
"Apakah kamu seorang polisi?" tanya Sung Jae sambil melihat Ha Ru.
"Ya, bagaimana dengan mu?" tanya Ha Ru.
"Aku seorang perawat" jawab Sung Jae.
"Apa kah ada yang mengganggu mu?" tanya Sung Jae yang melihat Ha Ru seperti sedang berpikir.
"Tidak ada. Tapi pernahkah kamu menyembunyikan sesuatu dari teman-teman mu?" tanya Ha Ru kepada Sung Jae.
"Tentu saja, setiap orang memiliki rahasia mereka masing-masing. Kenapa kamu menyembunyikan sesuatu dari anggota tim mu?" tanya Sung Jae yang memiliki intuisi yang kuat.
"Aku tidak pernah bilang begitu" ucap Ha Ru membantah.
"Kalau bukan kamu lalu siapa lagi karena manusia biasa nya menceritakan diri nya sendiri" jelas Sung Jae.
"Aku tidak ingin mereka mencurigai seseorang yang aku sukai jadi aku berusaha untuk menyembunyikan fakta yang aku ketahui" jawab Ha Ru.
"Apakah orang itu pacar mu? Apa pacar mu melakukan kejahatan?" tanya Sung Jae.
"Tidak" jawab Ha Ru.
"Kalau begitu kamu tidak perlu menyembunyikan apa pun" ucap Sung Jae.
Ketika Ha Ru dan Sung Jae sedang mengobrol tiba-tiba Young Min keluar.
"Apa yang kamu lakukan disini?" tanya Young Min yang sudah berada diluar kepada Ha Ru.
"Hanya seseorang yang aku kenal" jawab Ha Ru.
"Kalau begitu aku pergi dulu" ucap Sung Jae lalu meninggalkan Ha Ru dan Young Min.
"Apa kamu kenal dia?" tanya Young Min yang sekarang duduk di sebelah Ha Ru.
"Tidak, aku bertemu dengan nya disinj" ucap Ha Ru.
"Lain kali jangan bicara dengan orang asing, berbahaya" balas Young Min.
"Jangan khawatir, aku bukan anak kecil terlebih lagi aku seorang polisi yang bisa menjaga diriku sendiri" jelas Ha Ru.
"Walaupun begitu, tetap saja polisi juga manusia" jawab Young Min.
"Sudahlah kita masuk saja kedalam" ajak Ha Ru.
Mereka pun kembali ke dalam dan berpesta kembali. Ha Ru berencana untuk memberitahu mereka keesokan harinya. Saat mereka bersenang-senang, tiba-tiba Won menelpon Ha Ru dan mengatakan kalau dia akan menjemput Ha Ru.
"Baiklah. Aku akan memberikan alamatnya kepadamu karena saat ini aku berada diluar bersama anggota tim lainnya" jelas Ha Ru di telepon.
Tak lama kemudian Won sudah sampai dan masuk kedalam restoran untuk menemukan Ha Ru.
"Won" teriak Ha Ru yang melihat Won terlebih dahulu.
Won pun menghampiri Ha Ru dan memberikan salam kepada anggota tim Ha Ru lalu duduk disamping Ha Ru.
"Apakah anda kesini untuk menjemput pacar anda?" tanya Mana Ho yang sudah mabuk.
"Benar, saya ingin membawa nya pulang" jawab Won.
"Ha Ru... " panggil Won.
"Ayo kita pulang" ajak Won kepada Ha Ru yang mabuk.
"Baiklah, aku akan pulang " jawab Ha Ru.
Mereka berdua pun berpamitan dan pergi meninggalkan restoran itu. Sementara Young Min merasa cemburu dengan Won sehingga dia meminum alkohol lebih banyak.
"Ya, apa kamu sudah gila" ucap Man Ho yang melihat tingkah Young Min.
"Sudah cukup" tambah Jang Man mengambil botol yang di minum Young Min.
__ADS_1
"Sebaiknya kamu lupakan saja Ha Ru, dia terlihat bahagia dan tidak mungkin akan menyukai dirimu" ucap Man Ho.
"Bagaimana kamu tau kalau aku menyukai Ha Ru?" tanya Young Min.
"Semua orang disini tau kalau kamu menyukai Ha Ru" balas Man Ho sambil menepuk-nepuk punggung Young Min.
"Semua orang tau kecuali Ha Ru" tambah Jang Man.
Mereka kitu merea tapi nasib Young Min yang menyedihkan bahkan Man Ho ingin menjadi jodohkan Young Min dengan kenalannya.
Sementara mereka meratapo nasib, Ha Ru dan Won sudah sampai dirumah. Won menggendong Ha Ru yang benar-benar sudah mabuk berat. Dia membaringkan Ha Ru diatas kasur dan pergi mengambil air.
"Minum ini" ucap Won sambil membantu Ha Ru duduk untuk meminum air yang dia bawa.
"Berapa banyak yang kamu minum sampai seperti ini" lanjut Won.
"Aku tida minum terlalu banyak" ucap Ha Ru setelah selesai minum dan berbaring di kasur kembali.
Ha Ru pun tertidur sedangkan Won masih terbangun dan berada di ruangan rahasianya. Disana dia sedang memilih target selanjutnya.
"Aku akan memilihmu" ucap Won sambil memegang salah satu foto seorang gadis.
Saat Won sedang menyusun rencana pembunugannya, Ha Ru terbangun dan pergi ke dapur untuk minum.
"Ahhh... rasanya aku bisa hidup kembali" ucap Ha Ru setelah meminum banyak air.
Ha Ru melihat sekitar dan tidak bisa menemukan Won, dia pun mencari Won keseluruh tempat, setiap sudut rumah Won.
Ketika Ha Ru menyusuri rumah Won, dia melihat tangga yang menuju kebawah. Rasa penasaran Ha Ru membuat Ha Ru menuruni tangga tersebut. Ha Ru menemukan sebuah pintu yang tidak pernah dia liat sebelum nya. Saat Hendak membuka pintu tersebut tiba-tiba Won keluar dan mengagetkan Ha Ru.
"Kamu mengagetkan saja, apa yang kamu lakukan disana?" tanya Ha Ru saat melihat Won.
"Hanya menata barang-barang" ucap Won.
"Aku belum pernah melihat ruangan itu. Ruangan apa itu?" tanya Ha Ru penasaran sambil mengintip kedalam tetapi Won menutup pintu itu.
"Hanya gudang. Apa yang kamu lakukan disini?" tanya Won untuk mengalihkan pembicaraan.
"Maaf, Aku sedang menbereskan barang-barang di gudang" ucap Won sambil mengajak Ha Ru untuk naik ke atas.
"Apa aku merepotkan mu tadi? Aku pasti sangat mabuk" balas Ha Ru merasa tidak enak.
"Tidak masalah, tapi kenapa kamu sangat mabuk?" tanya Won saat merka sudah berada di ruang tamu.
"Kami baru saja dikeluarkan dari kasus. Kamu tau kan kasus dari Eun Woo, anak hakim itu? Dia meninggal saat aku sedang mengintrogasinya dan berita itu teraebar di seluruh negri jadi tim ku terpaksa harus mundur dari kasus itu" jelas Ha Ru sambil menyenderkan kepalanya di dada Won.
"Apa kamu baik-baik saja sekarang?" tanya Won yang merasa khawatir.
"Tentu saja. Oh ya ada berapa dokter di rumah sakit mu?" tanya Ha Ru sambil melihat ke arah Won.
"Dokter? Kurang lebih ada 5 dokter. Kenapa memangnya?" tanya Won yang heran dengan pertanyaan Ha Ru.
"Tidak apa-apa, aku hanya penasaran karena aku jarang melihat dokter lain selain kamu" ucap Ha Ru berbohong.
"Karena mereka tidak bekerja dibagian umum jadi kamu hanya melihat ku saja" jelas Won kepada Ha Ru.
"Baiklah" ucap Ha Ru lalu memeluk Won lagi dan terlelap.
Won mengangkat Ha Ru dan membaringkan nya di tempat tidur. Setelah membaringkan Ha Ru, Won yang memiliki firasat kalau Ha Ru mengetahui sesuatu tentang dokter yang berada dirumah sakit segera menghubungi Sung Jae dan dokter kepercayaan yang bekerja disana.
Keesokan harinya mereka semua datang dengan keadaan yang lesu karena efek dari kemarin malam.
"Aku seperti nya akan mati" ucap Man Ho sambil meminum obat pereda mabuk.
"Aku juga, aku tidak pernah minum sebanyak itu sampai sekarang pun aku masih merasa mual" ucap Eun So.
"Ada yang mau sup daging? " tawar Young Min yang baru saja datang dengan membawa plastik makanan.
"Aku" ucap Man Ho yang berlari menghampiri Young Min diikuti oleh Eun So dan Jang Man.
__ADS_1
Mereka pun meredakan mabuk mereka dengan sup daging sapi yang dibelikan oleh Young Min.
"Oh, rasanya aku bisa hidup kembali" ucap Man Ho setelah memakan sop daging sapi nya sampai habis tak bersisa.
"Bagaimana kamu tau kalau kami menderita seperti ini?" lanjut Man Ho.
"Tentu saja aku tau dan ini juga merupakan uang tutup mulut sehingga kalian tidak berbicara sembarangan kepada Ha Ru" jelas Young Min.
"Baiklah kami akan menutup mulut kamu rapat-rapat" jawab Man Ho.
Tak lama setelah mereka selesai makan Ha Ru pun datang sedikit terlambat.
"Selamat pagi" ucap Ha Ru menyapa anggota tim nya.
"Ha Ru, apa lah kamu baik-baik saja?" tanya Young Min kepada Ha Ru yang baru datang.
"Iya aku baik-baik saja" ucap Ha Ru.
"Dringgg... dringgg... " suara telepon berbunyi saat mereka sedang berbincang.
"Halo" ucap Jang Man ditelepon.
"Baiklah" jawab Jang Man lagi.
"Ada apa?" tanya Young Min setelah Jang Man menutup teleponnya.
"Inspektur menyuruhku untuk menemuinya" ucap Jang Man lalu pergi menuju ruang Inspektur.
"Aku benar-benar tidak menyukai dia" ucap Man Ho setelah Jang Man pergi.
"Aku tau dia atasan kita tapi dia terlalu menyusahkan kita" jelas Jang Man.
"Benar, aku juga tidak tau apa yang akan diperintahkan kepada kita kali ini" ucap Eun So.
Tak lama kemudian Jang Man pun kembali dengan ekspresi yang kecewa.
"Apa yang dia katakan?" tanya Man Ho kepada Jang Man.
"Dia menyuruh kita untuk menjaga di sekolah anak nya belajar karena kita satu-satunya tim yang tidak memiliki kasus" ucap Jang Man.
"Apa? Dia menyuruh kita untuk menjaga anaknya? Memangnya kita babysitter pribadi anaknya" ucap Man Ho dengan marah.
"Sudahlah. Jangan banyak mengeluh. Ayo kita pergi" ajak Young Min.
"Ada yang ingin aku katakan sebelum kita pergi" ucap Ha Ru disaat mereka bersiap untuk pergi.
"Apa itu?" tanya Young Min.
"Sebenarnya sebelum Eun Woo meninggal dia mengatakan sesuatu padaku" ucap Ha Ru kepada anggota tim nya.
"Apa yang dia katakan?" tanya Man Ho.
"Walau tidak jelas dia berkata dokter dan sekitar, yang menurutku dia berkata tentang dokter yang berada dirumah sakit sekitar kita" jelas Ha Ru.
"Kalau rumah sakit sekitar bukankahbruamh sakit milik pacar mu" ucap Man Ho.
"Benar" jawab Ha Ru.
"Kenapa kamu baru mengatakannya sekarang?" tanya Jang Man.
"Apa kamu mencoba melindungi pacar mu? " tambah Man Ho yang curiga.
"Apa yang kalian katakan? Yang terpenting Ha Ru sudah memberitahu kita" ucap Young Min membela Ha Ru.
"Tapi ini mencurigakan kenapa dia baru memberitahu kita sekarang" balas Man Ho.
"Maafkan aku. Memang benar aku melakukannya untuk pacarku. Maafkan aku sekali lagi" ucap Ha Ru meminta Maaf.
"Sudahlah, tidak masalah. Kalau menyangkut orang yang kita sayangi memang berat dan Terima kasih sudah memberitahu kan semua itu kepada kita" ucap Jang Man.
__ADS_1
"Seorang kita harus menjalani kan perintah dari Inspektur setemah itu kita bisa kerumah sakit untuk menyelidiki hal itu" jelas Jang Man.