Bodyguardku, Imamku

Bodyguardku, Imamku
Kebohongan Yang Sebenarnya


__ADS_3

Dari balik kaca mobil Eiwa menghembuskan napas berat.


Setelah menikah dengan Ellea ini adalah kali pertamanya, ia meninggalkan istri menggemaskannya itu dalam waktu lama.


Tak hanya itu saja, tapi hatinya terasa berat sebab ia telah berbohong pada Ellea. Karena sebenarnya, ia bukan mendapatkan tugas dari kepala agensi, tapi karena ada satu masalah pada perusahaannya di Dubai, yang membutuhkan kehadirannya.


Eiwa datang ke negeri para Sultan itu mengadakan pertemuan dengan para dewan direksi dan jajarannya.


Hingga berhari-hari masalah izin berdirinya perusahaan itu pun belum selesai. Eiwa hampir tak memiliki waktu untuk menelepon sang istri.


Satu nama yang kini memenuhi pelupuk jiwa. Dia wanita yang sangat dirindukan.


Namun sayang, Eiwa tak bisa leluasa menatap wajah sang istri, selain untuk menyembunyikan kebenaran pada Ellea. Pengguna internet juga terbatas, hanya bisa menggunakan untuk mengirim dan menerima pesan saja. Sementara layanan video call dan telepon tidak diizinkan.


Pembatasan akses ini lantaran di Dubai terdapat otoritas khusus yang memantau penggunaan internet, yang disebut Telecommunication Regulatory Authority.


Eiwa rasanya seperti mati kutu. Ellea adalah mood booster, dan kini rasanya dia tersiksa tidak bisa melihat wajah sang istrinya itu, bahkan ia pun tak memiliki waktu untuk menelepon.


Hal itu terus saja mengganggu pikirannya, sehingga terbawa ke meja pertemuan.


"Saya sudah menyerahkan semua bukti-bukti pengajuan resmi perusahaan saya, ke departemen terkait lima bulan yang lalu. Bagaimana bisa Anda sekarang datang ingin menuntut saya, dengan alasan perusahaan saya berdiri tanpa izin?! Omong kosong!" kesal Eiwa emosional.

__ADS_1


"Bersabarlah, Tuan Eiwa. Saya akan menjelaskan pada mereka, saya akan memberikan semua bukti-buktinya, saya yakin, ini ada campur tangan orang luar, yang merasa kalah saing dengan perusahaan kita," ucap Wisnu--sekertaris utama Eiwa.


"Kau jelaskan pada mereka dengan jelas. Supaya mereka bungkam, dan berhenti mencoba memeras uang dari perusahaan ini," ucap Eiwa melirik menatap tiga orang terkait masalahnya.


Kemudian ia keluar dari ruangan dengan keadaan kesal. Kembali ke rumah besar miliknya, berbagai hidangan menu Indonesia telah disiapkan.


Namun sama sekali Eiwa tertarik.


Duduk di kursi menghadap kolam renang ia sambil memijat pelipisnya. Tampaknya ia benar-benar sangat rindu dengan sang istri.


Bahkan ketika derap heels menggema di atas marmer rumahnya pun tak membuyarkan lamunannya. Ellea sudah memenuhi otaknya.


"Astaga Eiwa!" Perempuan tinggi semampai memakai kulot panjang berwarna hitam dipadu dengan kemeja yang pas di badan berwarna navy, rambutnya panjang bergelombang berwarna pirang tersenyum lebar sedikit berlari menghampiri Eiwa.


"Zahia?"


"Astaga... Eiwa! Kamu ke mana selama beberapa bulan ini? Bahkan tidak mengabariku setelah pulang ke Indonesia. Kamu mencoba melupakan aku, hem?" Zahia mencubit perut Eiwa keras.


Seperti yang telah dia lakukan seperti biasanya.


"Aw... oke, okey, aku minta maaf. Karena selama di sana, sama sekali tidak ada waktu, Za. Apa kamu tau, papaku kasih pekerjaan yang amat sangat berat, sampai aku tidak memiliki waktu untuk diriku sendiri."

__ADS_1


"Pokoknya aku tidak mau tau, kamu harus mengganti kekesalanku dengan kesenangan." Zahia tiba-tiba duduk di sebelah Eiwa membaringkan tubuhnya meletakkan kepala di pangkuan Eiwa.


"Maaf Za, aku tidak bisa."


Zahia yang mendapatkan penolakan itu pun langsung mengangkat kepala. Menatap heran Eiwa yang berubah.


"Aku yang seharusnya minta maaf, karena sudah lancang," ucapnya.


Eiwa menggeser posisi lebih menjauh. Perubahan yang sangat membuat Zahia heran.


"Kamu tahu, kan, setelah Erlina meninggal, kita memang semakin dekat. Bahkan kita tak memperdulikan jarak. Sangat aneh, kalau kamu kembali tiba-tiba-"


"Seiring berjalannya waktu, seorang bisa berubah, Za. Bisa menjadi lebih baik atau bahkan menjadi jahat. Tapi aku memasang jarak di antara kita, bukan tanpa alasan. Semua itu ada alasannya," potong Eiwa.


Zahia adalah kakak dari Erlina, pacar Eiwa yang sudah meninggal. Setelah kepergian Erlina, Zahia memang semakin dekat dengan Eiwa.


Sering memasak untuk Eiwa dan bahkan menanyakan perihal baju yang akan dia pilih pun pada Eiwa.


Sorot kecewa terlihat jelas di wajah perempuan elegan dan terlihat dewas itu.


"Apa ada rencana kembali ke Indonesia lagi, Wa?" tanya Zahia.

__ADS_1


Eiwa mengangguk. "Lusa, dan kemungkinan aku akan memilih menetap di sana." Di sana ada rumah ternyamannya, Ellea.


__ADS_2