
Won membawa Ha Na kesebuah gudang yang sudah tidak terpakai lagi dan membaringkan Ha Na di lantai. Won hanya duduk di kursi dan memandangi Ha Na yang tak sadarkan diri.
"Kali ini dia benar-benar melakukan pekerjaan nya dengan baik. Kamu terlihat mirip sekali dengan mama" ucap Won yang memandangi wajah Ha Na dengan lekat.
Semalaman Won memandangi wajah Ha Na tanpa berkata apapun sampai akhirnya Ha Na Sadar dan merintih kesakitan.
"Apa yang kamu lakukan?" ucap Ha Na yang sadar dan melihat Won sedang duduk di hadapan nya.
"Aku mohon lepaskan aku" ucap Ha Na memohon.
Won tidak mengatakan sepatah kata pun dan hanya memandangi Ha Na.
"Tolong... Tolong... Tolong... ada orang disini" teriak Ha Na.
"Percuma kamu berteriak karena seperti yang aku katakan disini tidak ada orang" ucap Won sambil mendekati Ha Na.
Ha Na yang takut berusaha untuk mundur dan menjauh dari Won dalam keadaan terikat.
"Aku sangat suka dengan ekspresi yang kamu buat" ucap Won sambil berjongkok di hadapan Ha Na.
"Jadi lah anak baik" tambah Won lalu berdiri dan pergi menjauhi Ha Na.
"Dimana Sung Jae? Apa yang kamu lakukan dengan nya?" tanya Ha Na yang masih mengkhawatirkan Sung Jae.
Mendengar pertanyaan Ha Na, Won hanya bisa tertawa dengan keras.
"Hahahahhahahahahaha..... Kamu sangat menarik" ucap Won setelah selesai tertawa.
"Dalam keadaan seperti ini kamu masih mengkhawatirkan orang lain" tambah Won yang saat ini duduk kembali di kursi yang dia duduki tadi.
"Jawab pertanyaan ku, apa yang kamu lakukan kepada Sung Jae" teriak Ha Na.
"Jangan khawatir dia baik-baik saja. Tapi saat ini kamu tidak bisa bertemu dengan nya" jelas Won.
Mendengar hal itu Ha Na merasa lega dan Won merasa sangat terhibur dengan reaksi Ha Na.
"Apa yang kamu inginkan dari ku?" tanya Ha Na kepada Won.
"Tidak ada" jawab Won.
"Lalu kenapa kamu melakukan hal ini kepada ku" tanya Ha Na lagi yang tidak mengerti kenapa Won melakukan hal ini kepada nya.
"Karena ini menyenangkan jadi aku melakukannya" jawab Won sambil tersenyum.
"Dasar gila" umpat Ha Na.
"Pfttt... Hahhaahahha... Kamu sangat menyenangkan tidak salah jika dia sangat menyukai mu. Sampai-sampai dia melakukan kesalahan sepele seperti itu" jelas Won.
"Apa maksudmu?" tanya Ha Na.
"Nanti kamu juga akan tau tapi untuk saat ini kamu sebaiknya tidur dulu" ucap Won sambil mengambil jarum suntik yang sudah di isi obat bius dan menyuntikkan nya di tubuh Ha Na.
Tak lama kemudian Ha Na mulai tak sadarkan diri lagi.
__ADS_1
Ditempat lain Ha Ru baru saja pulang kerumahnya dan merasa sangat kelelahan setelah mengatur berkas dan bukti-bukti yang dia dapatkan. Ha Ru langsung berbaring di sofa dan memikirkan kenapa suster itu memberikan semua bukti itu kepadanya.
"Aku merasa ada yang aneh" ucap Ha Ru kepada dirinya sendiri.
Perasaan mengganjal yang tidak bisa dia hiraukan, Ha Ru yang tidak merasa tenang menelpon Young Min dan mengajak Young Min untuk bertemu.
Mereka pun bertemu di sebuah restoran di dekat rumah Won.
Ha Ru mengangkat tangan nya begitu melihat Young Min, dan Young Min berjalan ke arah Ha Ru.
"Ada apa kamu memintaku bertemu?" tanya Young Min karena Ha Ru tidak sperti biasanya bersikap seperti ini.
"Ada sesuatu yang mengganggu ku" jawab Ha Ru sambil memanggang daging yang dia pesan sebelumnya.
"Apa itu?" tanya Young Min yang penasaran sambil menuangkan soju ke gelas Ha Ru.
"Bukti yang aku dapatkan. Entah kenapa aku merasa kalau ada yang sengaja memberikan bukti itu untuk ku" jelas Ha Ru.
"Apa maksudmu?" tanya Young Min yang tidak mengerti maksud dari Ha Ru.
"Karena tiba-tiba ada seorang suster memberikan semua bukti itu kepada ku disaat aku menunggu Seol Hyun di rumah sakit. Dan semua bukti yang dia berikan adalah bukti yang kita butuhkan" jelas Ha Ru.
"Mungkin itu hanya kebetulan dan kita sedang beruntung. Sudah lah kamu tidak perlu memikirkan nya karena berkat dia kasus kita akhirnya akan selesai" ucap Young Min sambil memakan daging yang Ha Ru panggang.
"Jangan terlalu mengkhawatirkan hal yang tidak penting" tambah Young Min.
Akhirnya Ha Ru mengikuti saran dari Young Min dan melupakan semua perasaan yang menganggap di pikirannya dan mulai memakan makanan yang sudah dia pesan.
Sementara itu Sung Jae sibuk menghapus CCTV yang merekam dirinya dengan menyamar sebagai polisi yang menyelidiki kasus disekitar tempat itu.
Selama melakukan tugas dia selalu memikirkan Ha Na yang sedang bersama dengan Won. Setelah membereskan semua CCTV, Sung Jae kembali ke vila untuk menemui ibu Won yang bernama Do Yeon. Saat dia sampai disana Do Yeon dalam keadaan sadar.
"Tolong lepaskan aku" pinta Do Yeon begitu melihat Sung Jae.
"Aku akan melakukan apa pun. Jadi tolong lepaskan aku" ucap Do Yeon yang memohon kepada Sung Jae.
Sung Jae menghiraukan permintaan Do Yeon dan mengeluarkan obat bius untuk disuntikkan kepada Do Yeon.
"Aku mohon Sung Jae, aku tau kamu tidak ingin melakukan ini. Apa kamu tidak kasian kepada ibu mu" ucap Do Yeon membicarakan ibu Sung Jae karena Sung Jae sangat menyanyangi ibunya.
Mendengar kan nama ibunya, Sung Jae menghentikan aktivitasnya.
"Aku tau kalau kamu hanya menuruti perintah Won. Tapi ibu mu akan sedih jika melihat mu seperti ini" jelas Do Yeon mencoba untuk membuat Sung Jae bersimpati kepadanya.
Banyak pikiran yang terlintas di kepala Sung Jae mulai dari kenangan masa lalu baik yang menyenangkan atau pun yang tidak. Dan juga ucapan Won yang selalu di ucapkan.
"Kamu adalah keluarga ku sekarang dan kita harus menjaga mama bersama-sama" kalimat yang selalu diucapkan Won kepada Sung Jae.
Mengingat hal itu Sung Jae pun langsung menyuntikkan obat bius itu kepada Do Yeon.
"Sung Jae tolong jangan lakukan. Aku mohon" ucap Do Yeon sebelum kehilangan kesadaran.
Perlahan-lahan Do Yeon kehilangan kesadaran dan terlelap. Begitu Do Yeon tertidur, Sung Jae keluar dari kamar Do Yeon dan duduk di ruang tamu.
__ADS_1
"Aku akan selalu menjaga mama dan Won" ucap Sung Jae yang kemudian ikut terlelap setelah meminum obat yang diresepkan oleh Won.
Keesokan hari nya Won pulang kerumah setelah, mengamankan Ha Na di sebuah gudang dimana dia menyekap Ha Na.
Won langsung pergi ke kamar untuk melihat Ha Ru yang sangat dia rindukan. Ha Ru yang masih tertidur tidak tau kalau Won sudah pulang kerumah. Perlahan-lahan Won naik ketempat tidur dan memeluk Ha Ru dari belakang dengan erat sambil memejamkan mata nya.
Tak lama setelah Won terlelap, Ha Ru bangun dan merasakan ada seseorang yang memeluknya, dia pun berbalik dan mendapati Won sedang memeluknya. Ha Ru terlihat senang melihat Won yang terlelap seperti anak kecil itu. Dia membelai rambut Won sambil tersenyum dengan penuh kebahagiaan.
"Apa aku begitu tampan?" ucap Wom yang masih memejamkan mata nya.
"Tentu saja. Kamu sangat tampan karena kamu adalah milik ku" balas Ha Ru walau dia sedikit terkejut.
Setelah mendengar jawaban Ha Ru, Won memeluk Ha Ru dengan erat.
"Aku ingin seperti ini selamanya" ucap Won yang masih memejamkan matanya.
"Semalam kamu pulang jam berapa?" tanya Ha Ru.
"Aku tidak tau" balas Won.
"Kamu pasti sangat lelah. Tidur lah lebih lama" ucap Ha Ru.
Mereka berdua pun tidur kembali.
Sementara itu Ha Na yang disekap oleh Won mulai sadar. Ha Na yang menyadari kalau dia sendirian mencoba untuk melarikan diri.
"Tolong... tolong aku... " teriak Ha Na sambil berusaha melepaskan ikatannya.
"Tolong... apa ada orang disana. Tolong... di sini ada orang" teriakan Ha Na yang sia-sia saja karena tempat itu berada di lingkungan yang terbengkalai sehingga tidak ada yang dapat mendengarnya.
Ha Na yang masih berusaha untuk melepaskan ikatannya merasa lelah dan menyerah. Dia bahkan tidak bisa bergerak dari tempat dia di ikat.
Ha Na mulai menangis karena usaha yang dia lakukan semua nya sia-sia.
"Menyebalkan sekali... aku tidak ingin mati secepat ini" ucap Ha Na sambil menangis
Diruangan sebelah ternyata terdapat monitor yang bisa memperlihatkan keadaan Ha Na dan disana Sung Jae memperhatikan semua tingkah laku Ha Na.
Sung Jae tiba di tempat itu subuh dini hari setelah menambahkan obat bius untuk Do Yeon. Saat tiba disana dia menemukan Ha Na yang masih terlelap karena obat bius juga. Dia memperhatikan wajah Ha Na dengan seksama dan merasa lega melihat wajah Ha Na yang masih bersih tanpa pukulan dari Won.
Saat melihat Ha Na pagi ini, batin Sung Jae bergejolak antara dia ingin menolong Ha Na atau kembali ke rencana semula. Setelah berpikir cukup lama Sung Jae pun memutuskan untuk membebaskan Ha Na karena dia tidak yakin kalau dia bisa menyakiti Ha Na. Saat hendak pergi tiba-tiba Won muncul dibelakangnya yang membuat Sung Jae terkejut.
"Mau kemana kamu?" tanya Won.
"Aku rasa aku tidak bisa melakukan nya" ucap Sung Jae yang terlanjur tertangkap basah oleh Won.
"hahahaha... Jadi kamu akan membebaskannya?" tanya Won kepada Sung Jae yang sudah tau dari awal kalo Sung Jae memliki rasa kepada Ha Na.
"Iya" jawab Sung Jae.
"Bukankah kamu yang bilang padaku jangan bertindak sendirian di luar rencana. Dan sekarang kamu ingin melakukan hal itu?" jelas Won dengan ekspresi yang tidak dapat diartikan.
"Kalau begitu aku juga akan melakukannya" ucap Won sambil menyeret Sung Jae.
__ADS_1
Dia melemparkan tubuh Sung Jae ke tempat dimana Ha Na di ikat.