Bloody Scarf

Bloody Scarf
Bab 49 (Flashback Ha Ru dan Young Min)


__ADS_3

"Mana makanan untuk ibu?" tanya Sung Jae kepada Ha Na.


"Tunggu sebentar" ucap Ha Na sambil menyiapkan makanan yang berbeda.


Sung Jae langsung membawa makanan itu ke kamar ibu nya.


"Apa kamu pernah bertemu dengan ibu dari mereka?" tanya Ha Ru yang penasaran.


"Pernah sekali atau dua kali. Ibu mereka sakit parah jadi hanya bisa didalam kamar dan Sung Jae merawat ibunya sendirian" jelas Ha Na.


Semakin lama kandungan Ha Ru semakin besar dan setelah tes DNA yang menyatakan kalau bayi dalam kandungan Ha Ru adalah anak Won, Won menajdi semakin menjaga Ha Ru. Walau sudah berbulan-bulan Ha Ru tinggal di sana tapi dia belum bertemu dengan ibu Won sehingga membuat Ha Ru penasaran. Ketika Won dan Sung Jae pergi keluar Ha Ru yang penasaran dengan ibu Won memberanikan diri masuk ke dalam kamar tersebut. Setelah melihat ibu mereka Ha Ru tampak sangat terkejut karena mereka mengikat ibu mereka sendiri. Ha Ru mendekati ibu Won dan membuka kain yang menutupi mulut ibu nya.


"Apa anda tidak apa-apa?" tanya Ha Ru


"Berhati-hati lah, anak ku bukan manusia biasa. Kamu harus pergi dari sini dan jangan berakhir seperti aku" ucap ibu Won.


Saat Ha Ru ingin berbicara lebih dia mendengar suara langkah kaki dan dengan cepat mengembalikan penutup mulut itu lagi.


"Aku akan menyelamatkan anda. Tunggu sebentar lagi" kata Ha Ru lalu pergi keluar dan dengan cepat menutup pintu kamar itu.


"Apa yang kamu lakukan didepan kamar ibu?" tanya Ha Na yang baru saja turun dari atas.


"Aku mendengar sesuatu dari sini tapi mungkin aku salah dengar. Aku akan kembali ke kamar ku dulu" jawab Ha Ru lalu pergi masuk kedalam kamarnya.


"Apa mereka sudah gila? Bagaimana mereka bisa mengikat ibu mereka sendiri" ucap Ha Ru kepada dirinya sendiri di dalam kamar.


Walau Ha Ru merasa sangat bahagia tinggal bersama Won tapi dia masih bisa menggunakan akal sehat nya. Tidak seperti Ha Na yang sudah kehilangan akal sehat nya, Ha Ru masih bisa membedakan yang baik dan benar dan apa yang dilakukan oleh Won dan Sung Jae adalah kejahatan.


Sementara itu Won dan Sung Jae yang pergi ke kota untuk menemui ayah dari Won. Setelah kunjungan yang dilakukan Won dan Sung Jae keesokan harinya ayah Won meninggal dan meninggalkan semua harta warisan untuk Won. Ibu tiri Won tidak terima dengan keputusan itu dan menuduh Won telah membunuh suaminya.


Ayah Won yang merupakan petinggi kepolisian hal itu membuat dia dihormati oleh banyak orang. Jang Man dan anggota tim nya pun jauh-jauh ke Seoul untuk memberikan rasa duka mereka. Saat mereka disana, mereka terkejut karena Won berdiri diantara keluarga.


Setelah upacara pemakaman selesai Won dan ibu tiri Won kembali ke rumah ayahnya bersama seorang pengacara yang bertanggung jawab akan wasiat dari ayah Won. Ketika mendengar isi surat wasiat itu, ibu tiri Won tampak marah karena dia tidak mendapatkan apa pun.


"Aku tau kamu yang membunuh ayah mu sendiri" ucap ibu tiri Won di rumah ayah nya setelah pemakaman ayah nya selesai.

__ADS_1


"Apa yang kamu katakan? Ayah ku memang sudah sakit-sakitan dan wajar sajan kalau dia meninggal. Aku malah curiga dengan mu, karena kamu adalah orang yang selalu bersama dengan ayah ku" jelas Won yang menuduh balik ibu tirinya.


"Apa kamu menuduh ku sebagai pembunuh? Dasar gila" balas Ibu tiri Won dengan marah.


"Aku yakin kamu pasti menginginkan harta milik ayah ku sehingga kamu membunuh nya. Dan sekarang kamu marah karena kamu tidak bisa mendapatkan harta ayahbku" ucap Won memojokkan ibu tirinya.


"Apa kamu gila? Apa kamu punya bukti?" tanya ibu tiri Won.


"Bukti? kalau itu jangan tanya aku, kamu bisa bertanya kepada polisi nanti" balas Won


"Aku akan memberi waktu 1 minggu dan kamu harus pergi dari rumah ini karena sekarang rumah ini menjadi milik ku" jelas Won lalu pergi meninggalkan rumah tersebut.


Ibu tiri Won pun merasa gelisah karena ternyata memang dia yang membunuh suaminya. Dia merasa kesal karena kehilangan anak yang sangat dia cintai sehingga dia membalas dendam kepada ayah Won.


Tak lama setelah Won pergi, ibu tiri Won di tangkap atas tuduhan pembunuhan berencana. Won pun merasa puas karena dia tidak perlu bersusah payah menyingkirkan mereka.


"Aku rindu dengan proyek kita. Apa kita harus melakukan nya lagi dalam waktu dekat" ucap Won sambil tersenyum saat dia berada di mobil bersama dengan Sung Jae.


"Aku setuju" balas Sung Jae.


Sedangkan Ha Ru merasa seperti diawasi oleh Ha Na dirumah.


"Ha Na, dimana orang tua mu?" tanya Ha Ru.


"Aku tidak tau tapi kata Sung Jae aku sudah tidak punya keluarga pagi dan satu-satunya keluarga ku adalah Sung Jae" jelas Ha Na.


Ha Ru pun mulai curiga karena Ha Na selalu bilang "kata Sung Jae" yang berarti ingatan di pikirannya berdasarkan apa yang di katakan Sung Jae.


"Apa kamu punya ponsel? " tanya Ha Ru kepada Ha Na.


"Tidak, aku tidak diperbolehkan untuk menggunakan ponsel" jelas Ha Na.


Ha Ru ingin sekali memberitahu Young Min tentang Ha Na dan Ibu Won tapi dia tidak memiliki alat komunikasi apa pun dan juga dia tidak bisa pergi karena perut nya yang semakin membesar.


Sementara itu, Won dan Sung Jae pergi ke sebuah klub malam dan mencari mangsa untuk di bunuh. Saat Won dan Sung Jae sedang menikmati minuman mereka wajah tampan nya menarik banyak gadis tapi mereka menolak semua gadis itu. Lalu seorang gadis yang sesuai dengan kriteria mereka datang dan menghampiri mereka.

__ADS_1


"Bolehkah aku bergabung dengan kalian?" tanya seorang Wanita bernama Se Na.


"Tentu saja" ucap Won memperbolehkan Se Na bergabung.


"Apa kamu datang sendirian?" tanya Won kepada Se Na.


"Iya. Lalu apa kalian hanya berdua saja?" tanya Se Na.


"Iya. Bukankah disini berisik sekali?" tanya Sung Jae.


"Apa kamu mau pergi ke tempat lain?" ajak Win kepada Se Na.


"Baiklah" jawab Sena.


"Kalau begitu aku akan mengambil mobil terlebih dahulu" ucap Won lalu meninggalkan Sung Jae dan Se Na berduaan.


Sung Jae dan Se Na pun pergi keluar bersama dan saat Won datang mereka masuk ke mobil itu.


"Aku punya sesuatu untuk mu. Kamu lihat kotak yang berada di sebelah mu. Itu hadiah untuk mu" ucap Won.


"Hadiah untuk ku?" balas Se Na sambil membuka kotak yang berisi syal warna biru.


"Wah cantik sekali. Apa ini benar-benar untuk ku?" tanya Se Na yang tidak percaya saat di beri hadiah oleh orang yang baru saja bertemu dengannya.


"Tentu saja. Dan kalau kamu haus kamu bisa minum, minuman yang ada disana" tambah Won.


Tanpa ragu Se Na pun meminum minuman yang ada di mobil Won. Sementara Won dan Sung Jae memperhatikan Se Na dari kaca spion. Setelah Se Na meminum habis minuman itu mereka berhenti memperhatikan Se Na.


"Tapi kita akan kemana?" tanya Se Na.


"Kita akan pergi ke tempat yang sangat indah dan aku yakin kamu akan menyukainya" jelas Won.


"Kenapa aku merasa sangat mengantuk ya?" ucap Se Na.


"Kamu bisa tidur dan aku akan membangun kan mu saat kita sudah tiba" ucap Won.

__ADS_1


Se Na pun tertidur di dalam mobil Won.


__ADS_2