
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Ha Ru kepada Won yang berada di atasnya.
"Apa kamu tau? Semua perlakuan kasar mu membuat ku sangat bergairah" bisik Won ditelinga Ha Ru sambil menggigit telinga Ha Ru.
"Dasar gila" ucap Ha Ru mendorong tubuh Won.
"Semakin kami menolak ku semakin aku menginginkan mu" ucap Won yang langsung mencium bibir Ha Ru dengan paksa.
Ciuman itu membuat Ha Ru kesulitan bernafas membuat Ha Ru meronta-ronta supaya bisa lepas dari Won. Tapi bukannya melepaskan Ha Ru, Won malah semakin bersemangat. Dorongan dari Ha Ru membuat Won semakin melekatkan tubuhnya ke tubuh Ha Ru.
Setelah puas mencium bibir Ha Ru, Won melepaskan ciuman nya dan saat itu barulah Ha Ru bisa bernafas. Melihat Ha Ru yang terengah-engah tak membuat Won menghentikan aktivitasnya.
"Tolong berhenti sebentar" ucap Ha Ru yang merasa sesak di dadanya.
"Aku mohon" pinta Ha Ru sekali lagi.
Kali ini Won menghentikan aktivitas nya sesuai permintaan Ha Ru.
"Ada apa?" tanya Won.
Ha Ru Mendorong tubuh Won dan pergi keluar dari kamar sambil terhuyung-huyung. Kepala nya sangat pusing dan tiba-tiba dia terjatuh dan pingsan. Won langsung menghampiri Ha Ru dan memeriksa keadaan Ha Ru. Won merasa bersyukur karena Ha Ru hanya pingsan dan tidak ada yang serius.
Sementara Ha Ru mengalami hari-hari yang berat bersama Won, Young Min juga dipusingkan dengan Sung Jae yang tidak ditemukan dimana pun.
"Bagaimana bisa kita tidak bisa menemukan dia?" ucap Jang Man yang marah.
Mereka hanya bisa diam tanpa sepatah kata pun karena mereka juga merasa kesal. Disaat mereka tidak bisa menemukan keberadaan Sung Jae, Eun Ho datang ke kantor sambil membawa berita dari hasil forensik.
"Hasil forensiknya sudah keluar" ucap Eun Ho.
"Ternyata darah itu milik wanita bernama Mi Na dan yang lebih mengejutkan lagi, Mi Na terdaftar sebagai ibu dari Lee Won" jelas Eun Ho.
"Cari data apakah dia pergi keluar negri atau tidak" perintah Jang Man kepada Man Ho.
Mah Ho menelpon bagian bandara dan menanyakan tentang keberadaan Mi Na.
"Kemarin Mi Na pergi ke Filipina bersama dua orang lainnya untuk pengobatan" ucap Man Ho kepada Jang Ma sambil menahan teleponnya.
__ADS_1
"Suruh mereka mengirimkan data dari dua orang yang bersama dengan Mi Na" perintah Jang Man.
Tak lama kemudian fax dari bandara datang dan mereka segera memeriksa fax itu dan ternyata benar jika Sung Jae pergi ke luar negri menggunakan identitas lain.
"SIAL... " ucap Jang Man yang marah.
Dan lagi-lagi kasus mereka berakhir dengan jalan buntu. Mereka seperti dieprmainkan oleh keadaan dan mereka sangat marah.
"Kalian bisa pulang sekarang. Tidak ada yang bisa kita lakukan" ucap Jang Man lalu pergi meninggalkan kantor karena merasa kesal.
Jang Man yang merasa kesal pergi ke restoran milik teman nya itu dan minum-minum sendirian di siang hari. Dia hanya minum terus menerus tanpa memakan apa pun sehingga membuat teman nya khawatir dan memutuskan menelpon salah satu anak buah Jang Man.
Tak lama kemudian Young Min datang dan duduk di depan Jang Man.
"Apa yang anda lakukan ditengah siang bolong seperti ini?" tanya Young Min kepada Jang Man.
"Bagaimana kamu tau aku ada disini?" tanya Jang Man.
"Apakah itu penting sekarang?" tanya Young Min.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Jang Man yang tidak terima karena Young Min mengambil minumannya.
"Seharusnya aku yang bertanya, apa yang kapten lakukan? Aku tau anda kecewa tapi anda tidak bisa seperti ini sekarang. Jika atasan tau anda bisa dipecat" ucap Young Min yang mengkhawatirkan keadaan Jang Man.
"Aku tidak peduli, lagian aku sudah tua jadi sudah saat nya aku pensiun. Jika sudah pensiun aku akan membuka warung seperti ini dan hidup dalam diam" jelas Jang Man yang sudah mabuk.
"Sebelum anda membuka warung seperti ini, anda harus menangkap penjahat itu terlebih dahulu. Penjahat yang mempermainkan kita" jawab Young Min mencoba menyemangati Jang Man.
"Aku sudah mencoba nya dan sudah berapa kali aku harus merasa seperti ini. Aku merasa tidak berguna dan aku sangat benci dengan diriku" ucap Jang Man yang kembali menuanv soju kedalam gelasnya dan lagi-lagi diminum oleh Young Min
"Kenapa kamu terus mengambil minuman ku?" protes Jang Man dengan kesal.
"Kapten, apa kapten tidak ingat dulu ketika anda menangkap pembunuh ayah ku? Dulu semua polisi berpikir bahwa ibu ku adalah pembunuh jya tapi hanya kapten yang percaya kalau ibuku tidak bersalah. Walau banyak orang yang mencaci maki kapten dan juga butuh waktu cukup lama untuk menangkap pelakunya tapi kapten tidak menyerah sehingga pembunuh sebenarnya bisa tertangkap. Saat itulah aku bertekad untuk menjadi polisi seperti kapten yang pantang menyerah. Polisi yang berguna bagi masayarakat. Kapten adalah polisi yang hebat dan sangat berguna sedikit kesalah dan kegagalan tidak masalah karena manusia bukanlah makhluk yang sempurna. Dan hal ini bukan lah apa-apa dibandingkan kan dengan dulu" jelas Young Min mengingatkan Jang Man akan masa lalu nya yang hebat.
"Benar sekali kapten" ucap Eun Ho yang ternyata duduk di meja sebelah mereka.
"Jangan menyerah dulu kapten. Kita pasti akan menangkapnya" tambah Man Ho yang menyemangati Jang Man.
__ADS_1
Jang Man yang merasa terharu pun meneteskan air mata karena perlakuan dan sikap dari anak buahnya itu.
"Baiklah ayo kita kejar penjahat sialan itu sampai ke ujung dunia" ucap Jang Man yang merasa kuat karena dukungan dari anak buahnya tersebut.
Sementara itu Ha Ru baru saja tersadar, dia langsung melepaskam infus yang ada di tangan nya dan berjalan keluar kamar. Keadaan didalam rumah itu masih sama saja, banyak penjaga yang menjaga rumah itu.
"Apa kamu sudah sadar?" ucap Won yang muncul entah dari mana dan membuat Ha Ru terkejut.
Ha Ru hanya berdiam diri tanpa sepatah kata pun.
"Ayo kita makan, kamu pasti lapar" ajak Won menggandeng tangan Ha Ru.
Ha Ru menuruti ajakan Won dan duduk di meja makan sambil memakan makanan yang sudah di sediakan.
"Bagaimana dengan wanita itu?" tanya Ha Ru.
"Aku sudah membereskannya" ucap Won.
"Bagaimana?" tanya Ha Ru.
"Jangan khawatir aku menguburkannya dengan layak sehingga kamu tidak perlu khawatir" jelas Won.
Setelah mendengar hal itu, Ha Ru pun terdiam dan melanjutkan menyantap makanannya.
Setelah apa yang terjadi, Won tidak memaksa Ha Ru untuk melakukan apa pun begitu juga Ha Ru yang berhenti bersikap kasar dan memberontak kepada Won. Keadaan seperti itu berlangsung selama beberapa minggu dan suasana rumah itu menjadi tenang.
Suatu hari Ha Ru menonton TV bersama dengan Won.
"Maaf karena aku sudah berbohong tentang nenek mu" ucap Won tiba-tiba.
"Tidak masalah. Aku sudah melupakan nya dan juga aku tidak berharap banyak nenek ku masih hidup" jawab Won.
"Dan juga, aku tidak menculik ibu ku tapi aku merawat nya dan menyembunyikan dari ayah ku walau sekarang ayah ku sudah meninggal tapi aku masih ingin bersama ibu ku" jelas Won.
Walau Won sudah menceritakan semuanya kepada Ha Ru tapi Ha Ru sulit mempercayai perkataan Won karena sikap Won yang pandai berakting dan berbohong.
"Jadi bisa kah kamu mengatakan dimana anak kita?" tanya Won lagi.
__ADS_1