
"Ah, sial apa yang telah aku lakukan" jelas Ha Ru yang merasa kalau dia telah melakukan kesalahan.
Walau begitu, tak dapat di pungkiri kalau Ha Ru merasa sangat puas dengan apa yang terjadi tadi malam bahkan rasanya Ha Ru ingin melakukan hal itu lagi dengan Young Min.
Perlahan-lahan Ha Ru memindahkan tangan Young Min yang memeluknya begitu juga dengan kaki Young Min yang berada diatas kakinya. Ha Ru berusaha melakukannya sepelan mungkin agar tidak membangunkan Young Min yang sedang tertidur. Dia segera memakai bajunya dan pergi dari rumah Young Min.
Ha Ru kembali kerumah Won dan berharap Won sudah berangkat kerja tetapi kenyataan nya saat dia pulang Won masih berada dirumah.
"Akhirnya kamu pulang?" ucap Won saat melihat Ha Ru.
Won berjalan mendekati Ha Ru tapi Ha Ru malah semakin menjauh. Won tampak bingung dengan reaksi Ha Ru.
"Aku belum mandi dan juga aku bergadang semalaman. Jadi aku akan mandi dulu" elak Ha Ru karena tidak ingin ketahuan dan dia tidak ingin Won melihat bekas merah yang ditinggalkan Young Min semalam.
Beruntung Won masih belum menyadari bekas merah ditubuh Ha Ru sehingga Ha Ru merasa aman. Setelah selesai mandi Ha Ru segera pergi ke kantor bahkan menolak tawaran Won untuk mengantar dirinya.
Ha Ru merasa tidak bisa melihat kearah Won setelah apa yang telah dia lakukan dengan Young Min kemarin malam. Dan dia juga tidak bisa menghadapi Young Min nanti nya.
"Apa aku harus bunuh diri saja? Akhhhhh, Bagaimana aku akan menghadapi mereka" ucap Ha Ru di dalam hatinya.
Saat tiba dikantor, Young Min mencoba menyapa Ha Ru tapi Ha Ru hanya menghiraukan dia. Young Min pun tampak bingung dengan reaksi Ha Ru.
"Ha Ru, aku perlu bicara denganmu?" ucap Young Min yang di abaikan selama beberapa jam oleh Ha Ru.
"Apa yang ingin kamu bicarakan? Sebentar lagi kita Ha Ru keluar untuk bertugas" balas Ha Ru mencoba untuk bersikap biasa saja.
"Aku tau, bisa kita bicara sebentar?" tanya Young Min yang terus mengikuti Ha Ru kemana pun.
"Kita bicara kan nanti saja setelah kita selesai bertugas" balas Ha Ru lalu pergi mengikuti Jang Man dan yang lainnya.
Ha Ru pun kali ini berangkat bersama mobil kantor tidak seperti biasa nya.
"Tumben kamu naik mobil ini? Apa kamu sedang bertengkar lagi dengan Young Min? " tanya Man Ho yang heran dengan Ha Ru.
"Tidak" balas Ha Ru.
Mereka pun pergi untuk menyelidiki si pria rongsok dengan memnanyai warga yang tinggal disekitar tempat Yu ri di temukan.
Banyak warga yang mengetahui pria itu tapi mereka tidak tau nama dari pria tersebut sehingga penyelidikan menjadi semakin sulit.
"Jika anda melihat pria itu tolong segera beritahu polisi sekitar" jelas Young Min yang mem wawancarai warga terakhir.
"Kita hanya bisa mengharapkan bantuan dari mereka. Aku juga sudah memberitahu polisi setempat tentang pencarian kita" jelas Jang Man saat semua anggotanya telah berkumpul.
Mereka akhirnya menyelesaikan penyelidikan mereka dan menunggu laporan dari warga setempat.
__ADS_1
Setelah kembali ke kantor Young Min masih ingin berbicara dengan Ha Ru tapi Ha Ru terus menghiraukan nya sampai akhirnya Young Min kehilangan kesabaran dan berbicara dengan keras di depan polis lainnya yang sedang berada di ruangan tersebut.
"Aku ingin tau tentang kejadian semalam" ucap Young Min dengan nada keras yang membuat Ha Ru terpaksa menyert Young Min ketempat yang sepi.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Ha Ru yang terkejut dengan tingkah Young Min.
"Seharusnya aku yang bertanya. Apa yang kamu lakukan? setelah melakukan hal itu dengan ku dan pergi begitu saja tanpa sepatah kata pun dan bahkan kamu menghindari ku. Apa maksud semua ini?" jelas Young Min meminta penjelasan kepada Ha Ru.
"Maafkan aku. Sebaiknya kita anggap hal itu tidak pernah terjadi" ucap Ha Ru kepada Young Min.
"Apa maksudmu? Bagaimana bisa aku melupakan kejadian malam itu? Aku tidak bisa melakukannya" balas Young Min.
"Lalu apa yang kamu inginkan? Aku sudah memiliki kekasih. Apa kamu tidak masalah dengan hal itu" tanya Ha Ru yang tidak mengerti dengan apa yang Young Min inginkan.
"Aku tidak masalah dengan hal itu, asalkan kamu tetap bersama ku" jawab Young Min yang sudah kehilangan akan sehat nya.
"Apa kamu sudah gila? Bagaimana bisa kamu menginginkan hal itu?" tanya Ha Ru yang mempertanyakan akal sehat Young Min.
"Aku tidak peduli karena dari kejadian tadi malam aku sadar kalau aku tidak bisa melepaskan mu lagi dan aku juga tidak masalah dengan bayi yang ada di kandungan mu" jelas Young Min seperti memohon kepada Ha Ru.
"Baiklah. Tapi aku ingin kamu diam saja tentang kehamilan ini karena aku masih belum memutuskan untuk mempertahankan bayi ini atau tidak" ucap Ha Ru.
"Baiklah jangan khawatir aku akan merahasiakan hal ini" ucap Young Min sambil memeluk Ha Ru dengan erat.
"Aku tidak peduli. Aku sangat menyukai aroma tubuhmu dan juga semua bekas yang aku tinggalkan di tubuhmu, aku sangat menyukai" jelas Young Min sambil masih memeluk Ha Ru.
Young Min yang merasa sangat bahagia tidak bisa menyembunyikan perasaannya. Setelah memeluk Ha Ru, Young Min mencium bibir Ha Ru dengan penuh nafsu sehingga terkesan kasar. Dia mencium, menghisap dan menggigit bibir Ha Ru sampai berdarah. Tapi Young Min tidak peduli dan terus mencium bibir Ha Ru dengan darah yang mengalir dari bibir Ha Ru.
Ha Ru hanya bisa menahan rasa sakit dan mencoba mendorong tubuh Young Min tetapi sia-sia saja. Tidak puas dengan ciuman, Young Min meraba-raba bagian tubuh Ha Ru sambil masih mencium bibir Ha Ru. Kemudian Young Min turun ke leher Ha Ru masih sambil bermain di area sensitif Ha Ru.
"Kita tidak bisa melakukannya disini" ucap Ha Ru sambil menahan rasa kenikmatan yang di berikan Young Min.
"Young Min, Ku... Mo.... Hon... Ja... ngan... di... si... ni... ah... " lanjut Ha Ru yang sudah tidak bisa menahan nya.
"Apa yang kamu katakan? Apa kamu benar-benar ingin berhenti? Jelas-jelas kamu sangat basah " ucap Young Min menyindir Ha Ru.
"Kita bisa melakukannya ditempat lain" ucap Ha Ru.
Sesuai permintaan Ha Ru, Young Min pun menyeret Ha Ru untuk masuk kedalam kamar mandi wanita yang jarang digunakan karena jumlah pegawai perempuan yang lebih sedikit.
Young Min menutup bilik salah satu kamar mandi dan duduk didalam toilet lalu menarik Ha Ru untuk duduk di pangkuannya sambil menghadap ke arah Young Min. Young Min mencium bibir Ha Ru dan Ha Ru membalas ciuman Young Min kemudian Ha Ru melepaskan celananya dan Young Min membuka celana nya lalu Ha Ru duduk kembali di pangkuan Young Min.
Mereka melakukan hal itu didalam kamar mandi tempat dimana mereka berkerja. Setelah selesai Young Min keluar lebih dulu dan melihat kanan kiri untuk memastikan tidak ada orang yang melihat dia. Tak lama setelah Young Min keluar, Ha Ru ikut keluar.
"Dari mana saja kamu?" tanya Jang Man kepada Young Min yang tak kunjung kembali stelah diseret Ha Ru.
__ADS_1
"Aku habis bicara dengan Ha Ru" jawab Young Min.
"Lalu dimana Ha Ru?" tanya Man Ho yang tidak melihat Ha Ru.
"Dia sebentar lagi juga datang?" balas Young Min.
"Apa kalian ada masalah lagi?" tanya Man Ho yang penasaran.
"Tidak, kami tidak punya masalah apa pun" balas Young Min.
Tak lama Ha Ru pun juga kembali. Setelah Ha Ru kembali mereka tiba-tiba mendapatkan telepon yang mengaku melihat pria rongsok yang maksudkan oleh Ki Bum. Merek langsung bergegas menuju tempat yang di maksud oleh si pelapor.
Menurut laporan si pria rongsok yang masih belum bisa di identifikasi itu sedang berjalan menggunakan gerobaknya memunguti kardus di sebuah minimarket. Si pelapor berkata kalau pria itu mengenakan baju coklat dan celana hitam. panjang beserta topi.
Sesampainya disana mereka menyusuri jalan karena di tempat minimarket mereka tidak menemukan siapa pun. Si pria rongsok itu bisa saja masih disekitar sini sehingga mereka berpencar Dan mencari ke setiap duduk di daerah itu. Menurut laporan si pelapor yang masih di situ, pria rongsok itu berjalan kearah gereja yang berada di bawah. Young Min dan Ha Ru pun pergi menyusuri jalan ke gereja tetapi tidak menemukan siapa pun.
"Kemana perginya dia?" tanya Ha Ru yang sudah kelelahan.
"Aku akan mencari ke arah sana dan kamu tunggu disini istirahat dulu" ucap Young Min yang menyuruh Ha Ru untuk beristirahat karena Ha Ru yang sedang hamil.
Ha Ru pun duduk sejenak dan mengatur nafasnya. Saat dia sedang duduk dia melihat ada seorang pria paruh baya yang sedang mengangkat kardus di sebuah tempat sampah milik komplek. Pria tersebut sangat cocok dengan ciri-ciri yang disebutkan oleh pelapor. Ha Ru mendekati pria itu dengan perlahan dan karena tidak ingin salah tangkap Ha Ru mengajak pria itu mengobrol terlebih dahulu.
"Permisi, boleh saya bertanya?" ucap Ha Ru kepada pria tersebut.
"Boleh. Ingin tanya apa?" jawab pria itu dengan ramah.
"Apakah anda mengenal gadis ini?" tanya Ha Ru sambil menunjukkan foto Yu ri.
Pria itu tampak cemas dan berusahalah menghindari kontak mata dengan Ha Ru kali ini.
"Saya tidak kenal" ucap pria itu berbohong kepada Ha Ru.
"Benarkah?" balas Ha Ru.
"Iya. Memangnya apa yang terjadi dengan gadis tersebut?" tanya pria itu.
"Kami menemukan nya pingsan dijalan jadi kami sedang menyelidiki siapa yang membuat dia pingsan" jawab Ha Ru.
Pria itu pun tampaknya bingung karena seharusnya Yu ri sudah meninggal dan kenapa dia hanya pingsan.
"Dia tidak mungkin pingsan, aku sudah memastikan dia mati" ucap pria itu tanpa dia sadari.
"Apa yang baru saja anda katakan?" tanya Ha Ru.
Pria itu pun tampak panik dan sebelum pria itu lolos Ha Ru sudah mrmborgol pria itu.
__ADS_1