Bloody Scarf

Bloody Scarf
Bab 32 (Flashback Ha Ru dan Young Min)


__ADS_3

Mereka bergegeas pergi ke Sekolah menengah pertama dimana anak Inspektur bersekolah.


"Tapi kenapa kita harus berjaga di sekolahan itu? " tanya Young Min yang bingung.


"Itu karena anak Inspektur dibully dan dia ingin kita menjaga dia dan menyamar sedang memberikan pelajaran tentang membela diri" jelas Jang Man di dalam mobil.


"Ini adalah foto dari anak Inspektur" tambah Jang Man sambil memperlihatkan foto seorang anak yang terlihat tersenyum bahagia.


Tak lama kemudian mereka sampai di sekolah anak Inspektur mereka yang bernama Yo Han. Mereka langsung menuju ke ruang guru dan memperkenalkan diri mereka.


"Selamat siang, Kami datang untuk mengajarkan ilmu membela diri dari penjahat" ucap Jang Man yang disambut oleh wakil kepala sekolah.


"Kami sudah menunggu anda, Kami juga sudah mendengar dari ayah Yo Han soal kedatangan kalian. Terima kasih sudah mau mengajarkan murid-murid" jawab kepala sekolah sambil menyalami mereka satu persatu.


Saat Jang Man sedang ber bincang-bincang dengan wakil kepala sekolah, Ha Ru yang sedang melihat-lihat sekeliling ruangan mendapati seorang guru yang bertingkah aneh. Guru itu memperhatikan mereka dengan seksama seperti sedang mengawasi mereka. Saat mata mereka bertemu guru itu langsung pergi keluar ruangan. Hal itu membuat Ha Ru menjadi semakin curiga.


Setelah perkenalan singkat mereka, wakil kepala sekolah membawa mereka di bawa keruang kepala sekolah untuk mengetahui apa saja yang akan dilakukan Jang Man dan tim nya selama disekolah itu.


"Selamat pagi pak" ucap Jang Man sambil menjabat tangan pak kepala sekolah.


"Selamat pagi, silahkan duduk" ucap kepala sekolah.


"Jadi kalian akan mengajar disini selama seminggu dan ini merupakan bagian dari kerjasama sekolah kami terhadap kantor polisi Iklan. Setiap tahun kantor polisi Ilsan akan mengirim beberapa polisi untuk melatih anak-anak kelas 11" jelas pak kepala sekolah.


"Baik Pak. Kami akan melakukannya degan baik" ucap Jang Man.


"Kalau begitu kalian bisa menempati ruang bimbingan dan jadwal untuk hari ini pada pukul 2 siang di tempat latihan judo" jelas kepala Sekolah.


Setelah mendengar penjelasan kepala sekolah mereka pun segera pergi ke ruang bimbingan yang di dibicarakan oleh kepala sekolah dengan bantuan wakil kepala sekolah.


"Wah, tempat ini sangat besar" ucap Man Ho begitu memasuki ruangan itu.


"Benar sekali. Disekolah ku dulu ruang bimbingan tidak sebesar ini" jelas Eun So sambil duduk disofa.


"Jadi apa yang akan kita ajarkan nanti?" tanya Young Min kepada Jang Man.


"Kita akan mengajarkan mereka teknik-teknik dasar atau titik-titik lemah yang bisa mereka pukul untuk melumpuhkan penjahat" jelas Jang Man.


"Benar, untuk sekarang kita istirahat dulu" ucap Man Ho.


"Bukannya kamu tadi yang marah-marah ketika Inspektur menyuruh kita ke sini" sindir Jang Man kepada Man Ho yang terlihat paling menikmati.


"Itu kan tadi, tidak ada salah nya kita beristirahat sejenak" ucap Man Ho tanpa rasa malu.


Sementara merwka bertengkar Ha Ru masih saja memikirkan guru tadi. Dia merasa curiga dengan tingkah laku guru itu.


"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Young Min kepada Ha Ru yang terlihat melamun.


"Aku tadi melihat seorang guru yang terlihat mencurigakan" ucap Ha Ru.


"Mencurigakan? Apa maksudmu?" tanya Young Min.


"Dia memperhatikan kita dengan seksama seperti sedang mengawasi kita" ucap Ha Ru.


"Mungkin perasaan mu saja" ucap Young Min tanpa menghiraukan insting Ha Ru.


"Mungkin saja. Kalau begitu aku akan keluar sebentar" balas Ha Ru kepada Young Min.


Ha Ru pun keluar dan menjelajahi sekolah itu, semua siswa disana terlihat baik-baik saja dan bahagia layaknya anak-anak pada umumnya. Ketika Ha Ru melihat ke kelas 2-3 kebanyakan siswa dikelas itu terlihat takut dan tidak nyaman. Dia kemudian memperhatikan guru yang sedang mengajar dikelas dan ternyata itu adalah guru yang membuat Ha Ru curiga. Dikelas itu juga ada anak dari Inspektur yang terlihat murung juga.

__ADS_1


Saat sedang memperhatikan suasana kelas itu tanpa sengaja mata mereka bertemu dan Ha Ru hanya bisa tersenyum kepada guru itu lalu pergi. Setelah pergi dari kelas 2-3 harus berjalan ke ruang kesehatan dan masuk kedalam.


Dia melihat-lihat kedalam dimana tidak ada dokter yang menjaga disana.


"Ada yang perlu saya bantu?" tanya dokter yang baru saja kembali dari kamar mandi.


"Oh, maaf" ucap Ha Ru terkejut dengan kedatangan dokter itu.


"Aku hanya melihat-lihat. Apakah anda dokter disini?" tanya Ha Ru.


"Benar, nama saya Maya" ucap Maya sambil mebgulurkan tangannya.


"Ha Ru. Saya seorang polisi yang mengajar kan bela diri " balas Ha Ru.


"Sudah berapa lama anda bekerja disini?" tanya Ha Ru kepada Maya.


"Saya baru bekerja disini selama 2 bulan" jawab Maya.


Maya terlihat seperti orang yang ingin mengatakan sesuatu kepada Ha Ru tapi dia takut untuk menyampaikannya.


"Bolehkah aku tinggal disini lebih lama?" tanya Ha Ru kepada Maya.


"Tentu saja" balas Maya.


"Apa kah anda mengenal guru laki-laki yang mengajar matematika?" tanya Ha Ru kepada Maya sambil duduk di salah satu ranjang yang ada disana.


"Maksud anda Pak Jong Hyun?" tanya Maya kembali.


"Jong Hyun, jadi guru itu bernama Jong Hyun? " tanya Ha Ru.


"Iya. Hwang Jong Hyun. Dia adalah anak pemilik yayasan jadi tidak ada yang berani mengusiknya. Dia juga baru saja bergabung dengan sekolah ini, setelah dia bergabung dokter yang sudah bekerja lama disini langsung dipecat oleh nya" jelas Maya tanpa di minta Ha Ru.


"Kenapa dia di pecat?" tanya Ha Ru yang penasaran.


"Sebenarnya ada sesuatu yang aneh di sekolah ini" lanjut Maya.


"Aneh, apa itu?" tanya Ha Ru.


Sebelum Maya sempat menjawab Young Min tiba-tiba masuk kedalam ruang kesehatan membawa seorang anak laki-laki yang pingsan.


"Dok, tolong dia" ucap Young Min yang khawatir.


"Ada apa dengan dia?" tanya Maya.


"Aku tidak tau. Tiba-tiba saja dia pingsan dikamar mandi" ucap Young Min.


Maya pun memeriksa anak laki-laki itu dan memberikan dia infus karena Maya pikir anak itu hanya kecapekan.


"Apa dia akan baik-baik saja?" tanya Ha Ru kepada Maya.


"Aku rasa begitu. Dia akan segera sadar" jawab Maya.


Tiba-tiba Jong Hyun datang dan menanyakan keberadaan anak laki-laki itu kepada Maya. Maya pun menunjukkan dimana anak itu berbaring kepada Jong Hyun yang terlihat sangat khawatir.


"Kyung Min. Apa kamu baik-baik saja?" ucap Jong Hyun yang berada di samping tempat tidurnya.


"Permisi" ucap Ha Ru menyapa Jong Hyun.


"Kalau boleh tau ada hubungan apa anda dengan anak ini?" tanya Ha Ru dengan curiga.

__ADS_1


"Aku adalah wali kelasnya. Sewaktu pelajaran dia meminta ijin kekamar mandi tapi dia tak kembali jadi aku khawatir dia kenapa-napa. Kyung Min memang sering pingsan tapi dia akan baik-baik saja" jelas Jong Hyun kepada Ha Ru.


"Aku rasa kita perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut kepada Kyung Min" ucap Ha Ru yang merasa curiga dengan reaksi Jong Hyun yang begitu khawatir dengan Kyung Min.


"Tidak perlu khawatir. Aku memiliki dokter pribadi yang merawat murid-murid ku" jelas Jong Hyun.


"Dokter pribadi? Bisakah saya bertemu dengan dokter pribadi anda?" tanya Ha Ru.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Young Min yang merasa Ha Ru berlebihan.


"Maafkan kami" lanjut Young Min meminta maaf kepada Jong Hyun.


"Tidak masalah" jawab Jong Hyun kepada Young Min.


"Baiklah. Aku bisa mempertemukan anda dengan dokter pribadi saya" ucap Jong Hyun kepada Ha Ru.


"Baiklah. Saya akan menunggu kabar dari anda" ucap Ha Ru.


"sebaiknya kita pergi dari sini" ucap Young Min kepada Ha Ru.


"Kami permisi dulu" pamit Young Min kepada Maya dan Jong Hyun.


Young Min menarik Ha Ru keluar dari ruang kesehatan dan berjalan cukup jauh dari ruang kesehatan.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Young Min kepada Ha Ru saat merek berada di bawah tangga.


"Apa maksudmu?" tanya Ha Ru yang tidak mengerti dengan Young Min.


"Kamu menanyai dia seolah sedang mengintrogasinya nya. Apakah dia guru yang kamu curigai itu? " tanya Young Min.


"Iya, tapi apa kamu nggak curiga? Dia punya dokter pribadi untuk murid-murid nya. Bukan kah itu berlebihan?" ucap Ha Ru.


"Mungkin dia memang menyayangi murid-murid nya dan kamu juga lihat sendiri kalau dia begitu khawatir dengan anak tadi" balas Young Min.


"Bagi ku itu tidak terlihat seperti khawatir melainkan dia mencoba menutupi sesuatu" jawab Ha Ru dengan nada yang semakin tinggi.


"Kamu sebaiknya henti kan sikap seperti itu. Kamu mencurigai semua orang dan mengatakan kalau mereka mencurigakan tapi yang paling mencurigakan adalah pacar mu. Semua kejadian pembunuhan yang terjadi berpusat di rumah sakit nya dan kamu malah tidak mencurigai dia sedikit pun bahkan kamu malah menutupi nya. Apa kamu memang benar polisi?" ucap Young Min yang tanpa sadar menfucapakan semua yang ada dipikirannya.


"Maafkan aku" ucap Ha Ru yang tiba-tiba saja sedih.


"Kamu benar. Maafkan aku. Aku memang bukan polisi dan mulai sekarang aku tidak akan ikut campur lagi" lanjut Ha Ru lalu pergi meninggalkan Young Min.


"Aku tidak bermaksud begitu. Ha Ru dengarkan penjelasanku dulu" ucap Young Min sambil memegang tangan Ha Ru yang membuat Ha Ru berhenti.


"Lepaskan aku" ucap Ha Ru dengan nada tegas.


Young Min yang bisa merasakan kalau Ha Ru benar-benar marah pun melepaskan tangan Ha Ru. Ha Ru kembali keruang bimbingan dengan suasana hati yang buruk dan Young Min mengikuti dari belakang dengan ekspresi wajah yang sedih.


Jang Man, Man Ho dan Eun So bisa merasakan kalau mereka berdua baru saja berkelahi dan seketika suasana didalam ruangan itu menjadi canggung.


"Sekarang waktunya kita mengajar anak-anak" ucap Man Ho.


"Benar, kita kana mengajar murid kelas 2-1 terlebih dahulu. Ayo kita pergi menuju ruang Judo" tambah Jang Man dengan Canggung.


Mereka pun pergi keruang Judo dengan suasana canggung dimana Ha Ru dan Young Min tidak saling berbicara.


Kelas Judo pertama mereka berjalan dengan baik dan mereka pun merasa senang.


"Bagaimana kalau kita minum hari ini?" tawar Man Ho.

__ADS_1


"Boleh juga" balas Jang Man.


"Maaf, hari ini aku tidak bisa ikut dan aku akan pulang duluan. Selamat jalan" pamit Ha Ru kemudian berjalan pergi meninggalkan anggota tim nya.


__ADS_2