Bloody Scarf

Bloody Scarf
Bab 26 (Flashback Ha Ru dan Young Min)


__ADS_3

Wanita itu ternyata adalah ibu kandung dari Won. Won sengaja mengurung nya di rumah itu agar dia tidak kabur dan meninggalkan Won.


"Ma, kenapa kamu tidak pernah menyayangi ku seperti dulu" ucap Won sambil menundukkan kepalanya dan memegang tangan ibunya.


"Sepertinya anda harus pergi sekarang" ucap Sing Jae disaat Won masih menikmati kehangatan tangan ibunya.


"Aku tau... tinggalkan aku sendiri aku akan pergi 5 menit lagi" ucap Won.


Sesuai permintaan Won, Sing Jae meninggalkan nya sendiri dengan ibunya.


Tak lama kemudian Won keluar.


"Aku tidak ingin hal ini terulang lagi, kita harus menjaga mama" ucap Won kepada Sung Jae.


"Maafkan aku, aku tidak akan mengulangi nya lagi" jawab Sung Jae yang benar-benar menyesal.


"Mulai besok kita tidak bisa menggunakan rumahku untuk bersenang-senang karena pacar ku tinggal bersama mu" jelas Won.


"Aku akan mencari tempat lain" jawab Sung Jae.


"Dan juga, dia akan menjadi kakak ipar mu. Sebaiknya kamu berkenalan dengan nya" saran dari Won.


"Baiklah" jawab Sung Jae.


"Kalau begitu aku pergi dulu, beritahu aku tempatnya" ucap Won sambil menempuk pundak Sung Jae lalu pergi meninggalkan Sung Jae dirumah itu.


Sung Jae merupakan anak dari pembantu Won dulu dan Won mencuci otaknya sehingga Sung Jae menganggap Won sebagai kakak nya dan ibu Won sebagai ibu nya sendiri. Sung Jae hidup dalam kontrol Won dan Sung Jae sudah tidak memiliki orangtua.


Keesokan harinya, Won sampai juga dirumah setelah perjalanan panjang. Ketika dia sampai dirumah, dia melihat Ha Ru yang masih dirumah juga. Won langsung memeluk Ha Ru yang masih tertidur.


"Lepaskan aku. Kamu sangat berat" ucap Ha Ru setengah sadar.


"Bangun. Ini sudah pagi. Apa kamu tidak bekerja?" tanya Won yang memeluk Ha Ru.


"Sebentar lagi aku akan bangun. Bagaimana dengan mu? Apa kah semuanya baik-baik saja?" tanya Ha Ru.


"Tentu saja. Aku akan mengantar mu. Bangun dan mandi. Aku akan menyiapkan sarapan" perintah Won kepada Ha Ru yang masih terlelap.


Ha Ru menuruti perintah Won, dia pun bangun dan langsung kekamar mandi kemudian keluar dan duduk di meja makan sambil menunggu makanan nya datang.


"Aku sangat menyukai ini" ucap Ha Ru kepada Won.


"Menyukai apa maksudmu?" tanya Won.


"Ketika kamu menyiapkan makanan untuk ku. Aku merasa bahagia" balas Ha Ru sambil tersenyum.


"Aku akan membuatkan mu makanan selamanya asal kamu ada disisi ku selamanya. Jangan Khawatir" ucap Won sambil meletakkan roti yang dia buat di atas piring.


"Benarkah? Kalau begitu aku tidak akan meninggalkan mu selamanya" Balas Ha Ru.


Ha Ru dan Won menghabiskan pagi hari mereka dengan penuh kebahagiaan. Setelah sarapan Won pergi mengantarkan Ha Ru ke kantornya.


"Malam ini aku tidak akan pulang" ucap Won kepada Ha Ru saat mereka masih ada didalam mobil.


"Baiklah" jawab Ha Ru.


"Aku akan memasakkan mu makan malam dan menaruhnya di kulkas jangan lupa dimakan" ucap Won.


Setelah ciuman perpisahan Won menginjak gas mobil nya dan pergi pulang kerumah.


Tanpa sengaja Ha Ru bertemu dengan Young Min diparkiran.


"Young Min" teriak Ha Ru saat melihat Young Min


"Apa kamu tidak pulang semalam?" tanya Young Min kepada Ha Ru.


"Oh iya, sekarang aku sudah tidak tinggal disana dan tinggal bersama Won" jelas Ha Ru sambil berjalan bersama Young Min.


"Bagaimana dengan introgasi nya kemarin?" tanya Ha Ru yang seharian berada dirumah sakit kemarin.

__ADS_1


"Kami tidak bisa mengintrogasinya karena dia terlalu teler kemarin" jelas Young Min.


"Sepertinya ini tidak akan mudah" ucap Ha Ru ketika melihat pria berbaju hitam turun dari mobil mahal dan berjalan masuk kedalam kantor polisi.


Dan benar saja sesuai ucapan Ha Ru, ayah Eun Woo datang kekantor polisi meminta anaknya di bebaskan karena korban sudah setuju untuk berdamai. Ha Ru yang mendengar hal itu terkejut.


"Apa anda yakin Seol Hyun ingin berdamai?" tanya Ha Ru..


"Tentu saja, kalau kamu tidak percaya kamu bisa tanya sendiri dengan orang nya" jelas salah satu pengacara yang datang.


"Kami mohon maaf, kami tidak bisa melepaskan anak anda karena dia terbukti menggunakan narkoba" jelas Jang Man.


Ayah Eun Woo yang tidak bisa berkata-kata akhirnya pergi dan berhenti membuat kegaduhan di kantor polisi.


Setelah ayah Eun Woo pergi Ha Ru langsung menelpon Seol Hyun tapi dia tidak mengangkat teleponnya.


"Apa dia tidak mengangkat teleponnya?" tanya Young Min kepada Ha Ru yang dari tadi sibuk dengan ponselnya.


"Tidak" ucap Ha Ru yang cemas karena bisa jadi Seol Hyun mendapat ancaman dari ayah Eun Woo.


"Sebaiknya kita ke rumah sakit sekarang" saran Young Min.


Mereka berdua pun pergi menuju rumah sakit untuk menemui Seol Hyun. Sesampainya di sana Seol Hyun memandang kosong kearah jendela.


"Seol Hyun" panggil Ha Ru.


Seol Hyun menoleh kearah Ha Ru.


"Detektif" panggil Seol Hyun dengan suara yang bergetar dan kemudian menangis.


"Ada apa? Apa yang terjadi?" ucap Ha Ru sambil memeluk Seol Hyun.


"Mereka tau semuanya" ucap Seol Hyun sambil menangis.


"Aku tidak ingin memaafkan bajingan itu tapi aku tidak bisa melakukan apa pun karena mereka mengancam ku akan menyebarkan video yang mereka miliki" jelas Seol Hyun yang masih menangis.


"Bicara dengang jelas dan berhenti menangis. Kamu harus kuat menghadapi orang seperti mereka" ucap Ha Ru kepada Seol Hyun.


Seketika Seol Hyun berhenti menangis.


"Ternyata si brengsek itu diam-diam merekam ketika kami sedang berhubungan badan dan kemarin malam pengacara dia datang dan mengancam kalau aku tidak ingin berdamai mereka akan menyebarkan video itu" jelas Seol Hyun kepada Ha Ru.


"Dasar manusia rendahan" ucap Ha Ru dengan kesal.


"Kamu tenang aja, aku akan membuat dia membusuk di penjara" lanjut Ha Ru yang merasa sangat kesal dengan apa yang Eun Woo lakukan kepada Seol Hyun.


Young Min yang juga mendengar penjelasan Seol Hyun ikut merasa marah dengan hal itu.


"Bukan kah kamu akan keluar hari ini?" tanya Ha Ru kepada Seol Hyun.


"Benar" jawab Seol Hyun.


"Lalu apakah kamu sudah tau akan tinggal dimana?" tanya Ha Ru.


"Aku akan kembali ke apartemen ku" jawab Seol Hyun.


"Kamu sebaiknya tidak kembali ke apartemen mu dulu karna kemungkinan mereka akan datang mencarimu lagi" jelas Ha Ru.


"Kalau begitu aku akan tinggal dirumah teman untuk sementara waktu" ucap Seol Hyun.


"Baiklah. Aku akan mengantar mu" balas Ha Ru.


Ha Ru pun setia berada disisi Seol Hyun dan dia menyuruh Young Min untuk kembali kekantor dan memberikan pelajaran kepada Eun Woo.


Sementara mereka sibuk dengan Eun Woo, Won yang berada dirumah menyiapkan syal birunya untuk diberikan kepada korban berikutnya.


"Aku benar-benar tidak sabar" ucap Won sambil memasukkan syal itu kedalam kotak.


Setelah dia selesai membungkusnya, dia memberikan syal itu kepada Sung Jae yang saat ini berada di rumahnya.

__ADS_1


"Dan ini alamat kita yang baru" ucap Sung Jae sambil memberikan secarik kertas.


Diruang investigasi, Young Min yang sudah tiba dikantor polisi datang dan menintrogasi Eun Woo yang sudah sedikit sadar yang didampingi oleh pengacara nya.


"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Young Min kepada Eun Woo.


"Tidak pernah merasa sebaik ini" jawab Eun Woo.


"Baguslah kalau begitu" ucap Young Min.


"Apa kamu tau wanita ini?" tanya Young Min kepada Eun Woo sambil memberikan foto Shin Ji.


"Aku tidak tau siapa dia" ucap Eun Woo membantah.


"Anda tidak perlu menjawab pertanyaan itu" ucap Pengacara Eun Woo.


"Kamu tidak kenal ya. Lalu bagaimana kamu akan menjelaskan tentang foto ini" kata Young Min yang menunjukkan foto Eun Woo dan Shin Ji yang tersenyum dan mesra.


"Kami menolak untuk menjawab" ucap pengacara Eun Woo.


"Baiklah, lalu apakah kamu kenal dengan dia?" tanya Young Min sambil menunjukkan foto Seol Hyun.


"Kami tidak akan menjawab pertanyaan itu juga" ucap pengacara Eun Woo.


Investigasi berjalan alot, Young Min tidak bisa mendapatkan informasi apa pun karena Eun Woo membungkam mulutnya rapat-rapat.


Dirumah sakit, Ha Ru sedang berbincang dengan Seol Hyun.


"Apa kamu memiliki file video tersebut?" tanya Ha Ru.


"Tidak aku tidak memiliki nya" ucap Seol Hyun.


"Jika kita ingin menuntut dia kita harus mendapatkan video itu dan menghancurkannya" ucap Ha Ru sambil memikirkan cara untuk mendapatkan video tersebut.


Seketika Ha Ru mendapatkan ide.


"Aku akan meninggalkan mu sebentar dan kembali nanti" ucap Ha Ru lalu terburu-buru berlari.


Ha Ru kembali ke kantor karena dia butuh bantuan anggota tim dengan harapan jika rencana dia berhasil.


Tak lama kemudian Ha Ru sudah sampai di kantor polisi dan Young Min masih mengintrogasi Eun Woo.


"Cap, bolehkah aku ikut masuk kedalam" ucap Ha Ru dengan nafas yang masih terengah-engah.


"Baiklah" ucap Jang Man yang terkejut dengan kedatangan Ha Ru yang tiba-tiba.


Ha Ru pun masuk menggantikan Jang Man.


"Hallo Eun Woo, aku punya tuntutan baru untuk mu. Pornografi dan kamera tersembunyi" ucap Ha Ru.


"Apa maksudmu?" balas Eun Woo dengan sedikit gugup.


"Aku sudah melihat semuanya" ucap Ha Ru menakut-nakuti Eun Woo.


Ha Ru memperhatikan reaksi dari pengacara Eun Woo dan Eun Woo. Ketika Ha Ru membicarakan video porno yang Eun Woo ambil secara diam-diam, pengacara itu memegang tasnya dan bisa dipastikan kalau video itu berada di tas nya.


"Apa yang kamu lihat?" tanya Eun Woo.


"Semua video yang kamu ambil. Bagaimana jika publik tau duta anti pornografi melakukan kejahatan terlebih lagi kamera tersembunyi untuk merekam para gadis secara diam-diam" jelas Ha Ru.


"Aku tidak pernah melakukannya" ucap Eun Woo menyangkal.


"Sayang sekali, pengacara mu lah yang membocorkan tentang kamera tersembunyi dirumah mu" jelas Ha Ru.


"Dia menunjukkan video yang kamu rekam kepada Seol Hyun dan itu sudah menjadi bukti yang kuat" tambah Ha Ru.


Eun Woo terlihat marah kepada pengacaranya sendiri karena tidak bisa menahan emosi dia mencoba untuk memukul pengacaranya sendiri yang kemudian dipisah kan oleh Young Min, Man Ho dan Eun So.


Dikarenakan kondisi yang tidak memungkinkan kan mereka menunda investigasi lagi.

__ADS_1


__ADS_2