha Na, Apakah kamu pernah mengobrol dengan ibu Won?" tanya Ha Ru mengalihkan pembicaraan.


"Tidak. Sung Jae tidak pernah mengijinkan aku untuk ngobrol dengan ibunya" jawab Ha Na.


"Apakah kamu tidak penasaran dengan ibu mereka?" balas Ha Ru yang ingin menghasut Ha Na.


Ha Na berpikir sejenak.


"Kadang aku penasaran tapi aku tidak ingin Sung Jae marah jadi aku selalu melakukan apa yang dia katakan" jelas Ha Na.


"Apa kamu ingin berbincang dengan ibu mereka? Selagi mereka tidak ada dirumah dan Sung Jae tidak ada dirumah saat ini" jawab Ha Ru merayu Ha Na untuk menjadi komplotannya.

__ADS_1


"Baiklah" ucap Ha Na setelah berpikir dengan tawaran Ha Ru.


__ADS_2