
"SIAL.... BERANI-BERANINYA DIA KABUR" ucap Won yang kesal.
Won pun langsung menelepon orang-orang nya untuk melacak keberadaan Ha Ru. Won pergi ke rumah Ro Ha untuk menanyakan keberadaan Ha Ru.
"Aku tidak tau kemana dia pergi karena dia hanya datang meminjam uang dan saat ku tanya dia tidak menjawab pertanyaan ku" jelas Ro Ha.
"Baiklah terimakasih" ucap Won lalu pergi.
"Memang nya apa yang terjadi?" tanya Ro Ha yang berpura-pura penasaran.
"Tidak ada apa-apa. Saya permisi dulu" ucap Won lalu pergi dari rumah Ro Ha.
Won kembali ke rumahnya dan memutar otak nya. Dia mencoba untuk mengetahui kemana tujuan Ha Ru bersama dengan anaknya.
"Apa kamu akan kembali pada laki-laki itu?" ucap Won.
"Tidak mungkin. Kalau benar, aku akn membunuh mu" lanjut Won.
Won langsung menyuruh anak buahnya untuk pergi ke Ilsan, dia pun juga ikut pergi kesana. Saat dalam perjalanan Won mendapatkan informasi dari anak buah nya tentang keberadaan Ha Ru dan juga bus yang dinaikin oleh Ha Ru.
"Hentikan bus itu" perintah Won.
Anak buah Won langsung melacak dan dengan cepat menemukan bus yang dinaiki oleh Ha Ru. Mereka langsung menghadang bus yang dinaiki Ha Ru. Melihat ada mobil yang berhenti di depan nya, sang sopir bus pun mengerem bus nya secara mendadak yang membuat penumpang lainnya histeris. Setelah bus itu berhenti, anak buah Won mencoba masuk kedalam bus dan mencari Ha Ru dengan foto yang diberikan oleh Won.
Saat mereka menemukan Ha Ru, mereka langsung membawa Ha Ru pergi. Ha Ru pun mengikuti mereka tanpa perlawanan. Setelah itu mereka membiarkan bus itu berangkat dan hanya menahan Ha Ru.
"Saya sudah mendapatkan nya" ucap salah satu anak buah Won setelah mendapatkan Ha Ru.
"Bawa dia ke alamat yang aku kirim" perintah Won lalu menutup teleponnya.
Mereka membawa Ha Ru ke sebuah rumah yang berada di desa yang tampak sepi. Selama perjalanan Ha Ru hanya diam saja tanpa sepatah katapun.
Anak buah Won membawa Ha Ru ke hadapan Won yang sudah tiba terlebih dahulu. Won terlihat duduk di sofa menunggu kedatangan Ha Ru.
"Kalian bisa pergi" perintah Won menyuruh anak buah nya untuk pergi.
"Berani-beraninya kamu kabur" ucap Won setelah anak buahnya pergi.
__ADS_1
"Apa kamu berharap aku akan tinggal dengan mu setelah apa yang kamu lakukan" balas Ha Ru yang juga merasa marah.
"Hah? Apa maksud mu? Aku memperlakukan mu dengan baik dan juga menjaga mu" jelas Won.
"Apa kamu pikir aku tidak tau kalau kamu menahan ibu mu secara paksa" ucap Ha Ru.
"Jadi selama ini kamu tau dan kamu hanya diam saja?" ucap Won sambil berjalan mendekati Ha Ru yang berdiri jauh dari nya.
"Atau apakah kamu sedang merencanakan sesuatu?" lanjut Won yang sekarang sudah berada di hadapan Ha Ru.
"Aku akan membuat mu membusuk dipenjara" ancam Ha Ru walau dia sebenarnya merasa takut.
"Apa kamu mengancam ku sekarang?" tanya Won.
"Apa itu terdengar seperti ancama untukmu?" tanya balik Ha Ru.
"Dasar gila. Tapi itulah yang membuat mu menarik. Lalu apa yang harus aku lakukan dengan nenekmu? " ancam Won.
"Hahahaha... Dasar bodoh. Apa kamu pikir aku juga tidak tau permainan mu itu" jelas Ha Ru menghina Won.
"Ah, sial... Kamu terlihat sexy sekarang" balas Won.
Ha Ru meronta-ronta karena tidak ingin dicium oleh Won. Tapi melihat Ha Ru yang meronta-ronta membuat Won tambah bersemangat sehingga menggigit bibir Ha Ru sampai berdarah.
"Apa kamu sudah gila?" ucap Ha Ru sambil menyeka darah yang keluar dari bibirnya.
"Kamu benar-benar membuat ku bersemangat. Apa kah kamu selama ini berpura-pura bodoh? Bagaimana rasanya membodohi ku? Dasar ******" balas Won yang terlihat bersemangat seperti singa yang melihat korbannya.
"Ada apa dengan mu?" ucap Ha Ru yang merasa ketakutan ketika melihat mata Won.
Tanpa menjawab pertanyaan Ha Ru, Won langsung menyeret Ha Ru masuk kedalam kamar dan melemparkan tubuh Ha Ru keatas tempat tidur.
"Apa kamu sudah gila?" tanya Ha Ru.
"Kamu yang membuat ku gila sampai aku tidak bisa berpikir jernih" ucao Won lalu kembali mencium bibir Ha Ru dengan kasar.
Won menghisap luka yang ada dibibir Ha Ru sehingga Ha Ru merasa kesakitan. Tapi Won terlihat tidak ingin menghentikan aktivitas nya. Setelah puas menghisap dan menggigit bibir Ha Ru sampai mati rasa, Won melanjutkan aktivitas nya ke leher Ha Ru. Dia menggigit leher Ha Ru sampai meninggalkan bekas. Won juga tampak tidak perduli ketika Ha Ru berteriak kesakitan karena gigitannya.
__ADS_1
"Aku mohon hentikan" ucap Ha Ru memohon kepada Won.
Ha Ru masih berusaha mendorong tubuh Win tapi tampaknya semua itu sia-sia saja. Won semakin ganas dan meninggalkan banyak bekas dileher Ha Ru entah dari gigitan atau hisapan.
Won semakin kasar dan membuka baju Ha Ru secara paksa.
"Apa kamu tau? Kalau ini pertama kalinya aku di bodohi oleh orang lain dan rasanya sungguh hebat. Aku tidak tau kalau aku akan merasa begitu bergairah setelah mengetahui kalau kamu membodohi ku" jelas Won yang membuka baju nya dan Ha Ru berada di bawahnya dengan air matanya yang mengalir di pipinya.
"Kamu benar-benar hebat" tambah Won sambil melanjutkan aktivitasnya.
Kali ini Won bermain-main di dada Ha Ru, dia menggigit dan menghisap ****** Ha Ru sampai Ha Ru merasa kesakitan dan memohon ampun pada Won. Won tidak menghiraukan ucapan Ha Ru dan terus memperlakukan Ha Ru dengan kasar. Bahkan saat melakukan penetrasi Won langsung memasukan alat kelamin nya sehingga membuat Ha Ru kesakitan.
Won terus menerus melakukan hubungan itu dengan Ha Ru sampai Ha Ru kelelahan dan pingsan. Bahkan saat Ha Ru sadar kembali Won masih saja belum puas dan terus menerus melakukannya nya samapai Ha Ru tidak bisa merasakan apa pun lagi dan hanya rasa sakit.
Keesokan harinya Ha Ru terbangun dan merasakan tubuh nya yang kesakitan.
"Tubuh ku rasanya remuk" ucap Ha Ru yang berusaha untuk bangun dari tempat tidurnya.
Saat Ha Ru bangun dia sadar kalau tangan nya borgol oleh Won di tempat tidur.
"Apa-apa an ini?" ucap Ha Ru saat melihat tangannya yang terborgol.
"Dasar gila" lanjut Ha Ru dengan marah sambil berusaha melepaskan borgol nya walau dia tau itu hanya sia-sia.
Sementara Ha Ru berusaha untuk menghancurkan borgol yang mem borgol tangannya, Won tiba-tiba masuk kedalam kamar itu.
"Apa kamu sudah bangun?" ucap Won yang melihat apa yang di lakukan oleh Ha Ru.
"Lepaskan aku dasar gila" balas Ha Ru.
"Bagaimana aku bisa melepaskan mu? Kamu adalah milik ku" jawab Won yang saat ini sudah duduk di samping Ha Ru.
"Apa kamu tidur dengan nyenyak?" tanya Won yang mencium kening Ha Ru.
"Dasar gila. Apa kamu tidak tau kalau ini penculikan?" tanya Ha Ru lagi.
"Oh ya, dimana kamu sembunyikan anak kita?" tanya Won yang tidak memperdulikan pertanyaan Ha Ru.
__ADS_1
"Aku sudah membunuhnya" ucap Ha Ru.