
Saat mereka masuk, Won menyuruh Ha Ru untuk berjongkok agar tidak ketahuan karena ada beberapa barang yang terkumpul sehingga bisa menutupi Ha Ru. Won tidak ingin menyia-nyiakan kan kesempatan itu dan membuat Ha Ru memberikan nya **** ***.
"Dokter ada disini?" ucap suster itu yang hanya bisa melihat setengah tubuh Won.
"Iya. Ada apa?" tanya Won kepada suster yang masuk kedalam ruang penyimpanan sambil menikmati servis yang diberikan Ha Ru.
"Sebentar lagi jadwal praktek anda" ucap suster tersebut.
"Baiklah. Aku akan kesana. Ada yang harus aku lakukan disini. Kalian bisa pergi dulu" perintah Won mengusir kedua suster itu.
Setelah kedua suster itu pergi, Ha Ru mendorong kaki Won dan ter batuk-batuk.
"Kamu gila" ucap Ha Ru sambil masih terbatuk-batuk.
"Maafkan aku, tapi aku menyukai nya" jawab Won yang sekarang ikut berjongkok seperti Ha Ru dan mencium kening Ha Ru.
"Sebaiknya kita sudahi saja. Aku takut jika kamu akan marah padaku jika aku terus melakukannya" lanjut Won yang melihat wajah Ha Ru yang mulai marah.
"Jangan lakukan itu lagi" balas Ha Ru sambil memakai pakaiannya.
"Baiklah. Bolehkan kita melakukan yang lagi malam ini? " tanya Won yang masih belum puas.
"Dasar" balas Ha Ru tanpa menjawab pertanyaan Won.
"Keluar 5 menit setelah aku keluar" ucap Ha Ru sambil berjalan keluar.
Won hanya bisa tersenyum sambil menahan rasa gemas nya kepada Ha Ru.
"Sial... kenapa dia bisa se imut itu? Aku bisa gila kalau begitu karena ingin melakukannya lagi ditempat umum" ucap Wom kepada dirinya sendiri setelah Ha Ru keluar.
Sesuai perintah Ha Ru, Won keluar 5 menit setelah Ha Ru keluar.
Ha Ru langsung pergi menemui Seol Hyun yang sedang diobati.
"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Ha Ru yang saat ini sudah berada di hadapan Seol Hyun.
"Aku baik-baik saja" jawab Seol Hyun.
Tak lama setelah Ha Ru masuk, dokter yang merawat Seol Hyun datang dan menyarankan jika Seol Hyun di rawat di sana lebih lama karena ada bagian tubuh nya yang retak. Ha Ru menyetujui nya dan memberi tahu para rekan nya.
Di kantor polisi, Young Min mengintrogasi Eun Woo yang sedang teler.
"Apa kamu mengenal orang ini?" tanya Young Min sambil memperlihatkan foto Shin Ji.
"Aku tidak tau. Tapi kenapa aku disini" ucap Eun Woo sambil ter senyum-senyum sendiri.
Young Min merasa introgasi ini akan sia-sia jadi dia menyuruh Eun So untuk membawa Eun Woo kedalam sel dan memutuskan untuk mengintrogasi nya besok.
"Sepertinya dia benar-benar teler. Kita tidak bisa menanyakan apa pun pada orang seperti itu" jelas Young Min kepada Jang Man.
Jang Man Setuju dengan ucapan Young Min, dia kemudian menyuruh anggota tim nya untuk pulang.
Dirumah sakit, di depan kamar Seol Hyun di jaga oleh polisi karena Ha Ru tidak bisa menjaganya 24 jam. Saat Ha Ru keluar dari kamar Seol Hyun, Won sudah menunggunya didepan kamar itu.
"Apa kamu sudah selesai? " tanya Won.
"Sudah, bagaimana dengannmu?" tanya Ha Ru.
"Sudah. Ayo kita pulang dan melakukan nya lagi. Aku sudah tidak sabar" ucap Won menggoda Ha Ru.
"Ssttt... apa yang kamu katakan" balas Ha Ru sambil melihat kearah polisi yang sedang berjaga didepan kamar Seol Hyun, takut polisi itu akan mendengar percakapan mereka.
Ha Ru langsung menyeret Won dan Won hanya tersenyum melihat tingkah Ha Ru.
__ADS_1
"Kamu tidak bisa mengatakannya di depan umum" ucap Ha Ru setelah berhenti menarik tangan Won dan sedang menunggu lift.
"Kenapa? Mereka tidak akan peduli dengan apa yang aku katakan" jelas Won.
"Aku malu ketika kamu mengatakannya" ucap Ha Ru sambil tersipu malu.
"Ahhh... " teriak Won yang membuat orang-orang yang juga sedang menunggu lift melihat kearah nya.
"Kenapa kamu berteriak?" tanya Ha Ru dengan spontan.
"Karena kamu sangat imut. Membuat ku semakin tidak sabar" ucap Won.
Ha Ru yang merasa malu pun masuk kedalam lift terlebih dahulu dan menjaga jarak nya dari Won.
Sesampainya dirumah Won langsung mencium Ha Ru. Ha Ru yang belum siap tampak terkejut dan mencoba mendorong tubuh Won tapi tidak bisa. Won lalu mengangkat tubuh Ha Ru yang membuat Ha Ru melingkarkan kakinya di tubuh Won. Won langsung membawa Ha Ru masuk kedalam kamar.
Won melepaskan ciumannya dan beralih ke lehernya tapi Ha Ru menghentikannya.
"Aku akan mandi dulu" ucap Ha Ru yang mendorong tubuh Won dengan mudah nya kali ini.
Won yang tidak percaya dengan apa yang dia dengar hanya bisa mematung. Dia tidak percaya kalau Ha Ru masih sempat memikirkan untuk mandi padahal mereka sedang bermesraan.
Won hanya bisa menunggu Ha Ru yang sedang mandi.
"Segarnya, rasanya ku bisa hidup" ucap Ha Ru yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Wah, kamu benar-benar pintar dalam merapikan barang-barang ku" ucap Ha Ru yang melihat kamar Won di isi oleh barang nya juga.
"Apa kamu menyukainya?" tanya Won.
"Tentu saja. Aku tidak sempat melihat-lihat karena kamu langsung mencium ku" keluh Ha Ru yang membuka lemari pakaian.
"Aku juga membeli beberapa baju baru untukmu" bisik Won yang saat ini sedang memeluk Ha Ru dari belakang.
"Benarkah?" tanya Ha Ru sambil mencari-cari baju yang dibelikan oleh Won.
"Tentu saja. Aku yakin kamu akan terlihat sexy menggunakan baju itu" jawab Won sambil mengigit kuping Ha Ru.
Ha Ru akhirnya menyerah dan pasrah dengan perlakuan Won terhadapnya.
Won melanjutkan aktivitas nya yang tertunda. Dia kembali menciumi tubuh Ha Ru yang harum dan membawa Ha Ru ke atas tempat tidur.
"Aku harap tidak ada gangguan kali ini" ucap Won lalu mencium bibir Ha Ru.
Malam itu mereka pun melakukannya lagi sampai Won puas. Ha Ru pun tidur karena kelelahan sedangkan Won masih memiliki tenaga yang tersisa sehingga dia belum tidur dan menonton TV yang berada di ruang tamu.
Saat dia sedang menonton TV, Won mendapatkan telepon dari seseorang. Setelah mendapatkan telepon itu Won merasa sangat marah.
"Sial... tidak ada yang berjalan lancar" ucap Won setelah menutup telepon itu.
Malam itu juga Won pergi menggunakan mobilnya. Sebelum pergi dia menuliskan pesan untuk Ha Ru dan mencium kening Ha Ru.
"Aku tidak akan menyakitimu jadi tetap lah disisi ku seperti ini" ucap Won sambil mengusap rambut Ha Ru lalu pergi.
Won melakukan perjalanan yang cukup jauh, butuh waktu sekitar 2 jam untuk sampai di sebuah rumah yang berada di sebuah pinggir kota. Rumah megah yang yang sangat tidak cocok dengan lingkungan sekitar. Disana dia bertemu seseorang yang terlihat seperti atlit Judo. Orang itu bernama Sung Jae, dia adalah orang kepercayaan Won. Sung Jae memiliki wajah yang tampan dan juga badan yang atletis, ternyata dia adalah orang yang selama ini membersihkan tempat kejadian perkara dan orang yang mematuhi semua perintah Won.
"Apa yang terjadi?" tanya Won kepada Sung Jae.
"Dia berusaha kabur tapi aku berhasil menangkapnya" jelas Sung Jae.
"Bukan kah aku selalu bilang kalau aku benci kegagalan" ucap Won.
"Maafkan aku. Hal itu tidak akan terjadi lagi" balas Sung Jae sambil menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Dimana dia sekarang?" tanya Won.
"Dia ada di kamar" jawab Sung Jae.
"Apakah dia terluka?" tanya Won lagi sambil berjalan menuju sebuah kamar yang berada di pojok.
"Sedikit" jawab Sung Jae.
Won pun membuka pintu itu dan terlihat seorang wanita yang terbaring dengan luka-luka yang berada ditubuhnya.
Melihat kondisi wanita itu, Won tampak marah dan memukul Sung Jae.
"Dasar, tidak berguna" ucap Won setelah menampar Sung Jae.
"Maafkan aku. Aku akan menjaga nya dengan baik lain kali" jawab Sung Jae.
Sementara itu, Ha Ru yang sedang tertidur, terbangun karena haus dan saat dia membuka matanya dia tidak melihat Won sehingga Ha Ru mencari Wom tetapi tidak dapat menemukannya.
"Kemana dia pergi jam segini?" ucap Ha Ru.
Saat dia menuju kedapur untuk minum, dia melihat pesan yang ditulis oleh Won.
Maaf aku ada pasien mendadak jadi aku harus pergi.
aku mencintaimu
Won
Tulis Won dalam post it yang ditempel diatas meja.
"Dia bilang aku gila kerja tapi dia sendiri juga gila kerja" ucap Ha Ru sambil tersenyum tanpa tau apapun.
Dia tidak tau kalau dia hidup dengan seorang pembunuh berdarah dingin yang tidak punya rasa empati. Pembunuh yang terobsesi dengan dirinya.
Setelah membaca surat itu, Ha Ru pun kembali tidur.
Di vila Won berada.
Won duduk disamping tempat tidur itu sambil memandangi wanita yang tidak sadarkan diri itu di dampingi Sung Jae yang berdiri dibelakang nya.
"Sepertinya aku harus melakukannya lagi. Apakah kamu punya target baru?" tanya Won kepada Sung Jae.
"Tentu saja. Saya harap anda tidak bertindak sendiri seperti terakhir kali" ucap Sung Jae menasehati Won.
"Maafkan aku, aku tidak bisa menahannya" jawab Won.
"Dan gadis itu, apakah tidak masalah membiarkan dia disisi mu?" tanya Sung Jae tentangHa Ru.
"Tentu saja. Aku akan mengatasinya. kamu tidak perlu khawatir" jawab Won.
"Dia tampak cerdas dan bisa jadi kita akan ketauan" ucap Sung Jae.
"Bukan jaga dia sangat menarik" jawab Won sambil tersenyum memikirkan Ha Ru.
"Saya akan membawa target besok" ucap Sung Jae mengalihkan pembicaraan mereka.
"Baiklah" jawab Won.
"Dan juga, Eun Woo sudah ditangkap polisi" ucap Sung Jae.
"Benarkah? Ini akan sangat menyenangkan. Melihat mereka jatuh satu persatu" kata Won sambil tersenyum.
"Dan kamu akan segera mendapatkan apa yang kamu inginkan" lanjut Won.
__ADS_1
"Tentu saja. Aku sudah tidak sabar" balas Sung Jae.
"Ma, aku ingin mengenalkan seseorang padamu dan juga besok aku akan bersenang-senang, aku ingin mama juga bahagia disini" ucap Won kepada wanita yang sedang berbaring itu.