
Kabar berita tersebar lebih cepat, bahkan lebih cepat dari pada burung.
Di media internet dan televisi semua menayangkan tentang video Ellea dan Eiwa di dalam kamar hotel.
Meski pun dalam video itu tidak menampilkan adegan mantap-mantap.
Namun tetap saja para netizen sudah memiliki persepsi masing-masing. Apa lagi situasi mereka berdua dalam keadaan tanpa busana, bertutupkan selimut.
Lusia yang merupakan seorang artis, pemilik nama yang disorot sejak tadi mondar mandir menjawab telepon dari teman-temannya. yang mempertanyakan kebenaran sebenarnya.
Telepon bahkan dari tadi tidak berhenti-hentinya bergetar.
Satu keluarga Alvin seketika panik dalam rumah yang tertutup. Di luar para awak media berlalu lalang ingin memburu berita tentang Ellea, bahkan sebagian dari mereka ada yang menghubungi ketua Rt setempat untuk mendapatkan informasi tentang keluarga Alvin.
Tidak hanya itu saja, bahkan mereka bahkan menggali-gali tentang masa lalu ibu kandung Ellea yang merupakan istri simpanan Alvin. Semua dikorek habis oleh netizen dan para awak media, bahkan akun Instagram Ellea yang sebelumnya hanya memiliki seribu followers kini, banyak yang permintaan ingin mengikutinya, bahkan sampai puluhan ribu.
“Pa, mama harus gimana ini, Pa? Harus jawab apa??” tanya Lusia sambil duduk panik.
“Ini kah, Pa, anak yang selama ini kamu bangga-banggakan, calon dokter bedah dan perempuan sukses? Ini kan, yang katamu pendiri rumah tafidz qur’an? Sekarang lihat? Papa masih mau banggain dia?”
Alvin tak bisa berkata-kata, hanya duduk menghadapi Ellea dan Eiwa sambil memijat pangkal hidungnya.
“Ma, Ellea bisa jelasin kok, Ma. Kami di dalam sana, bukan karena sengaja.”
__ADS_1
“Udah, udah, nggak ada penjelasan, penjelasan. Kalian berdua langsung nikah aja habis ini, daripada se-Indonesia tahu kelakuan kalian! Papa nggak siap kalau sampai dihujat begini,” ucap Alvin memutuskan.
Mata Elea dan Eiwa seketika membulat sempurna. Setelah mendengar keputusan Alvin, kepala keluarga di rumah ini.
“Menikah, Pa?” tanya Lusia yang tak kalah terkejutnya.
“Mau jadi apa, Ellea anak papa kalau menikah sama Eiwa yang Cuma jadi bodyguard papa, yang gajinya cukup buat makan dia saja? Aduh, papa ini ngaco, beneran, mama nggak mau kalau sampai Ellea nikah sama Eiwa bodyguard kita sendiri, masa depannya mau bagaimana?”
Ellea menggeleng. “Papa nggak bisa seenaknya gini ambil keputusan,” ucapnya. “Lagian, walau dalam satu kamar, kami belum tentu terbukti ngapa-ngapain kok…”
“Ini sudah keputusan saya, jangan ada yang menolak, atau tidak terima. Ellea menikah dengan Eiwa,” ucap Alvin tidak bisa dibantah.
“Tapi Ellea masih belum mau menikah, Pa! El mau kuliah….”
“Aduh, duh, Pa, kepala mama mendadak pusing denger semua ini. Papa please, jangan lanjutin ini lagi. Mama nggak kuat dengarnya. Selama ini apa keputusan papa mama selalu setuju, tapi nggak untuk sekarang. Ellea memang bukan anak kandung mama, tapi setidaknya dia mama yang membesarkannya. Mama nggak terima kalau dia nikah sama orang biasa model cowok kayak dia itu,” mohon Lusia tidak terima sambil menatap Eiwa penuh dendam.
“Nggak bisa.”
“Dia Cuma pengawal papa… Ellea mau dihidupi pakai apa??”
Eiwa kini berdehem, setelah dari tadi ia terdiam. “Begini, Pak. Kalau saya sih -setuju-setuju saja dengan keputusan bapak. Tapi gimana sama Ellea? Dia masih berstatus sebagai mahasiswi. Kalau tiba-tiba dipaksa nikah kan kasian, Pak. Dia masih punya masa depan yang panjang.”
“Terus kalau nggak nikah mau apa? Mau buat malu saya? Kamu tau keluarga saya, kan? Kami batuk saja jadi berita? Apa lagi begini? Udah jangan ngeyel lagi, kalian langsung nikah! Udah, jangan ada yang protes-protes lagi, mau saya staples mulutnya?”
__ADS_1
Mereka semua seketika diam, jika Alvin sudah memiliki keputusan maka tidak ada yang berani membantah. Baik Lusia sekali pun. Termasuk keputusan membawa Ellea ketika masih bayi ke rumah ini. memisahkan dengan ibu kandungnya sendiri yang saat ini tinggal di kota Mojokerto.
Setelah keputusan diambil, semua orang hanya bisa mengangguk pasrah, bahkan saat diadakannya konferensi pers tentang berita yang seperti bola liar.
Alvin duduk di samping Lusia, sedangkan di sisi kirinya ada Ellea dan Eiwa. Lampu-lampu pijar dari lensa mengerjap ke arah mereka semua. Alivinlah sebagai kepala keluarga yang berbicara perihal masalah ini.
“Assalamualikum warahmatullahi wabarakatuh… selamat malam semuanya? Semoga kalian semua selalu sehat,” buka Alvin di awal kalimat.
“Ah, ya jadi… begini, saya ingin menyampaikan berita tentang anak saya yang seperti bola liar tak ada tujuan.”
“Jadi bagaimana, pak, tentang yang sebenarnya? Apa bapak masih ingin mengatakan kalau itu video palsu?” sela salah satu reporter.
“Oh jelas tidak. Saya sangat mengakui, kalau video itu sangat benar, dan hubungan mereka sebagai suami istri yang sah, saya rasa wajar-wajar saja to? Saya rasa semua orang di sini juga pernah melakukan seperti itu sama pasangannya masing-masing.”
“Jadi putri bapak sudah menikah, dengan bodyguard bapak sendiri? Apa alasannya, Pak? Bukankah anak bapak masih berstatus mahasiswi dan baru berusia dua puluh tahun?”
Begitu banyaknya pertanyaan sampai membuat Ellea pusing sendiri, untung saja sang papa sangat pandai menyiasati menjawab mereka. Sehingga semua berjalan seperti apa yang diharapkan. Para awak media justru semakin kagum pada Alvin sebab menikahkan Ellea tanpa memandang kasta seperti pejabat-pejabat pada umumnya.
Setelah membersihkan namannya, Alvin bisa menghela napas lega, tapi tidak dengan Ellea dan Eiwa, sebab keduannya ini adalah awal terjadinya masalah.
Ya, Ellea dan Eiwa kini harus berbohong kalau sudah menikah.
Kebohongan itu tak berlangsung lama, sebab prosesi akad nikah segera dilangsungkan.
__ADS_1
"Kamu harus siap, jadi suami anak saya. Setelah berita ini dingin, saya mau kalian cere!" ucap Alvin sebelum Eiwa melangkah ke meja depan penghulu.