Bloody Scarf

Bloody Scarf
Bab 27 (Flashback Ha Ru dan Young Min)


__ADS_3

Ha Ru mengetahui kalau Eun Woo merekam itu untuk kepentingannya sendiri dan bukan untuk disebarluaskan tapi pengacara nya tidak tau akan hal itu. Dia malah mengancam Seol Hyun menggunakan video tersebut.


Sementara Eun Woo di masukkan kembali ke penjara, pengacara Eun Woo yang bernama Jae Hyun itu tampak terkejut dengan perilaku Eun Woo hanya duduk terdiam di Koridor.


"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Ha Ru yang menghampiri Jae Hyun.


"Aku baik-baik saja" ucap Jae Hyun dengan suara yang bergetar.


"Aku tidak yakin. Kamu pasti pernah mendengar dengan tempramen dari Eun Woo dan aku tidak yakin apa dia akan melepaskan mu setelah apa yang kamu lakukan" jelasin Ha Ru menakut-nakuti Jae Hyun.


"Aku baik-baik saja" ucap Jae Hyun.


"Aku bisa membantu mu" ucap Ha Ru.


"Benarkah?" tanya Jae Hyun tanpa sadar begitu mendengar Ha Ru bisa membantunya.


"Tentu saja, teman dengan syarat" balas Ha Ru.


"Tidak aku tidak perlu bantuanmu" ucap Jae Hyun.


"Baiklah kalau begitu" ucap Ha Ru lalu berjalan meninggalkan pengacara Eun Woo sendirian.


Setelah Ha Ru pergi Jae Hyun yang ternyata memang takut dari dulu akan tingkah laku Eun Woo menemui Eun Woo yang di tahan di sel. Dia berjalan mendekati sel dimana Eun Woo berada.


"Apa kamu sudah gila? Memperlihatkan video itu ke orang lain tanpa seijin ku" ucap Eun Woo dengan ekspresi yang tidak bisa di artikan.


"Maafkan aku. Tapi itu satu-satunya cara untuk menghentikan tuntutan wanita itu dan ayah anda setuju dengan itu" jelas Jae Hyun.


"Walau begitu seharusnya kamu melakukan hal lain dan bukan nya malah membongkar rahasia ku. Apa kamu pikir aku membuat itu untuk mengancam dan menyebarkan video itu kepada banyak orang?" tanya Eun Woo yang semakin marah.


"Apa aku harus berbagi tontonan dengan para bajingan di luar sana dan me jatuhkan diri ku bae bawah itu?" lanjut Eun Woo dengan nada yang rendah tapi menakutkan.


"Dasar tidak berguna, jika aku bebas kamu adalah orang yang akan kubunuh dasar sampah" ucap Eun Woo.


Jae Hyun hanya bisa terdiam ketakutan mendengarkan semua perkataan Eun Woo. Jae Hyun yang sudah bekerja sebagai pengacara Eun Woo tau betul bagaimana sifat Eun Woo. Jae Hyun bekerja untuk membereskan semua masalah yang Eun Woo buat dia bahkan pernah menjadi korban dari Eun Woo yang membuat nya takut tapi karena dia butuh uang jadi dia bertahan. Tapi kali ini dia benar-benar tidak bisa menjadi pengacara Eun Woo lagi.


Setelah semua pembicaraan nya dengan Eun Woo, Jae Hyun menghampiri Ha Ru yang sedang berdiri didepan mesin kopi, menunggu kopi nya.


"Apa kah tawaran mu masih berlaku?" tanya Jae Hyun kepada Ha Ru.


"Tentu saja" ucap Ha Ru ketika melihat wajah Jae Hyun.


"Apa yang kamu inginkan?" tanya Jae Hyun.


"Video Seol Hyun yang di rekam oleh Eun Woo secara diam-diam" ucap Ha Ru.


"Hanya itu, apa kamu tidak ingin bertanya tentang gadis lain bernama Shin Ji" tanya Jae Hyun.

__ADS_1


"Kamu tidak usah khawatir akan hal itu. Jika kamu memberitahu ku hal itu kemungkinan besar kamu tidak akan bisa bekerja lagi di bidang ini" jelas Ha Ru.


Tanpa basa basi lagi, Jae Hyun memberikan flashdisk yang dia simpan di tas nya kepada Ha Ru dan pergi meninggalkan Ha Ru.


"Ini akan menjadi rahasia kita jadi jangan khawatir" ucap Ha Ru ketika Jae Hyun berjalan menjauh dari dirinya.


Ha Ru tak mengira akan semudah ini mendapatakan file video itu dan kini dia kembali kerumah sakit untuk mengantar Seol Hyun ke tempat barunya. Setelah selesai mengantar Seol Hyun dia kembali ke kantor polisi.


"Kali ini kita akan menahan nya dengan surat penahanan aku sudah mendapatkan semua bukti-buktinya" ucap Ha Ru kepada anggota tim nya sambil memberikan semua bukti yang dia dapatkan.


Mereka nampak terheran-heran dengan apa yang dikatakan Ha Ru.


"Dari mana kamu mendapatkan bukti-bukti ini?" tanya Young Min yang penasaran.


"Aku mendapatkannya dari seorang suster yang bekerja di tempat dimana Shin Ji di rawat" jelas Ha Ru.


Mereka bisa melihat foto-foto visum yang di lakukan Shin Ji dan semua rekaman yang Shin Ji rekam di rumah nya saat Eun Woo memukulnya.


Dan entah bagaimana merek juga mendapatkan semua file video yang Eun Woo rekam diam-diam.


Walau Ha Ru curiga dengan semua bukti yang dia dapatkan dengan mudah seperti seseorang sedang mengawasinya dan seolah-olah semuanya susah terencana. Dia mengesampingkan rasa curiganya dan fokus pada kasus Eun Woo saat ini.


Disaat mereka sedang merasa bahagia dengan bukti-bukti yang muncul tiba-tiba, Won sedang menunggu untuk melaksanakan rencana nya. Setelah Sung Jae memberikan obat tidur kepada ibu Won yang bernama Mi Na, dia pergi menuju rumah Won untuk mengambil syal yang akan dia berikan kepada korban mereka.


Sung Jae menemui korban mereka yang bernama Ha Na di sebuah kafe. Setelah kenal dengan Ha Na selama beberapa bulan, Sung Jae memutuskan akan menjadikan Ha Na sebagai orang yang terpilih. Ha Na yang menyukai Sung Jae pun percaya kepada Sung Jae dan tanpa ragu mengikuti Sung Jae kemana pun dia pergi.


"Nggak, aku baru sampai juga" balas Ha Na.


"Ini untuk mu" ucap Sung Jae sambil memberikan syal berwarna biru.


"Makasih. Kamu nggak perlu repot-repot ngasih aku hadiah" ucap Ha Na sambil menerima kotak yang diberikan oleh Sung Jae.


"Nggak repot kok, aku memang pengen ngasih kamu hadiah" jawab Sung Jae tanpa menunjukkan ekspresi apa pun.


"Wah, cantik banget" ucap Ha Na ketika melihat syal berwarna biru yang begitu elegan.


"Syukurlah kamu menyukainya" balas Sung Jae.


Mereka berdua pun tampak bahagia ketika sedang ngobrol walau Sung Jae tidak menunjukkan ekspresi apa pun. Dan dari kejauhan, Won memperhatikan mereka berdua lalu pergi ke tempat yang Sung Jae temukan. Disana Won menyiapkan segala sesuatu sebelum memulai eksekusi nya. Dia memasang kamera dan plastik di lantai. Dia menutupi seluruh lantai dengan plastik agar mudah untuk membersihkan nya. Dia juga membawa koper yang dia kumpulkan dirumah para korban terdahulunya dan meletakkan nya disana. Setelah semua persiapan selesai dia tinggal menunggu di jalan yang sepi dan Sung Jae akan membawa korban kepadanya.


Setelah menghabiskan banyak waktu bersama, ketika malam tiba Sung Jae mengajak Ha Na kesuatu tempat yang dia rahasiakan dari Ha Na.


"Memang nya kita mau kemana?" tanya Ha Na yang penasaran.


"Nanti kamu juga tau tapi yang pasti aku akn membawa mu ketempat yang indah dan aku yakin kamu menyukai nya" jawab Sung Jae.


Saat dalam perjalanan, tiba-tiba saja Sung Jae melihat sebuah mobil yang mogok di darah hutan-hutan.

__ADS_1


"Kamu tunggu sebentar ya, aku akan nolongin orang itu" ucap Sung Jae yang memberhentikan mobilnya.


Ha Na yang tidak tau kalau semua itu hanya lah bagian dari rencana mereka tampak bangga dengan sikap baik Sung Jae.


"Ajak dia keluar" perintah Won kepada Sung Jae.


"Baiklah. Setelah ini aku harus pergi membereskan jejak ku jadi aku tidak bisa ikut dengan mu" jelas Sung Jae.


"Tidak masalah. Aku akan menunggu sampai kamu tiba" balas Won.


Setelah berpura-pura menolong Won, Sung Jae kembali ke dalam mobil dan meminta Ha Na untuk turun.


"Bisakah kamu membantu ku? Aku butuh tangan seseorang yang bisa masuk ke lubang sempit seperti yang kamu lihat tangan ku besar" ucap Sung Jae yang memancing Ha Na untuk keluar.


Ha Na yang tidak tau niat jahat Sung Jae pun keluar tanpa perasaan curiga.


"Maaf, aku jadi merepotkan mu dan mengganggu kencan kalian" ucap Won kepada Ha Na yang berjalan mendekatinya.


"Tidak masalah. Lagipula kalau kami tidak lewat siapa yang akan membantumu di tengah hutan seperti ini. Apa yang bisa ku bantu?" balas Ha Na.


"Bisa tolong ambilkan ini. Saat kami memperbaiki mobil nya kuncinya masuk kedalam dan kami tidak bisa mengambil nya" ucap Sung Jae.


"Aku minta maaf sekali lagi. Tapi apa yang kalian lakukan disini? Di sini jarang dilalui orang dan juga sangat sepi. Apa kalian tidak takut kalau bertemu dengan penjahat" tanya Won kepada Ha Na.


"Aku sebenarnya juga takut, tapi karena aku bersama Sung Jae aku merasa aman. Dan dia sangat baik kepadaku jadi baku yakin dia tidak akan mencelakai ku" jelas Ha Na dengan bangga.


"Kalau anda sendiri apa yang anda lakukan disini?" tanya Ha Na kepada Won.


"Aku? kalau aku disini karena memang ada keperluan dan kebetulan sepertinya aku akan dengan segera menyelesaikan nya" ucap Won dengan mengambil palu yang dia sembunyikan di balik jaketnya.


"Bagus lah kalau begitu" ucap Ha Na yang akhirnya bisa mengambil kunci tersebut.


Setelah Ha Na berhasil dan berbalik badan tiba-tiba Won melayangkan palu itu ke kepala Ha Na sehingga Ha Na langsung pingsan dan tak sadarkan diri.


Won pun menyeret tubuh Ha Na kedalam bagasi mobilnya yang sudah dilapisi plastik.


"Jangan sampai meninggalkannya jejak" ucap Won kepada Sung Jae.


"Baiklah" jawab Sung Jae.


"Sepertinya malam ini kamu akan bekerja ekstra keras karena banyak mata yang melihatmu dengan wanita ini tadi" jelas Won sambil menyalakan rokoknya dan menghirupnya lalu melepaskan nya ke udara sambil melihat ke atas langit.


"Maafkan aku. Itu karena dia bersikeras untuk mengajak ku ke kafe itu" jelas Sung Jae.


"Lain kali aku akan berhati-hati dan memastikan kalau pertemuan di publik tidak akan terjafi lagi" tambah Sung Jae.


"Baiklah. Kalau begitu aku pergi dulu dan jangan lupa untuk kembali ke vila menjenguk mama. Kamu bisa kembali besok pagi. Jangan khawatir aku akan menyisakan kesenangan juga untuk mu" tambah Won.

__ADS_1


Sung Jae pun pergi dan kembali ke kota untuk membereskan CCTV yang mereka dirinya.


__ADS_2