Bucin VS Jomblo

Bucin VS Jomblo
Episode 11


__ADS_3

"Uwaaa... kok Nayla tega banget sih Ji, uwaaa..." tangis Jamal meraung-raung mendengar cerita temannya itu.


"Gue gak nyangka sih Ji, dia sampai segitunya memperlakukan lo Ji," pungkas Dika juga prihatin.


Aji hanya terdiam, menarik nafas panjang, dan kembali termenung dengan tatapan kosong.


'Set' tangan Ica tiba-tiba mengambil bunga yang tergeletak di lantai tadi. Dia langsung menuju parkiran, terlihat Ica begitu emosi.


"Eh Ca, mau kemana lo Ca!?" seru Jamal langsung berlari menyusul Ica.


"Ca!?" pungkas Aji dan Dika serentak, dan mereka juga langsung pergi menyusul Ica.


'Tuk, tuk, tuk,' langkah Ica cepat dan tiba di parkiran.


"Ca!" seru Jamal yang tidak berapa lama menyusul di belakang kemudian.


"Eh Mal, gue minjem kunci motor lo dong!" pinta Ica langsung mendatangi Jamal.


"Eh buat apa Ca!?" tanya Jamal sambil mengambilkan kunci nya.


'Set' Ica langsung mengambil kunci itu dan pergi menghidupkan motor Jamal.


"Eh Ca, mau kemana lo!?" seru Jamal panik melihat Ica.


"Udah lo ikut aja, nih pakai helm nya, biar gue aja yang bawa motornya." pungkas Ica memakai helmnya, kemudian memberikan helm ke Jamal.


Setelah Jamal memakai helm nya, dia pun langsung naik ke motornya, dan...


'Bruuummm....' Ica tancap gas mengendarai motor Jamal, meninggalkan Aji dan Dika yang tiba di parkiran tidak berapa lama kemudian.


"Duhh... mau kemana tuh Ica, jangan-jangan dia mau nyamperin Nayla lagi!?" gerutu Dika ngos-ngosan baru sampai di parkiran.


Tanpa pikir panjang, Aji pun langsung mengendarai motornya, mengejar Ica. Disusul Dika, yang juga mengendarai motornya.


---------------------------------


"Ca, liat tuh, itu motornya Kafka kan Ca!?" seru Jamal menunjuk sebuah motor yang sedang terparkir di depan kafe.


"Wah iya tuh, kebetulan nih!" pungkas Ica langsung mendatangi kafe itu.


Dengan lupa masih menggunakan helm di kepala nya, Ica langsung masuk ke dalam kafe itu, dan melihat Nayla sedang duduk bersama Kafka.


'Tuk' Ica meletakkan bunga tadi di atas meja tempat duduk Nayla dan Kafka.

__ADS_1


"Ini bunga dari pacar lo, untuk lo. Dia sampai rela kabur dari ujian, hanya demi minta maaf sama lo!" tukas Ica langsung.


"Iya, gue tau kok, emangnya kenapa!?" sahut Nayla.


Sementara itu...


"Ji, liat tuh, ada motor Kafka disana, eh itu juga ada motor Jamal tuh, wah gawat jangan-jangan Ica menemui mereka lagi!?" seru Dika panik, dan dia bersama Aji pun langsung mendatangi cafe itu.


"Dasar lo ya, cewek gak tau diri, harusnya lo jadi cewek bisa mengerti dong, bagaimana perjuangan Aji buat lo, ehh ini lo malah selingkuh lagi dengan playboy ini!" tukas Ica geram sambil menunjuk Kafka, dan Kafka pun sedikit terkejut ditunjuknya.


"Eh enak aja, yang ada tu lo tuh yang playgirl, kesana kesini rebut cowok orang lain, emang lo jadi cewek gak malu apa!?" balas Nayla keras, cukup mengagetkan seisi cafe itu.


"Eh sabar... sabar... duhh, jangan ribut disini dong, diliatin orang secafe tuh, maluu..." pinta Jamal berusaha menengahi menenangkan kedua cewek itu.


'Sreekkk...' bunyi kursi Kafka bergeser, Kafka berdiri dari tempat duduknya, dan berjalan mendekati Nayla,


"Sudah sayang, sabar sayang, sabar," tutur Kafka menenangkan sembari merangkul Nayla dari belakang.


"Eh, lo!," pungkas Jamal yang sontak terkejut melihatnya.


"Eh Ca, bilangin ke Aji ya, jangan pernah mendekati Nayla lagi. Nayla itu udah gak sayang lagi sama Aji, dia sayangnya udah sama gue. Jadi lo bilangin ke teman lo itu, jangan pernah ganggu hubungan kami lagi!" seru Kafka sambil memegang erat tangan Nayla.


"A.. a.." respon Ica kikuk, syok begitu mendengar perkataan Kafka tersebut. Ica kembali teringat akan kenangan pahitnya saat pertengkaran orang tua nya dulu.


"A... a..." omongan Ica terbata-bata teringat akan kejadian itu.


'Set' tarik perempuan di samping ayah Ica, melepaskan genggaman tangan kecil Ica dari baju ayahnya.


"Eh nak, tante kasih tau ya, ayahmu itu udah gak sayang lagi sama ibumu juga sama kamu, ayahmu itu udah punya tante, dia sayangnya cuma sama tante. Jadi kamu sama ibumu itu, jangan pernah ganggu hubungan kami lagi!" ancam perempuan itu kemudian menarik tangan ayah Ica, meninggalkan Ica kecil yang sudah tak dapat lagi mengejar ayahnya.


"Ayaaaahhhh....." tangis Ica yang masih kecil meraung-raung tak sanggup melihat kejadian yang ada di depan mata nya.


Ica hanya tertunduk, dia menarik nafas panjang, sementara tangannya mengepal keras.


'Huh'


'Huh'


'Huh'


(nafas Ica terengah-engah)


"Ca, lo kenapa Ca!?" tegur Jamal heran, melihat Ica yang gelagatnya mulai aneh.

__ADS_1


Ica pun menatap tajam mata Kafka.


"Ca!?" tanya Jamal lagi.


"Eh, Ca!?"


"Aaaaaaa!!!......" teriak Ica keras, tangannya meninju ke arah Kafka.


"Icaaaaa!!!...." seru Jamal sontak panik, karena dia mengira Ica akan meninju dia.


'Set' Aji tiba-tiba datang memeluk berusaha menenangkan Ica.


"Ca... tenang Ca, tenang" pinta Aji berusaha menenangkan Ica.


"Ajiiii...." tangis Ica pecah dipelukan Aji.


Seisi kafe itu pun sontak terkejut melihat kejadian itu, termasuk juga Kafka dan Nayla yang di buat tak bisa berkata apa-apa melihatnya.


"Yok kita pulang yok Ca, malu dilihatin banyak orang disini," bujuk Aji menenangkan Ica.


"Tapi Ji... dia udah menghianati lo ji..." Ica terus berderai air mata di pelukan Aji.


Aji pun melepaskan pelukan nya, memegang bahu Ica dan menatap mata Ica.


"Ya udah Ca gak papa, biarin aja dia. Selama dia bisa bahagia, gue juga ikut bahagia kok," jawab Aji tenang sembari tersenyum.


"Ji..." pungkas Nayla pelan di belakang mendengar perkataan Aji.


"Ya udah Ca, yok pulang yok, malu disini di lihatin orang, mana helm lo masih kepasang lagi hadehh..." gurau Aji berusaha menghibur Ica.


"Eh iyaya masih kepasang, gue lupa haha..." Ica mulai tersenyum lagi, walau sambil mengusap air matanya.


"Ya udah Mal, kita keluar dari sini yok Mal, Mal!?" ajak Aji kepada Jamal, namun Aji bingung karena Jamal mendadak nggak ada.


"Jamal!!?" begitu terkejutnya Aji dan Ica ketika melihat Jamal, sudah pingsan tidak sadarkan diri di lantai.


"E..."


"E..."


"E..."


Jamal syok setelah hampir di tinju Ica tadi.

__ADS_1


-------------------------------


__ADS_2