
Sung Jae terjatuh tepat didepan Ha Na. Ha Na yang melihat Sung Jae baik-baik saja merasa bahagia.
"Apa kamu sebahagia itu bertemu dengan Sung Jae? " tanya Won kepada Ha Na.
"Jangan pernah kamu menyakiti Sung Jae" ucap Ha Na kepada Sung Jae.
"Hahahahahahahaha...... Hahahahaha... Dasar wanita bodoh" ucap Won.
Sung Jae tidak mengatakan sepatah katapun karena dia takut melakukan kesalahan yang membuat Ha Na membencinya.
"Apa kamu tidak merasa aneh kenapa aku membiarkan korban ku bebas berkeliaran? Jika dia memang korban ku, dia kan berakhir sama seperti mu" jelas Won kepada Ha Na.
"Apa maksudmu?" tanya Ha Na yang tidak ingin mempercayai apa yang sedang dia pikirkan saat ini.
"Aku tau kamu pasti sudah mengerti dengan apa yang aku katakan. Dan apa yang kamu pikirkan itu benar sekali" ucap Won.
"Tidak Mungkin... " balas Ha Na.
"Sung Jae, tidak mungkin kamu melakukan ini. Jawab aku, katakan kalau apa yang dikatakan oleh dia tidak benar" ucap Ha Na sambil menangis.
"Sung Jae, kumohon tolong jawab aku" sambung Ha Na.
Sung Jae tidak dapat mengatakan apa pun kepada Ha Na, dia tidak ingin membenarkan apa yang Ha Na pikirkan dengan mulutnya sendiri.
"Sung Jae, katakan yang sebenarnya. Jika kamu mengatakan yang sebenarnya aku akan melepaskan dia dan kami bisa memiliki nya" ucap Won kepada Sung Jae.
"Apa kamu yakin?" tanya Sung Jae yang tergiur dengan ucapan Won.
"Tentu saja, aku selalu menepati ucapanku" jelas Won.
"Semua yang kamu pikirkan benar" ucap Sung Jae tanpa berani menatap Ha Na.
"Apa?" balas Ha Na yang tubuh nya bergetar.
"Benar, ini semua rencana ku. Aku sengaja mendekatimu dan aku juga bukan korban melain kan pelaku. Rencana awalnya kita akan membunuh mu tapi aku tidak bisa melakukannya karena aku menyukai mu" jelas Sung Jae.
"Sekarang kamu tidak perlu khawatir karena Kakak ku akan melepaskan kita jadi kita bisa bersama kembali seperti dulu" ucap Sung Jae sambil melihat wajah Ha Na kali ini.
Tapi bukannya kebahagiaan yang tersirat di mata Ha Na melainkan ketakutan dan perasaan jijik terhadap Sung Jae.
"Kenapa kamu menatapku seperti itu?" ucap Sung Jae yang merasa marah dengan tatapan Ha Na.
"Bukan kah kubilang kalau kita akan bersama kembali. Dan kamu menyukai ku jadi kenapa kamu menatapku dengan tatapan seperti itu" lanjut Sung Jae dengan marah.
"Aku lebih memilih mati dari pada kembali padamu. Dasar orang gila. Apa kamu tau kamu itu sakit" balas Ha Na kepada Sung Jae.
"Apa kamu bilang? Kata kan sekali lagi" ucap Sung Jae dengan ekspresi dingin yang mematikan.
"Kamu itu sakit" kata Ha Na.
Mendengar hal itu Sung Jae langsung menampar Ha Na dengan keras. Tidak hanya sekali, Sung Jae mulai memukuli Ha Na dan Won yang berada disana tidak menghentikan Sung Jae malah menikmati pertunjukan yang dilakukan Sung jae.
Setelah beberapa saat, Won menghentikan kebrutalan Sung Jae.
"Kamu bisa membunuhnya. Bukan kah kamu ingin bersama dia" ucap Won untuk menyadarkan Sung Jae.
Sung Jae yang tersadar dan melihat Ha Na yang terkapar tidak berdaya dihadapannya langsung memeluk Ha Na dan meminta maaf sambil menangis.
__ADS_1
"Kak, apa aku sudah membunuhnya?" tanya Sung Jae kepada Won.
"Belum" balas Won setelah memastikan Ha Na masih hidup.
"Kita harus membawanya pergi dan aku akan mengobatinya" ucap Won.
Mereka pun membawa Ha Na ketempat dimana ibu mereka berada. Sesampainya disana, Sung Jae membaring kan Ha Na di kamar yang berada di lantai dua dan Won mulai mengobati luka yang ada di wajah dan tubuh Ha Na.
"Kamu benar-benar memukulnya dengan keras kali ini" ucap Won saat mengobati Ha Na.
"Apa dia akan baik-baik saja? " tanya Sung Jae yang khawatir.
"Jangan khawatir, dia akan baik-baik saja. Hanya membutuhkan waktu lebih buat dia sadar. Sekarang kamu tau apa yang harus kamu lakukan setelah dia sadar agar rencana kita bisa tetap aman?" ucap Won kepada Sung Jae.
"Aku tau dan Terima kasih sudah membiarkannya hidup" ucap Sung Jae kepada Won.
"Baiklah aku pergi dulu. Besok aku akan kesini lagi untuk memeriksa keadaannya" ucap Won lalu pergi meninggalkan Sung Jae.
Sementara itu Ha Ru dan anggota tim nya sudah menyerah semua bukti-bukti yang mereka miliki ke kejakasaan dan Eun Woo pun akhirnya ditahan atas kasus percobaan pembunuhan terhadap Shin Ji dan kekerasan terhadap Seol Hyun serta pornografi. Semua stasiun TV menyiarkan berita tentang Eun Woo dan keluarga nya yang terpandang. Dalam sekejap keluarga Eun Woo hancur. Sung Jae yang melihat berita tentang keluarga Eun Woo tersenyum penuh dengan kepuasaan.
"Sebentar lagi, semuanya akan segera berakhir" ucap Sung Jae saat melihat berita.
Di tempat lain Ha Ru menggunjungi rumah sakit dimana Won bekerja untuk mencari suster yang memberikan nya bukti-bukti untuk kasus Eun Woo. Dia bertanya dari satu orang ke orang lainnya tapi dia tidak bisa menemukan suster itu. Walau dia susah memberi tahu ciri-ciri dari suster itu tetapi tidak ada yang mengetahui nya.
Saat sedang mencari suster itu tanpa sengaja Ha Ru bertemu dengan Won yang baru saja datang ke rumah sakit.
"Apa yang kamu lakukan disini?" ucap Won setelah melihat Ha Ru.
"Aku sedang bertugas. Apa kamu baru saja datang?" tanya Ha Ru melihat Won yang masih memakai pakaian biasa.
"Aku tadi harus keluar dan baru kembali" jawab Won.
"Biarkan aku mengantar mu" ucap Won sambil memegang lengan Ha Ru.
"Baiklah" balas Ha Ru.
Mereka berdua pun pergi bersama ke kantor polisi.
"Ada masalah apa? Kenapa kamu terlihat buru-buru?" tanya Won kepada Ha Ru.
"Kamu tau kan kasus yang sedang heboh di media. Pelakunya ingin mengatakan sesuatu kepada ku dan aku rasa itu hal yang sangat penting" jelas Ha Ru.
"Apa yang ingin dia bicarakan?" tanya Won yang merasa sedikit khawatir.
"Aku tidak yakin" jelas Ha Ru.
Tak lama kemudian mereka sampai di kantor tempat Ha Ru bekerja dan Ha Ru langsung bergegas pergi.
"Aku akan menghubungi mu nanti" ucap Ha Ru lalu berlari masuk kedalam.
Won yang merasa cemas, khawatir kalau Eun Woo akan menceritakan hal-hal yang bisa membuat Ha Ru curiga kepadanya.
Saat itu pula Won menelpon Sung Jae.
"Sepertinya kita harus membereskan dia juga" ucap Won di telepon.
"Aku rasa akan sulit karena dia sudah berada di kejaksaan sekarang" balas Sung Jae.
__ADS_1
"Aku punya rencana dan kamu tinggal melakukannya. Datang lah kemari" perintah Won lalu menutup teleponnya.
Sung Jae pun pergi meninggalkan vila dimana Ha Na dan ibu nya berada dan memastikan kalau dia sudah menutup dan mengunci semua pintu.
Sementara itu Ha Ru yang baru saja datang langsung menuju ruang investigasi dan didepan ruangan itu terdapat banyak orang termasuk Jaksa yang menangani kasus itu.
"Apa yang kalian lakukan disini? " tanya Ha Ru ketika melihat semua anggota tim nya di luar.
"Dia tidak mau mengatakan sepatah kata pun kecuali kamu" jelas Young Min.
"Jadi kamu yang namanya Ha Ru. Apa hubungan Eun Woo dan kamu?" tanya Jaksa yang tampak curiga.
"Kami tidak memiliki hubungan apa pun" jawab Ha Ru singkat.
"Lalu kenapa dia hanya ingin bicara dengan mu?" tanya Jaksa.
"Aku juga penasaran dengan hal itu kenapa hanya aku dan bukannya kepada Anda yang merupakan Jaksa" balas Ha Ru sambil menyidiri Jaksa itu.
"Ha Ru, apa yang kamu lakukan? cepat masuk kedalam" ucap Jang Man kepada Ha Ru untuk menghindari pertengkaran.
Ha Ru mengikuti perintah Jang Man dan masuk kedalam ruang investigasi.
"Sebaiknya kamu jaga sikap mu karena berkat dia kamu mendapatkan kasus yang besar" ucap Young Min yang juga tidak menyukai Jaksa tersebut.
Setelah Ha Ru masuk kedalam ruang investigasi, mereka pun masuk ke ruang sebelah untuk mengamati Ha Ru dan juga Eun Woo.
"Ada apa kamu ingin bertemu denganku?" tanya Ha Ru kepada Eun Woo sambil duduk dihadaan Eun Woo.
"Akhirnya kamu datang juga" ucap Eun Woo yang merasa senang melihat Ha Ru.
"Apa yang ingin kamu katakan?" tanya Ha Ru yang penasaran.
"Bagaimana kamu mendapatkan semua bukti-bukti kejahatanku?" tanya Eun Woo kepada Ha Ru.
"Seseorang memberikannya kepada ku" ucap Ha Ru.
"Apa kamu tidak curiga? Bagaimana tiba-tiba saja ada orang yang memberikan semua bukti-bukti yang berhubungan semua kejahatan ku kepadamu?" jelas Eun Woo yang sepertinya mengetahui sesuatu tentang orang yang memberikan Ha Ru semua bukti-bukti itu.
"Ini semua hanya kebetulan" ucap Ha Ru yang tidak ingin mempercayai apa yang Eun Woo katakan.
"Kebetulan? Apa kamu yakin? Apa kah kamu bisa menemukan orang yang menberikan bukti itu untukmu" tanya Eun Woo.
"Apa kamu tau sesuatu tentang orang itu?" tanya Ha Ru yang penasaran dengan apa yang Eun Woo ketahui.
"Mungkin dia sudah mati" ucap Eun Woo dengan santainya.
"Katakan yang sejujurnya, apa yang kamu ketahui tentang orang itu?" tanya Ha Ru yang semakin penasaran.
"Kalau kamu ingin mengetahuinya aku ingin kamu mematikan kamera pengawasnya" ucap Ha Ru kepada Eun Woo.
"Kenapa?" tanya Ha Ru.
"Kalau kamu tidak mau, aku juga tidak akan mengatakannya" ucap Eun Woo.
Setelah berpikir beberapa saat Ha Ru pun memutuskan untuk memastikan kamera di ruang investigasi. Tindakan Ha Ru membuat orang-yang sedang mengawasi mereka menjadi panik dan mencoba untuk keluar tapi di hentikan oleh Young Min dan menyuruh mereka percaya kepada Ha Ru.
"Aku dadah melakukan semua perintah mu. Sekarang katakan apa yang kamunketahui" ucap Ha Ru.
__ADS_1
"Jika kamu mencari orang yang memberikan mu bukti-bukti itu percuma saja karena aku sudah terlebih dahulu menemukannya dan dia sudah meninggal" jelas Eun Woo.